BAB 7 Rintangan

Hari ini Edrea dan Anyelir memenuhi kontrak baru produk kecantikan berasal dari Korea. Keduanya pun harus bertandang ke perusahaan periklanan di negeri ginseng. Tiket pesawat pulang pergi sudah dipesan beberapa hari sebelumnya.

Booking hotel serta kendaraan pun telah dilakukan oleh Anyelir, demi mempermudah akomodasi Edrea.

Selain itu rencana liburan selama dua hari ke beberapa provinsi diagendakan oleh Rea dan Anyelir. Sederet daftar oleh-oleh pun tersimpan dalam koper.

Namun semua tidak berjalan mulus, lantaran Anyelir mendapat gangguan di apartemennya. Seseorang mengambil salinan kontrak, lalu dokumen penting dan pakaian Rea untuk syuting.

Anyelir yang baru kembali ke apartemen setelah mengunjungi kantor agensi pun terkejut, sebab ruangan yang semula rapi kini berantakan.

“Si-siapa yang melakukan ini? Maling? Apartemen ini aman, tidak pernah ada kejadian penyusup masuk.” Anyelir bergegas memeriksa semua koper yang sudah tergeletak tak beraturan, isinya pun berhamburan keluar.

“Kontrak. Kontaknya hilang. Aku menyimpannya di sini. Ya semalam di sini. Ya Tuhan, bagaimana ini?” Anyelir terus membongkar tas-tas besar perlengkapan syuting.

“Baju Rea juga hilang. Manusia macam apa yang berani masuk apartemenku? Sial.” Saking takutnya terkena amarah dari Rea, Anyelir menangis sesenggukan merapikan ruang tengah apartemennya.

Anyelir yang panik pun menghubungi Rea, bagaimanapun artisnya harus tahu.

“Re, Rea. Maaf. Semua ini salahku, ceroboh. Maaf Re.” suara Anyelir gemetaran.

**

Di tempat lain, Rea yang sudah siap berangkat ke bandara, mengerutkan kening karena teman sekaligus managernya mendadak menghubungi.

Padahal semalam mereka sepakat bertemu di bandara, demi menghemat waktu.

Tetapi Edrea memiliki firasat buruk, segera menerima panggilan telepon dari temannya.

“Ada apa?” tanpa menunggu atau berpikir lagi, Edrea bergegas mengunjungi Anyelir.

Mendengar penuturan Anyelir, tentu Rea marah sebab kontrak bernilai ratusan juta itu terancam batal dan harus mengganti pinalti dua kali lipat.

“Beraninya mereka mengusik. Aku yakin masalah orang itu denganku, bukan Anyelir. Tapi yang dituju Anyelir. Ya dia cukup cerdas.” Geram Rea menginjak pedal gas, melajukan mobil secepat mungkin, membelah jalanan ibu kota yang tidak terlalu padat.

Tiba di apartemen sederhana itu, Rea segera memeriksa CCTV yang tergantung di depan pintu unit serta dalam ruangan. Semua aman, tidak ada tanda-tanda kerusakan.

“Tolong periksa sambungan kabelnya, mungkin terputus.” Kata Rea memerintah seorang teknisi apartemen.

‘Siap Nona.’

Lagi-lagi CCTV berfungsi dengan baik, masih bisa merekam sempurna.

Rea mengunjungi salah satu ruang operator keamanan. Tidak mudah memang, karena harus melalui beberapa tahapan skrining. Serta menunjukkan kepada kepala keamanan bahwa apartemen Anyelir dimasuki orang tak dikenal.

Kepala keamanan mengizinkan Rea menyalin rekam CCTV dan melaporkannya pada pihak berwenang. Tetapi setelah diamati berulang kali, tidak ada bukti sedikitpun melalui CCTV, semua apik dan tersusun sempurna.

Hanya segelintir orang berjalan pada lorong, identitasnya mudah diverifikasi sebab semua pemilik unit apartemen. Sedangkan dalam ruangan, terlihat Anyelir yang menyimpan koper di ruang tengah kemudian pergi.

“Aneh.” Gumam Rea.

“Terus sekarang gemana Re? Aku bingung.” Tanya Anyelir, kedua belah pihak telah sepakat dan mengacu pada kontrak yang tercatat.

“Biar aku yang tangani, kamu tenang saja An.” Berat hati Rea menghubungi perwakilan iklan kosmetik dari Korea.

Tidak mudah tersambung dengan tim terkait, mengingat posisi dan keadaan mereka yang memegang peranan penting, telah berangkat ke lokasi syuting.

Setelah berhasil terhubung dengan salah seorang anggota tim, Rea menyampaikan permohonan maaf. Menuturkan alasannya secara rinci, tidak berbelit. Dari percakapan itu menghasilkan satu kesepakatan.

“Baik terima kasih, Pak. Kami mohon maaf atas kejadian yang tidak mengenakan ini.” Berkat kepiawaiannya berkomunikasi, pihak advertising bisa menunda proses syuting satu hari, lebih dari itu mereka menuntut ganti rugi 2 kali lipat.

