CHAPTER 10 – POSESIF

Edo menatap Kania dengan pandangan tidak percaya.

Kania merespon balik dengan mata membelalak nan bergetar berharap bahwa Edo akan mengerti dan mengikuti sandiwara spontan yang dibuat olehnya demi menipu pemuda sombong yang ada di hadapannya itu yang berencana akan menghancurkan klub mereka karena mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan.

Sayangnya, Edo tidak sepeka itu.

Atau itu karena akting Kania yang terlalu sempurna sehingga Edo justru turut tertipu terhadap omong kosong Kania tersebut yang mengatakan bahwa dirinya telah punya anak.

“Mana boleh begitu, Kania! Mau punya anak atau tidak, itu tidak ada kaitannya dengan pekerjaanmu. Kau melaksanakan pekerjaanmu secara profesional. Pelanggan inilah yang harus mempertanggungjawabkan perbuatannya!”

Kania hanya dapat berwajah datar menghadapi kepolosan Edo.

Kania yang panik lantas berupaya memutar otaknya sekali lagi untuk menemukan solusi yang terbaik demi tidak membuat sang pemuda sombong itu meledak.

Akan tetapi, justru hal yang di luar bayangan Kania-lah yang terjadi.

“Aku suka dengan wanita yang punya anak. Maukah kau menjadi pacarku, wanita cantik?”

Pemuda yang tadinya terbakar amarah telah berubah menjadi pemuda yang dipenuhi bunga di seluruh wajahnya.

Pemuda itu lantas mengingat kembali segala perbuatan tidak senonoh yang dilakukannya terhadap wanita yang ada di hadapannya itu.

Dan dengan panik, namun penuh ketulusan, sang pria sombong yang baru saja tadi mengancam akan menghancurkan klub dengan kekuasaan keluarganya seketika bersujud memohon pengampunan sang wanita cantik.

“Maafkan aku telah bersikap tidak sopan kepada Anda sebelumnya, wanita cantik.”

“Kamu…”

Ingin rasanya Kania marah ketika mengilas balik di ingatannya bagaimana pemuda itu mempermainkan buah susunya dan hampir saja merebut keperawanannya yang selama ini dijaganya dengan baik meski di tempat yang penuh lelaki hidung belang itu.

Akan tetapi sang pemuda, Dilan, segera menunjukkan ekspresi mirip anjing kecil yang akan ditinggalkan oleh tuannya.

“Terserah saja, asal jangan ulangi itu lagi, mengerti?”

Rasa iba di diri Kania pun muncul dan akhirnya memutuskan untuk memaafkan pemuda itu begitu saja.

“Siap, wanita cantik.”

“Harap panggil saja aku Kennie.”

“Siap, Kennie.”

Dilan seketika menuruti perkataan Kania bagaikan anak anjing yang baru saja melulusi pelatihannya.

***

Kania awalnya mengira bahwa Dilan tiba-tiba bersikap lunak, itu karena dia takut setelah melihat wajah Edo.

Kania pun berpikir bahwa Dilan tidak mungkin akan lagi datang ke klubnya tersebut.

Namun harapan Kania itu salah.

“Selamat malam, wanita cantik. Kita bertemu lagi”

Ujar Dilan kepada Kania sembari membawa seikat bunga mawar bersamanya.

Di saat itulah Kania menyadari bahwa pemuda itu telah jatuh hati terhadap kecantikannya.

Tapi bagaimana mungkin Kania akan menerima cinta pemuda itu yang bahkan mungkin berbeda usia sepuluh tahun darinya.

Di saat itu, Kania belum menyadari hal yang lebih fatal yang membuat hubungan cinta mereka tidak akan pernah bersatu.

Dilan adalah keponakan yang telah direnggut darinya oleh keluarga dari pihak sang ayah Dilan yang kaya raya.

“Maaf, Dik. Aku tidak bisa menerima cinta dari Adik. Walaupun terlihat muda begini, usia Tante sudah menginjak 29 tahun lho.”

“Aku suka dengan wanita dewasa!” Tanpa keraguan Dilan menjawab pernyataan Kania itu.

Kania hanya dapat menepuk jidat akan jiwa pantang menyerah dari Dilan.

***

Hari-hari berlalu.

Tidak ada perubahan apa-apa yang terjadi pada Klub Persik yang terletak di belakang tempat karaoke Gembira tersebut.

Jikalau ada perubahan,

“Tante cantik. Bagaimana kabarnya hari ini?”

“Tante cantik, aku lapar. Aku mau disuapin”

“Tante cantik, aku mau dipeluk.”

Kania hanya membiarkan perkataan omong kosong Dilan berlalu begitu saja kecuali di bagian terakhir di mana dia segera mendisiplinkan anak anjingnya yang mulai kurang ajar tersebut.

Terdapat perubahan mencolok di dalam klub di mana Dilan senantiasa mengikuti Kania layaknya anak anjing.

