ANAK KIAI

" Assalamualaikum... "

Wati terkejut mendengar suara orang memanggil salam dari arah belakang, Ia menoleh dan sigap mengusap wajah nya yang basah oleh air mata.

" Wa wa'alaikum salam" Wati gugup karena yang menyerukan salam adalah seorang santri putra yang tampan rupawan.

" Adek santri Al-Huda?? " Tanya pria itu, Wati membenarkan.

Pria itu tersenyum lalu mendekati Wati.

" Kenapa menangis sendirian disini?? Apa adek santri baru?? "

Sekali lagi Wati mengiyakan.

" Oh pantas, adek kamar berapa?? " Pria itu terus bertanya.

" A 11 ”

Pria itu manggut-manggut, lalu ia mengeluarkan sapu tangan dari kantong jubahnya.

" Bersihkan wajah Adek, biar adek kembali cantik. Jangan bersedih lagi ya " Pria itu mengulurkan tangannya.

Wati menatap canggung sapu tangan yang disodorkan kepada nya .

Ia malu untuk menerima pemberian orang yang belum dikenal nya.

" Terimalah" Pria itu memaksa, mau tidak mau Wati pun menerima sapu tangan tersebut. Ia mengusap wajah nya, aroma kasturi seakan membelah jiwa.

" Nama saya Ikram, nama adek siapa ? " Percakapan semakin panjang, namun kali ini Wati sudah merasa sedikit nyaman.

" Wati"

Pria Menganggukkan kepalanya.

" Wati , nama yang simpel tapi menunjuk kan jati diri. Adek harus berani, adek tidak boleh pesimis. Allah SWT tidak pernah memandang rendah hambanya. Tapi Allah sangat membenci orang yang pesimis atau di sebut , orang yang mudah putus asa "

Wejangan yang disampaikan dengan begitu lembut langsung diterima oleh otak dan masuk ke dalam relung hati.

" Sudah, jangan nangis lagi ya... Jika adek bertemu dengan saya, sapalah " imbuh Ikram, Wati mengiyakan meskipun ia tidak yakin.

" Baiklah, sampai bertemu kembali. Assalamualaikum "

" Wa'alaikum salam " sahut Wati dengan suara yang sangat pelan.

Seperginya Ikram, Wati memutuskan untuk menghadapi semua cacian dan hinaan dengan dagu terangkat. Ia tidak salah, meskipun ia menjadi anak seorang preman.

Karena bukan kuasanya untuk lahir sebagai anak siapa?

Wati pun kembali ke kamar nya, kedatangan nya disambut dengan pandangan sinis dari teman-temannya. Tapi Wati berusaha tidak mengindahkan nya.

Ia mengambil pakaiannya karena ia ingin mandi. Tapi tak disangka, ternyata lemarinya telah dipenuhi oleh sampah. Baunya sangat busuk sekali, sehingga membuat Wati menutup hidungnya.

" Alah, sok sok an nutup hidung. Padahal kamu sama sampah itu sama-sama busuk" Cetus Rani teman sekamar Wati.

" Apa ini perbuatan mu RAN? " ketus Wati.

" Kalau iya, kenapa ?" Rani dengan berani nya berkacak pinggang sambil mengangkat dagunya.

PLAK...

HOOOOO

Seruan kompak menanggapi tamparan yang dilayangkan oleh Wati kepada Rani.

" Kau... " Rani hendak membalas tamparan di Wati, tapi tangan Wati dengan gesit nya mencengkram rahang Rani.

" Apa? Kau mau balas tamparan ku?? Kau tahu kan aku anak siapa?? Dari kemarin-kemarin aku biarkan kalian menghinaku karena aku anak seorang preman. Tapi kalian lupa bagaimana sikap seorang anak preman?? sekarang kalian sudah membuat ku hilang sabar. Apa kalian mau tau rasanya pukulan seorang preman???" Gertak Wati dengan dada naik turun, ia emosi namun di tahan.

