BAB 17 | ULANG TAHUN NAYYA 1

Malam Sabtu yang ceria, Camelia tampil anggun dengan dress coklat tua serta hiasan kepala, membuat dirinya semakin manis. Seperti biasa, sebelum Camelia pergi dari luar rumah, dia selalu berpamitan pada foto sang Ibu dan Ayahnya yang sama-sama telah tiada, entah kenapa hatinya masih merasa sedekat itu dengan mereka. Jika dibilang sudah ikhlas, salah juga, Camelia belum ikhlas sepenuhnya akan kepergian kedua orang tuanya, dia masih bertingkah seolah-olah mereka masih hidup dan ada di tengah-tengah Camelia, mungkin itu usahanya untuk membuat dia semakin baik serta kuat menjalani hari-hari sendiri.

Camelia menghembuskan napas berat, ketika foto sang Ayah sendiri dia letakkan perlahan ke tempat semula, masih menjadi misteri dalam benaknya, mengapa sang Ayah tiba-tiba menghilang, hingga polisi dan warga yang lain saja menyerah untuk mencari Ayahnya, dan dinyatakan semenjak 5 tahun lalu Ayahnya tiada, itu juga salah satu alasan Camelia masih meyakini bahwa Ayahnya belum benar-benar tiada, sesal yang besar masih tertanam dalam jiwa Camelia, karena permintaan terakhirnya untuk dibelikan boneka kitty malah berujung petaka yang membuat Ayahnya hilang hingga detik ini.

Camelia menyeka air matanya dengan berat, lalu meninggalkan rumah seraya membawa bungkusan kado sederhana itu yang mendadak dia buat saat pulang sekolah.

...***...

Nayya yang baru saja ke luar dari kamar, setelah merias diri tampak keheranan, ketika melihat teman-temannya yang sudah datang malah mengenakan dress atau baju serba hitam, dia benar-benar tidak paham dengan semua itu, padahal sudah jelas tertera dalam undangan untuk memakai dress coklat tua.

Netra Nayya berkeliaran, menyapu teman-temannya yang asik dengan kesibukan masing-masing, ada yang mengobrol, bercanda tawa, menikmati hidangan yang tersedia hingga ada sebagian dari mereka yang berdiri sendirian. Tanpa sengaja netra Nayya menangkap Giska dengan dress coklat tua yang Nayya harapkan dari semua orang, buru-buru Nayya berjalan menghampiri Giska dengan harapan besar kalau undangannya memang tidak keliru.

"Giska, lo kenapa pakai dress coklat tua?" tanya Nayya basa-basi, untuk memastikan kalau dalam undangan yang dia beri memang tertera dress coklat tua.

Giska yang merasa keheranan, terdiam sejenak seraya memandangi sekitarnya, terlihat orang-orang memakai dress atau baju serba hitam, membuat Giska semakin bingung.

"Loh, di undangan tertera begitu kok, dress atau baju coklat. Kok yang lain hitam, ya?"

Nayya bersorak bahagia dalam hati, tetapi kekecewaan akan hancurnya tampilan para tamu undangan masih tersimpan jelas dalam garis muka Nayya.

"Iya, kan? Gue enggak salah nulis, itu coklat tua? Gue juga enggak tahu kenapa teman-teman yang lain malah memakai serba hitam, argh!"

Rambut yang tadi sudah tertata rapi, kini tanpa sengaja Nayya acak-acak kembali, pikirannya dipenuhi kecemasan dan ketakutan yang mendalam, entah kenapa perihal dress code yang ringan saja dia hingga memikirkannya sangat dalam, takut ada suatu hal besar yang terjadi.

Saat Nayya berpamitan untuk masuk kembali ke kamar, memastikan satu kali lagi melihat undangan yang dia kirim pada teman-temannya, di saat yang bersamaan juga, boneka kitty yang Giska bawa tanpa bungkusan, hanya kantong plastik saja, menampakkan netra merah, rautnya seperti marah tercampur senyuman kejam.

Nayya berjalan tergesa hingga mengangkat sedikit dress coklat tua yang dikenakan agar dirinya bisa cepat sampai ke kamar. Sesampainya di kamar, kedua tangannya langsung tertuju pada laci hitam samping ranjang, dia mengambil sebuah undangan ulang tahunnya, lalu buru-buru mencari pada bagian "dress code," dan benar saja, dengan mata yang sedikit melotot, Nayya menemukan tulisan coklat tua di sana, dia buru-buru menutup kembali undangan itu, pikirannya semakin bertambah tidak karuan, entah bagaimana caranya teman-teman yang lain memakai dress code yang bahkan tidak sesuai dengan undangan yang Nayya berikan, tidak satu orang saja, bahkan semua temannya, kecuali tadi Giska, satu orang yang baru Nayya temukan menggunakan dress code sesuai, coklat tua.

