Mendengar itu, Kevin langsung maju untuk mencengkram kerah baju Graham. Dia tidak bisa lagi menahan amarahnya melihat istrinya diperlakukan dengan tidak hormat.
Wajah Graham langsung berubah saat kerah bajunya dicengkram oleh Kevin, "kamu mau apa, hah!"
"Aku tidak peduli kamu siapa tapi kalau kamu berani mengusir istriku dari sini, maka kamu akan berhadapan denganku."
"INI RUANGANKU. AKU BISA MENGUSIR SIAPA SAJA DARI SINI!" teriak Graham dalam amarahnya.
Graham memberi isyarat kepada asistennya untuk memanggil para satpam sehingga hanya dalam waktu singkat sudah ada 4 orang satpam yang masuk ke dalam ruangan ini.
"Usir dia dari sini!" perintah Graham kepada para satpam
4 orang satpam berusaha menarik Kevin bahkan ada yang sudah mencekik leher Kevin dan ini membuat Kevin bergerak secara refleks untuk menyikut beberapa satpam yang berada di belakangnya sehingga beberapa satpam terdengar mengaduh kesakitan.
Keadaan semakin kacau. Lisa nampak bersorak melihat Kevin diperlakukan seperti itu.
Sementara Bianca sendiri berteriak-teriak meminta Kevin untuk segera pergi keluar dari ruangan ini karena dia tidak mau Kevin dikeroyok. Dia takut Kevin kenapa-kenapa.
"Kayaknya suami kamu yang menang deh," bisik Milea sambil menatap takjub ke arah Kevin. "Benar-benar jagoan," gumam Milea.
Saat itulah perubahan terjadi dalam ruangan ini. Seorang pria tua memakai setelan lengkap sudah memasuki ruangan ini dengan diikuti oleh dua orang pria muda.
Pria yang baru datang itu bertanya, "ada apa ini?"
Graham langsung membungkuk dan mendekati pria tua itu "dan menunjuk ke arah Kevin. Orang ini berbuat tidak sopan padaku, Pak Hasyim. Dia mencengkram leherku dan saat aku meminta dia melepaskan bajuku, dia tidak mau keluar dari ruangan ini sehingga keamanan terpaksa bertindak."
"Hentikan semuanya," kata Hasyim yang nampaknya adalah atasannya Graham.
"Tapi, pak. Orang ini harus diberikan pelajaran, pak."
"AKU BILANG HENTIKAN!!!" teriak pria tua itu.
"Iya, Pak Hasyim." Setelah itu, Graham memerintahkan para satpam untuk menghentikan pengeroyokan mereka kepada Kevin.
Hal ini bukannya membuat Kevin lega tapi sebenarnya para satpam lah yang lega karena dalam pergumulan yang terjadi tadi, para satpam lah yang berada di pihak yang menjadi pecundang karena beberapa pukulan para satpam itu, berhasil di tangkis Kevin sementara pukulan Kevin berhasil membuat mereka berjatuhan ke lantai.
Mereka langsung meninggalkan Kevin dan hanya bisa mengancam lewat ucapan-ucapan mereka dan mata mereka yang melotot ke arah Kevin, padahal kalau disuruh berhadapan lagi dengan Kevin, mereka memilih untuk menolak dan menunggu bala bantuan tiba.
"Ayo kita pergi dari sini." Bianca langsung mendekati Kevin dan memegang tangan Kevin untuk dia ajak pergi dari tempat ini. Dia lega karena Kevin terlihat tidak apa-apa setelah dikeroyok oleh 4 orang tadi.
"Tunggu sebentar. Jangan ada yang pergi. Sebenarnya apa yang terjadi tadi?" tanya Hasyim. Hasyim adalah kepala cabang di bank ini.
"Begini aku telah menolak permohonan pinjaman dari nona Bianca tapi nona Bianca tetap memaksa hingga menyuruh suaminya untuk mencekik aku," Graham memulai penjelasannya.
"Aku tidak pernah menyuruh Kevin mencekik siapapun. Dan aku bukan memaksa tapi sebelumnya semua berkas sudah dinyatakan lengkap. Permohonanku sudah disetujui kenapa sekarang berubah cuma karena sepupuku yang datang mengpengaruhi?" timpal Bianca.
"Aku datang untuk memberitahu kalau kakek Robert Winsted tidak setuju dengan pengajuan kredit ini dan bank ini sempat percaya kepada sepupuku gara-gara nama kakekku. Iya kan? Sekarang aku bawa surat dari kakekku kalau kakekku tidak setuju. Apakah bank ini masih akan mempercayai sepupuku untuk mendapatkan kredit itu? Gak kan?" tanya Lisa sambil mendengus.
"Oke. Sekarang semuanya sudah jelas. Karena itu, aku sekarang akan mengambil keputusan," kata direktur bank itu.
Lisa langsung tertawa ngikik, demikian juga dengan Jacky sementara itu Graham nampak tertawa mengejek ke arah Kevin. Mereka bertiga yakin sekali kalau Hasyim akan membela mereka.
