CHAPTER 17 – NIAT JAHAT

Kala itu Edo baru tersadar dari pingsannya.

Hanyalah wajah Kania, sahabat baik Edo, yang kala itu dapat dilihat olehnya segera ketika sang kekar membuka matanya.

Obat bius yang diberikan oleh dokter pun untuk menghilangkan rasa sakit di kepalanya perihal delapan kali jahitan itu kini mulai menghilang efeknya.

Sekuat-kuat apapun sang preman melambai itu, dia tentu tetap takkan sanggup menghadapi rasa sakit yang teramat sangat dengan wajah yang datar.

Namun kemudian Edo melihat air mata sahabatnya itu.

Tidak, telah sejak dulu Edo tidak lagi membantah perasaannya, perasaannya kepada Kania bukan lagi sekadar sahabat.

Kania yang dapat menerima keadaan Edo apa adanya tanpa pernah sekalipun berburuk sangka padanya tanpa sadar telah Edo jadikan sebagai orang yang terspesial di hatinya.

Namun itu bukanlah sebagai sekadar sahabat, melainkan cinta.

Tanpa Kania ketahui, telah tumbuh benih-benih cinta di hati Edo untuk Kania.

Dia tidak rela Kania bersedih.

Itulah sebabnya preman melambai itu pun berpura-pura tegar akan sakitnya seolah itu bukan apa-apa.

“Idih, luka segini sih tidak ada apa-apanya buatku, Kania. Aku tuh kuat tahu.” Edo berujar sembari ngondek layaknya sikapnya yang biasa jika hanya ada Kania di dekatnya.

Akan tetapi kemudian, perlahan pandangan buram Edo kembali jernih.

Dia pun bisa menyaksikan bahwa di ruangan itu tidak hanya ada Kania seorang.

Dilan, si tri idiot rekan seperdosaan Dilan, dan bahkan rekan-rekan hostesnya di tempat kerjanya, semuanya rupanya sedang mengunjunginya di rumah sakit tersebut.

Edo pun seketika mematung.

Beberapa saat kemudian, Edo segera kembali ke sikapnya yang tegas seolah preman ngondek yang baru saja disaksikan oleh Dilan dan yang lain itu hanyalah ilusi semata.

“Ah, terima kasih juga kepada kalian karena telah mengunjungiku kemari.”

Dilan hanya dapat mengangguk dengan perasaan yang rumit di hatinya terhadap ucapan Edo tersebut.

Daripada mempedulikan sikap Edo, ada suatu hal yang lebih mengganggu pikiran Dilan kala itu.

Secara misterius, sang bibi hampir saja terkena musibah yang peluang terjadinya seharusnya sangatlah kecil.

Mana mungkin ada kejadian langka semisal batako bertumpuk di teras lantai dua suatu rumah lantas jatuh menimpa ke bawah di kala ada orang yang lewat di bawahnya terjadi di banyak tempat?

Dilan kemudian melakukan kilas-balik selama sebelas tahun hidupnya sebagai bagian dari keluarga Lekata.

Dilan hampir tak henti-hentinya mengalami musibah yang hampir merenggut nyawanya.

Itu hanya tak terjadi pada dirinya belaka.

Berdasarkan keterangan-keterangan dari para pembantu yang bekerja di kediaman Lekata, ayah Dilan, Andrea Lekata, juga sering mengalami berbagai rentetan kecelakaan-kecelakaan.

Mulai dari gedung yang ditempatinya berpesta-pora tiba-tiba kebakaran, kapal yang disewanya untuk foya-foya tiba-tiba kedatangan penjahat lantas dipasangi bom, kuda yang ditunggaginya untuk bersenang-senang malah rupanya terkena rabies hingga dia jatuh dan hampir saja tertindih injakan kuda, dan berbagai rentetan kesialan-kesialan lainnya yang tak terhitung lagi jumlahnya.

Secara beruntung, Andrea mampu selamat dari semua kejadian naas itu.

Akan tetapi kemudian dia secara konyol tewas hanya karena meminum sebuah susu basi di apartemen Cassian.

Tidak hanya dirinya dan ayahnya saja, bahkan pamannya yang lain pun selain Cassian, Alex Lekata, sempat mengalami kecelakaan mobil yang hampir saja merenggut nyawanya.

Secara beruntung, semenjak tiba di Kota Makassar, Dilan tak lagi pernah mengalami peristiwa-peristiwa aneh berupa kecelakaan yang tak masuk akal tersebut.

Namun sayangnya, kejadian naas ganjil yang sama yang selama ini selalu terjadi pada dirinya ketika tinggal di Kota Surabaya tersebut, justru kali ini dialami oleh Kania, tepat sejak Kania mulai mengenal Dilan.

Tidak, Dilan ingat dengan baik di benaknya.

Itu semua terjadi tepat di kala Kania bertemu kembali dengan sosok sang paman, Cassian.

Kecurigaan Dilan pun bahwa sang pamanlah dalang di balik semua sabotase di hidupnya dan ayahnya tersebut semakin mencuat.

