BAB 19 | ULANG TAHUN NAYYA 3

"Enggak, jangan dekat-dekat gue, Mel!" Nayya terus memberontak, ketika Camelia mencoba untuk menenangkannya.

"Nay, buka mata lo dulu, lo kenapa, sih? Gue enggak akan nyakitin lo. Lihat sini, lihat gue." Camelia dengan hati-hati menyentuh pundak Nayya kembali.

Dengan napas yang masih belum stabil, Nayya perlahan memberanikan diri untuk membuka mata, semakin fokus tatapannya, dia semakin merasa lebih tenang, ketika sosok seram yang tadi berdiri di belakang Camelia sudah hilang. Nayya menghembuskan napas lega, air mata yang masih tersisa di pelupuk mata, dia menyeka dengan cepat, lalu memberi isyarat kepada Camelia untuk membantunya kembali ke halaman depan, karena teman-teman yang lain pasti sudah menunggu mereka.

Dengan perlahan, Camelia membantu Nayya untuk berdiri, mereka berjalan beriringan tanpa obrolan kembali, tampaknya Nayya sudah benar-benar lelah, senyuman tidak lagi terutas di wajah.

Betul saja saat Nayya dan Camelia kembali ke halaman depan, banyak pasang mata yang memandangi mereka hingga ke tempat semula, raut wajah mereka beragam, ada yang cuek, khawatir, takut, datar, dan ceria.

Nayya yang berusaha kuat, mencoba melanjutkan pemotongan kuenya kembali yang sempat tertunda, uluran bantuan dari Camelia untuk memotong kue pun Nayya tolak.

Bersamaan dengan pemotongan kue pertama, Giska dan Amar mendadak menghampiri Camelia dari belakang, mereka terus mengoceh, karena Camelia yang terlalu baik tadi pada Nayya, padahal mereka sudah sangat muak dengan tingkah jahat yang Nayya lakukan kepada Camelia, tetapi bisa-bisanya Camelia masih membalas dengan baik.

"Potongan kue pertama ini bakal gue kasih ke ...." Nayya menyapu pandangan di depannya.

Teman-teman dekat Nayya sudah ramai bersorak jika Nayya pasti akan memberikan potongan kue pertamanya kepada Doni. Dengan lambat, Nayya memperhatikan gerak-gerik Doni, lalu terbesit seutas senyuman dari bibirnya.

"Camelia, ini potongan pertama buat lo."

Dengan langkah pasti juga senyuman yang kelihatannya tulus, Nayya menghampiri Camelia yang berjarak dengannya cukup jauh. Di saat yang bersamaan juga, boneka kitty yang Giska bawa kini menampakkan mata biru, tidak lagi merah.

Giska, Amar bahkan teman-teman yang lain tentu sangat terkejut, mereka saling berbisik membicarakan Nayya yang tiba-tiba berbuat baik kepada Camelia, bahkan Camelia pun tidak menyangka jika potongan kue pertama Nayya akan diberikan kepadanya.

"Oh, terima kasih." Camelia menerima uluran piring kecil berisi potongan kue yang Nayya bawa dengan senyuman hangat.

Namun, di sela-sela itu, Nayya malah menampakkan senyum jahatnya diikuti sorotan mata biru boneka kitty yang Giska bawa mereda.

'Camelia, kamu ini polos sekali, aku hanya berpura-pura baik saja agar terhindar dari makhluk yang mengikutimu. Takut banget,' batin Nayya seraya terus memandangi Camelia dengan senyuman jahat.

Sementara itu Camelia yang hanya menerima saja perlakuan Nayya, tidak terbesit sedikit pun pikirannya bahwa Nayya hanya berpura-pura, Camelia cukup menikmati sepotong kue yang Nayya berikan seraya terus menawarkannya juga pada Giska dan Amar.

Merasa sudah cukup puas, Nayya kembali ke tempatnya, melanjutkan potongan kue yang kedua. Tanpa berpikir panjang, Nayya memberikan kue itu kepada Doni, teman-temannya kini lebih heboh bersorak-sorai, sementara Doni hanya menanggapinya dengan biasa.

Di saat yang bersamaan untuk ke acara terakhir yaitu penutupan, band yang Nayya undang membawakan sebuah lagu spesial untuk para tamu undangan. Menanggapi sebagian teman-temannya yang perlahan pamit dan memberikan kado untuk Nayya, seraya iringan lagu yang masih menyala. Nayya sudah benar-benar melupakan masalah dress code salah itu, yang terpenting harapannya tidak ada lagi kejadian aneh dan menyeramkan selain tangannya yang mendadak tergores pisau tadi serta beberapa kali penampakkan aneh.

