BAB 12 | CERMIN SEKOLAH

"Eh, kalian jangan pulang dulu. Duduk lagi, ada pengumuman penting." Nayya merentangkan kedua tangannya, menahan teman-teman yang lain saat ingin beranjak pulang.

"Kenapa? Cepat, mau buru-buru pulang, nih," celetuk salah satu siswa seraya menuruti Nayya untuk kembali ke tempat duduk masing-masing dengan terpaksa.

Tanpa berlama-lama kembali, karena melihat teman-temannya yang buru-buru ingin pulang, Nayya mengeluarkan beberapa undangan dari tote bag putih yang dia bawa di tangan kiri.

"Jadi, besok itu hari ulang tahun gue. Gue minta kalian datang, ya, acaranya malam hari, jadi pagi harinya tidak menganggu pembelajaran kita di sekolah. Sekarang dari ujung kiri dulu maju satu-satu ambil undangan ini, terus kalian bisa pulang," seru Nayya tanpa keraguan.

Teman-temannya dengan sigap segera menuruti perintah Nayya, mereka berbaris dengan teratur untuk mengambil undangan ulang tahun tersebut, lalu segera pulang. Saat tiba giliran Camelia, Nayya sedikit mendekatkan wajahnya pada wajah Camelia, lalu berbisik cukup menyakitkan.

"Dandan yang cantik, ya," bisik Nayya seraya meluncurkan tatapan malas kepada Camelia.

Camelia yang merasa tidak terima, entah kenapa sejak pagi tadi mulutnya selalu asal bicara saja, jadi semakin berani kepada orang-orang yang sudah menginjaknya.

"Gue sudah cantik, lo saja enggak nyadar," balas Camelia diikuti tawa jailnya, lalu beranjak pergi seraya membalas tatapan malas Nayya.

'Tuh Anak berani-beraninya sama gue begitu, aneh sekali tingkahnya dari tadi pagi, sudah berani melawan ternyata,' batin Nayya sambil menatap kepergian Camelia, kurang suka.

Amar yang kebetulan jaraknya tidak jauh dari barisan Camelia, setelah menerima undangan tersebut, Amar berjalan cepat mengejar Camelia, dia ingin mengubah jadwalnya untuk bercerita esok hari saja, karena sepulang sekolah hari ini dia ada urusan untuk membuang boneka kitty lagi dan lagi, berharap ini yang terakhir dan tidak akan pernah kembali. Masih terlihat di lorong sekolah yang perlahan sepi, Camelia berjalan sendiri ke arah kamar mandi, sepertinya dilihat dari punggung Camelia seperti menyembunyikan tangis, wajahnya terus menunduk hingga sampai di kamar mandi.

Misi Amar yang belum tuntas membawanya mengikuti Camelia hingga kamar mandi, sesampainya di sana, terlihat Camelia yang sedang bersedih di depan cermin, Amar melihat dari samping kiri, jadi tidak perlu takut ketahuan, karena bayangannya tidak mungkin muncul di cermin.

Warna wajah Camelia yang kuning langsat, meninggalkan jelas kemerahan akibat sakit yang terus ditahan, air matanya benar-benar terjatuh bebas saat itu, jari-jari lentiknya terus memainkan bagian wajah, dari mulai atas alis hingga pada dagunya.

"Ayah, Camelia sangat lelah menjalankan semua ini, Camelia mau ketemu Ayah sama Mamah saja. Camelia mau nyusul kalian," ucap Camelia tersedu-sedu.

Amar yang merasa lebih baik untuk bersembunyi saja hanya bisa melihat dengan penuh cemas dan belas kasih kepada Camelia, apalagi saat mendengar perkataannya itu, sangat dalam Amar ikut merasakan juga. Namun, semakin Amar tatap, dia merasakan perbedaan besar, mendadak wajah Camelia yang cantik berubah menjadi seram, matanya sangat merah dan melotot, sayatan di wajah meninggalkan memar parah bahkan darah, juga mulutnya yang menyeringai ngeri, tidak hanya itu saja, bahkan kini di belakang Camelia terlihat seorang pemuda yang hendak mendekapnya dari belakang, pemuda yang tidak kalah tinggi dengan Camelia, rasa-rasanya Amar pernah melihat makhluk itu, yang selau menjadi ciri khasnya adalah luka dalam di tengah-tengah perut, ya itu makhluk dalam boneka kitty, David!

Dengan napas yang mulai tidak karuan, karena ketakutan yang sudah menyelimuti tubuhnya, Amar berjalan mundur perlahan, lalu seseorang menepuk pundak Amar membuatnya gelagapan.

