Bab 02 Mahasiswa tengil

Syifa begitu terkejut saat melihat Dion memasuki ruangan itu. Lagi-lagi dia harus berurusan dengan mahasiswa ini lagi.

"Hai, Bu Syifa." sapa Dion dengan wajah tengilnya.

Syifa hanya menyunggingkan sedikit senyumnya.

"Jadi Bu Syifa, Dion. Kami mohon kerja samanya." ujar Rektor tersebut.

"Siap Pak, kali ini saya akan semangat jika Bu Syifa yang mendampingi." ujar Dion dengan entengnya.

Keduanya undur diri dari ruangan rektor. Sebenarnya Syifa masih tidak yakin bisa membimbing Dion. Apalagi melihat gelagat pria ini benar-benar membuatnya semakin enggan.

"Dion, kenapa kamu memilih saya sebagai dosen pendamping?" Syifa ingin memastikan keseriusan Dion.

"Karena bu dosen begitu cantik. Pasti aku akan semangat." Dion mengedipkan salah satu netranya untuk menggoda Syifa. Kemudian pria itu berjalan meninggalkan Syifa begitu saja.

"Tunggu.." namun panggilan Syifa sama sekali tak digubrisnya. Akhirnya Syifa harus berjalan menghampiri Dion dan mencekal lengannya.

Dion langsung menoleh ke arah Syifa. Sejenak kedua netra itu saling beradu. Ada jeda beberapa detik keduanya menatapi masing-masing.

Tanpa diduga ada getaran di dadanya yang entah datang dari mana. Syifa sadar akan kecanggungan itu dan cepat-cepat dia mengalihkan pandangannya.

"Dion, jika kamu mau saya bimbing maka harus serius. Saya tidak suka dengan anak yang main-main." tegur Syifa kemudian.

Sementara Dion hanya menimpali dengan senyuman yang sulit diartikan. Kemudian dia mendekat ke wajah Syifa. Menatapi dosennya itu dengan begitu dalam. Seketika Syifa menjadi tegang. Bahkan saking dekatnya dia bisa merasakan hembusan nafas serta aroma parfum Dion.

"Saya juga tidak suka main-main." bisik Dion.

"Baiklah, temui saya di perpustakaan setelah jam kuliah selesai." ujar Syifa.

"Oke, siap Bu cantik."

Dion menarik lengannya dari cengkraman Syifa. Kemudian pria itu langsung ngacir begitu saja.

Sungguh, apa ini? Syifa berdecak kesal dengan kelakuan bocah tengil itu.

"Dasar nggak sopan." gerutu Syifa.

.

Akhirnya jam terakhir Syifa selesai juga. Dia bergegas mempersiapkan diri untuk membimbing Dion sesuai dengan amanat rektor.

Dia bergegas menuju perpustakaan. Syifa mempersiapkan semua materi yang akan diajarkan kepada Mahasiswa 'spesialnya' itu.

Setelah semua siap kini Syifa tinggal menunggu kedatangan pria itu. Sepuluh menit berlalu Syifa masih santai, mungkin jam pelajaran Dion masih berlangsung. Dia akan menunggunya.

Namun hingga hampir setengah jam dia menunggu tak tampak batang hidung pria itu.

Sementara dirinya sudah mulai merasa tidak nyaman akibat sesak di bagian dadanya. Sudah waktunya dia mengeluarkan ASI untuk bayinya. Namun karena terburu-buru dia lupa tidak membawa breastpump, atau alat pompa ASI.

Syifa sudah mulai jengah. Apalagi dia lupa tidak meminta nomor telepon Dion. Sehingga dia tidak bisa menghubungi pria itu.

Syifa memang orang yang menjunjung tinggi kedisiplinan dan tepat waktu. Dan keterlambatan ini benar-benar membuatnya mulai naik darah.

Akhirnya Syifa memutuskan keluar perpustakaan dan mencari keberadaan Dion.

Dia berjalan menyusuri setiap bangunan kampus berharap bertemu Dion. Bertanya ke setiap mahasiswa yang mengenal Dion.

Dengan langkahnya yang mulai lelah, Syifa hampir saja menyerah. Namun tiba-tiba ada salah satu mahasiswa menghampirinya.

