Tentu saja mereka terkejut karena barang di kotak pertama ini adalah barang yang bisa disebut sampah. Barang itu adalah sebuah tabung yang menyerupai tabung parfum.
"Ini tabung parfum dari merk yang sama sekali tidak dikenal. Untuk apa kamu menyimpan barang ini?" tanya Robert kepada Kevin.
"Maafkan, kek. Tapi aku sudah lupa, kek. Aku sudah melupakan masa laluku. Karena itulah aku ingin meminta barang-barang ini supaya aku sedikit banyak bisa mengingat tentang masa laluku lewat barang-barang ini," jawab Kevin diplomatis.
"Hehehe, pasti menantu sampah ini adalah seorang penjual parfum murahan. Hanya saja aku tidak mengerti mengapa mama bisa menyimpan barang semurah ini di brankas kita," kata Ferry sambil menggelengkan kepalanya.
Ferry bener-bener tidak mengerti mengapa di masa lalu, Ruth harus susah payah menyimpan barang sampah seperti botol parfum yang isinya masih penuh itu untuk ditaruh di dalam brankas utama di ruang bawah tanah rumah ini.
Padahal Ferry ingat betul kalau di masa lalu, Ruth pernah menolak saat Ferry ingin menyimpan Katana mahalnya yang antik dan langka yang dia beli langsung dari sebuah klan di Jepang. Katana yang sangat mahal yang bisa disebut barang antik tapi ditolak keras oleh Ruth untuk disimpan di brankas.
Keberatan Ruth pada saat itu, adalah Katana milik Ferry itu, tidak termasuk barang mahal yang sebanding dengan barang berharga yang disimpan di brankas itu. Saat itu, Ferry maklum akan kata-kata Ruth, tapi setelah melihat barang milik Kevin ini, Ferry menjadi sangat marah dan kemarahannya ini dia lampiaskan pada Kevin.
Ferry jadi marah melihat barang tidak berharga seperti parfum itu bisa mendapatkan tempat di dalam brankas.
"Huh! Kamu boleh ambil kembali barang rongsokan ini!" kata Robert kepada Kevin.
"Iya kakek." Dengan hati-hati, Kevin segera mengambil kembali tabung parfum di tangan Robert kemudian dia taruh kembali di dalam kotak parfum itu. Setelah itu, kotak itu dia pindahkan ke ujung meja.
Sekarang ini, Robert membuka kotak kedua. Dia ingin tahu dengan isi kotak kedua ini, karena itu, saat Kevin ingin mengangkat kotak kedua ini, dia tidak mengizinkan.
Saat kotak kedua dibuka. Ada banyak seruan kaget dari orang-orang di ruangan ini karena isi di dalam kotak kedua ini adalah sebuah patung yang berukuran sepanjang telapak tangan Robert dan terlihat hanya seperti patung biasa, tidak ada yang istimewa dengan payung itu. Patung ini hanya patung berwarna ungu yang terbuat dari kayu dan tidak terlihat mewah.
Orang-orang kembali kecewa karena tidak menemukan keistimewaan di barang kedua itu.
Robert langsung mengerutkan keningnya saat dia mengangkat patung dari kotak kedua ini.
"Aku sama sekali tidak mengerti mengapa mendiang mama mau memberikan tempat bagi barang-barang rongsokan ini di dalam brankas utama di dalam ruang penyimpanan utama yang seharusnya hanya untuk barang-barang berharga itu." Victor melontarkan keluhannya.
Keluhan dari Victor itu juga diamini oleh yang lain. Semua orang sama-sama tidak mengerti mengapa Ruth bisa memberikan keistimewaan buat barang-barang rongsokan milik Kevin itu.
Mendengar komentar banyak orang di ruangan ini, Kevin buru-buru mengambil patung di tangan Robert dan memasukkan kembali ke dalam kotak dan menyingkirkan kotak kedua itu ke ujung meja, bersama kotak pertama itu.
Kali ini, Kevin tidak berusaha mengambil kotak ketiga. Kotak yang belum dibuka karena dia tahu kalau Robert pasti akan membuka dulu kotak ini
Karena itu Kevin cuma menyingkirkan kota kedua untuk dia taruh di ujung meja bersama dengan kotak pertama yang berisikan parfum.
Setelah itu Robert membuka kotak ketiga. Saat kotak ketiga itu dibuka, ternyata kotak besar itu cuma berisikan benda kecil. Saat benda itu diangkat oleh Robert ternyata itu adalah kotak cincin.
Melihat kotak cincin itu, Ferry berkata, "akhirnya. Ternyata menantu sampah ini memiliki barang yang tidak berbentuk sampah."