" Wati!!! " Syela maju bak seorang heroik.

" Apa ?? " Namun sekali di gertak oleh Wati, ia terkejut.

" Aku tahu semua fitnah atas diriku itu semua berawal dari kamu kan?? Kau pikir aku mau jadi anak seorang preman?? Kau pikir saat aku bayi aku bisa request untuk menjadi anaknya siapa?? Kalau emang bisa?? Aku pasti memilih untuk menjadi anak seorang presiden, biar bisa mecat kepala desa yang korupsi seperti bapak mu!!! "

Syela terkesiap kaget, wajahnya menghangat, dapat ia rasakan pandangan aneh saat ini tertuju kepada dirinya.

" Ja jangan sok tahu kamu!! Bapak ku nggak pernah korupsi?? " Bantah Syela, suara bergetar ketakutan.

" Kamu yakin ?? Emang gaji kepala desa berapa?? Setahu ku tiap tahun bapak mu bisa beli tanah berhektar-hektar. Mangkanya keluarga pak haji Kamil mau menjodohkan anaknya sama kamu. Tapi sayangnya kamu itu terlalu bo doh " Wati semakin bersemangat mengeluarkan bisanya.

" Apa maksud kamu ?? " Syela merasa ingin tahu , kenapa Wati mengatakan dirinya bodoh??

Wati tersenyum devil, ia melepaskan cengkraman tangannya di wajah Rani dengan sedikit dorongan.

" Iksan itu satu kampung sama aku, jadi aku tahu betul gimana tabiat nya yang sebenernya. Nggak usah jauh-jauh la ya, Pak haji Kamil memiliki tiga istri loh. Dan anak laki-lakinya cuma Iksan. Kau pernah dengar kata pepatah?? "

Syela menggeleng ragu.

" Buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya " sambung Wati disertai tawa mengejek.

" Tidak... Itu tidak mungkin, kau pasti bohong. Kau hanya iri kan sama aku, karena hidup ku lebih sempurna dari pada kamu " Bantah Syela .

Wati berdecih menahan tawa.

" Tidak usah Na'if la Syel, kau pinter kan?? Masak kamu nggak penasaran, kenapa dia mengungkap identitas ku yang sebenarnya sama kamu ?? Karena dia itu takut aku lebih dulu membongkar aibnya " Wati menunjuk wajah Syela dengan penuh penekanan.

Syela merasa dadanya sesak sekali, ia mulai terintimidasi oleh perkataan dari Wati. Kepalanya berdenyut sakit, ia sudah tidak tahan lagi.

Syela berlari keluar kamar, ia menjauhi semua teman-temannya yang sudah mendengar semua cemoohan Wati.

Wati menyenderkan tubuhnya ke dinding, Rani yang sudah kalah telak menatap Wati penuh arti. Ia merasa bersalah karena ikut-ikutan menghina Wati.

Malam harinya, usai sholat isya. Di musholla di adakan pengajian rutin setiap dua Minggu sekali oleh anak dari pimpinan pondok pesantren.

Seluruh santri putri sangat antusias sekali mengikuti pengajian rutin ini. Karena putra kiai ini terkenal sangat tampan dan cakap.

Saat putra kiai sudah hadir, semua santri putri berusaha untuk memancing perhatian si Gus dengan berdiri menyambut beliau. Berbeda dengan Wati, yang memilih untuk duduk saja menulis puisi.

" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh"

Terdengar salam menggema menggunakan pengeras suara, Wati menutup buku tulis nya. Ia beralih ke kitab yang akan dibahas malam ini.

Pandangan matanya terangkat, sontak tubuh Wati langsung membatu.

Pria yang menemui nya di belakang sekolah saat ia menangis, ternyata adalah anak kiai.

" Wat.. "

Suara Rani Sontak mengagetkan Wati.

" Kamu kok sampai bengong gitu liatin Gus Ikram?? "

Wati gelagapan, ia malu karena tertangkap basah menatap Ikram dengan cara yang sangat luar biasa.