"Maaf, Bu Syifa mencari Dion ya?" tanya mahasiswa itu.

"Iya benar, tahu dimana dia?" tanya Syifa.

"Tadi barusan saya lihat dia sudah pulang bu. Bawa motornya cepet-cepet." ujar mahasiswa tersebut.

"Apa? Pulang?" seketika kepala Syifa dibuat mendidih akan kelakuan Dion.

Dia sudah capek-capek menunggui dan mengorbankan waktunya demi Dion, justru pria itu pulang begitu saja.

Sia-sia sudah. Akhirnya dengan perasaan kesalnya Syifa pergi meninggalkan kampus untuk pulang.

.

Hari pertama Syifa bekerja ini cukup melegakan baginya. Sebab semua berjalan lancar serta rekan-rekan dosen lain juga menyambutnya dengan baik.

Hanya saja dia masih jengkel karena gagal bimbingan khusus untuk Dion, setelah dia melihat rekap nilai mahasiswanya itu dia benar-benar dibuat geleng-geleng kepala. Bagaimana tidak, hampir semua nilai semesternya sangat buruk.

Apalagi saat melihat absen kehadirannya. Satu bulan hanya hadir beberapa hari saja.

Syifa menghela nafas kasar. Sepertinya tantangan dimulai dari sini. Dia harus tetap fokus dan membuat mahasiswanya itu melewati masa kritisnya agar bisa lulus tepat waktu meski agaknya cukup mustahil.

Tak mau memikirkan banyak hal Syifa bergegas pulang untuk menemui putri semata wayangnya yang seharian ini sudah sangat dia rindukan.

Dia menyetir mobilnya dengan pelan Sebab sore hari cukup macet apalagi disaat jam kerja begini.

Dia harus bersabar menunggu lampu merah di depannya. Sejenak dia menyandarkan punggungnya dan mengedarkan pandangannya di sekitar jalanan.

Lalu lalang kendaraan juga orang-orang yang tengah sibuk dengan berbagai macam urusannya di penghujung senja ini.

Langit jingga yang mulai melengkapi suasana sore ini cukup memanjakan mata Syifa. Rehat sejenak dari segala macam rutinitas barunya. Dan sebentar lagi adalah hal yang paling dinantikan untuknya. Yaitu bertemu putri kecilnya, semangat hidupnya.

Padatnya kendaraan membuat mobil Syifa sedikit lebih lama berdiam di tempat itu. Dia kembali mengamati sekitarnya.

Namun saat menoleh ke samping dia dibuat terkejut dengan apa yang telah di tangkap kedua netranya.

Tiba-tiba saja rasa sesak kembali menjalar di dalam hatinya. Begitu menyakitkan saat dia menatap sepasang pria dan wanita tengah bergurau di dalam mobil yang sebagian kacanya terbuka.

"Mas Rangga dan Mona, mereka masih bersama?" puing-puing hatinya yang hancur kini seolah kembali merutuk dalam diri.

Melihat mantan suami dan sahabatnya sendiri memadu kasih dengan tanpa dosa. Seolah lupa dengan perbuatannya yang telah menghancurkan hidup Syifa.

Tanpa sadar air mata kini kembali meleleh di kedua netranya. Tak dipungkiri Syifa masih menahan perasaan sakit itu begitu dalam.

Dua manusia yang sangat disayangi Syifa justru tega mengkhianatinya. Padahal saat itu Mona sudah dianggap Syifa seperti saudaranya sendiri

justru sahabat terdekatnya itu yang tega menusuknya dari belakang.

Sedangkan Rangga yang dengan entengnya meninggalkan Syifa sama sekali tak peduli dengan keadaannya. Dia harus berjuang melahirkan dan merawat putrinya seorang diri.

Tak ada niatan sama sekali untuk Rangga sekedar menjenguk Bella, putrinya.

Hatinya sudah tertutup oleh hasutan nafsu. Hingga mengorbankan keharmonisan keluarganya hancur begitu saja.

TTIINNN..TTIINNN...

