14 : Kelelahan

Beberapa hari sejak insiden Natasya menampar Haikal, ia menjadi bahan gosip di kampusnya. Sebagian orang kasihan dengan Natasya, sebagian yang lain ikut menjelekkan namanya. Tapi Natasya tidak peduli, ia tetap menjalani kegiatannya seperti biasa. Belajar, kerja, belajar, kerja, begitu seterusnya. Oh, dan mengunjungi Bhara di panti asuhan juga setiap sore.

Jadwal kelas pertama Natasya sudah berakhir, masih ada 2 kelas lagi nanti setelah istirahat. Saat ini, ia sedang menuju ruangan Hendry untuk melakukan pekerjaannya sebagai asisten pribadi. Dosennya yang juga seorang pengacara itu meminta rekap jadwal harian selama satu bulan ke depan.

Tok tok tok

Natasya mengetuk pintu ruangan Hendry, lalu membukanya dengan pelan. Ia bisa melihat bahwa dosennya itu sedang duduk di meja kerjanya sambil menulis sesuatu. Saat Natasya masuk, Hendry mengalihkan pandangannya dan tersenyum kepada asistennya itu.

"Ini jadwal harian Pak Hendry selama satu bulan ke depan," ucap Natasya sambil menyerahkan lembaran kertas berisi jadwal Hendry.

Hendry pun memeriksa jadwalnya dengan saksama, lalu berujar kepada Natasya, "tolong pertemuan dengan kepala kejaksaan diubah menjadi satu hari setelahnya. Kemarin beliau baru saja memberi tahu saya, kalau ada rapat penting di kejaksaan pada hari itu."

Natasya pun tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, "baik, Pak. Ada lagi yang perlu saya ubah?"

Hendry menggelengkan kepalanya, "untuk sementara tetap seperti ini saja."

"Baik, kalau begitu, saya permisi dulu, Pak," kata Natasya.

Natasya sudah akan berbalik badan untuk pergi dari sana, sebelum suara Hendry mencegahnya.

"Tunggu sebentar, Natasya!" seru Hendry sebelum Natasya pergi dari sana.

"Iya? Ada apa, Pak?" tanya Natasya.

"Natasya kamu pasti kurang istirahat akhir-akhir ini, muka kamu pucat sekali," ucap Hendry miris.

"Oh, mungkin saya memang kurang istirahat, Pak Hendry. Tapi saya baik-baik saja kok," jawab Natasya berusaha untuk meyakinkan dosennya itu.

Hendry menghela napas panjang, "jangan terus menerus memaksakan diri, Natasya. Sudah berapa kali saya bilang, jangan lewatkan istirahat."

Natasya tersenyum lembut, "terima kasih karena sudah mengkhawatirkan saya, Pak Hendry. Tapi saya benar-benar baik-baik saja, Pak Hendry tidak perlu khawatir."

"Ya sudah, kamu boleh pergi, jangan lewatkan makan siang lagi ya," ucap Hendry.

Natasya tertawa kecil, "siap, Pak."

Setelah itu, Natasya pergi dari ruangan Hendry. Dosen itu menatap miris punggung Natasya yang menghilang di balik pintu. Walaupun berusaha untuk terlihat baik-baik saja, tetapi wajah lelah Natasya tidak bisa berbohong. Matanya tampak sayu, kantong matanya tebal, bibirnya pucat pasi. Hendry khawatir jika gadis itu jatuh sakit karena terlalu bekerja keras.

...----------------...

Setelah pergi dari ruangan Hendry, Natasya langsung melangkahkan kakinya ke fakultas teknik. Ia mendapatkan pekerjaan dari beberapa mahasiswa teknik untuk membantu mengerjakan makalah penelitian mereka. Ia harus melihat langsung penelitian yang dilakukan oleh para mahasiswa teknik itu agar bisa membuat makalah yang sesuai.

Karena terlalu sibuk mengikuti proses penelitian di sana, tanpa sadar Natasya telah melewatkan jam makan siangnya. Saat ia mulai merasa lapar, kelas berikutnya sudah semulai. Alhasil, ia harus tetap mengikuti kelas tanpa makan sama sekali.

Sepanjang pelajaran, Natasya berusaha untuk tetap duduk tegak walaupun ia merasa badannya sudah sangat lemas. Alan yang duduk di samping Natasya mengernyitkan dahinya saat melihat Natasya yang mulai tidak fokus menyimak penjelasan dari dosen di depan sana.

"Natasya, kamu sakit?" tanya Alan dengan suara pelan.

