"Usir dia kalau dia berani pergi, kek," timpal Lisa.
"Kamu jangan memotong kata-kataku, huh!" Robert sangat marah pada Lisa karena memotong kata-katanya. Apalagi saat dia melihat Bianca sudah keluar bersama Kevin dari ruangan ballroom ini.
Dengan bergandengan tangan, Kevin dan Bianca sudah langsung menuju ke arah lift. Keduanya saling senyum dan saling tatap mesra.
"Terimakasih, sayang. Karena kamu tetap mempercayai aku." Kevin menatap mesra ke arah Bianca.
Bianca tidak berkata apa-apa. Karena sebenarnya dia tidak terlalu yakin akan tindakannya ini. Walau bagaimanapun, setiap hari Bianca mendapatkan pengaruh dari orang tuanya untuk meninggalkan Kevin, karena itu, sedikit banyak, dia terpengaruh dengan pengaruh orang tuanya itu. Tapi, setiap kali dia berhadapan muka dengan Kevin, dia tidak kuasa menahan hatinya untuk tetap bersama Kevin.
"Maafkan aku. Karena kamu tidak bisa dapatkan dana untuk panti asuhan itu. Aku tahu betapa berartinya panti asuhan itu buatmu karena kamu tinggal di sana saat Nenek Ruth-ku memanggilmu ke rumahku."
"Tidak apa-apa, Bianca. Aku bisa mendapatkan dana itu. Aku bisa menyelamatkan panti asuhan itu."
"Hah? Bagaimana caranya? Tadi kan kamu kelihatan bingung hingga tanpa malu kamu minta bantuan dana pada kakekku. Kenapa sekarang berubah?" tanya Bianca kaget.
"Aku sudah punya uangnya, Bianca."
"Hah? Darimana kamu dapat uangnya?"
Kevin terdiam. Dia hampir keceplosan untuk memberitahu Bianca soal dirinya yang merupakan pewaris dari perusahaan terbesar yang bernama Gregorious Group seperti yang dikatakan Lukas, tapi, Kevin putuskan untuk belum mengatakan soal itu kepada Bianca.
Karena selain Kevin belum percaya penuh akan apa yang dikatakan oleh lukas kepadanya, kalaupun cerita dari Lukas itu benar, maka dia tidak bisa mengatakannya karena menurut Lukas, ada pihak-pihak yang bisa membahayakan dirinya kalau dia muncul pada saat ini. Inilah yang membuat Kevin tidak bisa mengatakan apa yang dia ingin katakan.
"Kenapa kamu diam? Huh! Aku yakin kamu bohong. Tidak mungkin kamu bisa mendapatkan uang itu dengan cepat. Sudahlah. Aku tidak akan bertanya lagi," sewot Bianca.
"Maafkan aku, Bianca. Aku belum bisa mengatakannya," kata Kevin di dalam hatinya.
"Sudahlah. Kamu tidak perlu menjelaskannya. Aku tahu kalau kamu belum mendapatkan uang untuk panti asuhanmu itu. Iya kan?"
"Aku ..."
"Tapi, aku berterimakasih karena kamu datang saat aku hampir terpengaruh oleh kakekku, ayahku dan yang lainnya untuk menerima si Benjamin itu."
"Kenapa begitu?" tanya Kevin. Saat ini, bertepatan dengan pintu lift terbuka, sehingga Kevin langsung mengajak Bianca untuk masuk ke dalam lift.
"Aku tidak ingin berpisah denganmu, Kevin. Tapi, aku juga terus dipengaruhi keluargaku. Maafkan aku."
"Aku mengerti, sayang. Aku mengerti akan hal itu. Tapi, aku minta supaya kamu tidak terpengaruh. Oke?"
"Ok. Oh iya. Besok aku dan temanku akan mengajukan pinjaman di Lockwood Bank. Sebenarnya pinjaman itu, kami maksudkan untuk proyek kami. Tapi, kalau memang kamu perlu, kamu bisa ambil sebagian untuk panti asuhanmu itu."
"Jangan, Bianca. Percayalah. Aku bisa mendapatkan uang untuk panti asuhan itu."
"Sudahlah. Kamu jangan sungkan. Sudah ah. Kita pulang saja."
Setelah itu, sesampainya di rumah, keduanya lebih memilih untuk sembunyi di kamar karena mereka tahu, apa yang akan menimpa mereka berdua kalau mereka berdua berani keluar dari kamar tidur mereka. Mereka berdua memang tinggal serumah dengan orang tuanya Bianca, karena itu, mereka tahu apa yang akan terjadi pada mereka berdua kalau Victor dan Merry tiba di rumah.