" Emmm Dia, Dia ganteng ya" Hanya kalimat itu yang dihasilkan oleh otak nya untuk menjawab.

" Lah emang iya, ganteng banget malah . Kamu tahu nggak, Syela bilang Gus Ikram itu paling ganteng nomor dua di pesantren ini. Dan kamu pasti tahu kan siapa yang nomor satu?" Rani mulai bergosip.

Wati tersenyum kelat, ia malas untuk memperpanjang masalah dengan Syela. Apalagi saat ini Syela mulai dikucilkan oleh teman-temannya. Itu sudah cukup sebagai balas dendam Wati kepada Syela.

Terpopuler

Comments

Ling

Ling

JGN SAMPE GUSGBLOK MIFTAH IKUT2AN

2024-12-04

0

neng ade

neng ade

Wati beruntung dpt perhatian dari Ikram anak pak kyai yg ternyata seorang Gus .. Gus Ikram

2024-10-21

0

V3

V3

ternyata Ikram adalah seorang Gus 😘

2024-06-05

0

lihat semua
Episodes
1 DI PANTI ASUHAN
2 TENDANGAN BEBAS
3 BAYI JAMAL HILANG??
4 SALAH LAWAN
5 Wi Nana
6 PEMBAWA ASAP SIHIR
7 SIAPA DIA?
8 ANAK BERTUAH
9 ASAL USUL UDIN
10 BERUBAH DRASTIS
11 KEMANA DIMAS?
12 BUBUR AYAM
13 SAJEN ORANG MATI
14 SIAPA PEREMPUAN ITU
15 MEMILIH UNTUK MATI
16 NYAI RORO DEMIT
17 KEPUTUSAN WATI
18 KEKASIH SYELA
19 FITNAH DAJJAL
20 ANAK KIAI
21 HANYA SEBATAS ADIK
22 WATI PULANG
23 MEMBUAT HURU HARA
24 IMPOTEN
25 PUTUS
26 ADA APA DENGAN IKSAN
27 PEMBANGKITAN IBLIS
28 UDIN DI TANGKAP
29 SUDAH EMPAT BELAS TAHUN
30 KENYATAAN
31 SYARAT MUTLAK
32 GARA GARA KIRU KIRU
33 NAPI BARU
34 KISAH UDIN DAN TOPENG
35 RAHASIA DIBALIK PERWIRA
36 KABUR
37 AMBISI SONYA
38 KISAH LATULUNA DAN SONYA
39 CINTA AGUNG UNTUK LATULUNA
40 AKAL LICIK
41 FAKTA MULAI TERUNGKAP
42 DUA JANTUNG
43 KEMUSNAHAN SONYA
44 HARI PERTAMA SEKOLAH
45 TOILET BERSTIKER
46 ENERGI JAHAT
47 SIHIR BELATUNG
48 ANAK YANG DITUMBALKAN
49 WANITA BERWAJAH HITAM
50 SYIFA??
51 ABU TULANG MANUSIA
52 PERHATIAN KECIL
53 BERTEMU NYAI BLORONG
54 CERMIN TELAGA
55 TELUH BUANGAN
56 KEMANA ANDI??
57 TAEKWONDO
58 SIAPA DIA?
59 RANI
60 PEMANGGILAN ARWAH
61 AKHIR DARI KEHIDUPAN ANDI
62 SYIFA PERGI
63 BANTUAN PRILLY
64 PILIHAN YANG SULIT
65 WANITA BERDARAH DEWA
66 PERPISAHAN
67 PERJALANAN UDIN
68 MENGAJARI UCOK
69 KISAH CINTA SOFI DAN RIFIN
70 KEPEDIHAN HATI SEORANG IBU
71 KEHILANGAN KATA-KATA
72 TELUH UDARA
73 PERINGATAN DARI KUJANG
74 SEMUA KARENA DENDAM
75 PERANG MATA
76 GONCANGAN
77 AKHIRNYA...
78 KEINGINAN SAKHI
79 KEJUTAN DARI YOGA
80 KERINDUAN CAHAYA
81 BOLA INTI KEHIDUPAN TELAH KEMBALI
82 PERTEMUAN
83 GARA-GARA CIUMAN
84 SULTAN UDIN
85 WALI KELAS KILLER
86 NASI KANGKANG
87 SERANGAN UDIN
88 MENYATUKAN DIRI
89 EPISODE TERAKHIR
Episodes