Dilan tak ingin lagi kehilangan sesuatu yang berharga di sisinya sama halnya seperti ayahnya, Andrea Lekata, yang bahkan tak pernah dilihat wajahnya itu direnggut oleh sang paman lantaran sebuah susu basi.

***

“Wah aku nggak nyangka Paman Botak itu ngondek, Bro.”

“Iya nih, Bro. Seluruh badanku rasanya masih bergetar hanya dengan membayangkannya saja.”

Dua sekawan di antara tri idiot saling membagi pendapatnya sembari mengisap jus semangka.

Ivan, satu-satunya di antara mereka yang melakukan kegiatan lain selain mengisap jus semangka di mana tangannya tak henti-hentinya menekan-nekan sesuatu yang keras, membalas ujaran mereka.

“Kalau gitu tidak usah dipikirkan lagi, Bro.”

Jamet yang kesal dengan sikap cuek Ivan itu yang lebih peduli pada benda keras berkotak yang sedang dipegangnya, lantas segera merebutnya dari tangan Ivan.

-Sret.

“Hei, Bro, apa yang kau lakukan?!”

-Game Over

“Ah, yah kalah deh kan jadinya.”

“Lho sih. Nggak ada simpati-simpatinya sama teman malah lebih peduli sama game.”

Ivan merajuk lantas membuang badannya di sandaran kursi.

“Memangnya itu hal yang penting untuk dibicarakan? Itu kan privasinya Brother Edo. Setiap orang pasti punya satu atau dua hal yang tak bisa diungkapkannya ke orang lain. Mengapa kita yang mesti membahasnya? Seolah tak ada kerjaan lain saja.”

“Iya, sih. Tapi aku penasaran, tahu.”

“Daripada itu, sikap Dilan ke Kennie bukannya sudah bahaya, Bro?”

“Apanya yang bahaya?”

“Dia tuh terlalu serius sama si Kennie. Nanti bagaimana jadinya dengan keluarga Lekata? Mereka itu terkenal kejam sama orang-orang yang berusaha memanfaatkan anggota keluarga mereka seperti si Kennie itu. Bahkan aku curiga kalau musibah yang menimpa Kennie saat ini itu tuh ulahnya keluarga Lekata. Bayangin aja, masak ada tumpukan batako ditaruhnya di teras lantai dua? Tanpa pengaman lagi.”

“Bisa kalian jelaskan dengan lebih jelas apa yang kalian maksudkan?”

-Woaaaah.

-Woaaaah.

-Woaaaah.

Secara kompakan, ketiga tri idiot itu bersorak kaget.

Itu perihal tanpa mereka duga telah ada orang keempat di kamar mereka itu yang berdiri tanpa hawa kehadiran sama sekali sampai orang itu sendirilah yang membuka mulutnya mengungkapkan kehadirannya.

Sosok dengan mata yang menyeramkan itu, dialah Cassian.

***

Beberapa hari berlalu sejak kejadian itu.

Kini Edo telah pulih sepenuhnya meski masih ada beberapa jahitan yang terpasang di kepalanya yang botak.

Namun secara keseluruhan, dia sanggup kembali beraktivitas tanpa terganggu lagi oleh rasa sakit yang amat menyengat.

Di malam hari itu, Edo dengan tidak biasanya keluar dari kediamannya namun bukan ke tempat kerjanya.

Hal itu lantas membuat Kania bertanya-tanya dan tak bisa melepaskan kekhawatirannya kepada Edo, terlebih sahabatnya itu baru saja mengalami kecelakaan perihal melindunginya.

Dan di situlah ternyata Edo berkunjung.

Edo saat ini berada di suatu ruangan dengan penerangan yang cukup remang sehingga membuat orang yang ditemuinya itu tak terlihat wajahnya secara jelas.

“Hei, lho kan yang merekayasa kecelakaan Kania, bajingan!”

Bentak Edo pada seseorang yang duduk di hadapannya itu.

“Hahaha. Ini negara hukum, Brother. Komentarmu itu akan segera menyeretmu ke pengadilan karena berani memfitnah salah seorang anggota keluarga Lekata.”

“Tidak usah berpura-pura lagi, bajingan! Pemilik rumah itu… pemilik rumah di mana tumpukan batako itu berada adalah Avianto, orang yang bahkan setelah diselidiki polisi tidak dapat ditemukan jejak keberadaannya, itu karena orang itu tidak pernah eksis sedari awal!”

“Lantas apa hubungannya itu semua denganku?”

Sang pria flamboyan di hadapan Edo hanya meringis seolah menertawai Edo yang ada di hadapannya itu.

“Jangan berpura-pura lagi kau, bajingan! Aku telah kenal lama denganmu dan aku tahu bahwa Avianto itu salah satu identitas fake-mu!”

Edo yang tak lagi dapat menahan kesalnya lantas menarik kerah pria flamboyan yang ada di hadapannya itu.

Terpopuler

Comments

Myumy rev

Myumy rev

Waduh Edo bau-bau nt nih🙂

2023-07-23

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!