Semua orang mengira kalau kotak cincin itu berisi cincin yang cukup berharga tapi saat Robert membuka kotak cincin itu dan mengeluarkan isinya, semua orang terkejut dan tertawa-tawa.
Ini karena cincin ini bukanlah cincin emas seperti yang dipikirkan banyak orang tapi cincin ini hanyalah sebuah cincin besi putih murahan dengan mata cincin yang terdiri dari sebuah batu yang terlihat biasa-biasa saja dan bukan merupakan batu langka yang bernilai tinggi.
"Ternyata semuanya rongsokan! Bawa pergi semua barang sampah ini!" Robert yang merasa waktunya sudah dihabiskan untuk barang-barang tidak berguna langsung melempar kotak cincin itu jauh-jauh dengan cincinnya yang sudah meluncur duluan.
Kevin langsung mengejar ke arah mana cincin itu terlempar. Kotak cincin itu berhasil ditangkap oleh Kevin tapi Cincin itu terlempar jauh ke arah depan.
Kevin mengejar ke arah cincin itu terlempar. Ternyata cincin itu membentur kaca depan yang sangat tebal. Tapi saat Kevin mencari di bagian sisi dalam dari bagian depan kaca, dia tidak menemukan cincin itu, sebaliknya Kevin melihat ada sebuah lubang kecil di kaca itu.
Saat Kevin memperhatikan, ternyata lubang kecil itu adalah lubang tempat cincin itu tembus. Ini berarti, cincin itu tidak lagi berada di dalam rumah tapi sudah berada di luar rumah.
Kevin jadi heran. Ini karena tenaga Robert yang sudah tua itu, tidak akan mungkin bisa membuat cincin itu menembus jendela kaca tebal di rumah ini.
Kevin bisa melihat kalau cincin itu sudah berada di luar rumah Kevin segera menuju ke arah pintu keluar untuk mencari cincinnya yang sudah berada di luar rumah.
Kevin sangat kaget karena cincin itu kini sudah berada di sebuah pot bunga cukup mahal yang dipelihara Robert.
Bunga di dalam pot ini memiliki daun-daun hijau tetapi Kevin begitu heran karena cincin itu menempel di salah satu daun hijau itu dan ini membuat daun hijau itu perlahan-lahan berubah warna menjadi warna emas.
Warna emas ini hanya terjadi di bunga-bunga yang berada di pot di mana cincin itu menempel sementara pot-pot bunga yang lain, warnanya masih tetap hijau, sama seperti seharusnya.
Kevin sempat tercenung sesaat. Dia tidak mengerti mengapa bunga-bunga ini bisa berubah menjadi warna emas. Tapi Kevin yakin, kalau itu terjadi karena keberadaan cincin itu di bunga itu. Dan ini berarti, cincin itu memiliki keistimewaan.
Cincin itu dilepaskan dari daun di dalam pot bunga itu. Tiba-tiba daun itu yang sebelumnya berwarna emas, kini kembali ke warna aslinya yaitu warna hijau. Setelah itu, Kevin mengambil cincin itu dan menaruhnya di dalam kotak cincin.
"Apa yang terjadi? Kenapa cincin ini bisa merubah warna bunga itu dan mengapa cincin itu bisa menembus kaca tebal tanpa merusakkan dan menghancurkan seluruh kaca serta hanya ada lubang kecil yang tercipta saat cincin itu dilempar Kakek Robert dan menembus kaca itu?"
Kevin masih mengerutkan alisnya tapi dia tidak bisa lama-lama berpikir soal cincin itu karena dia mendengar suara-suara pertengkaran di dalam rumah.
Kevin kembali ke dalam rumah dan saat dia berada dalam rumah, Kevin melihat pertengkaran antara Robert dan Bianca sudah semakin hebat.
"Pokoknya kamu harus menerima pinangan dari Benjamin itu! Hidupmu akan sangat bahagia kalau kamu dan Benjamin menikah. Kamu akan menjadi ahli waris utamaku, Bianca. Asalkan kamu mau menikah dengan Benjamin," kata Robert.
Mendengar itu, Victor yang selama setahun ini tersisih dari Keluarga Winstead, menjadi sangat senang. Mereka berusaha membujuk Bianca untuk menerima pinangan dari Benjamin itu, supaya Bianca menjadi ahli waris keluarga Winstead ini.
Mendengar itu, Kevin segera maju ke depan dan berdiri di samping Bianca, memegang tangan Bianca, menatap Bianca dan menggeleng-gelengkan kepalanya kepada Bianca meminta Bianca untuk tidak menyetujui perintah dari Robert dan bujukan dari Victor itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 193 Episodes
Comments
Imam Sutoto Suro
top deh lanjut thor
2023-06-30
0