BAB 3 Tidak Cacat

Dress cantik berwarna tosca, bercorak bunga lily melekat indah membentuk lekuk sempurna pada tubuh Edrea. Hari ini, didampingi kuasa hukum pribadi yang di bayarnya beberapa bulan lalu, Rea siap bertemu Marvin, mantan suaminya.

Ya meskipun ketukan palu belum terdengar, keputusan hakim belum keluar serta akta cerai masih tertahan. Satu hal yang pasti, Marvin yang sebelumnya ngotot mempertahankan pernikahan. Berubah haluan usai mendapat kiriman uang senilai Dua Milyar Rupiah.

Terpaksa Rea merogoh sisa tabungannya demi melepaskan diri dari suami tidak tahu diri seperti Marvin. Mempertahankan status pun percuma karena rasa benci telah mendarah daging.

Melalui pengacaranya juga, Rea menyerahkan bukti perselingkuhan Marvin. Karena pria itu berkelit tidak menerima tuduhan yang diberikan.

“Nona Rea siap? Kita berangkat sekarang.” Pengacara Edrea menjemput ke rumah, setia mendampingi kliennya, apalagi berurusan dengan artis besar memakan waktu dan tenaga yang cukup banyak.

Rea mengangguk, berulang kali menghirup oksigen, menetralkan kegelisahan yang merantai diri. Kenangan selama dua tahun bersama Marvin belum terhapus sepenuhnya, pria itu selalu memakai topeng, bersikap manis menutupi dusta.

“Tuan Marvin dan pasangannya sudah hadir, mereka datang lebih awal, takut terendus media. Tuan Marvin selalu menanyakan keberadaan Nona yang menghilang, saya yakin beliau akan terkena serangan jantung.” Pengacara tertawa membayangkan wajah Marvin.

“Ku harap juga begitu, aku siap memberinya kejutan luar biasa. Tapi ini baru awal, seterusnya dia harus siap menerima banyak hadiah.” Rea menyeringai. Siap atau tidak hari ini pasti datang, kehidupan baru menantinya di depan mata.

**

Tiba di pengadilan, Rea melangkah ke dalam ruangan mencuri perhatian banyak orang, karena sebelumnya pengacara selalu datang sendiri tanpa ditemani wanita cantik.

Beberapa orang penasaran bahkan terang-terangan bertanya, mungkinkah Rea rekanan pengacara atau hanya kenalan saja, tidak ada jawaban pasti yang diterima semua orang.

Edrea mengedarkan pandangan, masih sepi. Tidak ada tanda-tanda kehadiran Marvin atau Tsania, seharusnya lelaki itu duduk di seberangnya bukan? Tapi kosong.

Tetap tenang adalah pilihan terbaik saat ini, mengawali pembalasan dengan memberi kejutan manis sebagai pilihan yang terbaik. Rea mengulas senyum lebar, bersama pengacara, banyak bertukar kata.

Sidang yang dinantikan pun segera dimulai, berselang lima menit, Marvin dan Tsania masuk. Penampilannya sangat mencolok mata, walaupun mereka berpisah jarak tetap saja Rea tahu hubungan keduanya sangat erat.

“Ck pura-pura di depan umum. Kalian memang artis kelas kakap, dunia peran pun terbawa ke kehidupan nyata. Sungguh menjijikkan.” Batin Rea melirik Marvin.

Marvin duduk penuh percaya diri, baginya tidak masalah bercerai dari wanita cacat seperti Rea, toh rumah, saham perusahaan dan aset penting lainnya sudah beralih nama. Ditambah uang dua milyar, berguna menunjang kehidupan sosialnya.

Menyadari ada sosok wanita yang baru dilihatnya, Marvin menoleh. “Pengacaranya ganti lagi? Ck perempuan yang tidak berguna.”

Namun pandangan Marvin terhalang oleh lalu lalang tim pengacaranya, menutupi jarak pandang, hingga ia melupakan sosok wanita cantik berwajah tegas sekaligus manis.

Saatnya pembacaan keputusan, hakim mengabsen masing-masing pasangan. Marvin masih tampak santai, yakin istri jeleknya tidak akan hadir karena malu menampakkan diri di depan umum.

“Tuan Marvin Curry?”

“Hadir Yang Mulia.”

“Nyonya Edrea Aurora Nugraha?”

“Hadir Yang Mulia.”

DEG

Marvin mengenali suara lemah lembut milik wanita itu, seketika menoleh, pandangannya bertemu dengan sepasang dua bola mata indah berwarna coklat.

“R-E-A?” bibir Marvin gemetar, tangannya menggosok kedua mata, berkali-kali menelan ludah, berharap mimpi atau halusinasi.

Sedangkan Tsania, menelan saliva. Menggelengkan kepala, menolak kebenaran bahwa wanita cantik bak bidadari yang duduk di paling depan adalah musuhnya. “Si cacat itu berubah? Hah tidak mungkin.”

