"Iya, tuan muda?" tanya Lukas di ujung telpon.
"Apa kamu sudah melakukan yang aku bilang padamu semalam?" tanya Kevin.
"Tentang apa, tuan muda?"
"Tentang lelang proyek yang diikuti oleh istriku."
"Iya, tuan muda. Aku berhasil menemukan kalau kementrian terkait di dinas itu, memiliki hutang proyek pada perusahaan kita, jadi, saat aku telpon mentrinya semalam, dia berjanji, akan mengusahakan sebisanya supaya perusahaan istrinya tuan muda yang menang proyek ini. Tapi, karena tuan muda bilang supaya aku menunggu instruksi tuan muda, maka, aku belum menelpon dia lagi, tuan muda. Tapi dia berjanji untuk standby."
"Bagus. Nanti aku bertahu kamu saat aku memerlukan bantuanmu."
"Iya, tuan muda."
**
Sementara itu, di dalam ruang khusus dimana Bianca dan Milea berada, Yopi Poluan berkata, "kami sudah memutuskan kalau, perusahaannya bapak Gideon Tham sudah menang dalam lelang ini. " Yopy menunjuk ke arah pria berkacamata berumur 37 tahun yang perusahaannya menjadi saingannya Bianca dalam lelang proyek ini.
Mendengar itu, Milea terlihat sangat kecewa sementara Bianca langsung berdiri dan berkata, "perusahaanku sudah sampai sejauh ini. Ini sudah cukup luar biasa bagi kami. Ini pengalaman bagus. Jadi, kami tidak terlalu kecewa."
Bianca berusaha menyembunyikan kesedihan hatinya karena walau bagaimana pun, dia sempat berharap sekali akan mendapatkan proyek ini, apalagi perjuangannya sudah di tahap akhir dan tinggal berhadapan dengan satu perusahaan. Namun pada akhirnya, Bianca harus menerima kenyataan pahit itu dengan berat hati.
"Kalau begitu, kami permisi dulu," kata Bianca sambil menjabat Yopy Poluan dan kepala dinas.
"Aku bisa memberikan proyek ini kepadamu, Bianca," kata Gideon Tham tiba-tiba.
"Hah? Memberikan? Aku tidak mengerti." Bianca mengerutkan keningnya.
"Ya. Aku sejak lama adalah pengagum nona muda cantik dari Keluarga Winstead. Sayangnya aku sudah memiliki istri. Aku harus setia pada istriku. Tapi, kemudian, istriku yang tidak setia dan memiliki pria lain. Aku pun menceraikan istriku dan kembali mengagumi nona muda dari Keluarga Winstead."
Mendengar kata-kata gideon yang terlihat sangat menggoda Bianca itu, Kepala dinas langsungtertawa dan melangkah keluar dari ruangan ini.
Yopy Poluan sendiri berkata, "Pak Gideon sudah jadi pemenang lelang proyek ini, sehingga terserah dia, dia akan memberikan proyek ini kepada siapa pun. Jadi, Nona Bianca sungguh beruntung karena mendapatkan proyek ini."
Bianca yang sempat sangat kaget mendengar kata-kata Gideon tadi, kini sudah bisa menguasai hatinya. "Tapi, Anda mungkin kurang jeli mendapatkan informasi. Sebenarnya, aku bukan lagi seorang nona karena aku adalah seorang wanita bersuami."
"Aku dengar kabar kalau suami nona tidak pantas untuk nona dan suami nona tidak disukai oleh keluarga besar nona. Jadi, banyak orang yang menganggap kalau nona itu, bukanlah wanita bersuami," tegas Gideon.
"Maaf, Pak Gideon. Orang-orang boleh bilang seperti itu, tapi, faktanya, aku adalah seorang wanita yang bersuami dan aku adalah seorang wanita yang mencintai suaminya," tegas Bianca.
Melihat ketegasan Bianca itu, Gideon berkata, "maafkan aku. Ah, lupakan saja kata-kataku tadi. Bagaimana kalau kamu tetap mengambil proyek itu atau dua perusahaan kita bersatu untuk menggarap proyek itu. Bagaimana?"
Mendengar kata-kata Gideon itu, Milea sangat antusias. "Iya, pak. Begitu aja. Kita kolaborasi aja garap proyek itu."
"Bagus. Kalau begitu, mari kita tetapkan begitu saja." Gideon sangat senang mendengar kata-kata Milea itu. Tapi, matanya bukan ke arah Milea, tapi ke arah Bianca.