Natasya menoleh, lalu menggelengkan kepalanya, "aku gak apa-apa, Al."

"Tapi, muka kamu pucat banget, Sya," lirih Alan.

"Aku gak apa-apa, Al," jawab Natasya tetap dalam pendiriannya, lalu kembali menyimak dosen di depan.

"Aku antar ke ruang kesehatan aja, ya," kata Alan yang terus berusaha membujuk Natasya.

Natasya kembali menoleh, "aku beneran gak apa-apa, Al. Udah ya, mending kita fokus sama pelajaran aja."

Alan hanya bisa menghela napas panjang. Natasya selalu seperti ini, sangat keras kepala dan selalu bersikap kuat. Gagal membujuk Natasya untuk pergi ke ruang istirahat, Alan pun kembali menyimak penjelasan dosen tanpa bertanya lagi kepada gadis itu.

Bruk!

"Natasya!"

Semua mahasiswa menoleh dan terkejut melihat Natasya yang sudah pingsan dan tersungkur di lantai. Semua orang pun panik, hal itu membuat kegiatan belajar mengajar pun terhenti. Alan yang terkejut pun langsung mengangkat tubuh Natasya dan menggendongnya menuju ruang kesehatan. Untung saja tubuh Natasya sangat kurus, jadi laki-laki itu tidak terlalu kesulitan untuk menggendongnya.

Brak!

Alan menendang pintu ruang kesehatan menggunakan kakinya, hal itu membuat penjaga di dalam sana terkejut. Bukannya bersikap anarkis, kedua tangan Alan memang digunakan untuk menggendong Natasya, jadi satu-satunya cara untuk membuka pintu itu adalah dengan menendangnya.

"Alan! Membuat kaget saja," geram penjaga itu, lalu mengalihkan pandangannya ke arah Natasya yang berada di gendongan Alan, lalu memberikan instruksi, "astaga! Baringkan dia di kasur sebelah sana!"

Alan pun membaringkan Natasya di salah satu kasur ruang kesehatan. Penjaga itu pun ikut menghampiri mereka.

"Ada apa dengan Natasya?" tanya penjaga yang memang sudah mengenal Natasya.

"Tadi tiba-tiba dia pingsan di kelas," jawab Alan masih terengah-engah.

"Dia punya riwayat penyakit atau pingsan begitu saja?" tanya si penjaga sambil mengurus natasya.

"Tidak ada riwayat penyakit, tapi akhir-akhir ini dia jarang istirahat, mungkin kelelahan," jawab Alan.

"Kalau begitu, tunggu dia sadar dulu. Tolong kamu belikan makanan dan air putih untuknya," kata penjaga itu.

Alan hanya menganggukkan kepalanya dan segera berlari menuju kantin untuk membeli makanan dan air putih. Setelah selesai membeli, ia langsung berlari untuk kembali ke ruang kesehatan.

Sahabat Natasya itu meletakkan kantong kresek yang ia bawa di nakas sebelah kasur Natasya. Ia duduk di kursi samping Natasya, lalu menghela napas lelah.

"Kamu keras kepala banget sih, Sya, sampai tumbang kayak gini," gumam Alan.

...----------------...

Natasya mengerjapkan matanya dan membukanya perlahan-lahan. ia meringis saat merasakan pusing yang menyerang kepalanya.

"Natasya? Kamu udah bangun?"

Suara Alan membuatnya menoleh. Sekarang, ia baru saja menyadari kalau dirinya sedang berbaring di ruang kesehatan kampus.

"Kamu tadi pingsan pas lagi di kelas," ucap Alan mengetahui kebingungan Natasya.

Natasya hanya diam, ia pun berusaha bangkit dari tidurnya. Alan yang melihat Natasya masih lemas langsung berinisiatif untuk membantunya duduk. Setelah memastikan Natasya duduk dengan nyaman, Alan mengambil nasi bungkus di nakas dan menyerahkannya kepada Natasya.

"Makan dulu, ya. Kamu pasti belum makan apa-apa tadi," ucap Alan sambil membukakan bungkus nasi itu.

Natasya hanya mengangguk pelan, "makasih banyak ya, Al. Maaf udah ngerepotin kamu."

"Sama-sama, gak ngerepotin sama sekali kok," kata Alan sambil tersenyum.

Setelah itu, Natasya mulai memakan nasi itu. Alan hanya memperhatikannya, sesekali ia juga mengajak Natasya berbincang.

Terpopuler

Comments

LISA

LISA

Kasihan Natasya kerja keras spt itu..

