BAB 18 | ULANG TAHUN NAYYA 2

Camelia yang sedari tadi sudah datang sendirian, hanya bisa menikmati hiburan di depan dengan perasaan sepi, netranya terus berkeliaran mencari-cari Giska atau pun Amar di antara teman-temannya yang cukup banyak. Akhirnya setelah susah payah menengok ke sana kenari, Camelia menangkap sosok Giska dan Amar di paling depan sebelah kanan, merasa sudah bosan sendirian Camelia buru-buru menghampiri kedua temannya itu, menerobos orang-orang yang lain dengan sopan.

"Hai! Gue gabung, ya." Camelia menepuk pundak Giska pelan.

Amar yang mendengar suara khas Camelia langsung menengok ke arah belakangnya.

"Eh, Camelia. Lo juga pakai dress coklat tua, kok yang lain hitam, ya?"

Camelia refleks melihat sekelilingnya dan baru menyadari ternyata memang teman-teman yang lain memakai baju serba hitam.

Sedikit keheranan, Camelia menaikkan alisnya menatap Amar. "Iyaya, kok yang lain pakai hitam?"

"Tadi juga Nayya bingung sendiri, padahal katanya di undangan dia sudah tulis dress code coklat tua, dia juga enggak tahu kenapa teman-teman yang lain malah memakai serba hitam," seru Giska seraya menatap Camelia dan Amar bergantian.

Baru saja Giska selesai berbicara, Camelia seperti kambuh kembali, perasaanya acak-acakan, hatinya seperti diputarbalikkan, kian hancur. Kini tubuh Camelia menunduk dengan sendirinya dalam keramaian orang-orang, diikuti dengan dada yang sesak, air mata kian terjatuh dari mata Camelia. Sementara itu Amar dan Giska yang menyadari dengan sigap membantu Camelia menenangkan diri, Giska sangat bingung akan respons Camelia yang tiba-tiba seperti itu, sedangkan Amar yang sudah menebak-nebak, kalau Camelia begitu pasti karena merasa dekat dengan arwah Ayahnya hanya bisa terdiam seakan tidak mengetahui apa-apa. Namun, Amar penasaran juga, di mana arwah Ayah Camelia? Padahal sedari tadi dia tidak melihat atau merasakan hal-hal aneh.

Camelia masih menangis tertunduk, dadanya semakin sesak, ketika Giska semakin mendekatinya. Dia juga merasa seseorang tengah membisikkannya, suara itu sangat mirip dengan sang Ayah, saat Camelia berusaha melihat sesuatu dalam kantong plastik yang Giska bawa, suara cukup menggelegar terdengar di depan, seperti suara Nayya yang tampaknya akan meniupkan lilin ulang tahun.

Camelia akhirnya teralihkan, pikirannya dia coba fokuskan untuk tetap tenang, serta bibirnya dia paksakan untuk tersenyum, agar air mata perlahan bisa luntur. Dapat Camelia rasakan, senyuman yang tampak dari Nayya seperti menutup kesedihan serta kelelahan cukup besar, tetapi gadis itu masih bertahan tampil baik di depan kue ulang tahun yang kini lilinnya mulai menyalakan api.

Tanpa diminta, teman-teman yang lain berseru menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Nayya, begitu pun dengan Camelia, Giska juga Amar seraya gerakkan tepuk tangan untuk meramaikan.

Nayya menyambutnya dengan senyuman manis, kedua tangannya ikut ditepukkan seraya mengamati teman-temannya yang tampak aneh memakai baju serba hitam. Meskipun rasa kecewa masih tersimpan, Nayya tidak menggubrisnya menjadi besar, setelah lagu selesai, Nayya mulai memejamkan mata, mengharapkan banyak harapan di hari ulang tahunnya, di malam yang semakin larut dia berharap terbaik untuk dirinya, setelah selesai, Nayya meniupkan lilin yang menyala pada kue ulang tahun, sorak-sorai pun terdengar dari orang-orang, ketika lilin sudah padam.

Di saat yang bersamaan boneka kitty yang Giska bawa untuk hadiah ulang tahun Nayya lagi-lagi menampakkan mata merahnya, saat Nayya sedang berusaha memotong kue ulang tahun untuk orang pertama yang spesial, tangannya tiba-tiba terasa sakit, dan saat Nayya melepaskan genggaman pada pisau plastik, dia melihat setetes darah terjatuh dari tangannya.

"Aw." Nayya memegangi tangan kirinya dengan hati-hati.

Semua tamu undangan termasuk Camelia merasa terkejut dan terheran-heran akan luka di tangan kiri Camelia yang tiba-tiba itu. Dengan kepedulian tinggi dan kesigapannya, Camelia berjalan cepat menghampiri Nayya, dia mencoba membantu Nayya untuk menemani ke kamar mandi, membersihkan luka Nayya.

