ASAL USUL UDIN

Baru saja Bu Yati memikirkan si Dukun, karena ia menemukan Siti dalam keadaan baik-baik saja. Tiba-tiba saja Nenek dukun sudah datang ke stan jualan.

" Nenek..." Bu Yati sungguh tidak percaya melihat kehadiran orang yang sangat dihormati nya itu.

Si dukun mendekati Bu Yati, pandangannya menyapu ke sekeliling.

" Mana anak itu?" Tanya si Nenek, Bu Yati menautkan kedua alisnya.

" Anak siapa Nek?"

" Anak kecil yang bersama dengan musuh mu" jawab si Nenek.

" Anak kecil yang bersama musuh ku? Maksudnya Siti?" Bu Yati tidak bisa menangkap apa maksud dari ucapan si Nenek.

" Terus siapa lagi?" cetus si Nenek.

" Kenapa Nenek mencari Rahul??" Bu Yati belum menyadari jika selain Rahul, Siti membawa satu lagi bocil bersama nya.

" Bisakah kamu tidak perlu banyak tanya" Si nenek merasa kesal juga jika apa yang diinginkannya justru bertele-tele.

" Oh baik Nek, itu... Itu STAN si Siti. Sepertinya Rahul juga ada di sana" Bu Yati menunjuk STAN Siti yang tidak seberapa jauh dengan nya.

Si nenek mengiyakan.

" Tapi Nek, saya minta maaf karena tidak bisa mengantar" Bu Yati tidak mau dipersalahkan jika nanti si dukun andalannya justru melakukan sesuatu hal yang aneh.

" Tidak perlu" tukas si Nenek seraya melangkah pergi menuju STAN Siti berjualan.

Siti terlihat sangat sibuk melayani customer, Wati dengan riangnya membantu pekerjaan sang Ibu. Sedangkan Rahul anteng bermain mobil-mobilan bersama Udin.

Bocah si Udin merasa kan energi negatif dari si Nenek. Ia mendongak, dan kebetulan saat itu si Nenek pun tengah memperhatikan dirinya.

Udin menjulurkan lidahnya, membuat si nenek dukun tersentak.

" Ternyata benar, anak inilah yang membuat semua jampi-jampi ku tidak berhasil. Sampai si busuk ingin resign dari pekerjaannya" Si Nenek berucap dalam hati.

" Energi magic nya sangat kuat, dari tubuhnya terpancar cahaya biru berasap. Meskipun aku tidak pernah melihat cahaya itu sebelumnya, tapi aku sangat yakin sekali . Bahwa cahaya itu bukan sembarang cahaya"

" Nek.." Wati yang heran melihat ada seorang nenek memperhatikan si Udin pun datang untuk menyapa.

" Iya Cu" jawab si Nenek dengan suara khasnya.

" Nenek mau apa? Apa mau beli ikan?" tanyanya.

" Tidak, tapi Nenek merasa gemas sekali dengan adik mu" jawab si Nenek.

Wati menoleh ke arah Udin, ia tersenyum manis.

" Namanya UDin Nek, dia adik bungsu ku" jelas Wati.

Si Nenek manggut-manggut,

" Boleh Nenek menggendong nya" Si Nenek ingin melihat lebih dekat, mungkin saja ia bisa menemukan kelemahan Udin.

" Emmm tangan ku amis Nek" jawab Wati jujur.

" Nggak apa-apa, biar Nenek yang mengangkat nya" Si Nenek tetap bersikeras ingin menggendong Udin. Ia mendekat, lalu membungkukkan badannya untuk meraih Udin.

Bocil itu diam tanpa perlawanan, tapi ia tahu siapa Nenek di depannya itu.

Si Nenek nampak senang sekali, saat menggendong Udin. Ia mengajak Udin bercanda ria.

Siti menghampiri Wati, ia berbisik menanyakan siapa Nenek itu.