Tiba-tiba Suara beberapa klakson mobil di belakangnya langsung menyadarkan Syifa dari lamunannya. Dia menatap jalan di depannya yang sudah tampak lengang.

Rupanya cukup lama dia melamun hingga mendapat protes dari pengendara lain.

"Ya Tuhan, aku harus fokus" Syifa kembali menjalankan mobilnya.

Menghapus sisa air mata yang seharusnya tak layak keluar untuk menangisi dua manusia laknat itu. Namun sialnya justru tak pernah mampu dia bendung.

Saat menyusuri jalan menuju pulang Syifa tak sengaja melihat sosok yang membuatnya jengkel seharian ini.

Tampak Dion sedang asyik bersantai ria di salah satu coffe shop.

Syifa yang masih sebal pun tanpa pikir panjang langsung memarkir mobilnya dan bergegas menghampiri mahasiswa bandelnya itu.

"Dion..!" teriak Syifa dengan jengkelnya.

"Bu Syifa?" Dion yang sedang duduk pun langsung dibuat terkejut.

...****************...

Terpopuler

Comments

Fransiska Widyanti

Fransiska Widyanti

orang terdekat bisa jadi racun untuk kita

2024-02-10

1

Rini Musrini

Rini Musrini

jewer aja kuping dion bu sida.

2023-12-05

1

💞Amie🍂🍃

💞Amie🍂🍃

like + sub sudah mendarat thor

2023-11-14

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 01 Hari pertama mengajar
2 Bab 02 Mahasiswa tengil
3 Bab 03 mulai timbul rasa
4 Bab 04 badmood to goodmood
5 Bab 05 perhatian untuk Syifa
6 Bab 06 Baru mengakui
7 Bab 07 merasa tersaingi
8 Bab 08 kesalah pahaman
9 Bab 09 keputusan akhir
10 Bab 10 ijab qabul
11 Bab 11 Status baru
12 Bab 12 Belum terbiasa
13 Bab 13 Ke rumah mertua
14 Bab 14 Papa Dion
15 Bab 15 godaan di kampus
16 Bab 16 hari yang penuh emosi
17 Bab 17 terjebak di gudang
18 Bab 18 Kesempatan dalam kesempitan
19 Bab 19 pacaran setelah menikah
20 Bab 20 Diratukan oleh suami
21 Bab 21 Tak terima
22 Bab 22 sisi lain Dion
23 Bab 23 di ruangan Dion
24 Bab 24 pengakuan
25 Bab 25 Suasana rumah
26 Bab 26 Selalu diremehkan
27 Bab 27 Emosi tak terkendali
28 Bab 28 aku bersamamu
29 Bab 29 bersama mertua
30 Bab 30 Fakta yang sesungguhnya
31 Bab 31 saling memaafkan
32 Bab 32 Kehangatan keluarga
33 Bab 33 drama kecil
34 Bab 34 Dia istriku
35 Bab 35 Skorsing
36 Bab 36 keluarga kecil
37 Bab 37 perasaan terpendam
38 Bab 38 Jawaban bijak
39 Bab 39 skin to skin
40 Bab 40 kembali bekerja
41 Bab 41 Kedatangan tak terduga
42 Bab 42 mulai mengusik
43 Bab 43 kecemburuan Shaka
44 Bab 44 Tanda Cinta
45 Bab 45 mencoba mencelakai
