Terdengar suara sirine mobil polisi di kejauhan sana dan ini membuat Benjamin bergegas menuju ke arah mobilnya yang berada di parkiran.
Tapi beberapa mobil sudah duluan masuk ke dalam halaman parkir panti asuhan ini.
Dan dari dalam mobil-mobil yang tidak memakai sirine ini, keluar lah pria-pria yang memakai baju preman, memakai baju biasa dan tidak memakai baju polisi tapi mereka memperkenalkan diri mereka sebagai polisi.
Setelah itu, mereka mendekati Benjamin yang baru saja mencapai mobilnya.
"Mr Benjamin, kami ingin bicara denganmu. Kami dari kepolisian."
"Hubungi pengacaraku," kata Benjamin cepat. Tetapi para polisi sudah berhasil memaksa sopirnya Benjamin untuk menurunkan kaca mobil dan mereka langsung menodong sopir dengan senjata api sehingga sopir itu langsung keluar dari mobil.
"Anda kami tahan, bukan untuk perkara korupsi tapi untuk perkara pembunuhan. Karena itu, penahanan terhadap Anda harus segera dilakukan."
"Anda kami tahan dan kalau anda tidak bisa menyediakan pengacara akan disediakan negara untuk Anda. Ayo ikut kami."
Benjamin berteriak meminta para pengawalnya untuk melepaskan dia dari para polisi ini.
Tetapi bermunculan lah mobil-mobil polisi dengan pria-pria berseragam polisi dari dalam mobil yang langsung mendekati mobil tempat Benjamin berada sehingga anak buahnya tidak berani mendekat.
Walaupun anak buahnya Benjamin ini cukup banyak dan memiliki loyalitas tinggi kepada Benjamin tetapi mereka tidak berani melawan polisi.
Banyak orang yang melihat adegan yang terjadi itu bertanya-tanya di antara mereka. Bachtiar dan teman-temannya, juga Benson nampak saling bertanya dan mereka tidak tahu apa yang terjadi pada Benjamin ini.
Demikian juga dengan Rara dan Adrian serta Bianca. Mereka tidak mengerti akan apa yang terjadi karena itu mereka cuma bisa menduga-duga. Apalagi pembicaraan antara para polisi dan Benyamin itu berada di posisi yang agak jauh dari mereka sehingga mereka tidak mendengar kata-kata dari para polisi saat menahan Benjamin.
Hanya Kevin yang tahu apa yang terjadi dan dia memilih untuk tidak memberitahu soal apa yang terjadi pada Benjamin ini.
Satu hal yang jelas adalah, Kevin menjadi sangat senang karena dia berhasil menjatuhkan Benjamin, pria sombong yang berusaha merebut Bianca dari sisinya.
Kevin pura-pura mendekat ke arah para polisi yang sedang menangkap Benjamin, kemudian setelah beberapa saat, dia membalikkan tubuhnya mendekati Rara dan Adrian serta Bianca dan berkata, "sekarang keadaan sudah tenang."
"Sebenarnya apa yang terjadi, Kevin?" tanya Rara.
"Benjamin itu ternyata memiliki banyak kasus. Salah satunya adalah pembunuhan kepada saksi-saksi dari kasus penyuapan yang dilakukan Benjamin, karena itu dia ditangkap dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di meja hijau."
Semua jadi sangat kaget mendengar kata-kata Kevin itu.
"Lalu, bagaimana dengan tanah ini?" tanya Rara.
"Aku dengar tanah ini sudah dibeli seorang dermawan dan dia bersedia untuk memberikan tanah ini untuk panti asuhan bahkan bukan hanya tanah ini, tapi juga tanah-tanah di sekitar sini."
"Hah benarkah?"
"Iya, Bunda Rara dan Ayahanda Adrian. Kalian akan lebih sibuk nanti untuk mengelola panti asuhan ini karena nanti dermawan itu yang akan memberikan tambahan uang untuk pembangunan gedung-gedung di sekitar panti asuhan ini menjadi panti asuhan yang diberikan supaya panti asuhan ini bisa menampung jauh lebih banyak anak daripada yang ada sekarang ini.
"Kamu hanya pergi sekitar 5 menit, mendekat ke arah para polisi itu dan juga kepada Bachtiar, mendengar pembicaraan mereka. Kenapa kamu bisa tahu semuanya?" tanya Bianca curiga.
"Iya, aku mendengar pembicaraan para polisi tentang Benjamin dan juga aku mendengar pembicaraan Bachtiar dengan ayahnya di telepon karena itu aku tahu semuanya. Semua yang aku bicarakan tadi."