Saat dengan ceria Nayya menerima kado-kado dari teman-temannya yang bergegas pulang, dia menangkap Camelia, Giska juga Amar yang kelihatannya ikut berbaris di paling akhir, mereka sepertinya buru-buru ingin pulang juga. Tidak menunggu waktu lama, hingga giliran Giska yang memberikan kadonya.

"Selamat ulang tahun, ini kado untuk lo. Jaga baik-baik, ya." Giska mengulurkan plastik hitam itu kepada Nayya.

Dengan senyuman Nayya menerimanya satu tangan, karena genggamannya yang tidak cukup erat ketika Giska benar-benar melepas kantong plastik itu, hingga akhirnya terjatuh, membuat boneka kitty yang tadi tertutup rapat di dalam plastik, kini terlihat jelas kepalanya.

Tidak hanya Camelia yang terkejut, bahkan Amar pun lebih terkejut di posisi berdirinya belakang Camelia. Awalnya Amar masih belum menangkap dan mengaggap itu boneka biasa, tetapi semakin diperhatikan, dia semakin mengenali boneka kitty itu.

'Kenapa boneka kitty bisa sama Giska? Ya Tuhan, apalagi yang akan terjadi nanti. Sebenarnya apa sih maunya makhluk itu, kembali lagi, pasti ada urusan yang belum selesai dengan Anaknya ini,' batin Amar seraya menatap punggung Camelia yang perlahan mulai menunduk.

Giska buru-buru meraih kantong plastik hitamnya kembali, lalu memperbaiki posisi bonekanya, dan segera memberikan kepada Nayya. Dengan raut gugup yang tidak bisa disembunyikan, Giska ke luar dari barisan, terdiam di sana, membiarkan selanjutnya Camelia yang memberikan kado.

"Eh, terima kasih, ya, Giska." Nayya menaruh kado Giska bersebelahan dengan tumpukan kado teman-temannya yang lain.

"Maaf tadi aku sempat lihat, bonekanya sangat lucu, Giska, hehe. Kamu mengingatkanku pada sesuatu." Camelia menatap Giska dengan kondisi mata yang sudah berkaca-kaca.

Dengan lesu, Camelia mengulurkan kado yang dia bawa kepada Nayya, setelah dibalas baik oleh Nayya, Camelia mengikuti diri ke luar barisan, tanpa dia minta tubuhnya kembali menunduk.

Perasaan yang tadi bahagia mendadak berubah hancur kembali, sama dengan yang dia rasakan saat awal-awal bertemu Giska juga Amar di acara ulang tahun ini, rasanya seperti teriris hati Camelia. Lagi dan lagi pikiran dia memaksa untuk mengingat sang Ayah.

'Mengapa selalu seperti ini, aku sangat lelah, Camelia capek, ya Tuhan,' batin Camelia seraya pandangan yang mulai terangkat.

Sementara itu Nayya hanya berdiri keheranan melihat tingkah Camelia sedangkan Giska dan Amar segera merendahkan diri, kembali menenangkan Camelia.

"Mel, maaf, ya. Gue enggak tahu kalau lo punya masa yang kelam sama boneka kitty, gue enggak bermaksud, Mel." Giska menatap sendu netra coklat Camelia yang masih meninggalkan air mata.

"Enggak perlu minta maaf, enggak ada yang salah." Camelia menyeka air matanya kasar.

Dengan kesigapan serta ketulusan, Giska ikut membantu menyeka air mata Camelia yang terus terjatuh, dia memegang kepala Camelia, menatapnya sangat dalam, lalu tanpa aba-aba Giska membawa Camelia ke dalam dekapannya.

"Kalau lo udah tenang, lo bisa cerita, ya sama gue atau Amar. Lo enggak bisa mendem masalah lo sendiri, cerita ke kita saja."

Bukannya semakin reda, kini Camelia malah menangis histeris, dia membalas dekapan Giska perlahan, merasakan kehangatan yang sudah lama hilang.

"Terima kasih, ya," jawab Camelia sesenggukan, masih mendekap erat Giska.