46 Bab 46 ciuman memabukkan
47 Bab 47 mengetahui fakta
48 Bab 48 jawaban yang ditunggu
49 Bab 49 Bisnis tersembunyi
50 Bab 50 tajir melintir
51 Bab 51 tak ada yang terlambat untuk jatuh cinta
52 Bab 52 ulang tahun Bella
53 Bab 53 Perjodohan di masa lalu
54 Bab 54 Harus tinggal seatap
55 Bab 55 Menyadarkan Shaka
56 Bab 56 sebuah keputusan
57 Bab 57 Cemburunya elegan
58 Bab 58 Rencana yang gagal
59 Bab 59 kecewa
60 Bab 60 salah paham
61 Bab 61 ketahuan biang keroknya
62 Bab 62 nasehat Shaka untuk Dion
63 Bab 63 terbongkar sudah
64 Bab 64 Saling mencinta, saling menjaga
65 Bab 65 bukan anak kandung
66 Bab 66 pengakuan Shaka
67 Bab 67 Hana kecelakaan
68 Bab 68 sudah saling nyaman
69 Bab 69 memutar balikkan fakta
70 Bab 70 mencari teman hidup
71 Bab 71 rencana jahat
72 Bab 72 Gagal
73 Bab 73 balasan setimpal
74 Bab 74 Musuh jadi saudara
75 Bab 75 di kampus bersama papa
76 Bab 76 sulit memaafkan
77 Bab 77 memaafkan dan ikhlas
78 Bab 78 obsesi tersembunyi
79 Bab 79 terhalang restu
80 Bab 80 berpikir positif
81 Bab 81 keluarga baru
82 Bab 82 jangan duakan aku
83 Bab 83 sambutan hangat
84 Bab 84 persiapan pernikahan
85 Bab 85 hari pernikahan
86 Bab 86 Dua pasang pengantin
87 Bab 87 pindah resort
88 Bab 88 menjaga kehormatan istri
89 Bab 89 melindungi Diana
90 Bab 90 gunjingan mahasiswa
91 Bab 91 jangan ganggu istriku
92 Bab 92 it's Ok
93 Bab 93 Masa lalu Bianca
94 Bab 94 akhirnya terbongkar sudah
95 Bab 95 suasana rumah
96 Bab 96 hamil
97 Bab 97 berbenah diri
98 Bab 98 kabar bahagia
99 Bab 99 istri serba bisa
100 Bab 100 Hasil kerja keras
101 Bab 101 hadiah terbaik
102 Bab 102 Badai rumah tangga
103 Bab 103 mulai terungkap dalangnya
104 Bab 104 mengungkap kebenaran
105 Bab 105 kabar baik
106 Bab 106 iri hati
107 Bab 107 Penyesalan Hana
108 Bab 108 Firasat buruk
109 Bab 109 ku mohon bertahanlah
110 Bab 110 doa seorang istri
111 Bab 111 sebuah keajaiban
112 Bab 112 penyelamat keluarga
113 Bab 113 Akhir kisah Antonio
114 Bab 114 belajar menghargai
115 Bab 115 ngidam mandi bareng
116 Bab 116 posesifnya Papa Dion
117 Bab 117 berita duka
118 Bab 118 tindakan tak terduga
119 Bab 119 berbanding terbalik
120 Bab 120 Gender reveal
121 Bab 121 insiden kecil
122 Bab 122 belajar dari kesalahan
123 Bab 123 berkunjung di rumah lama
124 Bab 124 perjuangan berat
125 Bab 125 keluarga terbaik (END)
126 Pengumuman Novel Baru
127 Karya Baru
Episodes

