11 : Rencana Natasya

Natasya baru saja selesai mandi di kamar mandi umum rumah sakit itu, lalu ia kembali ke ruangan tempat Bhara dirawat. Sebenarnya, di ruang ICU tidak boleh ada yang menunggu di dalam. Tapi karena Bhara masih anak-anak, maka anak itu diperbolehkan untuk ditemani oleh orang dewasa.

Saat Natasya mendekati brankar, ia terkejut melihat Bhara yang sudah membuka matanya. Ia pun bergegas untuk mendekati anak itu.

"Sayang! Hei! Bhara sudah bangun?" seru Natasya sambil menggenggam tangan mungil Bhara.

"Ugh...," rintih Bhara.

"Mana yang sakit, Nak?" tanya Natasya cemas.

Bhara mulai menangis kecil, "hiks... Pucing, Ma."

Natasya yang melihat Bhara menangis pun langsung panik. Ia segera memanggil dokter yang berjaga untuk memeriksa keadaan anaknya itu. Tidak lama kemudian, seorang dokter dan perawat datang, lalu memeriksa kondisi Bhara.

"Bagaimana, dokter?" tanya Natasya.

Dokter itu tersenyum lembut, "tidak ada yang perlu dikhawatirkan, Ibu Natasya. Bhara mengalami pusing karena luka di kepalanya, juga karena faktor ia pingsan cukup lama."

Natasya menghela napas lega setelah mendengar penjelasan dari dokter. Ia tadi sempat mengira telah terjadi sesuatu yang buruk dengan kepala Bhara.

"Kondisi Bhara sudah semakin membaik. Setelah ini, kami akan memindahkan Bhara ke ruang rawat inap," imbuh dokter tersebut.

"Baik, dokter. Terima kasih banyak," ucap Natasya.

Setelah itu, sang dokter dan perawat berpamitan untuk pergi dari ruang ICU.

"Mama..."

Natasya menoleh dan segera menghampiri Bhara.

"Iya, Sayang. Ada apa?" tanya Natasya lembut.

"Bhala lindu mama," lirih anak itu.

Natasya tersenyum kecil, "mama juga rindu Bhara."

...----------------...

Sekarang Bhara sudah dipindahkan ke ruang rawat inap. Ia mendapatkan kamar VIP atas permintaan langsung dari Anjani. Direktur rumah sakit itu bahkan membebaskan seluruh biaya rumah sakit Bhara.

"Eum... Bu Anjani tidak perlu repot-repot seperti ini," ucap ibu panti sungkan.

Anjani tersenyum kecil, "tidak masalah, Bu. Saya hanya ingin membantu Bhara. Lagipula, ini juga demi Natasya. Saya sudah menganggapnya sebagai anak saya sendiri."

Ibu panti itu hanya bisa mengucapkan terima kasih. Lalu, dua orang wanita dewasa itu mendekati Bhara yang sedang bermain bersama Natasya di ranjang rumah sakit itu.

"Halo, Bhara~" sapa Anjani membuat Bhara menoleh.

"Halo, Bu doktel!" seru Bhara.

Semua orang tertawa kecil melihat tingkah anak itu. Padahal baru tadi pagi anak itu sadar dari pingsan, sekarang sudah ceria kembali.

"Bhara kelihatannya senang sekali, ya?" tanya Anjani.

Anak itu menganggukkan kepalanya dengan semangat, "iya, Bhala cenang cekali, kalena ada mama di cini."

Mereka semua tersenyum sendu melihat Bhara yang sangat bahagia hanya karena kehadiran Natasya. Ibu panti pun sebenarnya kasihan ketika Bhara dipisahkan oleh Natasya, tetapi ia juga tidak bisa berbuat banyak.

"Bu Natasya," panggil bu panti, "Bu Natasya tidak kuliah hari ini? Kalau Bu Natasya mau pergi kuliah, tidak apa-apa, saya akan menjaga Bhara di sini."

Natasya menggelengkan kepalanya, "hari ini saya tidak ada jadwal kuliah, Bu. Jadi saya mau menemani Bhara saja seharian."

Ibu panti menganggukkan kepalanya paham, "kalau begitu, saya minta tolong Bu Natasya untuk menjaga Bhara ya. Saya harus kembali ke panti asuhan untuk mengurus anak-anak yang lain."

Natasya hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. Setelah itu, ibu panti berpamitan kepada Natasya dan Anjani, lalu segera pergi dari sana.

Anjani mengambil tempat duduk agar ia bisa duduk di sebelah Bhara.

"Bhara hari ini sudah makan apa belum?" tanya Anjani kepada anak kecil itu.

