BAB 13 Dimanfaatkan dan Memanfaatkan

Semua orang di lokasi syuting kebingungan, karena baru pertama kali mendapati artis pendatang baru tetap tenang, serta profesional menjalani syuting disaat badai melanda.

Biasanya artis senior pun memerlukan waktu sejenak untuk memulihkan mental.

Kondisi semakin tidak kondusif, sutradara menghentikan syuting sementara waktu. “Rea, kamu masih bisa menghapal naskah dengan baik?”

“Ya tentu saja bisa. Bukannya saya harus bertanggung jawab karena telah menandatangani kontrak?” balas Rea mengulas senyum manis.

Sutradara menggelengkan kepala, lalu menghela napas. “Seharusnya kita bisa mengambil adegan selanjutnya. Tapi bagian luar lokasi dipenuhi haters.”

“Sekarang kamu break Rea, boleh pulang kalau situasi di luar sudah memungkinkan.” Tukas sutradara memijat kedua pelipisnya.

“Terima kasih Pak, saya permisi.” Rea pamit, bukan melakukan sesuai perintah sutradara , melainkan bercengkerama dengan rekan sesama artis.

Dia sama sekali tak ingin meninggalkan lokasi ini secara diam-diam, baik itu melewati jalan pintas atau menerobos blokade haters.

Lari dari masalah bukanlah pilihan bijak, sudah cukup selama dua tahun dirinya terkurung dalam kebodohan karena takut menghadapi kekejaman dunia luar.

Marvin kerap mencuci otaknya, menyatakan jika para penggemar tahu bahwa Rea adalah istri dari aktor terkenal, maka semua fans akan membenci Rea. Apalagi kondisi fisik yang tidak sempurna.

“Rea, kamu mau apa?” tanya Anyelir mengikuti Rea ke dapur.

“Masak, aku bosan, lapar dan memerlukan kegiatan yang bermanfaat.” Sahut Rea.

“Makan An, mengisi energi supaya kuat menghadapi mereka semua yang membenci ku karena melihat permasalahan hanya dari satu sisi.” Imbuhnya menyalakan kompor dan menyiapkan segala bahan.

“Aku bantu Re.” tawar Anyelir.

Ketika keduanya tengah sibuk membuat cemilan, seorang kru datang ke dapur, memberitahu bahwa kondisi di depan sangat ramai.

Mereka menginginkan bertemu dengan Rea dan produser secara langsung. Bahkan kerusakan properti pun tidak terhindarkan.

“Aku makan dulu ya.” Jawab Rea begitu santai tanpa beban.

“Re jangan, aku takut diantara mereka ada orang-orang yang berniat melukai kamu.” Anyelir menyentuh lengan temannya sembari menggelengkan kepala.

‘Dia pasti tidak bisa menghadapi banyaknya masa di depan.’

Seorang kru bayaran Tsania, sengaja mengundang agar Rea turun meredakan kerumunan wanita yang memberi julukan ‘pelakor’ padanya.

Mereka terdiri dari fans fanatik Marvin dan Tsania, serta orang-orang yang sengaja dihasut dan dibayar oleh Tsania.

Selepas mengisi perut, Edrea melangkah maju, keluar dai area syuting. Dengan percaya diri ia menemui calon penggemar. Ya Rea mengatakan itu secara terang-terangan kepada Anyelir, tanpa ragu sedikitpun.

Sikapnya mencuri perhatian, menangani masalah secara tenang menjadi nilai tambah Rea.

‘Mau apa dia? Bunuh diri kah?’

‘Apa dia tidak tahu kalau fans Marvin itu terkenal menggunakan kekerasan? Rela melakukan apa saja demi idolanya.’

Tiba di luar gedung, Rea memberi senyum terbaik. Menyapa seluruh barisan wanita dari mulai usia belasan hingga 40 tahunan.

Lemparan telur busuk dan air kotor menjadi hadiah mahal bagi Rea, kedua benda menjijikan itu mendarat tepat pada wajahnya.

‘Wanita murahan seperti kamu memang pantas menerimanya. Berani sekali dia menggoda Marvin.’

‘Pasti biaya operasi plastiknya hasil mengemis dari Marvin.’

‘Kasihan sekali Tsania, padahal mereka cocok tetapi ular berkepala dua ini mendadak datang merusak hubungan mereka.’

‘Kami menolak film yang diperankan oleh Edrea, ganti peran utama wanitanya.’

‘Ganti’

‘Ganti’

‘Ganti’

Di sana tertulis beragam spanduk dan poster, dengan kata-kata hina. Menggunakan gambar tubuh wanita berpakaian dalam, tetapi pada bagian wajah diganti menjadi Rea.

“Ya ampun Re.” Anyelir berusaha mendekat. Namun air kotor kembali melayang tertuju pada Anyelir.

Secepat kilat Rea melindungi temannya, hingga cairan itu terasa dingin pada punggungnya.

