Pria misterius itu adalah Eberardo Mikhael Torres, pemilik sekaligus pemimpin perusahaan suplemen yang baru saja dikelolanya, kurang dari dua bulan.
Perusahaannya termasuk entitas anak dari Torres Inc di Spanyol, sebelumnya dipimpin oleh orang kepercayaan Ayah Eberardo.
Demi membuktikan taring sebagai pebisnis sejati, Eberardo menargetkan Asia sebagai ekspansi pangsa pasarnya. Menggunakan dana promosi sebaik mungkin agar tepat sasaran.
Di lokasi syuting tidak ada seorang pun yang mengetahui siapa itu Eberardo. Ia datang sebagai bagian dari tim perusahaan, mengaku penyelia divisi marketing.
“Lama.” Keluh Eberardo menunggu hasil penyelidikan.
Tidak sabaran seperti biasa, apalagi keinginannya sangat menggebu. Ingin mengetahui perempuan cantik yang mampu membuatnya terbang belasan jam dari Madrid ke Jakarta.
Sembari menunggu, Eberardo mengamati gerak gerik Edrea. Pria dewasa ini yakin bahwa Rea bukanlah wanita biasa, sebab memiliki daya pikat tinggi. Layaknya nektar yang menarik kedatangan serangga.
Sekian lama menunggu, akhirnya detektif memberikan laporan cukup mencengangkan.
Eberardo menggeleng kepala, tidak percaya bahwa salah satu modelnya menjalani hidup sangat berat.
Mengetahui latar belakang Rea, Eberardo tersentuh. Berniat mendekati wanita itu secara perlahan tentunya.
Eberardo merasa tertarik dengan Rea, memiliki kekaguman luar biasa. Sebab wanita itu tidak terlarut dalam keadaan, melainkan bangkit dari keterpurukan. Ia yakin tidak mudah bagi Edrea melewati fase pemulihan.
“Wanita yang penuh tantangan. Sulit ditaklukan, prospek baru untuk masa depan.” Eberardo tersenyum, tiba-tiba wajah Edrea memenuhi seluruh isi kepala, senyum manisnya sungguh memabukkan.
“Edrea Aurora Nugraha, nama yang tidak asing. Di mana ya? Rasanya pernah mendengar nama itu.” Gumam Eberardo, otaknya melayang, berusaha mengingat sosok Edrea.
Tetapi semakin berusaha mengingat, kepalanya bertambah sakit. “Apakah bertambahnya usia memengaruhi daya ingat manusia?”
Eberardo menghubungi seseorang melalui ponsel pribadi, tidak lama pria berperawakan tinggi mendekati, sedikit menunduk memberi penghormatan kepada bosnya.
“Siap Tuan, apa yang harus saya lakukan?” tanyanya.
“Aku tahu kau itu terpilih sebagai asisten pribadi karena memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Lakukan hal yang seharusnya, aku ingin dia. Model baru itu.” Eberardo memerintahkan Frederick (asisten pribadinya) sesuatu.
Setelah proses syuting, Anyelir memanggil Edrea ke ruang tamu, karena utusan pemilik perusahaan menginginkan Rea menjadi Brand Ambasador produk suplemen.
“Rea? Kamu ditunggu Tuan Frederick. Kamu hebat, jarang sekali model pendatang baru langsung menaklukan pemilik perusahaan.” Seloroh Anyelir sangat bangga atas kerja keras Rea.
“Maksudnya? Mereka ingin menandatangani kontrak baru denganku, begitu ya?” Rea penasaran.
Tak pernah terlintas dipikirannya menjalani awal karir sebagai model. Tetapi tidak ada salahnya sebelum melangkah, mendalami seni peran.
Anyelir dan Edrea menghadap Frederick. Asisten pribadi itu langsung menyerahkan kontrak dengan nilai fantastis.
Sesuatu yang jarang, bahkan belum pernah terjadi sepanjang sejarah. Model baru, tanpa pengalaman memperoleh nominal besar.
“Silakan Nona tandatangan. Perusahaan kami sangat ingin Nona menjadi Brand Ambasador. Kontrak ini terikat selama dua tahun.” Ungkap Frederick menunjuk beberapa poin yang tertera pada kontrak.
“Baik, saya menyetujuinya. Terima kasih karena memberi kesempatan kepada model baru seperti saya.” Rea mulai membubuhkan tanda tangan.
Ia yakin bersama perusahaan ini sayapnya di dunia modeling menjadi batu lompatan menuju puncak karir.
Usai tanda tangan kontrak, Frederick mengatur pembayaran secara tunai untuk Edrea, sesuai misi rahasia dari Bosnya.
Akun bank Rea kembali terisi menggantikan dua miliarnya yang lenyap akibat perceraian. Bahkan lebih banyak, dua kali lipat.
Belum lagi bonus-bonus yang akan datang, dijanjikan oleh perusahaan, jika omset melejit karena menggunakan jasanya.
“Silakan Nona memeriksa rekening. Tim accounting kami sudah mentransfernya. Terima kasih telah bersedia bekerja sama dengan kami.” Frederick menundukkan kepala, tidak berani menerima jabat tangan Edrea.
Asisten pribadi ini menyayangi nyawanya sendiri, walaupun pesona Rea sangat kuat, sebisa mungkin Frederick menahannya.