Episodes
1 Prolog
2 BAB 1 | MATA MERAH
3 Bab 2 | MISTERI JIWA DALAM KITTY 1
4 BAB 3 | MISTERI JIWA DALAM KITTY 2
5 BAB 4 | AKHIR BALAS DENDAM?
6 BAB 5 | DEEP TALK
7 BAB 6 | PERASAAN BURUK
8 BAB 7 | SETENGAH HARI YANG BAIK
9 BAB 8 | PETAKA
10 BAB 9 | PULANG?
11 BAB 10 | PERINGATAN
12 BAB 11 | MELAWAN UNTUK MELINDUNGI DIRI
13 BAB 12 | CERMIN SEKOLAH
14 BAB 13 | CERITA CAMELIA
15 BAB 14 | ANNISA
16 BAB 15 | RENCANA BARU
17 BAB 16 | CLOSER
18 BAB 17 | ULANG TAHUN NAYYA 1
19 BAB 18 | ULANG TAHUN NAYYA 2
20 BAB 19 | ULANG TAHUN NAYYA 3
21 BAB 20 | AYAH
22 BAB 21 | KEJANGGALAN
23 BAB 22 | BACKGROUND
24 BAB 23 | AWAL
25 BAB 24 | TRAGEDI BUS TRAVEL
26 BAB 25 | TRAGEDI BUS TRAVEL 2
27 BAB 26 | OVERTHINKING RUMAH CAMELIA
28 BAB 27 | FEELING
29 BAB 28 | IKATAN
30 BAB 29 | SUARA-SUARA DI KELAS
31 BAB 30 | DAVID
32 BAB 31 | PERSONA
33 BAB 32 | PROGRAM BARU
34 BAB 33 | MALAM PENYELIDIKAN
35 BAB 34 | OBROLAN MENDALAM DI KELAS
36 BAB 35 | RENCANA NAYYA
37 BAB 36 | HANGUS?
38 BAB 37 | MASIH TENTANG MASA LALU
39 BAB 38 | RENCANA NAYYA 2
40 BAB 39 | KEPRIBADIAN BARU NAYYA
41 BAB 40 | KEPRIBADIAN BARU NAYYA 2
42 BAB 41 | INGIN DIJEMPUT
43 BAB 42 | PERBINCANGAN HOROR
44 BAB 43 | DREAM
45 BAB 44 | MENANTANG ARWAH
46 BAB 45 | SUPPORT SYSTEM
47 BAB 46 | BONEKA KITTY
48 BAB 47 | BUNUH DIRI?
49 BAB 48 | PEMUTARAN ULANG
50 EPILOG
Episodes

Updated 50 Episodes

1
Prolog
2
BAB 1 | MATA MERAH
3
Bab 2 | MISTERI JIWA DALAM KITTY 1
4
BAB 3 | MISTERI JIWA DALAM KITTY 2
5
BAB 4 | AKHIR BALAS DENDAM?
6
BAB 5 | DEEP TALK
7
BAB 6 | PERASAAN BURUK
8
BAB 7 | SETENGAH HARI YANG BAIK
9
BAB 8 | PETAKA
10
BAB 9 | PULANG?
11
BAB 10 | PERINGATAN
12
BAB 11 | MELAWAN UNTUK MELINDUNGI DIRI
13
BAB 12 | CERMIN SEKOLAH
14
BAB 13 | CERITA CAMELIA
15
BAB 14 | ANNISA
16
BAB 15 | RENCANA BARU
17
BAB 16 | CLOSER
18
BAB 17 | ULANG TAHUN NAYYA 1
19
BAB 18 | ULANG TAHUN NAYYA 2
20
BAB 19 | ULANG TAHUN NAYYA 3
21
BAB 20 | AYAH
22
BAB 21 | KEJANGGALAN
23
BAB 22 | BACKGROUND
24
BAB 23 | AWAL
25
BAB 24 | TRAGEDI BUS TRAVEL
26
BAB 25 | TRAGEDI BUS TRAVEL 2
27
BAB 26 | OVERTHINKING RUMAH CAMELIA
28
BAB 27 | FEELING
29
BAB 28 | IKATAN
30
BAB 29 | SUARA-SUARA DI KELAS
31
BAB 30 | DAVID
32
BAB 31 | PERSONA
33
BAB 32 | PROGRAM BARU
34
BAB 33 | MALAM PENYELIDIKAN
35
BAB 34 | OBROLAN MENDALAM DI KELAS
36
BAB 35 | RENCANA NAYYA
37
BAB 36 | HANGUS?
38
BAB 37 | MASIH TENTANG MASA LALU
39
BAB 38 | RENCANA NAYYA 2
40
BAB 39 | KEPRIBADIAN BARU NAYYA
41
BAB 40 | KEPRIBADIAN BARU NAYYA 2
42
BAB 41 | INGIN DIJEMPUT
43
BAB 42 | PERBINCANGAN HOROR
44
BAB 43 | DREAM
45
BAB 44 | MENANTANG ARWAH
46
BAB 45 | SUPPORT SYSTEM
47
BAB 46 | BONEKA KITTY
48
BAB 47 | BUNUH DIRI?
49
BAB 48 | PEMUTARAN ULANG
50
EPILOG

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!