"Hei, Amar, ngapain di sini?" tanya Camelia keheranan.

Sekali lagi Amar membulatkan matanya, dia benar-benar terkejut dan tidak percaya melihat Camelia sudah berdiri di depannya saja, padahal barusan dia melihat Camelia masih di depan cermin, karena masih penasaran Amar melihat kembali ke cermin tersebut, tetapi dia tidak menemukan apa-apa di sana.

"Lo bukannya tadi lagi bercermin, ya? Kok menda--dak a---da di si---ni?"

"Apaan sih. Gue memang tadi lagi bercermin, tetapi baru saja gue selesai dan lewat ke luar kamar mandi di depan lo. Lo masa enggak liat gue ke luar, gue liat lo bengong saja dari tadi menatap cermin," jawab Camelia.

"Serius, lo tadi masih di sana, Amel." Amar bersikeras menunjuk-nunjuk tempat di mana Camelia tadi berdiri.

Netra Camelia mengikuti arah tangan Amar, sejenak terdiam, lalu menghembuskan napas panjang.

"Jangan banyak bengong lo, kesurupan nanti," lanjut Camelia, lalu menepuk pundak Amar untuk segera mengajaknya pergi pulang.

Amar yang belum mengungkapkan maksud sebenarnya segera meraih lengan Camelia.

"Sebentar, gue mau ngomong suatu hal."

Camelia membalas dengan mendongak kepalanya serta mengerutkan kening.

"Hari ini gue enggak bisa dengar cerita lo dulu, mungkin besok, ya setelah pulang sekolah, soalnya ada urusan lain yang harus gue kerjain. Maaf, Camelia."

Camelia tertawa pelan, lalu menatap Amar cukup dalam. "Santai saja kali, kapan saja kok selagi lo ada waktu luang. Nanti kabari saja, ya."

Amar membalas dengan senyuman dan hembusan napas lega, lalu kembali melanjutkan langkah bersama Camelia untuk meninggalkan sekolah. Namun, belum satu langkah Amar berjalan, dia merasakan tahanan yang begitu kuat, seseorang atau sesuatu seperti memaksanya untuk tetap tinggal disitu, tidak boleh beranjak pergi.

"Amel, tunggu dulu!"

Camelia yang sudah lelah, membalikkan tubuh dengan malas ke arah Amar. "Apalagi, Amar?"

"Seperti ada yang menarik gue!" jawab Amar dengan segera, terlihat keringat dingin mulai menghiasi keningnya.

Camelia yang merasa sedari tadi Amar terus mendapatkan kejanggalan aneh, ikut takut juga untuk melihat ke belakang, ke arah sesuatu yang menarik Amar, jantungnya ikut berdetak dengan cepat, padahal suasana di sekolah masih lumayan terang, walaupun sebentar lagi ingin menjelang petang.

Dengan pasti dan perlahan Camelia melirik ke arah belakang Amar, untuk memastikan ada sesuatu apa yang mengganggu temannya itu. Namun, bukannya semakin takut, Camelia malah mendadak tertawa.

Sementara Amar yang masih ketakutan dan berusaha melepaskan tubuhmu hanya bisa menampakkan ekspresi semakin cemas.

"Lo apaan sih, Amar. Enggak ada apa-apa kok di belakang, itu tas lo saja yang nyangkut. Ada-ada saja lo, ah!" Camelia masih tertawa seraya menggelengkan kepalanya, sudah muak dengan tingkah Amar yang semakin aneh.

Amar yang merasa malu akan jawaban Camelia, buru-buru melihat ke belakangnya, ya benar saja tasnya menyangkut pada sebuah paku yang tampak berkarat.

"Hehe, maaf. Ya sudah, ayo pulang!" ajak Amar.

Amar berjalan mendahului Camelia, tanpa bergandengan mereka berjalan dengan sedikit jarak, Amar di depan dan Camelia di belakangnya.

