19 : Rencana Buruk

Natasya berjalan di koridor kampusnya dengan langkah cepat. Saat ini, tujuannya adalah ruang pribadi Hendry. Tadi saat kelas terakhir, dosennya itu mengirimkan pesan agar Natasya segera datang menemuinya. Gadis itu mengira bahwa Hendry akan memberinya pekerjaan.

Tok tok tok

"Masuk!"

Setelah suara Hendry mempersilahkan dirinya untuk masuk, Natasya pun membuka pintu itu dan berjalan masuk. Ia bisa melihat dosennya itu sedang berdiri di dekat jendela sambil menghadap ke luar.

"Ada apa, Pak Hendry?" tanya Natasya.

Hendry tidak langsung menjawab pertanyaan Natasya. Ia membalikkan badannya untuk menghadap gadis itu.

"Natasya," panggil Hendry.

"Iya, Pak?" Natasya fokus menyimak apa yang akan dikatakan oleh dosennya itu.

"Kamu masih memiliki keinginan untuk mengadopsi Bhara?" tanya Hendry.

Natasya mengernyitkan dahinya. Gadis itu merasa bingung karena Hendry tiba-tiba menanyakan hal itu yang jelas-jelas tidak ada hubungannya dengan pekerjaan.

"I-iya, tentu saja. Memangnya kenapa, Pak?" jawab Natasya dengan nada bingung.

"Saya akan membantu kamu, Natasya," kata Hendry.

"Hah? Membantu saya? Maksud bapak?" tanya Natasya yang masih tidak mengerti dengan ucapan Hendry.

Hendry tersenyum simpul, "iya, saya akan membantu kamu agar bisa cepat mengadopsi Bhara."

"Benarkah, Pak?" ujar Natasya, ia kini seolah memiliki harapan, "tapi, bagaimana caranya?"

"Eum... saya akan menggunakan sedikit kekuasaan saya untuk mempermudah proses pengadopsian," kata Hendry.

Bagaikan mendapat setitik air di tengah padang pasir, Natasya menatap dosennya itu dengan mata berbinar-binar dan penuh harap. Namun, ia juga bingung mengapa tiba-tiba Hendry mau membantunya, bahkan dengan menggunakan 'kekuasaan', yang itu artinya sesuatu yang melanggar hukum. Sejauh yang Natasya tahu, Hendry adalah orang yang sangat taat kepada hukum.

"Tapi, apa Pak Hendry yakin akan melakukan hal seperti itu? Eum... Maksud saya, Pak Hendry kan orang yang sangat 'lurus'?" tanya Natasya penasaran.

Hendry tersenyum kecil, "sedikit pelanggaran tidak apa-apa, kan, Natasya? Ini juga demi kebaikan kamu dan Bhara."

Natasya tersenyum sumringah mendengar perkataan Hendry. Akhirnya, perjuangannya untuk mengadopsi Bhara akan segera berakhir. Jika sebelumnya ia adalah seseorang yang idealis dan menganggap bahwa segala bentuk pelanggaran terhadap hukum adalah dosa besar, maka sekarang ia memiliki pandangan yang lain.

Ia merasakan sendiri bagaimana rumitnya prosedur hukum tentang pengadopsian, padahal ia hanya ingin melakukan kebaikan, yaitu merawat anak yang tidak memiliki orang tua. Dan sekarang, ada seseorang yang menawari untuk membantunya, tetapi dengan sedikit bantuan 'kekuasaan'. Natasya tidak akan menolaknya karena pelanggaran ini akan sangat menguntungkan banyak pihak dan tidak merugikan siapapun.

"Terima kasih banyak, Pak Hendry, terima kasih banyak. Bantuan dari bapak benar-benar saya butuhkan," ucap Natasya bersemangat.

Hendry hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum lembut.

"Kalau begitu, saya permisi dulu, Pak," ucap Natasya.

Setelah berpamitan dengan dosennya, gadis itu pun segera pergi dari ruangan itu dengan langkah riang. Ia berniat untuk pergi ke panti asuhan dan memberitahukan kabar baik ini kepada anaknya.

Hendry menatap punggung Natasya yang tidak terlihat lagi setelah pintu ruangannya tertutup. Dan saat itu juga, senyum Hendry memudar. Rasa bersalah mulai menghampirinya ketika melihat wajah berseri Natasya tadi, padahal yang dikatakan oleh Hendry adalah kebohongan.

"Maafkan saya, Natasya. Jika suatu saat kamu membenci saya, tolong maafkan saya," lirih Hendry.

Flashback

Hendry sedang duduk di sebuah ruangan bernuansa gelap. Ruangan ini adalah ruang kerja dari kepala dinas sosial. Ya, setelah berdiskusi dengan keluarganya, ia memutuskan untuk pergi menemui dinas sosial yang mengurus masalah hak asuh anak dan pengadopsian.

"Wah~ Lihat ini, Tuan Hendry yang dikenal sangat patuh terhadap hukum, sekarang datang kepadaku untuk meminta keringanan?" ujar pria lain yang berada di ruangan itu sambil terkekeh.