“Terima kasih kembali. Saya akan berusaha tidak mengecewakan perusahaan Anda.” Rea tersenyum simpul, menyembunyikan kebingungan karena pria di depannya sangat menjaga sikap, bahkan enggan menatap wajahnya.
Hari-hari berlalu, kabar mengenai pemilihan Brand Ambassador pun beredar luas. Lantaran produk suplemen yang baru saja diluncurkan, berasal dari merek terkenal dan ternama, berani menarik pendatang baru. Membuat nama Edrea Aurora semakin dikenal luas.
Wajah manisnya memenuhi videotron yang terpasang di luar gedung atau pusat keramaian lain.
Rupanya membintangi satu iklan suplemen menjadi awal yang baik bagi Rea, ditambah fotonya terpasang sebagai poster di rumah sakit, apotek dan pusat kebugaran.
Seisi Asia mulai melirik Rea sebagai model berbakat, serta calon bintang masa depan.
“Rea? Keren banget kamu. Lihat Re, sekelas model ternama pun kalah.” Anyelir menubruk tubuh temannya, memeluk erat.
“Aku tidak menyangka, hasilnya melebihi target. Mereka juga membayar bonus tambahan tepat waktu.” Sahut Rea sangat antusias.
“Teman sekolahku jadi terkenal. Aku bangga Re.” Anyelir pun mendapat bagiannya. Rea tidak pelit membagi hasil dengan rekannya.
“Aku ingin tahu seperti apa reaksi Tsania mengetahui kabar ini. Dulu, Marvin selalu membanggakan Tsania, aku melihatnya beberapa kali memandangi foto selingkuhannya itu.” Ungkap Rea sembari mengepalkan tangan.
Dahulu, dirinya terlanjur terbuai akan kata-kata manis nan beracun yang keluar dari bibir sensual Marvin.
Ternyata mantan suaminya sengaja mengurung Rea di rumah, terhindar dari hingar bingar dunia luar.
Komunikasi Rea pun dibatasi hanya lingkungan keluarga, bahkan Marvin banyak menyembunyikan segala hal dari Edrea selama menikah.
“Aku akan membalas rasa sakit hatiku, An. Marvin bilang aku wanita cacat, tidak akan mungkin bisa sembuh, apalagi berjalan normal. Sekarang, lihat! Aku bukan wanita cacat.” Lugas Edrea menatap pantulan dirinya pada cermin.
“Aku pasti mendukung kamu Re.” Anyelir menepuk bahu temannya.
Ditengah perbincangan menyedihkan itu, Anyelir menerima telepon. Dua ponselnya berdering bersamaan. Tawaran dari agensi, perusahaan periklanan dan brand tertentu pun datang silih berganti.
Anyelir sebagai manager sibuk menerima job, menyesuaikan jadwal Rea. Tidak hanya dari dalam negeri, tetapi luar negeri pun menginginkan Rea. Menjadi model salah satu produk mereka, terutama kecantikan.
**
Di tempat lain.
Seorang wanita merusak taman cantik hasil tangan dingin Nyonya rumah sebelumnya.
Halaman belakang itu berantakan, pohon mawar, anggrek, bougenville, alocasia reginula, monstera serta beberapa pot kaktus tercecer, jatuh dari rak.
Tsania mengetahui bahwa rivalnya berhasil menjadi model iklan suplemen tentu saja marah.
Ia gagal mengikuti casting, karena menjaga dan merawat Marvin yang masih belum pulih. Selain itu, trauma akibat serangan dari para preman.
Artis cantik ini yakin semua ulah Rea, berani melawannya, melakukan hal serupa. Demi mencegah dirinya berhasil memenangkan hati agensi.
“Keterlaluan kamu Rea. Lihat saja, aku tidak akan tinggal diam, kamu harus tahu berhadapan dengan siapa. Aku yakin ini hanya sekali, keberuntungan sesaat, tapi sebentar lagi mereka pasti bosan melihatmu.”
Keesokan harinya, Tsania pergi tanpa pamit dari Marvin. Memanfaatkan keadaan kekasihnya yang belum bisa banyak beraktifitas, karena jahitan di paha belum mengering.
Berasalan bertemu manager di cafe, membicarakan masalah projects syuting berikutnya. Padahal Tsania sengaja menguntit Rea ke suatu tempat.
“Ok, aku yakin Rea. Perempuan bodoh sepertimu tidak memiliki ilmu ataupun kemampuan. Mengandalkan wajah cantik saja tidak cukup.” Tsania tersenyum sinis.
Saat ini bola mata hitam pekat Tsania melebar, sebab Rea bertemu dengan beberapa orang pria.
“Benar kan, apa aku bilang. Menjual kecantikan dan tubuhnya, dasar murahan kamu Rea.” Tsania merekam kegiatan Rea.
Dia yakin video ini menjadi barang bukti, bahwa model pendatang baru yang dikagumi sama kotor seperti dirinya, menggunakan pelicin guna memasuki dunia hiburan.
“Tidak ada manusia sempurna di dunia ini termasuk mendapatkan kesuksesan, seharusnya kamu berguru dari aku Rea. Wanita cantik yang kurang pandai.” Tsania tetap bertahan dalam mobil memerhatikan rivalnya.
TBC
**
ditunggu dukungannya kakak 😁😉🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 22 Episodes
Comments
Uthie
gitu tuhhh... sifat manusia yg hatinya kotor mahh sampai perbuatan nya pun memang akan memilih jalan yg kotor juga 😏
2023-06-26
1