Perkiraan Kevin dan Bianca pun terkadi. Karena begitu Victor dan Merry pulang ke rumah, kedua orang itu langsung mengetuk pintu kamarnya Bianca dengan kasar.
Kevin dan Bianca memilih untuk tidak membuka pintu. Hasilnya, dari balik pintu, Victor dan Merry terus memarahi Bianca dan terus menghina Kevin hingga mereka berdua capek sendiri.
**
Setelah Bianca tertidur pulas, tiba-tiba terdengar suara panggilan telpon di handphonenya Kevin. Buru-buru Kevin pergi ke kamar mandi untuk mengangkat telpon, agar supaya dia tidak perlu membuat Bianca terbangun.
"Ya. Ada apa?"
"Tuan muda. Ini aku. Lukas."
"Hah? Darimana kamu tahu nomor telponku?"
"Dari Melvin, tuan muda. Hacker andalanmu, tuan muda."
"Aku tidak mengenalnya."
"Sorry. Tuan muda kan terkena amnesia. Sorry, tuan muda. Yang jelas, Melvin ini adalah hacker andalan tuan muda saat melakukan peretasan atau semacamnya."
"Ok. Oh ya, aku ingin tahu sesuatu."
"Apa itu, tuan muda?"
"Aku ingin tahu. Apakah kamu mengenal pimpinan di Lockwood Bank?"
"Tentu saja, tuan muda. Bank itu kan salah satu anak perusahaan Gregorious Group milik keluarga tuan muda," kata Lukas.
"Benarkah?"
"Iya, tuan muda. Lalu ada keperluan apa di situ, tuan muda?"
"Istriku besok akan mengajukan pinjaman dana. Bisakah kamu mengatur supaya istriku mendapatkannya? Aku ingin menyenangkan hati istriku. Apalagi dia ingin meminjamkan sebagian uang itu untuk panti asuhan yang sedang aku bantu."
"Itu bisa diatur, tuan muda. Apalagi satu jam yang lalu saat aku sudah memberikan bukti kepada tuan besar Randall, tentang keberadaan tuan muda, Tuan besar Randall sudah memberikan aku mandat penuh untuk memerintahkan siapapun yang berada di jajaran Gregorious Group untuk mematuhi perintahku. Jadi, aku bisa mengaturnya."
"Oke. Kalau begitu, lakukan itu. Sekalian aku ingin mendapatkan bukti tentang diriku. Apa benar aku memang tuan muda Keluarga Randall seperti yang kamu bilang atau tidak."
"Iya, tuan muda. Aku akan buktikan besok, tuan muda."
Kevin mengangguk. Menyudahi pembicaraan telpon dengan Lukas dan putuskan untuk tidur bersama Bianca. Sambil menatap wajah cantik Bianca, Kevin bergumam, "mulai sekarang ini, aku berjanji kalau aku akan membahagiakanmu, Bianca."
Bianca masih terdiam dalam tidurnya. kevin mulai memejamkan matanya.
**
Besok paginya, Bianca dan Kevin bergegas keluar dari rumah sebelum Victor dan Merry terbangun supaya mereka berdua tidak mendapatkan marah dari Victor dan Merry.
Setelah makan pagi di sebuah restoran, Bianca dan Kevin mulai beranjak pergi ke Lockwood Bank. Di parkiran, Bianca bertemu dengan temannya yang bernama Milea. Bianca keluar dari mobil untuk menemui Milea yang berada di dekat pintu masuk Lockwood Bank.
"Kamu mengajak suamimu?" tanya Milea saat dia melihat kehadiran Kevin yang sedang berdiri di dekat mobil.
"Iya. Memang kenapa?"
"Takutnya kita ketemu dengan orang yang mengenal suamimu dan mereka mengolok-olok dia. Aku sih gak malu bersama dia. Tapi, bisa saja ada yang lain yang mengenal dia dan mengolok dia di depan pimpinan bank ini. Bisa-bisa, kita dianggap tidak bisa dipercaya untuk mendapat pinjaman dana itu, Bianca," kata Milea dengan wajah memelas.
"Sudahlah. Kamu jangan dulu pesimis. Kita bisa, Milea. ayo kita masuk." Bianca menggapai ke arah Kevin sehingga Kevin langsung mendekati Bianca.
Begitu Milea, Bianca dan Kevin masuk ke dalam Lockwood Bank, seorang manager Lockwood Bank langsung mendekati mereka. Kemudian ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 193 Episodes
Comments
Imam Sutoto Suro
good luck thor lanjutkan
2023-06-30
0