Hendry mendengus kesal, "bisakah kamu diam, Surya? Aku sudah terlalu pusing sekarang."

Pria yang dipanggil Surya itu hanya tersenyum, lalu mendudukkan dirinya di kursi berhadapan dengan Hendry.

"Jadi, Johnathan memiliki seorang putra, dan kalian semua baru mengetahuinya?" tanya Surya.

Hendry mengangguk, "itu pasti anaknya dan mantan kekasihnya, mereka sudah mengakhiri hubungan sejak 4 tahun yang lalu."

"Kamu sudah mencari keberadaan wanita itu?" tanya Surya lagi.

"Aku sudah berusaha mencari keberadaannya, tapi informasi terakhir yang aku dapatkan adalah wanita itu pergi ke luar negeri. Untuk posisi pastinya, aku tidak tahu," jawab Hendry.

Surya tampak berpikir sebentar, "hmm... Kalau begitu, ini akan sangat sulit. Anak itu adalah anak yang lahir tanpa ikatan pernikahan. Agar ayah kandungnya bisa mendapatkan hak asuh, maka harus menikah dengan ibu kandung ataupun membuat pernyataan persetujuan dari ibu kandung. Kalau ibu kandungnya tidak ada, maka tidak bisa diproses."

"Apalagi Johnathan sama sekali tidak pernah mengurus anaknya sejak anak itu lahir sampai sekarang. Pengadilan akan melihat bahwa Johnathan tidak layak mendapatkan hak asuh anak itu," imbuh Surya.

"Itulah mengapa aku datang ke sini, Surya. Aku ingin agar kamu mengurus hal ini untukku," pinta Hendry dengan air muka serius, "aku akan memberikan berapa pun yang kamu minta."

Surya tertawa kecil, "ini bukan tentang uang, Hendry. Aku bisa saja membantumu untuk memanipulasi hukum, tapi kasus ini terlalu sulit."

Hendry terdiam. Bahkan, dengan menempuh cara yang salah saja masalah ini tidak bisa diselesaikan.

"Lalu, apa yang harus aku lakukan, Surya? Apakah ada cara lain?" tanya Hendry.

Surya mengusap dagunya dan memikirkan sesuatu, "sebenarnya, ada cara lain, Hendry."

Hendry yang mendengarnya langsung menatap Surya penuh harap.

"Mendapatkan hak asuh anak itu melalui prosedur adopsi," kata Surya.

Hendry mengernyitkan dahinya bingung, "adopsi?"

Surya menganggukkan kepala, "proses adopsi tidak memerlukan persetujuan ibu kandung karena status anak itu adalah anak terlantar. Johnathan memenuhi segala persyaratan, kecuali menikah. Kamu tahu kan kalau syarat orang tua adopsi adalah sudah menikah? Tapi tidak apa-apa, aku bisa mengurusnya."

"Benarkah? Syukurlah kalau begitu," ucap Hendry lega.

"Anak itu bernama Bhara, kan?" tanya Surya yang dibalas anggukan oleh Hendry.

"Bukankah ada seseorang yang berusaha mengadopsinya? Tapi orang itu sangat naif, dia sama sekali tidak memenuhi persyaratan adopsi, bahkan dia belum memiliki pekerjaan tetap," imbuh Surya.

Senyum Hendry memudar, ia baru ingat akan hal itu, "Natasya..."

"Ya, itu namanya!" seru Surya, "kamu mengenal gadis itu?"

Hendry mengangguk, "iya, dia mahasiswa sekaligus asistenku."

"Oh ya? Bagus!" seru Surya, hal itu membuat Hendry menatapnya bingung.

"Kamu bisa bekerja sama dengannya untuk mengumpulkan berkas-berkas yang diperlukan untuk mengadopsi Bhara," ujar Surya.

"Tapi, dia tidak mungkin mau untuk menyerahkan hak asuh Bhara kepada Johnathan. Gadis itu sangat menyayangi Bhara," lirih Hendry.

Surya mengedikkan bahunya, "kalau begitu tidak usah meminta persetujuannya. Tidak mudah untuk Johnathan mengurus berkas itu karena dia adalah ayah kandung Bhara, tidak seharusnya dia mengadopsi anak kandungnya sendiri."

"Tapi berbeda dengan Natasya. Dengan bantuan kekuasaanmu, dia akan lebih mudah mendapatkan berkas persetujuan. Setelah itu, ambil berkasnya dan ubah menjadi atas nama Johnathan," imbuh Surya.

Hendry hanya diam memikirkan perkataan dari kepala dinas sosial itu. Ide itu sangat jahat dan akan sangat melukai Natasya jika gadis itu tahu. Namun, Hendry dan keluarganya benar-benar ingin mendapatkan hak asuh Bhara.

...----------------...

