Melihat kehadiran manager itu, Kevin teringat akan pembicaraan antara dirinya dengan Lukas pada malam sebelumnya
"Manajer ini pasti datang untuk membantu Bianca," batin Kevin.
Saat ini, manajer itu tersenyum kepada Bianca dan Milea. "Halo, namaku Graham. Aku adalah manajer kredit di bank ini."
"Oh iya. Apakah permohonan pinjaman yang kami ajukan sudah mendapatkan persetujuan?" tanya Bianca penuh harap.
"Oke. Jawabannya nanti di ruang urusan kredit. Ayo ikut aku." Graham langsung berjalan duluan dengan diikuti oleh Milea, Bianca dan juga Kevin.
Kevin sangat optimis kalau Bianca dan Milea akan mendapatkan kredit yang mereka ajukan itu.
Graham masuk di dalam sebuah ruangan besar yang ada tulisan bagian kredit di atasnya.
Tapi begitu masuk ke dalam ruangan kredit ini, wajah Bianca yang diikuti oleh Milea langsung berubah karena di dalam ruangan kredit ini, sudah ada beberapa orang yang dikenal dengan baik oleh Bianca dan juga Milea serta Kevin karena orang-orang itu adalah Lisa bersama pacarnya yang bernama Jackie.
Hati Bianca langsung kecut saat melihat ketawa mengejek yang diperdengarkan oleh Lisa dan Jackie begitu Bianca masuk ke dalam ruangan kredit ini.
Tapi, Bianca masih belum ingin berburuk sangka. Dia pikir Lisa ataupun Jacky juga sedang mengajukan kredit dan kebetulan berada di ruangan bagian kredit ini.
Tapi perasaan tidak enak mulai menjalari hati Bianca saat mendengar kata-kata dari Lisa sesaat setelah Graham duduk di meja yang bertuliskan manajer kredit.
"Jadi seperti yang kami bilang, Pak Graham. Kakek saya tidak menghendaki pengucuran kredit kepada Bianca maupun kepada Milea karena mereka tidak akan mendapatkan jaminan dari perusahaan kakekku," tandas Lisa sambil tertawa mengejek kepada Bianca.
"Kami memang tidak membawa-bawa nama kakek. Aku menggunakan nama sendiri kok saat mengajukan permohonan kredit ini dengan jaminan rumah yang diberikan nenek kepadaku," tandas Bianca.
"No, Bianca. Rumah itu belum menjadi milikmu. Rumah itu cuma diberikan Nenek Ruth secara lisan kepadamu dan belum sah secara tulisan. Kamu tidak boleh mengagunkan rumah itu tanpa persetujuan kakek Robert," tegas Lisa.
"No. Sebelumnya bank sudah setuju pada permohonan kredit dengan menjalankan rumah itu apalagi bank sangat percaya dengan namaku. Lagian, surat rumah itu sudah atas namaku!"
"Sekarang kami tidak lagi mempercayai anda, Nona Bianca. Karena dengan kedatangan Nona Lisa tadi yang membawa surat dari kakek Anda yang menyatakan kalau dia tidak bertanggungjawab kalau terjadi apa-apa atas pengucuran kredit Anda, maka kami tidak bisa lagi memproses dengan lebih lanjut permohonan kredit Anda itu," timpal Graham.
Kata-kata Graham ini membuat Bianca sangat sedih demikian juga dengan Milea. Mereka berdua sudah sangat yakin kalau pengucuran dana akan segera terjadi karena dalam pertemuan-pertemuan sebelumnya, penyelidikan atas agunan sudah dilakukan dan didapatkan tidak ada masalah oleh pihak bank.
Sebelumnya, pihak Lockwood Bank juga percaya penuh kepada Bianca dan Milea, karena itu, keadaan yang berbalik arah seperti saat ini, membuat Bianca dan Milea terpukul.
"Tapi tenang, Bianca. Masih ada jalan. Kamu akan memperoleh pinjaman itu kalau kamu melakukan apa yang diperintahkan Kakek Robert," tandas Lisa.
"Aku sudah tahu apa yang kakek inginkan. Kakek Robert ingin aku bercerai dari suamiku dan menikah dengan Benjamin. Iya kan?"
"Iya Bianca itulah tuntutan kakek. Kalau kau mau melakukannya maka kamu selain akan mendapatkan jaminan dari kakek untuk kamu mendapatkan kredit di dunia ini, juga kamu akan memperoleh pinjaman dari kakek sudah saatnya kamu menghempaskan suami tidak bergunamu itu." Lisa menatap Kevin dengan pandangan merendahkan.