Bhara mengangguk lucu, "cudah! Tadi Bhala dicuapin cama mama, lho."

Anjani terkekeh, "oh ya? Bhara makan apa aja tadi?"

Senyum anak itu berubah menjadi bingung. Anak itu tampak berpikir, lalu menoleh untuk menatap wajah Natasya.

"Bhala tadi makan apa, Ma?" tanya Bhara dengan nada polos.

Natasya tertawa, "haha... Bhara gak tahu nama makanannya, ya? Tadi Bhara makan bubur ayam sama telur."

"Iya, itu, Bu doktel! Bubul ayam cama telul!" seru Bhara kepada Anjani.

Anjani tertawa melihat tingkah lucu Bhara. Direktur rumah sakit itu menghabiskan cukup banyak waktu untuk bercanda bersama Bhara di ruang rawat anak itu. Mereka bertiga menghabiskan waktu bersama dengan bahagia.

...----------------...

Malam harinya, Natasya kembali menyuapi makan malam untuk Bhara. Untung saja, anak itu tidak rewel dan mau makan dengan lahap.

"Aaaa~" instruksi Natasya sambil menyuapkan sesendok nasi.

"Aaaa~" tiru Bhara, lalu memakan makanan itu, "nyam nyam~"

Natasya tertawa kecil melihat tingkah anaknya. Ia sangat senang karena bisa membuat Bhara kembali riang.

Brak

Suara pintu yang terbuka dengan keras membuat Natasya dan Bhara tersentak. Mereka pun langsung menoleh ke arah pintu.

"Bhara!"

Ternyata itu adalah Alan yang baru saja datang dan membuka pintu dengan keras. Laki-laki itu berjalan tergesa-gesa menghampiri Bhara.

"Astaga! Apa yang terjadi sama kamu, Bhara?! Kok bisa kayak gini sih?!" tanya Alan panik.

Bhara yang melihat tingkah Alan langsung memasang ekspresi ketakutan. Natasya yang melihatnya langsung memukul pundak Alan.

Plak!

"Aduh!" seru Alan sambil memegangi lengannya.

"Kamu kenapa sih datang-datang udah bikin ribut aja?!" omel Natasya, "lihat! Bhara jadi ketakutan gara-gara kamu!"

Alan kembali melihat Bhara, lalu memasang cengiran lebarnya, "hehe... Maafin Kak Alan ya, Bhara. Kakak cuma cemas aja sama kamu."

Bhara hanya mengangguk pelan.

Natasya melirik kantong kresek yang dibawa oleh Alan, "kamu bawa apa itu?"

Alan menoleh, "oh iya! Aku bawain kamu makanan. Kamu belum makan, kan?"

Natasya menggelengkan kepalanya.

"Ya udah, ayo makan dulu," ajak Alan.

"Bhara, mama makan dulu, ya," kata Natasya kepada Bhara.

Bhara mengangguk sambil tersenyum lebar, "okee, Ma~"

Setelah itu, Natasya dan Alan duduk di sofa yang berada di samping ranjang Bhara. Mereka mulai makan bersama, sedangkan Bhara sedang bermain sendiri dengan mainannya.

"Kasihan banget sih Bhara," gumam Alan.

"Huh?" ucap Natasya bingung.

"Ayah tadi udah cerita semuanya, kalau Bhara kecelakaan karena dia kabur dari panti asuhan dan mau nyari kamu," kata Alan dengan nada sendu.

Natasya menghela napas lelah, "aku juga gak nyangka kalau Bhara bakal ngelakuin hal itu."

"Terus, sekarang mau gimana, Sya?" tanya Alan.

"Aku bakal berusaha buat adopsi Bhara," ucap Natasya dengan serius.

Alan memelototkan matanya, "hah?! Tapi... itu kan gak mungkin."

Natasya menggelengkan kepalanya, "gak ada yang gak mungkin, Al. Sekarang yang perlu aku lakuin adalah cari uang sebanyak-banyaknya. Selama ini, aku gak dibolehin adopsi Bhara karena perekonomianku yang kurang, kan. Maka dari itu, aku bakal cari uang yang banyak supaya bisa memenuhi persyaratan."

Alan hanya terdiam mendengar penjelasan dari Natasya. Sebenarnya, ia tidak terlalu yakin apakah cara Natasya itu akan berhasil atau tidak. Karena proses pengadopsian tidaklah sesederhana itu. Selain kekayaan, masih banyak persyaratan yang harus dipenuhi. Tapi untuk saat ini, ia akan berusaha percaya dengan apa yang akan dilakukan oleh Natasya.