Hai semuanya... 😊😊

**Buat yang minta crazy up kemarin, **

🚨 hari ini aku kasih update 3 chapter sekaligus 🚨

Jangan lupa like dan komen yaaa... Biar author makin semangat update ♥♥

Terpopuler

Comments

Frando Wijaya

Frando Wijaya

pantas aja...gw merasa aneh Tiba2 pak tua ini bantu natasya utk cari cara adopsi... ternyata gunakan cara Kotor 😒💢

2024-08-01

0

Dewa Dewi

Dewa Dewi

jahat bgt nih keluarga, bener2 enggga tau terima kasih tanpa bantuan Natasha emang kalian bisa ketemu sama Bhara

2024-02-18

0

Sri Rahayu

Sri Rahayu

maksudnya di msnipulasi gitu yaaa.....
jahat banget ya mereka ....

2023-12-14

0

lihat semua
Episodes
1 1 : Natasya
2 2 : Bhara
3 3 : Mama?!
4 4 : Fakta Mengejutkan
5 5 : Ke Kampus
6 6 : Kakek
7 7 : Berpisah
8 8 : Kecelakaan
9 9 : Donor Darah
10 10 : Johnathan
11 11 : Rencana Natasya
12 12 : Kerja Tambahan
13 13 : Haikal
14 14 : Kelelahan
15 15 : Permintaan Alan
16 16 : Hasil Tes DNA
17 17 : Keturunan Adikusuma
18 18 : Bermain
19 19 : Rencana Buruk
20 20 : Papa
21 21 : Berkas
22 22 : Kecewa
23 23 : Amarah
24 24 : Pertengkaran
25 25 : Buntu
26 26 : Kesepakatan
27 27 : Undangan
28 28 : Makan Malam
29 29 : Resmi
30 30 : Persidangan
31 31 : Tinggal Bersama
32 32 : Baikan
33 33 : Salah Paham
34 34 : Makam
35 35 : Komitmen
36 36 : Klarifikasi
37 37 : Keluarga Kecil
38 38 : Liburan Keluarga
39 39 : Sabrina
40 40 : Masa Lalu
41 41 : Pertemuan
42 42 : Penjelasan
43 43 : Kembali
44 44 : Cinta
45 45 : Kebenaran
46 46 : Gagal
47 47 : Ditangkap
48 48 : Malam Pilu
49 49 : Keberanian Mahasiswa Hukum
50 50 : Ada yang Aneh
51 Part 51 : Hampir
52 52 : Hakim Jujur?
53 53 : Vonis
54 54 : Berkumpul Lagi
55 55 : Omelan Istri
56 56 : Awal Ajaran Baru
57 57 : Menghilang
58 58 : Diculik
59 59 : Pencarian
60 60 : Perlawanan
61 61 : Upaya Kabur
62 62 : Belum Berakhir
63 63 : Terguncang
64 64 : Trauma
65 65 : Hari yang Suram
66 66 : Sidang (lagi)
67 67 : Pulang
68 68 : Tidak Baik-Baik Saja
69 69 : Kembali Normal
70 70 : Akhir
Episodes

Updated 70 Episodes

1
1 : Natasya
2
2 : Bhara
3
3 : Mama?!
4
4 : Fakta Mengejutkan
5
5 : Ke Kampus
6
6 : Kakek
7
7 : Berpisah
8
8 : Kecelakaan
9
9 : Donor Darah
10
10 : Johnathan
11
11 : Rencana Natasya
12
12 : Kerja Tambahan
13
13 : Haikal
14
14 : Kelelahan
15
15 : Permintaan Alan
16
16 : Hasil Tes DNA
17
17 : Keturunan Adikusuma
18
18 : Bermain
19
19 : Rencana Buruk
20
20 : Papa
21
21 : Berkas
22
22 : Kecewa
23
23 : Amarah
24
24 : Pertengkaran
25
25 : Buntu
26
26 : Kesepakatan
27
27 : Undangan
28
28 : Makan Malam
29
29 : Resmi
30
30 : Persidangan
31
31 : Tinggal Bersama
32
32 : Baikan
33
33 : Salah Paham
34
34 : Makam
35
35 : Komitmen
36
36 : Klarifikasi
37
37 : Keluarga Kecil
38
38 : Liburan Keluarga
39
39 : Sabrina
40
40 : Masa Lalu
41
41 : Pertemuan
42
42 : Penjelasan
43
43 : Kembali
44
44 : Cinta
45
45 : Kebenaran
46
46 : Gagal
47
47 : Ditangkap
48
48 : Malam Pilu
49
49 : Keberanian Mahasiswa Hukum
50
50 : Ada yang Aneh
51
Part 51 : Hampir
52
52 : Hakim Jujur?
53
53 : Vonis
54
54 : Berkumpul Lagi
55
55 : Omelan Istri
56
56 : Awal Ajaran Baru
57
57 : Menghilang
58
58 : Diculik
59
59 : Pencarian
60
60 : Perlawanan
61
61 : Upaya Kabur
62
62 : Belum Berakhir
63
63 : Terguncang
64
64 : Trauma
65
65 : Hari yang Suram
66
66 : Sidang (lagi)
67
67 : Pulang
68
68 : Tidak Baik-Baik Saja
69
69 : Kembali Normal
70
70 : Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!