" Wati juga nggak tahu Bu, dia katanya gemes liat Udin"

Siti tersenyum tipis saat mata si Nenek memergokinya.

" Anakmu lucu, Nenek jadi teringat cucu Nenek" Ungkap si Dukun agar Siti tidak menaruh curiga.

" Oh iya Nek" hanya itu yang bisa Siti jawab. Sebenarnya ia merasa tidak nyaman, tapi ia segan untuk mengungkapkan.

Si Nenek memperhatikan tubuh Udin secara diam-diam, ia tertarik dengan dua tanda lahir yang berbeda di belakang cuping telinga si Udin.

Perlahan ia menggosok tanda itu,

AWW!

Si nenek terkejut karena merasa kan sesuatu yang menyengat di ujung jarinya.

" Nek kenapa?" Tanya Siti, ia gegas mengambil alih Udin.

Si Nenek tidak menjawab, ia panik setelah melihat apa yang terjadi dengan telunjuk nya. Gegas si Nenek dukun pergi tanpa pamit.

Siti dan Wati saling berpandangan satu sama lain, keduanya tidak mengerti apa yang menyebabkan si Nenek itu pergi tanpa mengucapkan permisi.

Belum lagi si Nenek menginjak kan kaki di teras rumah nya yang terbuat dari bambu. Daun pintu sudah bergerak membuka sendiri. Itulah salah satu kelebihan si Nenek, rumah tempat nya berteduh seakan hidup.

Si Nenek masuk dan daun pintu tertutup dengan sendirinya.

Ia duduk bersila untuk melakukan semedi, ia perlu bantuan para jin peliharaan nya guna mencari tahu benda apa yang telah melukai nya saat ini.

Setelah merapal mantra, si Nenek seakan tersedot ke alam bawah sadar.

Ia melihat begitu jelas asal muasal si Udin. Dari sejak Muhammad Ibrahim menjadi penjaga keris pusaka Kujang . Sampai anaknya yang bernama Reyhan, menikah dengan keturunan Salahuddin. Dan disini lah ia tahu, benda apa yang telah menyakiti ujung jarinya.

Mata tua si Nenek terbuka perlahan, Kini ia tahu siapakah lawannya ini.

" Aku harus menjauhi anak ini, jika tidak! Aku bisa mati konyol. Hanya menghadapi dua Jimat itu saja aku sudah kewalahan. Apalagi Nyai Blorong sampai turun tangan"

Si Nenek dukun bergidik ngeri, ia pun dengan mantap tidak akan mengusik Udin beserta keluarga yang ditinggalinya.

...----------------...

Satrio menunggu kedatangan istri beserta anak-anaknya. Ia bertekad akan membawa Udin ke tempat judi. Siapa tahu anak itu benar-benar membawa peruntungan.

Begitu melihat kelibat anak istrinya, Satrio langsung berlari menyambut. Ia mengambil alih Udin dari gendongan Siti, lalu gegas pergi.

" Pak!! Mau dibawa kemana Udin?" Seru Siti.

" Ke warung odong-odong Bu" jawab Satrio sembari melangkah cepat.

" Aduh, bapak mu ni Wat. Nggak ada kapok-kapoknya. Judi lagi judi lagi,,, sekarang malah bawa si Udin" gerutu Siti.

" Ya biarin aja Bu, siapa tahu Udin benar-benar membawa berkah buat kita . Dan Bapak bisa menang, kan lumayan Bu"

Siti membuang nafas berat setelah mendengar argumen putrinya. Meskipun itu ada benarnya, tapi Siti lebih suka kalau suaminya banyak uang karena rajin bekerja. Bukan hasil dari perjudian.

*

Bos preman baru saja pulang dari rumah sakit, ia membawa anak buahnya yang terluka karena ulah si Udin.

" Baru sekarang aku menemukan seorang bayi bisa memutuskan sebagian telinga orang dewasa. Apa anak itu keturunan vampir?" Si Bos preman berusaha menerka-nerka.