Terpopuler

Comments

Itha Fitra

Itha Fitra

slain ekonomi,syarat yg lain ny hrs ada buku nikah.klu msih gadis bhkan sttus mahasiswi di universitas,gk sah

2023-12-26

1

LISA

LISA

Semangat Natasya..kmu bisa jdi ma2 nya Bhara

2023-11-28

0

lihat semua
Episodes
1 1 : Natasya
2 2 : Bhara
3 3 : Mama?!
4 4 : Fakta Mengejutkan
5 5 : Ke Kampus
6 6 : Kakek
7 7 : Berpisah
8 8 : Kecelakaan
9 9 : Donor Darah
10 10 : Johnathan
11 11 : Rencana Natasya
12 12 : Kerja Tambahan
13 13 : Haikal
14 14 : Kelelahan
15 15 : Permintaan Alan
16 16 : Hasil Tes DNA
17 17 : Keturunan Adikusuma
18 18 : Bermain
19 19 : Rencana Buruk
20 20 : Papa
21 21 : Berkas
22 22 : Kecewa
23 23 : Amarah
24 24 : Pertengkaran
25 25 : Buntu
26 26 : Kesepakatan
27 27 : Undangan
28 28 : Makan Malam
29 29 : Resmi
30 30 : Persidangan
31 31 : Tinggal Bersama
32 32 : Baikan
33 33 : Salah Paham
34 34 : Makam
35 35 : Komitmen
36 36 : Klarifikasi
37 37 : Keluarga Kecil
38 38 : Liburan Keluarga
39 39 : Sabrina
40 40 : Masa Lalu
41 41 : Pertemuan
42 42 : Penjelasan
43 43 : Kembali
44 44 : Cinta
45 45 : Kebenaran
46 46 : Gagal
47 47 : Ditangkap
48 48 : Malam Pilu
49 49 : Keberanian Mahasiswa Hukum
50 50 : Ada yang Aneh
51 Part 51 : Hampir
52 52 : Hakim Jujur?
53 53 : Vonis
54 54 : Berkumpul Lagi
55 55 : Omelan Istri
56 56 : Awal Ajaran Baru
57 57 : Menghilang
58 58 : Diculik
59 59 : Pencarian
60 60 : Perlawanan
61 61 : Upaya Kabur
62 62 : Belum Berakhir
63 63 : Terguncang
64 64 : Trauma
65 65 : Hari yang Suram
66 66 : Sidang (lagi)
67 67 : Pulang
68 68 : Tidak Baik-Baik Saja
69 69 : Kembali Normal
70 70 : Akhir
Episodes

Updated 70 Episodes

1
1 : Natasya
2
2 : Bhara
3
3 : Mama?!
4
4 : Fakta Mengejutkan
5
5 : Ke Kampus
6
6 : Kakek
7
7 : Berpisah
8
8 : Kecelakaan
9
9 : Donor Darah
10
10 : Johnathan
11
11 : Rencana Natasya
12
12 : Kerja Tambahan
13
13 : Haikal
14
14 : Kelelahan
15
15 : Permintaan Alan
16
16 : Hasil Tes DNA
17
17 : Keturunan Adikusuma
18
18 : Bermain
19
19 : Rencana Buruk
20
20 : Papa
21
21 : Berkas
22
22 : Kecewa
23
23 : Amarah
24
24 : Pertengkaran
25
25 : Buntu
26
26 : Kesepakatan
27
27 : Undangan
28
28 : Makan Malam
29
29 : Resmi
30
30 : Persidangan
31
31 : Tinggal Bersama
32
32 : Baikan
33
33 : Salah Paham
34
34 : Makam
35
35 : Komitmen
36
36 : Klarifikasi
37
37 : Keluarga Kecil
38
38 : Liburan Keluarga
39
39 : Sabrina
40
40 : Masa Lalu
41
41 : Pertemuan
42
42 : Penjelasan
43
43 : Kembali
44
44 : Cinta
45
45 : Kebenaran
46
46 : Gagal
47
47 : Ditangkap
48
48 : Malam Pilu
49
49 : Keberanian Mahasiswa Hukum
50
50 : Ada yang Aneh
51
Part 51 : Hampir
52
52 : Hakim Jujur?
53
53 : Vonis
54
54 : Berkumpul Lagi
55
55 : Omelan Istri
56
56 : Awal Ajaran Baru
57
57 : Menghilang
58
58 : Diculik
59
59 : Pencarian
60
60 : Perlawanan
61
61 : Upaya Kabur
62
62 : Belum Berakhir
63
63 : Terguncang
64
64 : Trauma
65
65 : Hari yang Suram
66
66 : Sidang (lagi)
67
67 : Pulang
68
68 : Tidak Baik-Baik Saja
69
69 : Kembali Normal
70
70 : Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!