"Oke, kalau begitu semuanya sudah jelas sekarang. Kalau gitu, kita harus menuju ke kantor dinas Pekerjaan Umum untuk mengikuti lelang proyek itu," kata Bianca antusias.
"Iya kita harus segera ke sana sebelum terlambat." ujar Kevin.
Sesudah itu, Kevin dan Bianca langsung berpamitan kepada Rara dan Adrian. Setelah itu mereka segera pergi.
Sebelum pergi, Kevin juga meminta Rara untuk menelponnya kalau pihak Bachtiar Hasan masih ngotot untuk merobohkan rumah panti asuhan ini.
Kevin yakin kalau Lukas sudah mengirimkan orang untuk meyakinkan Rara dan Adrian kalau tanah panti asuhan itu sudah dibeli, walaupun memang Lukas tidak bisa memberitahu siapa pembelinya karena pembelinya sebenarnya adalah Kevin.
Saat dalam perjalanan menuju ke kantor dinas, Kevin melihat ke arah gedung-gedung yang dilewatinya.
Kevin teringat akan kata-kata Lukas kepadanya kalau ada banyak gedung, banyak perusahaan, banyak hotel dan bahkan mall di kota ini, adalah milik dari keluarga Randall atau milik dari Gregorius Group dan itu berarti adalah miliknya sebagai ahli waris keluarga Randall.
Karena itu, adalah sesuatu kebanggaan dalam diri Kevin mengetahui semuanya itu dan lebih bangga lagi kalau nanti dia bisa memberitahukan semuanya kepada Bianca tentang dirinya yang sebenarnya.
Tapi Kevin ingin menunggu sampai keadaan aman dulu baru memberitahu Bianca. Dia ingin mengikuti anjuran dari Lukas dan kakeknya supaya dia harus hati-hati dan belum bisa mengungkapkan jati dirinya, belum bisa menunjukkan dirinya hingga orang yang mencelakakan orang tuanya dan juga orang yang menyebarkan teror di Gregorious Grup, bisa ditemukan.
Setelah berpikir seperti itu, Kevin memegang tangan Bianca dan keduanya sempat saling tukar pandang sambil saling senyum. Pengalaman pada hari ini semakin menguatkan ikatan batin di antara keduanya.
Beberapa waktu kemudian, Kevin dan Bianca sudah sampai di pelataran parkir kantor dinas Pekerjaan Umum, tempat di mana Bianca akan mengikuti lelang proyek.
Milea yang melihat mobilnya Bianca sudah parkir, langsung mendekati mobilnya Bianca untuk menyambut Bianca.
Setelah itu, bertiga dengan Kevin, mereka segera masuk ke dalam ruangan utama yang menjadi ruangan lelang proyek di dinas ini pada saat ini.
Beberapa saat kemudian, lelang proyek pun dimulai. Kepala dinas beserta jajarannya memulai acara pelelangan ini
Setelah itu, humas dari dinas ini yang bernama Yopi Poluan mulai membacakan beberapa nama perusahaan yang dianggap lulus untuk lelang proyek tahap kedua yang segera akan dilaksanakan pada saat ini.
Bianca dan Milea sangat senang karena perusahaan mereka termasuk dalam 5 perusahaan yang lulus di tahapan kedua untuk mengikuti lelang proyek ini.
Kevin ikut senang melihat kebahagiaan Bianca. Sampai saat ini dia merasa tidak perlu untuk membantu Bianca dia merasa Bianca memiliki kemampuan untuk mendapatkan proyek ini.
Bianca sudah mulai membayangkan dirinya akan disuguhkan dengan persiapan dan juga pelaksanaan proyek yang dia impikan ini untuk menjadi pengalaman pertama yang sangat berharga bagi karirnya.
Bianca semakin senang karena lolos dalam tahapan kedua untuk masuk dalam tahapan ketiga yang ternyata hanya tersisa dua perusahaan saja.
Yopi Poluan meminta pemimpin dari dua perusahaan yang akan masuk dalam tahapan ketiga untuk masuk ke dalam ruangan khusus.
Saat itu, hanya Bianca dan Milea yang diijinkan masuk sementara Kevin yang memang tidak memiliki jabatan jelas di perusahaannya Bianca, tidak diperbolehkan masuk.
Saat inilah Kevin mulai merasa tidak tenang. Kemudian Kevin menelpon Lukas.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 193 Episodes
Comments
Imam Sutoto Suro
beneran super duper novel lanjutkan thor
2023-06-30
0