" Ah Bos, mana ada vampir di jaman sekarang" Elak satu diantara dua anak buahnya.

" Tapi ini mengherankan, dan lagi.. Itu anak siapa? Setahu ku, Satrio cuma punya dua anak" Si Bos membantah.

" Benar juga sih"

" Bos... Itu Satrio!" Satu lagi anak buahnya menunjuk ke arah datangnya Satrio.

" Eh dia bawa anak itu loh Bos" seru anak buahnya yang lain.

" Hemmm kita buat perhitungan nanti, usahakan pantau terus. Jika Satrio sudah lengah, ambil anak itu" Si Bos preman memberikan perintah, yang langsung disetujui oleh dua anak buahnya.

Terpopuler

Comments

Bunda Fariz

Bunda Fariz

greget aq nama satrio klakuan pecundang huuh. sabar ya bu siti

2025-02-17

0

Fano Jawakonora

Fano Jawakonora

colok matanya si satrio udin, biar buta matanya agar tdk berjudi lagi

2025-01-18

0

neng ade

neng ade

Semoga Udin baik2 aja.. bikin kapok Satrio aja Din biar ga judi terus

2024-10-21

0

lihat semua
Episodes
1 DI PANTI ASUHAN
2 TENDANGAN BEBAS
3 BAYI JAMAL HILANG??
4 SALAH LAWAN
5 Wi Nana
6 PEMBAWA ASAP SIHIR
7 SIAPA DIA?
8 ANAK BERTUAH
9 ASAL USUL UDIN
10 BERUBAH DRASTIS
11 KEMANA DIMAS?
12 BUBUR AYAM
13 SAJEN ORANG MATI
14 SIAPA PEREMPUAN ITU
15 MEMILIH UNTUK MATI
16 NYAI RORO DEMIT
17 KEPUTUSAN WATI
18 KEKASIH SYELA
19 FITNAH DAJJAL
20 ANAK KIAI
21 HANYA SEBATAS ADIK
22 WATI PULANG
23 MEMBUAT HURU HARA
24 IMPOTEN
25 PUTUS
26 ADA APA DENGAN IKSAN
27 PEMBANGKITAN IBLIS
28 UDIN DI TANGKAP
29 SUDAH EMPAT BELAS TAHUN
30 KENYATAAN
31 SYARAT MUTLAK
32 GARA GARA KIRU KIRU
33 NAPI BARU
34 KISAH UDIN DAN TOPENG
35 RAHASIA DIBALIK PERWIRA
36 KABUR
37 AMBISI SONYA
38 KISAH LATULUNA DAN SONYA
39 CINTA AGUNG UNTUK LATULUNA
40 AKAL LICIK
41 FAKTA MULAI TERUNGKAP
42 DUA JANTUNG
43 KEMUSNAHAN SONYA
44 HARI PERTAMA SEKOLAH
45 TOILET BERSTIKER
46 ENERGI JAHAT
47 SIHIR BELATUNG
48 ANAK YANG DITUMBALKAN
49 WANITA BERWAJAH HITAM
50 SYIFA??
51 ABU TULANG MANUSIA
52 PERHATIAN KECIL
53 BERTEMU NYAI BLORONG
54 CERMIN TELAGA
55 TELUH BUANGAN
56 KEMANA ANDI??
57 TAEKWONDO
58 SIAPA DIA?
59 RANI
60 PEMANGGILAN ARWAH
61 AKHIR DARI KEHIDUPAN ANDI
62 SYIFA PERGI
63 BANTUAN PRILLY
64 PILIHAN YANG SULIT
65 WANITA BERDARAH DEWA
66 PERPISAHAN
67 PERJALANAN UDIN
68 MENGAJARI UCOK
69 KISAH CINTA SOFI DAN RIFIN
70 KEPEDIHAN HATI SEORANG IBU
71 KEHILANGAN KATA-KATA
72 TELUH UDARA
73 PERINGATAN DARI KUJANG
74 SEMUA KARENA DENDAM
75 PERANG MATA
76 GONCANGAN
77 AKHIRNYA...
78 KEINGINAN SAKHI
79 KEJUTAN DARI YOGA
80 KERINDUAN CAHAYA
81 BOLA INTI KEHIDUPAN TELAH KEMBALI
82 PERTEMUAN
83 GARA-GARA CIUMAN
84 SULTAN UDIN
85 WALI KELAS KILLER
86 NASI KANGKANG
87 SERANGAN UDIN
88 MENYATUKAN DIRI
89 EPISODE TERAKHIR
Episodes