Episodes
1 Prolog
2 BAB 1 | MATA MERAH
3 Bab 2 | MISTERI JIWA DALAM KITTY 1
4 BAB 3 | MISTERI JIWA DALAM KITTY 2
5 BAB 4 | AKHIR BALAS DENDAM?
6 BAB 5 | DEEP TALK
7 BAB 6 | PERASAAN BURUK
8 BAB 7 | SETENGAH HARI YANG BAIK
9 BAB 8 | PETAKA
10 BAB 9 | PULANG?
11 BAB 10 | PERINGATAN
12 BAB 11 | MELAWAN UNTUK MELINDUNGI DIRI
13 BAB 12 | CERMIN SEKOLAH
14 BAB 13 | CERITA CAMELIA
15 BAB 14 | ANNISA
16 BAB 15 | RENCANA BARU
17 BAB 16 | CLOSER
18 BAB 17 | ULANG TAHUN NAYYA 1
19 BAB 18 | ULANG TAHUN NAYYA 2
20 BAB 19 | ULANG TAHUN NAYYA 3
21 BAB 20 | AYAH
22 BAB 21 | KEJANGGALAN
23 BAB 22 | BACKGROUND
24 BAB 23 | AWAL
25 BAB 24 | TRAGEDI BUS TRAVEL
26 BAB 25 | TRAGEDI BUS TRAVEL 2
27 BAB 26 | OVERTHINKING RUMAH CAMELIA
28 BAB 27 | FEELING
29 BAB 28 | IKATAN
30 BAB 29 | SUARA-SUARA DI KELAS
31 BAB 30 | DAVID
32 BAB 31 | PERSONA
33 BAB 32 | PROGRAM BARU
34 BAB 33 | MALAM PENYELIDIKAN
35 BAB 34 | OBROLAN MENDALAM DI KELAS
36 BAB 35 | RENCANA NAYYA
37 BAB 36 | HANGUS?
38 BAB 37 | MASIH TENTANG MASA LALU
39 BAB 38 | RENCANA NAYYA 2
40 BAB 39 | KEPRIBADIAN BARU NAYYA
41 BAB 40 | KEPRIBADIAN BARU NAYYA 2
42 BAB 41 | INGIN DIJEMPUT
43 BAB 42 | PERBINCANGAN HOROR
44 BAB 43 | DREAM
45 BAB 44 | MENANTANG ARWAH
46 BAB 45 | SUPPORT SYSTEM
47 BAB 46 | BONEKA KITTY
48 BAB 47 | BUNUH DIRI?
49 BAB 48 | PEMUTARAN ULANG
50 EPILOG
Episodes

Updated 50 Episodes

1
Prolog
2
BAB 1 | MATA MERAH
3
Bab 2 | MISTERI JIWA DALAM KITTY 1
4
BAB 3 | MISTERI JIWA DALAM KITTY 2
5
BAB 4 | AKHIR BALAS DENDAM?
6
BAB 5 | DEEP TALK
7
BAB 6 | PERASAAN BURUK
8
BAB 7 | SETENGAH HARI YANG BAIK
9
BAB 8 | PETAKA
10
BAB 9 | PULANG?
11
BAB 10 | PERINGATAN
12
BAB 11 | MELAWAN UNTUK MELINDUNGI DIRI
13
BAB 12 | CERMIN SEKOLAH
14
BAB 13 | CERITA CAMELIA
15
BAB 14 | ANNISA
16
BAB 15 | RENCANA BARU
17
BAB 16 | CLOSER
18
BAB 17 | ULANG TAHUN NAYYA 1
19
BAB 18 | ULANG TAHUN NAYYA 2
20
BAB 19 | ULANG TAHUN NAYYA 3
21
BAB 20 | AYAH
22
BAB 21 | KEJANGGALAN
23
BAB 22 | BACKGROUND
24
BAB 23 | AWAL
25
BAB 24 | TRAGEDI BUS TRAVEL
26
BAB 25 | TRAGEDI BUS TRAVEL 2
27
BAB 26 | OVERTHINKING RUMAH CAMELIA
28
BAB 27 | FEELING
29
BAB 28 | IKATAN
30
BAB 29 | SUARA-SUARA DI KELAS
31
BAB 30 | DAVID
32
BAB 31 | PERSONA
33
BAB 32 | PROGRAM BARU
34
BAB 33 | MALAM PENYELIDIKAN
35
BAB 34 | OBROLAN MENDALAM DI KELAS
36
BAB 35 | RENCANA NAYYA
37
BAB 36 | HANGUS?
38
BAB 37 | MASIH TENTANG MASA LALU
39
BAB 38 | RENCANA NAYYA 2
40
BAB 39 | KEPRIBADIAN BARU NAYYA
41
BAB 40 | KEPRIBADIAN BARU NAYYA 2
42
BAB 41 | INGIN DIJEMPUT
43
BAB 42 | PERBINCANGAN HOROR
44
BAB 43 | DREAM
45
BAB 44 | MENANTANG ARWAH
46
BAB 45 | SUPPORT SYSTEM
47
BAB 46 | BONEKA KITTY
48
BAB 47 | BUNUH DIRI?
49
BAB 48 | PEMUTARAN ULANG
50
EPILOG

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!