Kevin tidak mempedulikan Lisa. Dia maju ke depan mendekati Graham dan berkata, "please, mungkin ada informasi yang terlambat masuk, sebaiknya kamu bertanya kepada pimpinan kamu."
"Apa maksudmu dan siapa kamu?" tanya balik Graham.
"Dia adalah menantu badut di keluargaku. Menantu sampah tidak berguna yang selalu dihina. Itulah dia," timpal Lisa sambil menuding ke arah Kevin.
Graham yang sudah mendengar tentang hikayat si menantu sampah di keluarga Winsted itu, kini ikut-ikutan tertawa dan mengejek Kevin. "Rupanya ini menantu sampah itu? Kamu tidak ada hak untuk bicara di sini!"
Graham yang lebih berpihak kepada Lisa dan keluarga Winstead, kini juga berusaha bertindak sewenang-wenang kepada Kevin agar supaya dia mendapatkan simpati dari keluarga Winstead.
Lisa dan Jacky mempertawakan Kevin karena kata-kata Graham itu.
Lisa berkata, "ya betul. kamu tidak pantas bicara di sini kamu harusnya berada di luar. Gak pantas masuk ke dalam bank ini. Bank ini bukan untuk sampah seperti kamu! Hahaha."
"Lisa, kamu jangan mentertawakan suamiku di saat kamu cuma memiliki makhluk tidak berguna ini!" Bianca menunjuk ke arah Jacky..
"Tidak berguna bagaimana maksudmu, hah?" Lisa mulai sewot.
"Semua orang tahu dengan kelakuan Jackie. Dia hanyalah orang yang tidak berpendidikan. Dia mendapatkan harta karena bertahun-tahun menjadi simpanan istri-istri pejabat dan istri pengusaha dan dari situlah dia mendapatkan modal untuk usahanya. Dia hanyalah tukang porotin para wanita. Dan kemungkinan besar, sampai sekarang dia masih jadi simpanan mereka."
"Itu cuma gosip murahan. Kamu jangan menuduh Jacky yang tidak tidak. Itu cuma gosip jahat yang dihembuskan musuhnya Jackie," sembur Lisa.
"Itu bukan gosip karena ada banyak saksi yang melihat kelakuan calon suamimu itu," timpal Kevin.
"Buktikan kalau memang dia seperti itu! Kamu jangan nuduh yang tidak-tidak, hah!"
Pada saat itulah handphone milik Kevin bergetar Kevin segera keluar dari ruang kredit ini dan menelpon, "mengapa kamu belum melakukan apa yang aku bilang? Apa semua yang kamu bilang padaku itu hanya kebohongan? Apa aku bukan anak keluarga Randall itu?"
"Mohon tuan muda tenang dulu. Semuanya bisa dikendalikan. Pimpinan bank di situ minta-minta maaf karena dia sedang sakit perut di dalam ruangannya tapi dia akan segera keluar, tuan muda."
"Baik. Kalau memang aku adalah tuan mudamu, segeralah bertindak. Bantu istriku. Dan aku juga minta teman kamu yang jago meretas itu untuk melakukan sesuatu untukku."
"Apa itu, tuan muda?" tanya Lukas di ujung telepon.
"Cari semua hal tentang Jackie, calon suaminya Lisa. Cari semua hal yang menjijikkan tentang dia. Karena selama ini, ada banyak gosip berseliweran di dekatnya. Cari buktinya, sekarang juga!"
"Iya, tuan muda. Kalau memang ada, Melvin pasti bisa mendapatkannya."
"Bagus. Dan begitu Melvin dapat, bilang dia untuk menayangkannya di tv-tv yang berada di ruangan kredit bank ini. Mengerti?"
"Baik, tuan muda. Melvin pasti bisa melakukannya. Dia akan segera menayangkannya di televisi yang berada di ruang kredit."
"Oke. Aku tunggu." Kevin bergegas untuk masuk kembali ke dalam ruangan kredit.
Saat itulah Kevin melihat kalau pertengkaran antara Lisa dan Bianca semakin memuncak.
Graham mulai berteriak, "TINGGALKAN RUANGAN INI, NONA BIANCA!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 193 Episodes
Comments
Ayi Hadi
lanjut up👍💪🙏🏻✍🏼💯
2023-09-15
0
Sukliang
abis karier mu graham
2023-07-25
0
Imam Sutoto Suro
wooow keren lanjut thor
2023-06-30
0