BAB 13 | CERITA CAMELIA

Amar dengan tergesa mengeluarkan boneka kitty yang sedari tadi dibawanya hingga ke sekolah, dia sudah sampai di tempat biasa, sebuah tempat yang menjadi awal petaka untuk almarhum Adiknya, Annisa.

"Gue mohon dengan sangat jangan datang kembali, gue cuma ingin hidup tenang tanpa gangguan lo. Sudah cukup lo ambil Annisa, sudah cukup lo menghancurkan kehidupan keluarga gue!" Amar terus memarahi dan menunjuk-nunjuk kasar ke arah boneka kitty.

Merasa tidak ingin lama-lama di sana, karena suasana yang kina petang, Amar segera meletakkan boneka itu pelan-pelan, kini ke arah tempat sampah yang kelihatannya baru saja diangkut sampah-sampahnya. Jadi, jika Amar membuangnya pun seseorang tidak akan melihat dengan jelas boneka kitty tersebut. Namun, baru saja Amar merasakan ketenangan, mendadak terdengar suara seorang gadis dari arah belakang.

"Amar!" panggil Camelia cukup keras.

Amar yang mengenali suara itu langsung membalikkan tubuhnya, benar-benar sangat terkejut ternyata itu benar Camelia, jantung Amar yang tadi berdegup normal kini mulai kencang, tubuhnya merespon sangat takut, apalagi saat Camelia perlahan berjalan mendekatinya, rasa ingin menghilang semakin besar. Amar sangat takut jika seandainya Camelia tahu dia membuang boneka kitty tersebut, apalagi yang Amar tahu sekarang Camelia adalah Anak dari sosok dalam boneka kitty, bagaimana kalau Camelia curiga dan mengenalinya.

"Lo ngapain di sini?" tanya Camelia seraya memperhatikan dengan detail sesuatu sekeliling Amar.

Amar yang merasa cemas, masih terdiam, mulutnya yang sudah bersiap berbicara seakan gagap. Di saat yang bersamaan, tiba-tiba Camelia menurunkan tubuhnya, kedua tangan terus memegangi kepala, dia mendadak menangis.

Diikuti hembusan napas, Amar ikut menurunkan tubuh, dengan perlahan, karena tidak ingin Camelia terganggu, Amar menyentuh lengan Camelia, mencoba menenangkan dan bertanya apa maksudnya menangis seperti itu.

Tidak lama, dengan wajah yang sudah penuh dengan air mata, Camelia mencoba memfokuskan netra dan menenangkan dirinya untuk melawan kesedihan yang datang mendadak itu.

"Lo kenapa, Mel? Lo sakit, kah?" Amar menatap dalam netra Camelia.

Meskipun rasa sedih itu masih tersimpan dalam jiwanya, Camelia berusaha menatap balik netra Amar dengan serius.

"Gue enggak tahu ini perasaan apa. Gue merasa sangat sedih dan mendadak mengingat Ayah."

Amar yang perlahan tenang, kini kembali gelisah, pikirannya langsung terfokus pada boneka kitty itu, maksudnya pada sosok dalam boneka kitty.

'Sekuat itukah ikatannya, antara sosok dalam boneka kitty dengan Camelia? Mereka seperti dua manusia yang tidak bisa terpisahkan saja, padahal jelas-jelas sang Ayah Camelia kini sudah beda dunia dengannya, tetapi mengapa ikatan tersebut masih sangat besar,' batin Amar seraya termenung memandangi Camelia.

"Amar, lo kenapa menatap gue begitu? Tenang saja, gue aman kok, gue baik-baik saja." Camelia dengan cepat menyeka air matanya yang masih tertinggal di pelupuk mata.

Amar menganggukkan kepalanya seperti paham akan pembicara Camelia, padahal sedari tadi pikiran dia terus dipenuhi akan sosok dalam boneka kitty tersebut.

"Oh iya, lo ngapain di sini, Mel?"

"Tidak tahu, seseorang atau sesuatu seperti memaksaku untuk melangkah ke sini."

Deg! Jantung Amar merespons dengan cepat, pikiran negatifnya tidak salah kali ini, ternyata sosok dalam boneka kitty sendiri yang memancing sang Anak untuk datang ke tempat ini.

"Hm, ya sudah ... Kebetulan lo a--da di sini, kita cerita sekarang saja, lo mau cerita di mana?"

Tanpa ada pembicaraan, Camelia membangunkan tubuhnya seraya menunjukkan gerakan seolah-olah menyuruh Amar untuk mengikuti langkahnya.

Di sela-sela waktu mereka meninggalkan tempat itu, boneka kitty yang telah Amar buang, kini menampakkan mata biru. Sosok dalam boneka kitty berbicara sesuatu.