2023-11-28

0

lihat semua
Episodes
1 1 : Natasya
2 2 : Bhara
3 3 : Mama?!
4 4 : Fakta Mengejutkan
5 5 : Ke Kampus
6 6 : Kakek
7 7 : Berpisah
8 8 : Kecelakaan
9 9 : Donor Darah
10 10 : Johnathan
11 11 : Rencana Natasya
12 12 : Kerja Tambahan
13 13 : Haikal
14 14 : Kelelahan
15 15 : Permintaan Alan
16 16 : Hasil Tes DNA
17 17 : Keturunan Adikusuma
18 18 : Bermain
19 19 : Rencana Buruk
20 20 : Papa
21 21 : Berkas
22 22 : Kecewa
23 23 : Amarah
24 24 : Pertengkaran
25 25 : Buntu
26 26 : Kesepakatan
27 27 : Undangan
28 28 : Makan Malam
29 29 : Resmi
30 30 : Persidangan
31 31 : Tinggal Bersama
32 32 : Baikan
33 33 : Salah Paham
34 34 : Makam
35 35 : Komitmen
36 36 : Klarifikasi
37 37 : Keluarga Kecil
38 38 : Liburan Keluarga
39 39 : Sabrina
40 40 : Masa Lalu
41 41 : Pertemuan
42 42 : Penjelasan
43 43 : Kembali
44 44 : Cinta
45 45 : Kebenaran
46 46 : Gagal
47 47 : Ditangkap
48 48 : Malam Pilu
49 49 : Keberanian Mahasiswa Hukum
50 50 : Ada yang Aneh
51 Part 51 : Hampir
52 52 : Hakim Jujur?
53 53 : Vonis
54 54 : Berkumpul Lagi
55 55 : Omelan Istri
56 56 : Awal Ajaran Baru
57 57 : Menghilang
58 58 : Diculik
59 59 : Pencarian
60 60 : Perlawanan
61 61 : Upaya Kabur
62 62 : Belum Berakhir
63 63 : Terguncang
64 64 : Trauma
65 65 : Hari yang Suram
66 66 : Sidang (lagi)
67 67 : Pulang
68 68 : Tidak Baik-Baik Saja
69 69 : Kembali Normal
70 70 : Akhir
Episodes

Updated 70 Episodes

1
1 : Natasya
2
2 : Bhara
3
3 : Mama?!
4
4 : Fakta Mengejutkan
5
5 : Ke Kampus
6
6 : Kakek
7
7 : Berpisah
8
8 : Kecelakaan
9
9 : Donor Darah
10
10 : Johnathan
11
11 : Rencana Natasya
12
12 : Kerja Tambahan
13
13 : Haikal
14
14 : Kelelahan
15
15 : Permintaan Alan
16
16 : Hasil Tes DNA
17
17 : Keturunan Adikusuma
18
18 : Bermain
19
19 : Rencana Buruk
20
20 : Papa
21
21 : Berkas
22
22 : Kecewa
23
23 : Amarah
24
24 : Pertengkaran
25
25 : Buntu
26
26 : Kesepakatan
27
27 : Undangan
28
28 : Makan Malam
29
29 : Resmi
30
30 : Persidangan
31
31 : Tinggal Bersama
32
32 : Baikan
33
33 : Salah Paham
34
34 : Makam
35
35 : Komitmen
36
36 : Klarifikasi
37
37 : Keluarga Kecil
38
38 : Liburan Keluarga
39
39 : Sabrina
40
40 : Masa Lalu
41
41 : Pertemuan
42
42 : Penjelasan
43
43 : Kembali
44
44 : Cinta
45
45 : Kebenaran
46
46 : Gagal
47
47 : Ditangkap
48
48 : Malam Pilu
49
49 : Keberanian Mahasiswa Hukum
50
50 : Ada yang Aneh
51
Part 51 : Hampir
52
52 : Hakim Jujur?
53
53 : Vonis
54
54 : Berkumpul Lagi
55
55 : Omelan Istri
56
56 : Awal Ajaran Baru
57
57 : Menghilang
58
58 : Diculik
59
59 : Pencarian
60
60 : Perlawanan
61
61 : Upaya Kabur
62
62 : Belum Berakhir
63
63 : Terguncang
64
64 : Trauma
65
65 : Hari yang Suram
66
66 : Sidang (lagi)
67
67 : Pulang
68
68 : Tidak Baik-Baik Saja
69
69 : Kembali Normal
70
70 : Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!