“Rea, seharusnya kamu menghindar. Mereka sudah keterlaluan.” Ucap Anyelir, menghapus noda telur pada wajah cantik Edrea.

“Biarkan saja mereka melakukan sepuasnya. Mereka hanya korban dari seseorang tak bertanggung jawab di luar sana.” Jawab Rea, melirik jalan di seberang lokasi syuting. Sebuah mobil hitam terparkir di sana.

“Kita harus secepatnya konferensi pers Re.” saran Anyelir.

“Kamu benar tapi bukan sekarang.” Seringai Rea, terlihat oleh penggemar Marvin dan Tsania.

Rea tidak terpengaruh pada berita yang beredar luas, dia tetap tersenyum dan tertawa bahagia. Merasa belum saatnya untuk melakukan konferensi pers.

Dari kerumunan itu tampak satu orang keluar, menjauhi kelompok, melakukan sesuatu seperti menghubungi seseorang. Manik coklat Rea menyipit memerhatikan gerak gerik mencurigakan.

Di seberang jalan tepatnya di dalam mobil.

Tsania mengamuk, memukul setir mobil. Dia sangat geram mengetahui Rea masih tetap tenang.

“Kurang ajar.” Teriak Tsania. Padahal sudah mengerahkan seluruh kemampuannya mengalahkan Rea.

Semula dirinya berada di atas awan kini terhempas jatuh ke bawah. Apalagi Tsania melihat kendaraan Marvin, baru saja memasuki area syuting.

“Argh … kenapa dia ke sana? Dasar Marvin tidak tahu diri, susah payah aku membuat kerusuhan, membayar orang dan menghabiskan sisa honorku bulan lalu.” Tsania menggerutu, napasnya memburu, kedua tangan mengepal kuat menahan ledakan amarah.

Sedangkan Marvin berusaha menutupi isu panas yang bergulir. Karena secara tidak langsung gosip tersebut membongkar perangai buruknya

“Rea?” Marvin segera turun dari dalam mobil menghampiri mantan istri. Ia melepas jaket yang sengaja dibawanya dari rumah.

Marvin bertingkah bagai pahlawan melindungi sang putri, memasang badan tepat di depan wajah Rea. Memaksa para penggemarnya berhenti bersikap anarkis.

Akhirnya sekumpulan wanita itu pun bersedia meninggalkan lokasi, setelah mendapat penjelasan dari Marvin, serta undangan makan siang khusus bagi fans setia.

“Kamu baik-baik saja kan? Maafkan mereka ya Re.” Marvin melekatkan jaket di bahu Edrea.

Tidak hanya itu, Marvin mengeluarkan saputangan, menghapus sisa kotoran yang menempel di wajah dan leher mantan istrinya.

“Kenapa kamu tidak menelepon aku?” tanya Marvin, suaranya renyah dan lembut. Hal yang tak pernah Rea dengar sebelumnya selama pernikahan mereka.

Hati dan otaknya membenci Marvin, bahkan ingin meninju rahang berambut halus itu. Namun bibir Rea mengucapkan hal berbeda.

“Aku … aku takut Marvin. Ini pasti ulah pacar kamu, kalau aku menghubungi kamu, Tsania pasti marah. Aku tidak mau lagi berurusan dengannya.” Rea terisak di dada bidang Marvin.

Tentu saja hal ini dimanfaatkan dengan baik, Rea menerima perhatian Marvin, sengaja menunjukkan di depan Tsania yang sudah lancang memberikan foto dan video masa lalunya menjadi konsumsi publik.

“Bagaimana rasanya terbakar atas perbuatan diri sendiri? Tsania Tsania seharusnya kamu bercermin lebih dulu. Hah kasihan sekali.” Dalam hati Rea menertawakan perbuatan fatal dari rivalnya.

“Kamu jangan takut Rea. Sayang aku janji tidak akan membiarkan wanita itu menyentuh kamu. Hanya kamu wanita yang aku cinta, maafkan kesalahan aku Rea, aku terhasut rayuan Tsania.” Marvin sangat senang mantan istrinya begitu mudah tersentuh.

“Ck dasar buaya, sekali buaya tetap buaya mana mungkin berubah jadi lumba-lumba. Baiklah Marvin, nikmati permainan yang baru saja dimulai.” Rea mengangguk menanggapi pernyataan mantan suaminya.

Hubungan Tsania dan Marvin pun semakin merenggang. Marvin selalu berusaha mengambil kesempatan untuk mendapat perhatian Edrea, seperti yang dilakukannya saat ini.

TBC.

***

Selamat Hari Raya Idul Adha

🙏

Terpopuler

Comments

Priskha

Priskha

ini crita papanya Edgardo Rafel Torres yg nikah sm bu gurunya itu ya thor???

2024-09-21

1

Eva Pramita

Eva Pramita

selamat idul adha... minal aizhin wal faizhin

2023-06-28

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!