Marvin tidak mendengar bahwa hakim telah membaca keputusan final dari sidang, dirinya memandangi Rea tanpa berkedip. Ketika palu diketuk, Marvin terkesiap, dia dan Edrea telah resmi berpisah secara hukum.

Dengan langkah anggun, Rea tersenyum kepada mantan suami, mengangkat kepala percaya diri, menantang pria jahat di seberang kursinya.

Tanpa sadar Marvin melangkah mendekati Edrea, hendak memeluk wanita itu. “Rea sayang ini kamu? Aku rindu.” Ucap Marvin.

“Menjauhlah! Mulai sekarang kita tidak terikat apapun. Bisa geser? Aku mau pulang. Di sini terlalu pengap, banyak orang.” Rea tidak mengacuhkan keberadaan mantan suaminya yang menatap penuh puja.

“Kamu cantik.” Bibir Marvin tersenyum.

Tak mengindahkan pujian, Rea berjalan keluar ruang sidang diikuti asisten pengacara dan beberapa orang lain.

“Argh … sial, kenapa aku harus setuju bercerai darinya? Sekarang dia berubah, jauh lebih cantik dan menggairahkan. Tunggu … kakinya juga berjalan normal, tidak pincang lagi? Hah kamu benar-benar sempurna Rea.” Marvin merasa ini waktu yang pas untuk kembali menjalin hubungan.

Pria itu berlari, menyusuri lorong, mengejar mantan istrinya. Berharap mendapat kesempatan kedua, apapun akan Marvin lakukan demi mendapatkan hati Rea.

“Rea tunggu? Rea jangan pergi!” teriak Marvin menggema sepanjang selasar yang dipenuhi tamu. Dia mempermalukan diri sendiri, tidak peduli tatapan mencemooh ditujukan kepadanya.

“Rea aku mohon tunggu, aku minta maaf.” Marvin langsung menyambar tangan kecil yang kini terasa lembut dan mulus, berbeda dari beberapa bulan lalu.

“Beri aku kesempatan kedua sayang, aku janji berubah. Kita bisa menata semua dari awal, memiliki anak lucu dan bahagia.”

“Minta maaf? Apa sekarang kamu menyesal? Bukankah kamu sendiri yang mengusirku dari rumah dan lebih memilih wanita itu? Dengar Marvin, bagiku tidak ada kesempatan kedua, tidak ada kehidupan bahagia denganmu.” Rea menghempas kuat tangan sang mantan suami, hingga tubuh Marvin sedikit mundur.

“Dengar dulu sayang. Awalnya aku keberatan. Kamu tahu kan aku tidak mau kita berpisah, tapi … tapi Tsania memaksa, uang dari pengacara kamu dianggap kompensasi. Ini semua bukan salahku Rea.” Marvin memohon, mengiba, dia sungguh menyesali keputusan mengikuti Tsania.

“Ck akting kamu bagus, pantas saja masuk nominasi aktor terfavorit. Sangat menjiwai.” Pungkas Edrea membuang muka, rasanya mual mendapat tatapan memuja dari mantan suami.

“Menyingkir Marvin sebelum ku laporkan kamu atas perbuatan tidak menyenangkan.” Rea memutar tubuh, setengah berlari menjauh. Tidak mengucap kata perpisahan sedikitpun atau menoleh, membuat hati Marvin terpukul.

“Semudah itu kamu melupakan kisah kita Rea, tapi aku tidak akan tinggal diam. Kamu milikku, hanya aku yang berhak menjadi suamimu Edrea.” Marvin mengeram, rahangnya mengeras, lehernya pun berkedut.

Dari kejauhan, tepatnya di depan pintu ruangan, Tsania menyaksikan semua hal yang menyakitkan hatinya.

Dia tidak menyangka sosok paling dibenci menjelma menjadi wanita sempurna. Sikap Marvin pun berubah, berani meninggalkannya sendirian di ruang sidang.

“Marvin kurang ajar, dia lupa kalau aku yang selama ini mendampinginya? Hanya karena mantan istrinya berubah, dia berpaling dariku dan kembali mengejar mantan istrinya yang cacat itu.” Mengucap kata cacat, Tsania terhenyak, tidak sedikitpun melihat celah dan kekurangan Edrea.

“Di-dia tidak cacat lagi?” ucap Tsania terbata.

***

Tbc

ditunggu dukungannya ya kak 😉

Terpopuler

Comments

Priskha

Priskha

jgn melihat org dr cover dpn nya, skrg menyesal kan...mkn tuch Tsania

2024-09-21

0

Uthie

Uthie

Yg awalnya cantik dan punya hati busuk akan mudah bosannya.. kaya si Tsania... liat aja, nanti juga bakalan di buang itu sama si Marvin 😏

2023-06-26

1

Eva Pramita

Eva Pramita

mangkanya kalo mau cantik tu istri di modalin dong... jangan rumput liar aja ydng di kagumin...

2023-06-22

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!