"Balas dendam Ayah akan kejadian 5 tahun lalu telah selesai, kini Ayah harus melanjutkan balas dendam kembali pada teman-teman yang menyakitimu dan segera mungkin kamu bisa memiliki boneka ini seutuhnya, kemari, Camelia, temui Ayah dalam boneka ini.

...***...

Dirasa sudah menemukan tempat yang cocok dan nyaman, Camelia duduk di atas rumput hijau dengan pandangan ke depan, pemandangan lahan yang begitu sejuk, diikuti Amar yang mulai duduk di sebelah Camelia.

"Sebelumnya gue mau tanya sama lo dulu." Camelia menengok ke arah samping, dan menatap netra Amar yang terlihat mulai penasaran. "Kenapa lo mendadak peduli begitu tadi pagi? Lo ada maksud apa, butuh bantuan gue?" lanjutnya.

Amar yang merasa tidak ada maksud seperti yang Camelia sebutkan, langsung menyangkalnya dengan cepat.

"Enggak, Mel, enggak ada maksud apa-apa. Gue cuma mau lebih peduli saja sama lo, tapi gue rasa tadi pagi lo udah bagus melawan mereka, keren! Pertahankan, ya, lo jangan mau diinjak-injak lagi sama mereka." Amar menepuk pundak Camelia sekali saja.

Camelia yang merasa dihargai membalasnya dengan tersenyum dan sedikit tertawa, sudah lama rasanya tidak mendapatkan apresiasi pujian itu, sudah lama orang-orang tidak mendukungnya.

"Kalau nanti gue cerita, lo orang pertama yang tahu. Sebelumnya memang enggak ada orang yang benar-benar tulus, dari SD gue dibully, kehidupan gue makin parah semenjak Ayah meninggal."

Amar terbelalak untuk kesekian kali, dia merasa sangat bersalah, karena Ayahnya yang ternyata sudah membunuh Ayah Camelia, Amar juga merasa bersalah harus menyembunyikan semua ini dari Camelia, benar-benar tidak tega rasanya.

"Kehidupan gue benar-benar hancur, Amar semenjak Ayah enggak ada. Dulu kalau ada Ayah, setiap gue dibully sama teman-teman Ayah yang selalu jadi tempat untuk gue pulang dan Ayah yang selalu melindungi gue. Dulu, gue juga pernah meminta untuk dibelikan boneka kitty, tetapi ternyata itulah penyebab utamanya, Ayah tiba-tiba menghilang, jasadnya belum ditemukan. Jadi, orang-orang dan polisi sudah memutuskan kalau Ayah meninggal, padahal secercah harapan itu masih ada dalam pikiran gue, walaupun terdengar sangat mustahil, karena semua itu sudah berlalu lima tahun yang lalu."

Camelia menghembuskan napasnya lega, setelah bercerita cukup panjang. Sementara itu Amar masih terdiam, antara memikirkan respon selanjutnya dan rasa tidak enak karena menyembunyikan semuanya dari Camelia.

"Sekarang, kalau lo ada apa-apa, lo bisa cerita ke gue, gue bakal bantu lo kok, tenang saja, ya." Amar menatap serius wajah Camelia.

"Terima kasih," balas Camelia dengan tersenyum.

Di tengah pembicara mereka, seseorang yang terlihat tidak asing berlari melewati mereka, Amar yang mengenali orang tersebut buru-buru mengejar dan meraih lengannya.

"Ayah, mau ke mana lagi? Ayo pulang bersama Amar, Ayah jangan begini." Amar menarik lengan sang Ayah untuk mendekati Camelia yang terkuat sedang menyeka air matanya kembali.

"Annisa, bagaimana? Ayah belum menemukan dia."

"Ayah, tolong. Lihat Amar, Annisa sudah pergi, Ayah, dia sudah enggak bersama kita lagi, Ayah harus ikhlas, ya, di sini masih ada Amar, Amar akan terus menemani Ayah."

Amar memegangi wajah sang Ayah dengan kedua tangan, mencoba memfokuskan netra sang Ayah yang terlihat berkeliaran. Merasa sudah semakin lelah, Amar segera mendekap Ayahnya tersebut sangat erat, tidak sengaja air matanya terjatuh, tetapi sekuat mungkin Amar sembunyikan. Sementara Camelia, hanya menatap dengan belas kasihan, tanpa ingin mencampuri urusan keluarga Amar.