Di saat yang bersamaan saat tubuhnya tergesa membalikkan diri ke belakang, Nayya menemukan seorang pemuda dengan baju serba hitam, pemuda itu sangat tampan, sehingga membuat Nayya yang seharusnya marah meledak-ledak, kini malah hanya teguran yang terlontar.

"Kamu siapa? Lain kali izin dulu kalau mau masuk kamar orang, enggak tahu sopan santun, ya?" Nayya bersedekap seraya melirik pemuda di depannya sangat tajam dari bawah sepatu hingga ke atas rambutnya.

Anehnya pemuda itu tidak merespons berlebihan, tatapannya terlihat datar dan kosong, tubuhnya seperti membeku, sangat kaku, bahkan kedipan mata saja tidak Nayya tangkap.

"Lo siapa, sih? Perasaan lo bukan teman gue, gue enggak mengundang lo!" Nayya semakin mendekati pemuda itu.

Pemuda di depan masih terdiam, lalu beberapa saat tawa jahat mulai terdengar, ke luar dari mulutnya yang melebar ketika tersenyum.

"Selamat menyambut kedukaan, mulai hari ini kamu ada pada kendaliku, kamu pantas mendapatkan balasannya."

Saat pembicaraan itu selesai, mendadak pemuda di depan Nayya yang terlihat tampan kini berubah menjadi sosok yang menyeramkan, badannya terlihat hancur yang tidak kalah dengan wajahnya. Luka dalam tepat di perut tengah yang penuh darah bercucuran terlihat menjijikkan, juga kedua bola mata yang memojokkan Nayya membuatnya merasa takut.

Sungguh Nayya benar-benar terkejut, dia seperti sedang berpindah dimensi, baru kali ini dia melihat dengan mata kepalanya sesosok hantu, sangat menyeramkan sekali, jiwanya yang ingin berlari seakan terkunci, karena rasa gemetar yang sudah menguasai tubuhnya, serta detak jantung yang awalnya normal kini menjadi tidak terkendali, pandangan Nayya perlahan kabur diikuti napasnya yang kian sesak, belum sempat Nayya kabur, dia sudah ambruk di lantai, tidak sadarkan diri.

...***...

30 menit berlalu, Doni yang merasa heran belum melihat Nayya sepanjang tarian pembuka berlangsung, berniat mencarinya, tepat sekali ruangan yang dituju adalah kamar Nayya, pintunya terbuka membuat langkah Doni dipercepat dan dilebarkan.

Sontak Doni terkejut, ketika melihat tubuh Nayya yang terbaring lemas di lantai, keringat dingin itu masih membekas di kening Nayya. Dengan kepanikan yang tampak, Doni menggoyangkan tubuh Nayya, berharap dia bisa segera sadar. Akhirnya setelah beberapa kali usaha Doni menggerakkan tubuh Nayya, dia bisa membuka matanya juga, tetapi tatapan Nayya sangat sayu, dan seperti keheranan menyadari keberadaan Doni.

Tubuh Nayya refleks mundur dengan keadaan lemah, pandangan yang belum sempurna fokus itu, dia coba fokuskan untuk melihat seseorang di depan, dia masih mengingat jelas wajah sosok yang beberapa menit lalu hampir membuatnya syok berat. Nayya masih sangat takut sekali, tatapannya terdiam menatap Doni, kini dia malah memeluk kedua kakinya erat.

Doni yang tidak ingin bertanya banyak, karena sudah paham dengan kondisi Nayya saat yang itu, segera menenangkannya, dia mengusap hangat pundak Nayya, lalu menepuknya juga dengan pelan beberapa kali.

"Sudah, tenangkan diri lo, ya. Gue enggak tahu apa yang terjadi sebelum ini, tetapi gue harap, kalau lo masih kuat, ayo ke luar, ini acara bahagia lo. Enggak perlu sedih atau takut, ada gue dan teman-teman yang lain." Doni mencoba memapah tubuh Nayya yang kelihatannya sudah mau untuk bangkit.

Nayya yang tidak ingin terlihat lemah, langsung menjauhkan diri dari Doni, dia menarik dan menghembuskan napas lega, dengan itu Nayya pikir akan jauh lebih tenang, dan dia bisa kembali menjalankan acara ulang tahunnya malam itu.