"Nay, ayo ikut gue ke kamar mandi, luka lo harus segera diobati." Camelia memapah tubuh Nayya.

Nayya yang benar-benar merasa sakit dan tidak tahu ingin meminta bantuan kepada siapa lagi, dengan terpaksa menerima bantuan Camelia, dia masih tidak mengira Camelia akan dengan baik menawarkan bantuan seperti tadi, bahkan teman-teman dekatnya saja yang selalu bersama serta bermain dengannya tidak mengambil tindakan cepat seperti yang dilakukan Camelia, mereka justru malah berteriak histeris, karena ketakutan akan luka Nayya bukan membantu. Sementara tamu undangan juga Doni yang berada di samping Nayya hanya menunjukkan tatapan haru, mata mereka terus mengikuti Nayya dan Camelia berjalan, hingga keduanya tidak lagi terlihat, karena semakin jauh dari pandangan.

Darah yang masih bercucuran dari tangan Nayya, Camelia coba genggam sangat hati-hati agar darahnya tidak tumpah di mana-mana, sepanjang mereka berjalan Camelia sering mengamati wajah Nayya yang terlihat kesakitan. Hingga akhirnya mereka sampai, Camelia buru-buru membuka keran yang tersedia tepat di depan kaca yang melebar itu.

"Nay, gue bersihin luka lo dulu, ya. Lo bisa tahan kan kalau lukanya gue kasih air?" Camelia menatap Nayya penuh perhatian.

Nayya hanya mengangguk seraya menatap lukanya yang terlihat parah. Entah kenapa saat Camelia dengan hati-hati membersihkan lukanya, perlahan rasa sakit dalam tangan Nayya juga menghilang, padahal tadi luka yang didiamkan saja sakitnya tidak bisa tertahan lagi hingga menciptakan keringat dingin di kening Nayya, tetapi kini Camelia yang menyentuh lukanya itu malah tidak terasa apa-apa, Nayya merasakan ketulusan dari Camelia, dia merasa lukanya pulih dengan cepat.

"Lo kenapa baik sama gue?" tanya Nayya cukup ragu.

Camelia mengalihkan fokusnya sebentar menatap Nayya. "Baik itu enggak harus pilih-pilih orang."

Dengan senyuman yang perlahan muncul dari bibir mungil Nayya, membuatnya semakin lebih baik. Nayya terus memperhatikan cara Camelia membersihkan lukanya dari cermin, tetapi semakin dia amati, semakin merasa ada hal aneh juga, bulu kuduknya mendadak berdiri, matanya melebar, mencoba memastikan sosok yang berada di belakang Camelia. Nayya mengingat suatu hal, kejadian mengerikan saat di kamarnya, ya sosok di belakang Camelia sangat mirip dengan sosok yang dia temukan di kamar.

Dengan detak jantung yang berdetak tidak normal kembali juga perasaan takut yang coba Nayya lawan, dia menengok ke belakang dengan cepat, tetapi tidak menemukan apa-apa, hanya tembok kosong.

Nayya menghembuskan napas cemas, lalu beralih kembali pada cermin, badannya mendadak gemetar, ketika melihat kembali sosok itu, kini raut wajahnya semakin seram, dia menampakkan senyum jahat, seperti ingin membuat Nayya celaka.

Menyadari Nayya yang sedari tadi terlihat tidak tenang, Camelia beralih fokus dari luka Nayya yang kelihatannya sudah membaik.

"Kenapa, Nay?" Camelia memegangi pundak Nayya.

Nayya yang masih syok hanya bisa terdiam, belum selesai ketakutannya, kini sosok itu malah menampakkan diri, tepat di belakang Camelia, wajahnya yang terlihat hancur juga darah yang menggerogoti, membuat Nayya refleks berteriak histeris, tubuhnya tertunduk lemas, kedua tangannya dia coba tutupi wajah, diikuti dengan tangisan takut. Sementara Camelia yang masih kebingungan dengan tingkah Nayya hanya bisa berusaha menenangkan, mengelus pundak dan kepala Nayya, berharap temannya satu ini bisa segera tenang, karena pasti teman-teman yang lain sudah menunggu kelanjutan acara di luar.