Episodes
1 Prolog
2 BAB 1 | MATA MERAH
3 Bab 2 | MISTERI JIWA DALAM KITTY 1
4 BAB 3 | MISTERI JIWA DALAM KITTY 2
5 BAB 4 | AKHIR BALAS DENDAM?
6 BAB 5 | DEEP TALK
7 BAB 6 | PERASAAN BURUK
8 BAB 7 | SETENGAH HARI YANG BAIK
9 BAB 8 | PETAKA
10 BAB 9 | PULANG?
11 BAB 10 | PERINGATAN
12 BAB 11 | MELAWAN UNTUK MELINDUNGI DIRI
13 BAB 12 | CERMIN SEKOLAH
14 BAB 13 | CERITA CAMELIA
15 BAB 14 | ANNISA
16 BAB 15 | RENCANA BARU
17 BAB 16 | CLOSER
18 BAB 17 | ULANG TAHUN NAYYA 1
19 BAB 18 | ULANG TAHUN NAYYA 2
20 BAB 19 | ULANG TAHUN NAYYA 3
21 BAB 20 | AYAH
22 BAB 21 | KEJANGGALAN
23 BAB 22 | BACKGROUND
24 BAB 23 | AWAL
25 BAB 24 | TRAGEDI BUS TRAVEL
26 BAB 25 | TRAGEDI BUS TRAVEL 2
27 BAB 26 | OVERTHINKING RUMAH CAMELIA
28 BAB 27 | FEELING
29 BAB 28 | IKATAN
30 BAB 29 | SUARA-SUARA DI KELAS
31 BAB 30 | DAVID
32 BAB 31 | PERSONA
33 BAB 32 | PROGRAM BARU
34 BAB 33 | MALAM PENYELIDIKAN
35 BAB 34 | OBROLAN MENDALAM DI KELAS
36 BAB 35 | RENCANA NAYYA
37 BAB 36 | HANGUS?
38 BAB 37 | MASIH TENTANG MASA LALU
39 BAB 38 | RENCANA NAYYA 2
40 BAB 39 | KEPRIBADIAN BARU NAYYA
41 BAB 40 | KEPRIBADIAN BARU NAYYA 2
42 BAB 41 | INGIN DIJEMPUT
43 BAB 42 | PERBINCANGAN HOROR
44 BAB 43 | DREAM
45 BAB 44 | MENANTANG ARWAH
46 BAB 45 | SUPPORT SYSTEM
47 BAB 46 | BONEKA KITTY
48 BAB 47 | BUNUH DIRI?
49 BAB 48 | PEMUTARAN ULANG
50 EPILOG
Episodes

Updated 50 Episodes

1
Prolog
2
BAB 1 | MATA MERAH
3
Bab 2 | MISTERI JIWA DALAM KITTY 1
4
BAB 3 | MISTERI JIWA DALAM KITTY 2
5
BAB 4 | AKHIR BALAS DENDAM?
6
BAB 5 | DEEP TALK
7
BAB 6 | PERASAAN BURUK
8
BAB 7 | SETENGAH HARI YANG BAIK
9
BAB 8 | PETAKA
10
BAB 9 | PULANG?
11
BAB 10 | PERINGATAN
12
BAB 11 | MELAWAN UNTUK MELINDUNGI DIRI
13
BAB 12 | CERMIN SEKOLAH
14
BAB 13 | CERITA CAMELIA
15
BAB 14 | ANNISA
16
BAB 15 | RENCANA BARU
17
BAB 16 | CLOSER
18
BAB 17 | ULANG TAHUN NAYYA 1
19
BAB 18 | ULANG TAHUN NAYYA 2
20
BAB 19 | ULANG TAHUN NAYYA 3
21
BAB 20 | AYAH
22
BAB 21 | KEJANGGALAN
23
BAB 22 | BACKGROUND
24
BAB 23 | AWAL
25
BAB 24 | TRAGEDI BUS TRAVEL
26
BAB 25 | TRAGEDI BUS TRAVEL 2
27
BAB 26 | OVERTHINKING RUMAH CAMELIA
28
BAB 27 | FEELING
29
BAB 28 | IKATAN
30
BAB 29 | SUARA-SUARA DI KELAS
31
BAB 30 | DAVID
32
BAB 31 | PERSONA
33
BAB 32 | PROGRAM BARU
34
BAB 33 | MALAM PENYELIDIKAN
35
BAB 34 | OBROLAN MENDALAM DI KELAS
36
BAB 35 | RENCANA NAYYA
37
BAB 36 | HANGUS?
38
BAB 37 | MASIH TENTANG MASA LALU
39
BAB 38 | RENCANA NAYYA 2
40
BAB 39 | KEPRIBADIAN BARU NAYYA
41
BAB 40 | KEPRIBADIAN BARU NAYYA 2
42
BAB 41 | INGIN DIJEMPUT
43
BAB 42 | PERBINCANGAN HOROR
44
BAB 43 | DREAM
45
BAB 44 | MENANTANG ARWAH
46
BAB 45 | SUPPORT SYSTEM
47
BAB 46 | BONEKA KITTY
48
BAB 47 | BUNUH DIRI?
49
BAB 48 | PEMUTARAN ULANG
50
EPILOG

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!