Tentu saja sang bos pemilik klub membuka tangannya lebar-lebar untuk menyambut Dilan perihal berkat kedatangannya di klub tersebut, Klub Persik kini memperoleh pemasukan yang meningkat pesat.

Semua hostess lain memuji Kania dan kagum padanya tentang bagaimana dia bisa menaklukkan hati pemuda yang terkenal sombong itu.

Reputasi Dilan telah menyebar di seisi dunia malam Kota Makassar tersebut sebagai pemuda milyader sombong yang bertemperamen buruk.

“Hei, Kennie, apa sih trikmu yang bahkan bisa membuat seorang pemuda kaya-raya sombong sepertinya menjadi budak cintamu?”

Namun setiap Kania memperoleh pertanyaan seperti itu dari koleganya, Kania hanya tertawa hahaha tanpa berkomentar apa-apa.

***

Keobsesifan Dilan terhadap dirinya ternyata jauh lebih buruk dari apa yang bisa dibayangkan oleh Kania.

Sang bos klub sendiri tidak banyak mengeluh tentang sikap Dilan selama berada di klub perihal Dilan membayar harga yang pantas untuk itu.

Namun itu mulai membuat Kania merasa sangat terganggu.

Dilan membooking Kania dari jam 9 malam sampai jam 2 pagi tiap harinya yang memang merupakan waktu Kania bekerja sebagai hostess di klub tersebut.

Dalam artian, secara tidak langsung Dilan ingin memonopoli Kania.

Dilan tidak mengizinkan ada pria hidung belang lainnya yang memakai jasa Kania.

Sampai taraf itu, itu semua masih baik-baik saja.

Akan tetapi suatu hari,

“Uhuk, uhuk. Maafkan aku, teman-teman. Aku kurang menjaga kesehatanku sehingga malah jadi sakit begini. Duh, tapi bagaimana ini? Sudah terlanjur ada pelanggan yang menyewa jasaku malam ini.”

Salah seorang rekan hostess Kania tampak tidak bisa melayani pelanggannya perihal sakit yang menimpanya.

“Tak usah banyak berpikir. Apa boleh buat jikalau kamu sakit. Kita cancel saja orderannya.”

“Tapi pelanggan itu terkenal bertemperamen sangat buruk jika sedang kesal. Dan lagipula itu akan mencederai nama baik klub kita jika kita menolak pelanggan dengan alasan yang tidak profesional.”

Setelah bertatap-tatapan lama di antara sesama pekerja hostess di klub yang sama tersebut, salah seorang di antara mereka pun berujar.

“Kalau begitu, bagaimana kalau di antara kita yang kosong jadwalnya malam ini, ada yang menggantikan Elisa.”

Sayangnya, semua telah mempunyai jadwalnya masing-masing, dalam artian tidak ada yang kosong pada malam itu.

Akan tetapi di tengah kebingungan para hostess lain, Kania segera mengangkat tangannya.

“Teman-teman, kalau begitu pelanggannya biar aku saja yang urus. Pelangganmu jadwalnya hanya satu jam kan? Kebetulan pelangganku malam ini akan datang sekitar setengah sebelas, jadi kebetulan waktunya pas.”

Terhadap ucapan Kania tersebut, semua hostess yang lain pun akhirnya bisa bernafas lega.

Tiada yang tahu bahwa keputusan mereka saat itu justru akan membuahkan tragedi yang merusak citra klub mereka lebih hebat lagi.

“Sini, Sayang. Main dengan Om lagi.”

“Maaf, Tuan. Tapi waktu booking Anda telah lama berakhir. Silakan urus lagi soal penjadwalan pemesanan hostess di bagian administrasi.”

“Berisik, dasar perempuan hina! Merusak kesenangan saja!”

Berkat pelanggan nakal yang sudah dalam keadaan mabuk berat, Kania dengan mudah menghindari keagresifannya.

Tetapi Kania berada di dalam situasi yang sulit.

Sang pelanggan tidak kunjung pula membiarkannya pergi padahal telah lama waktu bookingnya berakhir.

Lantas di tengah-tengah kekacauan itu, bagai minyak yang tersiram pada bara api, Dilan muncul mendobrak pintu ruangan di mana Kania berada dan,

-Puak.

Dilan yang tidak kalah agresifnya, menghajar sang pelanggan yang agresif.

“Apa maksudnya semua ini?! Sudah kukatakan bahwa Tante hanya akan menjadi milikku seorang!”

Di luar dari wajahnya yang lembut, Dilan sebenarnya adalah seseorang yang keposesifannya melebihi siapapun.

Terpopuler

Comments

Sarah ajha

Sarah ajha

Dasar daun muda posesifan 🥴

2023-07-24

1

Myumy rev

Myumy rev

Wkwkwk aku ngakak bayanginnya

2023-07-05

2

Myumy rev

Myumy rev

Awowkwk di luar nalar cuy😂 sat set sat set

2023-07-05

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!