Episodes
1 Prolog
2 BAB 1 | MATA MERAH
3 Bab 2 | MISTERI JIWA DALAM KITTY 1
4 BAB 3 | MISTERI JIWA DALAM KITTY 2
5 BAB 4 | AKHIR BALAS DENDAM?
6 BAB 5 | DEEP TALK
7 BAB 6 | PERASAAN BURUK
8 BAB 7 | SETENGAH HARI YANG BAIK
9 BAB 8 | PETAKA
10 BAB 9 | PULANG?
11 BAB 10 | PERINGATAN
12 BAB 11 | MELAWAN UNTUK MELINDUNGI DIRI
13 BAB 12 | CERMIN SEKOLAH
14 BAB 13 | CERITA CAMELIA
15 BAB 14 | ANNISA
16 BAB 15 | RENCANA BARU
17 BAB 16 | CLOSER
18 BAB 17 | ULANG TAHUN NAYYA 1
19 BAB 18 | ULANG TAHUN NAYYA 2
20 BAB 19 | ULANG TAHUN NAYYA 3
21 BAB 20 | AYAH
22 BAB 21 | KEJANGGALAN
23 BAB 22 | BACKGROUND
24 BAB 23 | AWAL
25 BAB 24 | TRAGEDI BUS TRAVEL
26 BAB 25 | TRAGEDI BUS TRAVEL 2
27 BAB 26 | OVERTHINKING RUMAH CAMELIA
28 BAB 27 | FEELING
29 BAB 28 | IKATAN
30 BAB 29 | SUARA-SUARA DI KELAS
31 BAB 30 | DAVID
32 BAB 31 | PERSONA
33 BAB 32 | PROGRAM BARU
34 BAB 33 | MALAM PENYELIDIKAN
35 BAB 34 | OBROLAN MENDALAM DI KELAS
36 BAB 35 | RENCANA NAYYA
37 BAB 36 | HANGUS?
38 BAB 37 | MASIH TENTANG MASA LALU
39 BAB 38 | RENCANA NAYYA 2
40 BAB 39 | KEPRIBADIAN BARU NAYYA
41 BAB 40 | KEPRIBADIAN BARU NAYYA 2
42 BAB 41 | INGIN DIJEMPUT
43 BAB 42 | PERBINCANGAN HOROR
44 BAB 43 | DREAM
45 BAB 44 | MENANTANG ARWAH
46 BAB 45 | SUPPORT SYSTEM
47 BAB 46 | BONEKA KITTY
48 BAB 47 | BUNUH DIRI?
49 BAB 48 | PEMUTARAN ULANG
50 EPILOG
Episodes

Updated 50 Episodes

1
Prolog
2
BAB 1 | MATA MERAH
3
Bab 2 | MISTERI JIWA DALAM KITTY 1
4
BAB 3 | MISTERI JIWA DALAM KITTY 2
5
BAB 4 | AKHIR BALAS DENDAM?
6
BAB 5 | DEEP TALK
7
BAB 6 | PERASAAN BURUK
8
BAB 7 | SETENGAH HARI YANG BAIK
9
BAB 8 | PETAKA
10
BAB 9 | PULANG?
11
BAB 10 | PERINGATAN
12
BAB 11 | MELAWAN UNTUK MELINDUNGI DIRI
13
BAB 12 | CERMIN SEKOLAH
14
BAB 13 | CERITA CAMELIA
15
BAB 14 | ANNISA
16
BAB 15 | RENCANA BARU
17
BAB 16 | CLOSER
18
BAB 17 | ULANG TAHUN NAYYA 1
19
BAB 18 | ULANG TAHUN NAYYA 2
20
BAB 19 | ULANG TAHUN NAYYA 3
21
BAB 20 | AYAH
22
BAB 21 | KEJANGGALAN
23
BAB 22 | BACKGROUND
24
BAB 23 | AWAL
25
BAB 24 | TRAGEDI BUS TRAVEL
26
BAB 25 | TRAGEDI BUS TRAVEL 2
27
BAB 26 | OVERTHINKING RUMAH CAMELIA
28
BAB 27 | FEELING
29
BAB 28 | IKATAN
30
BAB 29 | SUARA-SUARA DI KELAS
31
BAB 30 | DAVID
32
BAB 31 | PERSONA
33
BAB 32 | PROGRAM BARU
34
BAB 33 | MALAM PENYELIDIKAN
35
BAB 34 | OBROLAN MENDALAM DI KELAS
36
BAB 35 | RENCANA NAYYA
37
BAB 36 | HANGUS?
38
BAB 37 | MASIH TENTANG MASA LALU
39
BAB 38 | RENCANA NAYYA 2
40
BAB 39 | KEPRIBADIAN BARU NAYYA
41
BAB 40 | KEPRIBADIAN BARU NAYYA 2
42
BAB 41 | INGIN DIJEMPUT
43
BAB 42 | PERBINCANGAN HOROR
44
BAB 43 | DREAM
45
BAB 44 | MENANTANG ARWAH
46
BAB 45 | SUPPORT SYSTEM
47
BAB 46 | BONEKA KITTY
48
BAB 47 | BUNUH DIRI?
49
BAB 48 | PEMUTARAN ULANG
50
EPILOG

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!