"Tunggu ya, pak." Bianca langsung menarik tangan Milea untuk dia bawa keluar dari ruangan ini. Sehingga begitu keluar, mereka berdua langsung bertemu dengan Kevin yang memang menunggu di luar sejak tadi.
"Kenapa kamu bilang begitu, Milea? Gideon itu sudah jelas ada maksud padaku. Mengapa kamu menerima tawaran kerjasama itu?" tanya Bianca sambil melotot ke arah Milea.
"Ini kan impian kita, Bianca. Kita kan yang ingin proyek itu, Bianca. Iya kan?"
"Iya, sih. Tapi tidak dengan cara seperti ini, Lea. Kamu lihat sendiri kan tadi, orang yang ngasih proyek itu, menggodaku, jadi, dia pasti ada maksud tersembunyi padaku. Aku sudah punya suami, Lea."
"Kamu kan gak perlu membalas cinta duda itu. Kamu cukup bekerja aja, garap proyek itu. Dia pemenang lelang proyek itu. Kita sudah kalah. tapi, dia mau memberikan proyek itu buat kita. Jadi, kita ambil aja. Kita kerja aja, jangan pikir hal lain. Lurus aja, yang penting, kita dapat proyek itu. Gimana?"
Mendengar pembicaraan antara dua sahabat ini, Kevin mulai bisa meraba akan apa yang terjadi di dalam ruangan itu. Karena itu, Kevin terus mengikuti pembicaraan antara Bianca dan Milea ini.
"Tetap aja gak bisa gitu, Lea. Dia menanam budi kepadaku supaya dia bisa mendekatiku. Dan aku gak suka itu. Aku sudah memiliki suami dan aku sayang suamiku. Aku gak bisa memberi celah kepada lelaki lain. Gak bisa!"
Mendengar kata-kata Bianca ini, Kevin semakin sayang pada Bianca. Karena Bianca memiliki kesetiaan dan pendirian penuh untuk tidak memberi kesempatan pada lelaki lain yang berusaha masuk ke dalam hidup Bianca.
Kevin semakin bangga kepada Bianca karena ini dan bersyukur memiliki Bianca dalam hidupnya. Tanpa terasa, Kevin menatap penuh cinta kepada Bianca yang masih saling adu argumen dengan Milea.
Mendengar kalau ada lagi pria yang mendekati Bianca, Kevin sangat marah. Dia putuskan untuk melakukan chat dengan Lukas, meminta Lukas untuk menyelidiki tentang orang bernama Gideon yang juga pemenang lelang proyek di kantor ini.
Lukas menyanggupi perintah dari Kevin ini. Dia meminta waktu untuk menyelidiki Gideon. Kevin memberi waktu dan setelah itu, dia menyimpan handphonenya.
"Belum tentu begitu juga, Bianca. mungkin saja dia sebagai kontraktor senior, ingin mengajari kita sebagai kontraktor junior dengan memberikan kesempatan kepada kita untuk mengerjakan proyek ini. Iya kan?" Milea berusaha membela diri.
"Gak! Gak ada yang kayak gitu! Sudah jelas kalau sejak awal dia berusaha menggodaku. Dia berikan proyek bernilai besar itu, supaya aku berhutang budi kepadanya. Aku tidak mau itu. Aku tidak mau!"
"Tapi, ini kesempatan kita, Bianca," bujuk Milea lagi.
"Gak. Kita akan dapat kesempatan di waktu lain dan mungkin di kantor pemerintahan yang lain," tegas Bianca.
Kevin putuskan untuk menggunakan kuasanya di kantor pusat dari kantor dinas ini untuk mulai membantu Bianca agar mendapatkan proyek yang disukai Bianca itu, tanpa melalui Gideon sebagai pemenang proyek.
"Please, Bianca. Kita bersikap profesional aja," pinta Milea.
"Gak. Aku gak mau. Mari kita masuk ke dalam." Bianca langsung membalikkan tubuhnya untuk masuk ke dalam.
Milea ikut masuk sambil terus membujuk Bianca.
Sementara Kevin sudah masuk ke dalam ruangan untuk mendampingi Bianca.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 193 Episodes
Comments
Imam Sutoto Suro
mantap thor lanjut
2023-06-30
0
Fatkhur Kevin
hancurkan gideon
2023-06-22
0
Bog Zybog
lanjut
2023-06-21
1