Updated 89 Episodes

1
DI PANTI ASUHAN
2
TENDANGAN BEBAS
3
BAYI JAMAL HILANG??
4
SALAH LAWAN
5
Wi Nana
6
PEMBAWA ASAP SIHIR
7
SIAPA DIA?
8
ANAK BERTUAH
9
ASAL USUL UDIN
10
BERUBAH DRASTIS
11
KEMANA DIMAS?
12
BUBUR AYAM
13
SAJEN ORANG MATI
14
SIAPA PEREMPUAN ITU
15
MEMILIH UNTUK MATI
16
NYAI RORO DEMIT
17
KEPUTUSAN WATI
18
KEKASIH SYELA
19
FITNAH DAJJAL
20
ANAK KIAI
21
HANYA SEBATAS ADIK
22
WATI PULANG
23
MEMBUAT HURU HARA
24
IMPOTEN
25
PUTUS
26
ADA APA DENGAN IKSAN
27
PEMBANGKITAN IBLIS
28
UDIN DI TANGKAP
29
SUDAH EMPAT BELAS TAHUN
30
KENYATAAN
31
SYARAT MUTLAK
32
GARA GARA KIRU KIRU
33
NAPI BARU
34
KISAH UDIN DAN TOPENG
35
RAHASIA DIBALIK PERWIRA
36
KABUR
37
AMBISI SONYA
38
KISAH LATULUNA DAN SONYA
39
CINTA AGUNG UNTUK LATULUNA
40
AKAL LICIK
41
FAKTA MULAI TERUNGKAP
42
DUA JANTUNG
43
KEMUSNAHAN SONYA
44
HARI PERTAMA SEKOLAH
45
TOILET BERSTIKER
46
ENERGI JAHAT
47
SIHIR BELATUNG
48
ANAK YANG DITUMBALKAN
49
WANITA BERWAJAH HITAM
50
SYIFA??
51
ABU TULANG MANUSIA
52
PERHATIAN KECIL
53
BERTEMU NYAI BLORONG
54
CERMIN TELAGA
55
TELUH BUANGAN
56
KEMANA ANDI??
57
TAEKWONDO
58
SIAPA DIA?
59
RANI
60
PEMANGGILAN ARWAH
61
AKHIR DARI KEHIDUPAN ANDI
62
SYIFA PERGI
63
BANTUAN PRILLY
64
PILIHAN YANG SULIT
65
WANITA BERDARAH DEWA
66
PERPISAHAN
67
PERJALANAN UDIN
68
MENGAJARI UCOK
69
KISAH CINTA SOFI DAN RIFIN
70
KEPEDIHAN HATI SEORANG IBU
71
KEHILANGAN KATA-KATA
72
TELUH UDARA
73
PERINGATAN DARI KUJANG
74
SEMUA KARENA DENDAM
75
PERANG MATA
76
GONCANGAN
77
AKHIRNYA...
78
KEINGINAN SAKHI
79
KEJUTAN DARI YOGA
80
KERINDUAN CAHAYA
81
BOLA INTI KEHIDUPAN TELAH KEMBALI
82
PERTEMUAN
83
GARA-GARA CIUMAN
84
SULTAN UDIN
85
WALI KELAS KILLER
86
NASI KANGKANG
87
SERANGAN UDIN
88
MENYATUKAN DIRI
89
EPISODE TERAKHIR

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!