Updated 89 Episodes

1
DI PANTI ASUHAN
2
TENDANGAN BEBAS
3
BAYI JAMAL HILANG??
4
SALAH LAWAN
5
Wi Nana
6
PEMBAWA ASAP SIHIR
7
SIAPA DIA?
8
ANAK BERTUAH
9
ASAL USUL UDIN
10
BERUBAH DRASTIS
11
KEMANA DIMAS?
12
BUBUR AYAM
13
SAJEN ORANG MATI
14
SIAPA PEREMPUAN ITU
15
MEMILIH UNTUK MATI
16
NYAI RORO DEMIT
17
KEPUTUSAN WATI
18
KEKASIH SYELA
19
FITNAH DAJJAL
20
ANAK KIAI
21
HANYA SEBATAS ADIK
22
WATI PULANG
23
MEMBUAT HURU HARA
24
IMPOTEN
25
PUTUS
26
ADA APA DENGAN IKSAN
27
PEMBANGKITAN IBLIS
28
UDIN DI TANGKAP
29
SUDAH EMPAT BELAS TAHUN
30
KENYATAAN
31
SYARAT MUTLAK
32
GARA GARA KIRU KIRU
33
NAPI BARU
34
KISAH UDIN DAN TOPENG
35
RAHASIA DIBALIK PERWIRA
36
KABUR
37
AMBISI SONYA
38
KISAH LATULUNA DAN SONYA
39
CINTA AGUNG UNTUK LATULUNA
40
AKAL LICIK
41
FAKTA MULAI TERUNGKAP
42
DUA JANTUNG
43
KEMUSNAHAN SONYA
44
HARI PERTAMA SEKOLAH
45
TOILET BERSTIKER
46
ENERGI JAHAT
47
SIHIR BELATUNG
48
ANAK YANG DITUMBALKAN
49
WANITA BERWAJAH HITAM
50
SYIFA??
51
ABU TULANG MANUSIA
52
PERHATIAN KECIL
53
BERTEMU NYAI BLORONG
54
CERMIN TELAGA
55
TELUH BUANGAN
56
KEMANA ANDI??
57
TAEKWONDO
58
SIAPA DIA?
59
RANI
60
PEMANGGILAN ARWAH
61
AKHIR DARI KEHIDUPAN ANDI
62
SYIFA PERGI
63
BANTUAN PRILLY
64
PILIHAN YANG SULIT
65
WANITA BERDARAH DEWA
66
PERPISAHAN
67
PERJALANAN UDIN
68
MENGAJARI UCOK
69
KISAH CINTA SOFI DAN RIFIN
70
KEPEDIHAN HATI SEORANG IBU
71
KEHILANGAN KATA-KATA
72
TELUH UDARA
73
PERINGATAN DARI KUJANG
74
SEMUA KARENA DENDAM
75
PERANG MATA
76
GONCANGAN
77
AKHIRNYA...
78
KEINGINAN SAKHI
79
KEJUTAN DARI YOGA
80
KERINDUAN CAHAYA
81
BOLA INTI KEHIDUPAN TELAH KEMBALI
82
PERTEMUAN
83
GARA-GARA CIUMAN
84
SULTAN UDIN
85
WALI KELAS KILLER
86
NASI KANGKANG
87
SERANGAN UDIN
88
MENYATUKAN DIRI
89
EPISODE TERAKHIR

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!