CHAPTER 7 – LEPAS

Dalam hati, Kania berongsang.

Ingin rasanya wanita itu menjambak rambut sang pria yang mengaku sebagai paman dari pihak ayah keponakannya itu.

Ke mana mereka selama ini sehingga kakaknya yang tercinta, Sekar, harus mengalami penderitaan yang teramat dalam dicaci-maki oleh warga desa di mana Sekar harus mengurusi sendiri perutnya yang kian membesar karena kehamilan.

Namun begitu Kania melirik kepada Dilan, Kania bisa menyaksikan seorang anak kecil dalam tubuh lemahnya berbalut busana compang-camping perihal dirinya yang tak mampu memenuhi dengan baik kebutuhan hidup keponakannya tersebut.

Timbul rasa bersalah yang amat mendalam di dalam diri Kania karena hal itu.

Namun bukannya Kania dapat berbuat banyak sejak dirinya memanglah miskin.

Kania pun membulatkan tekadnya.

Kania sempat membawa kabur Dilan yang hendak dijadikan anak panti oleh sang suster, itu karena Kania takut image tanpa orang tua di dalam panti akan terus-terusan menyiksa Dilan selama sisa hidupnya seperti yang dialaminya.

Namun jika yang merawatnya adalah sang keluarga dari pihak ayahnya sendiri, bukankah itu hal yang bagus?

Akan tetapi, Kania ingin memastikan satu hal terlebih dahulu sebelum membuat keputusannya.

Akankah sang keluarga dari pihak ayah Dilan itu mampu memenuhi kebutuhan Dilan lebih baik dari dirinya?

Pemuda yang datang menjemput Dilan memang tampak mengenakan pakaian flamboyan, tetapi itu bisa saja samaran dari luar.

Kania harus memastikan dengan benar kesanggupan ekonomi dari pihak keluarga yang akan merawat Dilan tersebut.

Kania pun berujar, “Kau bajingan! Selama ini kalian menghilang dan membiarkan aku merawat anak itu seorang diri dan menghabiskan banyak uang karenanya. Dan sekarang kau bilang ingin mengambilnya tanpa mengupahiku sepeserpun, hah?!”

Pemuda itu tanpa pikir panjang segera menaikkan jari telunjuknya dengan mengisyaratkan angka satu.

“Aku bisa memberimu sebanyak ini,” ujar sang pemuda.

“Hah, kau pikir satu juta saja sudah cukup untuk membayar waktuku sembilan tahun merawat Dilan?!”

Jari pemuda itu segera bergoyang ke kanan dan ke kiri bereaksi terhadap ucapan Kania.

“Tampaknya Anda sedikit salah paham terhadap hal ini, Nona. Bukan satu juta yang kumaksud, tetapi satu milyar.”

“Apa?”

“Aku bisa membayar sebanyak itu atas jasa-jasa Anda selama ini merawat Dilan. Tentu dengan uang segitu, Anda dapat pula memperbaiki kehidupan Anda yang serabutan dan memulai kehidupan yang lebih baik, bukan?”

Pria muda itu tersenyum.

Namun itu adalah senyum merendahkan dari seorang yang berada di kasta tertinggi menyaksikan hidup merana seorang wanita biasa yang bahkan baru saja menginjak masa remajanya tetapi sudah harus mengorbankan waktu masa mudanya yang berharga demi merawat anak yang bahkan bukan anaknya sendiri.

Tubuh Kania seketika gemetaran begitu mendengar uang yang banyak yang diucapkan oleh sang pemuda.

Tentu saja bagi sang pemuda, nilai uang itu bukanlah hal yang cukup besar.

Namun bukan karena banyaknya nilai uang yang menggetarkan tubuh Kania.

Itu karena dia jadi mempertanyakan tentang siapa sebenarnya ayah kandung Dilan.

Apakah mungkin kebetulan ayah kandung Dilan adalah seseorang yang berasal dari keluarga yang kaya raya?

Keraguan Kania itu dengan cepat dijawab sendiri oleh sang pemuda.

“Oh iya, tampaknya aku lupa menyebutkan nama lengkapku ya. Aku Cassian Lekata. Tentu Anda tahu brand fashion yang bernama Lekata milik keluarga kami, kan?”

Sembari mengatakan hal tersebut, sang pemuda memberikan kartu namanya kepada Kania.

Karena melihat ekspresi Kania yang terlihat kurang yakin, sang pemuda pun sekalian memperlihatkannya paspornya.

Kania tak sanggup berkata apa-apa lagi.

Pemuda itu tidak salah lagi adalah orang kaya asli.

Jika ada yang lebih baik dalam merawat Dilan, itu adalah mereka dari pihak keluarga ayahnya.

“Kalau begitu, tolong transfer uangnya ke rekening pribadi saya secepatnya.”

“Bibi?”

Kania menangis dalam hatinya.

Mana mungkin besarnya uang bisa menggantikan rasa kasih sayangnya kepada Dilan.

Walau demikian, Kania memutuskan untuk menjadi wanita jahat.

Itu semua demi kebahagiaan Dilan.