“Mereka setuju An. Huh … akhirnya, kita tidak perlu membayar pinalti dua kali lipat, jadi nanti malam aku berangkat. Kamu di sini saja ya, paspor tidak mungkin selesai dalam beberapa jam.” Rea menghela napas lega.

“Maaf ya Re, karena aku rencana kamu gagal. Aku lalai.” Anyelir menyesal meninggalkan apartemennya pagi hari.

“Tapi, mereka bilang ada alasan lain. Model pria yang mengajukan diri belum tiba di Korea.” Rea mengingat dialog bersama tim.

Tiba-tiba saja model pria mendadak digantikan oleh orang lain tanpa pemberitahuan. Padahal tim advertising telah menerima persetujuan kontrak dari model sebelumnya, pembayaran honor pun telah cair.

“Kamu bantu aku, perlengkapan syuting sudah rusak. Kita perlu yang baru.” Rea tidak memiliki waktu lama menyelesaikan persiapannya. Diburu waktu.

“Siap Bos.”

Ditemani Anyelir, Rea mengunjungi salah satu rumah mode terkenal, di sana tanpa sengaja bertemu dengan Tsania yang sedang fitting baju.

“Takdir benar-benar lucu, dia juga di sini?” ucap Rea kepada Anyelir yang sibuk bertanya mengenai pakaian model terbaru.

“Siapa Rea? Ck benalu itu. Lihat gayanya, sombong sekali.” Bibir Anyelir lancar mencibir tingkah Tsania.

“Biarkan sajalah. Selesaikan tugas kita terus pergi, aku tidak mau terlambat ke Korea.” Imbuh Rea, melewati banyaknya pakaian yang menggantung di bagian depan .

Rea berusaha tersenyum karena pandangan mereka saling bertemu, sedangkan Tsania mengabaikan, menatap jijik serta sinis.

Memandang penampilan Rea dari atas ke bawah, mencemooh rivalnya, “Modal cantik ya? Kasihan sekali, beauty without skill mending ke laut saja.” Tsania terbahak puas.

“Aku ini senior, pendatang baru mana mungkin sanggup bertahan. Apalagi tujuannya buruk, mengalahkan senior, jangan mimpi.” Ekor mata Tsania begitu tajam melirik Rea yang berjalan melewatinya.

Wanita itu sangat jelas menyatakan diri, bahwa Rea tidak bisa merebut posisi Tsania sebagai ratu di dunia hiburan.

‘Nona Tsania, permisi. Ini teh hangat pesanannya.’

Tsania yang baru saja menerima teh hangat berencana menumpahkannya ke Rea, “Kamu bisa lolos pagi ini, tapi sekarang ku pastikan kamu membayarnya tunai, dasar tidak tahu diri.” Seringai licik Tsania.

Namun Rea lebih dulu menyadari, cukup mundur satu langkah, sembari menarik pakaian yang dicobanya ke belakang. Kemudian melangkah pergi meninggalkan Tsania.

Akibat niat buruknya Tsania terpeleset, menginjak gaun hingga terjatuh ke lantai. Secangkir minuman hangat itu pun tumpah di atas pakaian milik rumah mode. Sontak mata Tsania melotot, harga dari satu gaun saja setara dengan honornya. Ia menelan ludah, sudah dipastikan harus mengganti rugi kerusakan.

“Arghhh kurang ajar kamu Rea. Awas kamu … aku tidak terima ini semua.” Pekik Tsania tanpa malu.

Tsania hendak berdiri, mengepalkan tangan dan melayangkannya kepada Edrea. Namun nasib sialnya belum berakhir, sebab Marvin masuk ke rumah mode.

Bertepatan dengan Rea yang membuka pintu, sepasang mantan itu beradu pandang, jelas sekali tatapan kagum terpancar dari mata Marvin.

“Cantik?”

“Sorry, maksudnya Rea, kamu di sini? Cari baju ya?” tanya Marvin sekedar basa basi.

“Iyalah baju masa iya cari sayur.” Geram Anyelir tak bisa mengontrol bibir.

“Kamu tanya aku? Bukan dia?” Rea menoleh, menunjuk kepada Tsania yang penampilannya berantakan.

“Oh … ya kamu Re. Bagaimana kalau kita pulang bareng. Aku antar supaya lebih aman.” Marvin mencoba mengambil kesempatan.

Kekesalan Tsania semakin bertambah, karena Marvin menawarkan tumpangan kepada mantan istrinya.

“Dasar pria semua sama.” Memaki Marvin dalam hati.

TBC

***

ditunggu dukungannya kakak

terima kasih 😉🙏

Terpopuler

Comments

Marcella Lantang

Marcella Lantang

ich tidak tau malu bingits sih laki2 ini

2023-10-19

0

Uthie

Uthie

Banyakin lagi niii part soal hal yg bikin malu 2 manusia busuk itu 👍👍😂😂

2023-06-26

1

Day

Day

sombong sekali

2023-06-25

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!