Kevin berjalan ke arah depan dan menatap Bianca penuh perasaan.
Saat ini, Bianca juga menatap Kevin. Empat bola mata bertemu. Dua perasaan berpadu jadi satu.
Bianca teringat saat setahun yang lalu, Ruth, sang nenek yang sangat dekat dengannya, membawa Kevin ke dalam hidup Bianca.
Tanpa basa-basi, Ruth langsung meminta Bianca untuk menerima Kevin sebagai calon suaminya Bianca.
Saat itu, Bianca maupun Kevin, merasakan cinta pada pandangan pertama. Mereka langsung terikat pada pandangan pertama mereka sehingga keduanya setuju dengan usul tiba-tiba dari Ruth untuk menjodohkan mereka berdua.
Saat itu, Kevin adalah seorang pemuda yang tiba-tiba bangun dan menyadari dirinya kehilangan ingatan. Dia mendapatkan dirinya berada di sebuah panti asuhan.
Setelah beberapa hari berada di panti asuhan itu, tiba-tiba Ruth datang dan bilang kalau dia mengenal Kevin dan mengambil Kevin untuk dibawanya menemui Bianca hingga terciptalah perjodohan kilat di antara Kevin dan Bianca.
Di pihak lain, Bianca yang sangat mempercayai Ruth, memutuskan untuk langsung menerima usul Ruth supaya dia dijodohkan dengan Kevin.
Usul yang disambut Bianca dengan senang hati karena sejak awal berjumpa dengan Kevin, Bianca sudah jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Kevin.
Hanya saja tiga bulan setelah pernikahan Kevin dan Bianca, Ruth meninggal dunia.
Setelah itu, keadaan menjadi sangat sulit bagi kehidupan pernikahan antara Kevin dan Bianca.
Ada pengaruh-pengaruh dari orang tuanya Bianca yang sejak awal memang tidak setuju akan pernikahan Kevin dan Bianca yang mulai meminta Bianca untuk meninggalkan Kevin.
Sikap memandang remeh dari keluarga besarnya Bianca, membuat kehidupan pernikahan Kevin dan Bianca semakin berada di ujung tanduk.
Apalagi kata-kata Ruth kalau Kevin itu berasal dari keluarga terpandang tidak pernah terbukti, sehingga setelah kematian Ruth, Kevin semakin dipandang remeh Keluarga Winstead.
Ini membuat pernikahan Kevin dan Bianca semakin kacau. Sudah beberapa kali Bianca disuruh untuk menceraikan Kevin namun Bianca tidak pernah menyetujuinya.
Malam ini adalah puncaknya, di mana ada seseorang yang melamar Bianca tepat di depan mata Kevin.
Saat ini, Kevin hanya menggunakan tatapannya yang penuh cinta pada Bianca.
Kevin berusaha untuk menggali kembali rasa cinta Bianca kepada Kevin pada setahun yang lalu. Perasaan jatuh cinta pertama kali yang dialami Kevin dan Bianca pada saat pertemuan mereka dulu, ingin ditumbuhkan kembali oleh Kevin pada saat ini.
Karena itu, Kevin menatap Bianca penuh rasa. Dia ingin mengembalikan momen yang lama, momen masa lalu di saat Kevin dan Bianca jatuh cinta dan mantap putuskan untuk menikah.
Dan apa yang dituju Kevin itu, kini mulai menjadi kenyataan. Bianca yang sebelumnya terus didorong untuk menerima Benjamin sebagai calon suami dan mulai jadi bimbang akan pernikahannya dengan Kevin, kini mulai ragu untuk menerima Benjamin.
Bianca menatap Kevin penuh cinta. Walaupun Kevin adalah suami yang tidak berguna, yang selama setahun ini dibilang orang hanya menjadi benalu dalam hidup Bianca, tapi, setelah sekarang ini melihat wajah Kevin, Bianca kembali ke momen masa lalu.
Hati Bianca diseret lagi ke momen penuh kemesraan antara dirinya dan Kevin, momen itu membuat Bianca tidak mau meninggalkan Kevin, terlebih saat ini, saat dia terus menatap ke arah wajah Kevin.
Ada luapan rasa cinta yang keluar dari dalam diri Bianca sehingga pada saat ini, Bianca putuskan untuk berlari ke bawah panggung untuk menemui Kevin dengan air mata bercucuran.
"Kevin ... aku tidak mau meninggalkan kamu, Kevin."
"Aku juga, Bianca." Kevin maju memburu ke depan untuk menyambut Bianca turun dari panggung.