“Oh, Dilan sayang. Mulai sekarang, kamu akan ikut bersama pamanmu.”

“Tapi, Bi. Aku tak ingin berpisah dari Bibi. Jika aku harus pergi ke sana, maka aku juga ingin Bibi ikut.”

“Sudahlah cepat pergi sana, Bocah! Tidak tahukah kalau keberadaanmu selama ini membuat hidupku menderita?! Mengapa aku yang masih remaja mesti merawat anak kecil sepertimu?!”

Berbeda dari ucapannya, hati Kania menangis.

Walau begitu, dia harus tegar demi kebahagiaan Dilan.

Lagipula apa yang diucapkannya sedikit banyak mewakili isi hatinya.

Betapa Kania ingin bermain-main layaknya anak seusianya, namun terhalang perihal dirinya harus bertindak sebagai pengasuh Dilan.

Jadi memang mungkin saja inilah jalan yang terbaik bagi mereka berdua untuk melanjutkan hidup mereka.

Namun Kania telah salah.

Sayangnya begitu Kania menyadarinya, Dilan telah pergi dibawa oleh sang pemuda asing tersebut.

***

Sebelas tahun kemudian.

Tampak asap rokok yang tebal.

Di dalamnya berjejer empat orang pemuda duduk di atas sofa sembari mengeluarkan senjata mereka dari balik celana mereka.

Di antara kedua kaki para pemuda itu, telah terdapat masing-masing seorang wanita tanpa busana mengisap senjata para pemuda itu dengan terlihat begitu antusias.

“Oi, Bro. Bro!”

“Ya, Gems. Ada apa?”

Sang pemuda yang duduk di pojokan paling kiri segera terlepas dari lamunannya begitu disadarkan oleh pemuda di sebelahnya.

“Apa sih yang kamu dari tadi lamunkan sampai-sampai senjatamu itu layu, Bro?”

“Ah, sorry. Aku hanya lagi kurang fokus.”

“Apa jangan-jangan kamu sudah bosan dengan tempat ini? Ya itu wajar sih soalnya para wanita di tempat ini kurang menarik.”

“Ah, bagaimana kalau kita pergi ke klub M di Jalan Cendrawasih itu saja?”

Mendengar obrolan kedua pemuda di pojokan kiri, sang pemuda yang duduk di pojok paling kanan segera menyahut mengumumkan usulannya.

“Ah, itu benar. Klub itu sekarang lagi terkenal perihal ada wanita aduhai di dalamnya yang sangat cantik jelita."

Sang pemuda terakhir yang sedari tadi diam akhirnya turut bersuara.

“Tapi di sana kan walau kita dapat bermain, kita dilarang menyentuh buah melon sama kacang perempuannya. Itu sedikit menyebalkan.”

Sang pemuda yang bernama Gems itu seketika lemas dalam masalahnya sendiri.

“Hei, Gems, kamu tidak tahu saja bahwa punya kita bisa berdiri lebih mantap dengan khayalan sesuatu yang tak bisa disentuh apalagi dipegang. Terlebih asal kamu tahu saja ya, wanita ace mereka, si Kennie kalau tidak salah namanya, memang benar-benar mantap!”

Sang pemuda yang duduk di pojok kanan pun semakin antusias terhadap usulannya.

“Kalau begitu, yuk lain kali kita ke sana.”

“Yuk.”

“Ayo!”

Usulan pemuda di pojokan kanan itu segera memperoleh dukungan penuh dari Gems dan seorang lagi pemuda yang duduk di antara mereka.

Hanya pemuda di pojokan paling kiri itulah sekaligus yang paling ganteng di antara mereka, tidak, bahkan kegantengannya tak lagi dapat dibandingkan dengan manusia mana pun, yang tampak kurang antusias seakan hanya terpaksa untuk ikut karena tidak ingin dikucilkan dari pergaulan teman-temannya.

-Brak.

Namun suasana senang mereka segera terusik dengan terbuka paksanya pintu ruangan VVIP klub tersebut.

Dari balik pintu terlihat seorang pria paruh baya yang seketika menatap tajam pemuda yang duduk di pojokan paling kiri sekaligus yang paling ganteng tersebut.

“Dilan, berani-beraninya kamu pergi ke tempat seperti ini! kau benar-benar aib bagi keluarga!”

Tidak butuh waktu lama bagi sang pria paruh baya menggelegar marah.

Pemuda ganteng yang duduk di pojokan paling kiri, dialah Dilan yang telah tumbuh menjadi pria dewasa.

Terpopuler

Comments

Nora Neko

Nora Neko

Gak terasa udah 11 tahun aja ya. Rasanya singkat dan penuh air mata

2023-09-05

1

Nora Neko

Nora Neko

Luapin emosimu. Jangan ditahan

2023-09-05

1

✍️⃞⃟𝑹𝑨Pemecah Regulasi୧⍤⃝🍌

✍️⃞⃟𝑹𝑨Pemecah Regulasi୧⍤⃝🍌

Iblis Hati : sudah kubilang apa yang kukatakan kemarin malam tidak salah, novel ini SUS

Aku : 😐

2023-07-27

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!