Episodes
1 Prolog
2 BAB 1 | MATA MERAH
3 Bab 2 | MISTERI JIWA DALAM KITTY 1
4 BAB 3 | MISTERI JIWA DALAM KITTY 2
5 BAB 4 | AKHIR BALAS DENDAM?
6 BAB 5 | DEEP TALK
7 BAB 6 | PERASAAN BURUK
8 BAB 7 | SETENGAH HARI YANG BAIK
9 BAB 8 | PETAKA
10 BAB 9 | PULANG?
11 BAB 10 | PERINGATAN
12 BAB 11 | MELAWAN UNTUK MELINDUNGI DIRI
13 BAB 12 | CERMIN SEKOLAH
14 BAB 13 | CERITA CAMELIA
15 BAB 14 | ANNISA
16 BAB 15 | RENCANA BARU
17 BAB 16 | CLOSER
18 BAB 17 | ULANG TAHUN NAYYA 1
19 BAB 18 | ULANG TAHUN NAYYA 2
20 BAB 19 | ULANG TAHUN NAYYA 3
21 BAB 20 | AYAH
22 BAB 21 | KEJANGGALAN
23 BAB 22 | BACKGROUND
24 BAB 23 | AWAL
25 BAB 24 | TRAGEDI BUS TRAVEL
26 BAB 25 | TRAGEDI BUS TRAVEL 2
27 BAB 26 | OVERTHINKING RUMAH CAMELIA
28 BAB 27 | FEELING
29 BAB 28 | IKATAN
30 BAB 29 | SUARA-SUARA DI KELAS
31 BAB 30 | DAVID
32 BAB 31 | PERSONA
33 BAB 32 | PROGRAM BARU
34 BAB 33 | MALAM PENYELIDIKAN
35 BAB 34 | OBROLAN MENDALAM DI KELAS
36 BAB 35 | RENCANA NAYYA
37 BAB 36 | HANGUS?
38 BAB 37 | MASIH TENTANG MASA LALU
39 BAB 38 | RENCANA NAYYA 2
40 BAB 39 | KEPRIBADIAN BARU NAYYA
41 BAB 40 | KEPRIBADIAN BARU NAYYA 2
42 BAB 41 | INGIN DIJEMPUT
43 BAB 42 | PERBINCANGAN HOROR
44 BAB 43 | DREAM
45 BAB 44 | MENANTANG ARWAH
46 BAB 45 | SUPPORT SYSTEM
47 BAB 46 | BONEKA KITTY
48 BAB 47 | BUNUH DIRI?
49 BAB 48 | PEMUTARAN ULANG
50 EPILOG
Episodes

Updated 50 Episodes

1
Prolog
2
BAB 1 | MATA MERAH
3
Bab 2 | MISTERI JIWA DALAM KITTY 1
4
BAB 3 | MISTERI JIWA DALAM KITTY 2
5
BAB 4 | AKHIR BALAS DENDAM?
6
BAB 5 | DEEP TALK
7
BAB 6 | PERASAAN BURUK
8
BAB 7 | SETENGAH HARI YANG BAIK
9
BAB 8 | PETAKA
10
BAB 9 | PULANG?
11
BAB 10 | PERINGATAN
12
BAB 11 | MELAWAN UNTUK MELINDUNGI DIRI
13
BAB 12 | CERMIN SEKOLAH
14
BAB 13 | CERITA CAMELIA
15
BAB 14 | ANNISA
16
BAB 15 | RENCANA BARU
17
BAB 16 | CLOSER
18
BAB 17 | ULANG TAHUN NAYYA 1
19
BAB 18 | ULANG TAHUN NAYYA 2
20
BAB 19 | ULANG TAHUN NAYYA 3
21
BAB 20 | AYAH
22
BAB 21 | KEJANGGALAN
23
BAB 22 | BACKGROUND
24
BAB 23 | AWAL
25
BAB 24 | TRAGEDI BUS TRAVEL
26
BAB 25 | TRAGEDI BUS TRAVEL 2
27
BAB 26 | OVERTHINKING RUMAH CAMELIA
28
BAB 27 | FEELING
29
BAB 28 | IKATAN
30
BAB 29 | SUARA-SUARA DI KELAS
31
BAB 30 | DAVID
32
BAB 31 | PERSONA
33
BAB 32 | PROGRAM BARU
34
BAB 33 | MALAM PENYELIDIKAN
35
BAB 34 | OBROLAN MENDALAM DI KELAS
36
BAB 35 | RENCANA NAYYA
37
BAB 36 | HANGUS?
38
BAB 37 | MASIH TENTANG MASA LALU
39
BAB 38 | RENCANA NAYYA 2
40
BAB 39 | KEPRIBADIAN BARU NAYYA
41
BAB 40 | KEPRIBADIAN BARU NAYYA 2
42
BAB 41 | INGIN DIJEMPUT
43
BAB 42 | PERBINCANGAN HOROR
44
BAB 43 | DREAM
45
BAB 44 | MENANTANG ARWAH
46
BAB 45 | SUPPORT SYSTEM
47
BAB 46 | BONEKA KITTY
48
BAB 47 | BUNUH DIRI?
49
BAB 48 | PEMUTARAN ULANG
50
EPILOG

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!