Updated 127 Episodes

1
Bab 01 Hari pertama mengajar
2
Bab 02 Mahasiswa tengil
3
Bab 03 mulai timbul rasa
4
Bab 04 badmood to goodmood
5
Bab 05 perhatian untuk Syifa
6
Bab 06 Baru mengakui
7
Bab 07 merasa tersaingi
8
Bab 08 kesalah pahaman
9
Bab 09 keputusan akhir
10
Bab 10 ijab qabul
11
Bab 11 Status baru
12
Bab 12 Belum terbiasa
13
Bab 13 Ke rumah mertua
14
Bab 14 Papa Dion
15
Bab 15 godaan di kampus
16
Bab 16 hari yang penuh emosi
17
Bab 17 terjebak di gudang
18
Bab 18 Kesempatan dalam kesempitan
19
Bab 19 pacaran setelah menikah
20
Bab 20 Diratukan oleh suami
21
Bab 21 Tak terima
22
Bab 22 sisi lain Dion
23
Bab 23 di ruangan Dion
24
Bab 24 pengakuan
25
Bab 25 Suasana rumah
26
Bab 26 Selalu diremehkan
27
Bab 27 Emosi tak terkendali
28
Bab 28 aku bersamamu
29
Bab 29 bersama mertua
30
Bab 30 Fakta yang sesungguhnya
31
Bab 31 saling memaafkan
32
Bab 32 Kehangatan keluarga
33
Bab 33 drama kecil
34
Bab 34 Dia istriku
35
Bab 35 Skorsing
36
Bab 36 keluarga kecil
37
Bab 37 perasaan terpendam
38
Bab 38 Jawaban bijak
39
Bab 39 skin to skin
40
Bab 40 kembali bekerja
41
Bab 41 Kedatangan tak terduga
42
Bab 42 mulai mengusik
43
Bab 43 kecemburuan Shaka
44
Bab 44 Tanda Cinta
45
Bab 45 mencoba mencelakai
46
Bab 46 ciuman memabukkan
47
Bab 47 mengetahui fakta
48
Bab 48 jawaban yang ditunggu
49
Bab 49 Bisnis tersembunyi
50
Bab 50 tajir melintir
51
Bab 51 tak ada yang terlambat untuk jatuh cinta
52
Bab 52 ulang tahun Bella
53
Bab 53 Perjodohan di masa lalu
54
Bab 54 Harus tinggal seatap
55
Bab 55 Menyadarkan Shaka
56
Bab 56 sebuah keputusan
57
Bab 57 Cemburunya elegan
58
Bab 58 Rencana yang gagal
59
Bab 59 kecewa
60
Bab 60 salah paham
61
Bab 61 ketahuan biang keroknya
62
Bab 62 nasehat Shaka untuk Dion
63
Bab 63 terbongkar sudah
64
Bab 64 Saling mencinta, saling menjaga
65
Bab 65 bukan anak kandung
66
Bab 66 pengakuan Shaka
67
Bab 67 Hana kecelakaan
68
Bab 68 sudah saling nyaman
69
Bab 69 memutar balikkan fakta
70
Bab 70 mencari teman hidup
71
Bab 71 rencana jahat
72
Bab 72 Gagal
73
Bab 73 balasan setimpal
74
Bab 74 Musuh jadi saudara
75
Bab 75 di kampus bersama papa
76
Bab 76 sulit memaafkan
77
Bab 77 memaafkan dan ikhlas
78
Bab 78 obsesi tersembunyi
79
Bab 79 terhalang restu
80
Bab 80 berpikir positif
81
Bab 81 keluarga baru
82
Bab 82 jangan duakan aku
83
Bab 83 sambutan hangat
84
Bab 84 persiapan pernikahan
85
Bab 85 hari pernikahan
86
Bab 86 Dua pasang pengantin
87
Bab 87 pindah resort
88
Bab 88 menjaga kehormatan istri
89
Bab 89 melindungi Diana
90
Bab 90 gunjingan mahasiswa
91
Bab 91 jangan ganggu istriku
92
Bab 92 it's Ok
93
Bab 93 Masa lalu Bianca
94
Bab 94 akhirnya terbongkar sudah
95
Bab 95 suasana rumah
96
Bab 96 hamil
97
Bab 97 berbenah diri
98
Bab 98 kabar bahagia
99
Bab 99 istri serba bisa
100
Bab 100 Hasil kerja keras
101
Bab 101 hadiah terbaik
102
Bab 102 Badai rumah tangga
103
Bab 103 mulai terungkap dalangnya
104
Bab 104 mengungkap kebenaran
105
Bab 105 kabar baik
106
Bab 106 iri hati
107
Bab 107 Penyesalan Hana
108
Bab 108 Firasat buruk
109
Bab 109 ku mohon bertahanlah
110
Bab 110 doa seorang istri
111
Bab 111 sebuah keajaiban
112
Bab 112 penyelamat keluarga
113
Bab 113 Akhir kisah Antonio
114
Bab 114 belajar menghargai
115
Bab 115 ngidam mandi bareng
116
Bab 116 posesifnya Papa Dion
117
Bab 117 berita duka
118
Bab 118 tindakan tak terduga
119
Bab 119 berbanding terbalik
120
Bab 120 Gender reveal
121
Bab 121 insiden kecil
122
Bab 122 belajar dari kesalahan
123
Bab 123 berkunjung di rumah lama
124
Bab 124 perjuangan berat
125
Bab 125 keluarga terbaik (END)
126
Pengumuman Novel Baru
127
Karya Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!