Sekarang ini, Kevin menatap ke arah Hasyim karena kalau memang Hasyim ini adalah orang yang dibilang oleh Lukas maka itu berarti dia akan membela Bianca.
Hasyim ternyata sedang memakai earphone di telinganya. Dia sedang mendapatkan arahan dari Lukas. Lukas tidak pernah memberitahu kepada Hasyim soal Kevin. Lukas hanya menggunakan kuasanya dari pemimpin Gregorius Group untuk menekan Hasyim supaya Hasyim berbuat sesuai keinginan Lukas tanpa Hasyim perlu tahu siapa Kevin.
Dengan peralatan hacker yang dimiliki oleh Melvin, Lukas sudah mendapatkan gambaran besar tentang apa yang sedang terjadi di dalam ruangan kredit di bank ini, karena itu Lukas langsung bertindak sesuai dengan yang terjadi untuk memberikan arahan kepada Hasyim.
Hasyim menatap Bianca dan berkata, "Begini, aku sebagai pemimpin di cabang bank ini akan bertanggungjawab sendiri kalau ada apa-apa dengan semua permohonan pengucuran kredit dan pada saat ini aku putuskan untuk menerima permohonan kredit dari anda."
"Tapi, pak. Kakekku, Kakekku, Robert Winsted tidak mau bertanggungjawab kalau terjadi apa-apa pada permohonan kredit ini. Bagaimana kalau kreditnya macet, pak?" Lisa berusaha mempengaruhi Hasyim.
"Kalau memang kreditnya macet, maka aku akan mengejar saudari ini dan aku berjanji kalau aku tidak akan mengejar kakek kalian jadi kakek kalian bisa bernafas lega. Itu kan yang kakek kalian mau?" Hasyim tersenyum tipis.
"Tapi, itu akan menjadi resiko besar bagi bank kita kalau memberikan kucuran kredit kepada orang yang belum berpengalaman mengelola dana, Pak Hasyim. Apalagi setelah ada surat dari kakek Nona Bianca ini supaya Nona Bianca ini tidak boleh menerima kucuran kredit," sela Graham.
"Sudah kubilang, aku yang akan bertanggungjawab!" tegas Hasyim. Matanya melotot ke arah Graham.
"Tapi, pak ..."
"Tidak ada tapi-tapi. Ini adalah keputusanku!" Hasyim semakin marah. "Kamu jangan mengatur-atur aku!
Mendengar keputusan dari Hasyim yang tidak diduga itu, Bianca dan Milea langsung berpelukan. Mereka tidak menyangka kalau keadaan sulit yang sempat mereka alami beberapa saat yang lalu kini berubah drastis dengan kemunculan Hasyim.
Tiba-tiba TV di ruangan kredit ini memperlihatkan video suasana di depan sebuah pintu kamar hotel. Terdengar suara cekikikan saat dua orang keluar dari pintu kamar itu. Seorang wanita gemuk berumur 50 tahunan dengan seorang pemuda tampan bertubuh atletis yang ternyata adalah Jackie saling berpagitan mesra di depan pintu.
"Lihat, ada Jacky di televisi," kata Milea sambil menunjuk ke arah layar TV.
Di dalam layar TV itu terlihat Jackie sedang berpelukan dan saling cium dengan seorang tante-tante bertubuh gemuk yang sudah tua. Mereka nampak saling bercumbu dengan panas diselingi janji-janji manis Jacky kalau dia kan selalu mencintai wanita bertubuh gemuk itu.
Wanita bertubuh gemuk itu membalas dengan manja semua kata-kata Jacky yang memanjakan telinganya itu.
"Lihat, ada tanggalnya. Video ini diambil dua hari lalu dan itu berarti kata-kata Jackie kalau dia sudah tidak lagi berhubungan dengan tante-tante tidaklah betul," kata Kevin sambil menunjuk ke layar televisi.
"Benarkah kamu melakukan itu, Jackie? Padahal kamu bilang kalau kamu sudah tidak akan melakukan itu lagi. Ini artinya apa, hah sewot Lisa sambil melotot ke arah Jacky!" Lisa melotot ke arah Jacky.
"Ini pasti rekayasa. Mereka sengaja merubah tanggalnya. Ini adalah peristiwa 4 tahun yang lalu, jauh sebelum aku mengenalmu, Lisa." Jacky berusaha membantah.
"Oke, bagaimana dengan itu?" kata Bianca saat dia melihat sebuah video baru yang memperlihatkan Jackie sedang berada di sebuah sauna dan di dalam sauna itu. "Lihat. Selain memperlihatkan keadaan di sauna, juga video itu memperlihatkan keadaan di luar sauna di mana peristiwa itu terjadi seminggu sebelumnya karena ada perayaan ulang tahun kota ini dengan tanggal dan tahun menyatakan tahun ini, yang berarti bukan video lama."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 193 Episodes
Comments
Sukliang
mati la ksu jacky n lisa
2023-07-25
0
Imam Sutoto Suro
top deh lanjut thor
2023-06-30
0
Fatkhur Kevin
ancur wajah jacky
2023-06-22
0