Tapi, apa yang terjadi pada Bianca ini membuat Robert murka. Dia yang baru menyadari kehadiran Kevin di tempat ini, sudah memerintahkan Victor, dan juga Alfons serta Benson untuk mengusir Kevin dari ruangan ballroom ini.
Banyak orang yang baru menyadari kehadiran Kevin di tempat ini. Sebelumnya, mereka terlalu percaya kalau Kevin tidak bisa melewati para satpam di depan pintu utama ballroom.
Karena itu, mereka jadi kaget dan marah dengan kemunculan Kevin ini. Karena itu, mereka langsung bergerak mendekati Kevin.
Victor yang duduk di depan panggung dan posisinya paling dekat dengan Kevin, kini langsung bergerak duluan dan langsung marah-marah kepada Kevin.
Kehadiran Victor yang merupakan ayah mertua dari Kevin, membuat Kevin yang sedang hendak menyambut Bianca, jadi terdiam.
Kevin langsung terdiam seketika. Walau bagaimanapun, dia harus menghormati Victor sebagai ayah mertuanya.
Karena itu, Kevin hanya bisa menangkis dan tidak bisa melawan waktu Alfon dan Benson sudah memukulnya.
Alfon dan dibantu oleh beberapa pegawai lelaki Alfons, mencecar Kevin sehingga Kevin berhasil ditangkap untuk diseret keluar dari ruangan ballroom ini.
Sesaat sebelum Kevin diseret keluar lewat pintu utama, Kevin sebenarnya sudah ingin memberontak tapi saat itu, dia melihat sosok Bianca yang mendatanginya sambil menangis.
Kedatangan Bianca ini lah yang membuat Kevin tidak jadi meneruskan niatnya untuk memberontak.
"Lepaskan dia, pah," kata Bianca kepada Viktor.
"Kamu nggak usah ikut campur! Biarkan suami tidak berguna ini keluar dari sini. Kakekmu tidak menghendaki kehadirannya di tempat ini."
"Bagaimanapun dia adalah suamiku. Papa tidak boleh melakukan hal seperti ini kepadanya."
"Ingat Bianca. Gara-gara makhluk tidak berguna ini, kakek jadi sangat membenci kita. Tidak ada proyek lagi yang diberikan kepada kita bahkan papamu ini tidak lagi mendapatkan jabatan di perusahaan kakek. Dan itu semua karena bajingan tidak berguna ini!"
"Nenek yang telah memperkenalkan aku dengannya dan menyuruh aku menikah dengannya. Paps sendiri yang dulu bilang kepadaku kalau ucapan nenek tidak boleh dibantah. Iya kan?"
"Itu dulu. Waktu nenekmu masih hidup. Setelah itu, semuanya harusnya langsung berubah. Kamu harus menceraikan manusia tidak berguna ini karena semakin lama dia bersamamu, maka semakin habis saja pengaruh kita di perusahaan keluarga besar kita," bisik Victor agar tidak didengar Alfons dan Benson.
"Aku nggak mau, pa. Aku nggak mau," tegas Bianca.
Kevin langsung tersenyum. Saat Kevin melihat sikap Bianca ini, bagaikan ada setetes air yang menyejukkan hati Kevin di tengah hinaan-hinaan yang selama hampir setahun ini dilakukan oleh keluarga besarnya Bianca.
Kevin tersenyum dan dia menyadari kalau dia semakin mencintai Bianca, istri tercintanya ini.
Bianca mulai bergerak maju mendorong beberapa orang yang berusaha menahan Kevin.
Tapi Victor terus berteriak supaya bawahannya Alfons ini tidak melepaskan Kevin dari cengkraman mereka.
Kevin yang ingin memudahkan apa yang sedang dilakukan Bianca ini, langsung melakukan gerakan-gerakan mendorong dan dengan hanya melakukan beberapa gerakan saja, orang-orangnya Alfons sudah terlempar ke beberapa arah.
Kemudian Kevin maju ke depan untuk memegang tangan Bianca. "Ayo kita pergi dari sini."
Bianca mengangguk dan mengikuti Kevin keluar dari ruangan ballroom ini.
Kevin dan Bianca tidak memperdulikan teriakan-teriakan Victor yang terus memanggil-manggil Bianca.
Mereka berdua juga tidak memperdulikan teriakan Robert di atas panggung sana yang dengan pengeras suara, terus memerintah Bianca.
"BIANCA BERHENTI! KALAU KAMU TERUSKAN LANGKAHMU MAKA KAKEK AKAN ..."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 193 Episodes
Comments
Bang Sat
Knpa ya cerita2 sejenis ini cwoknya slalu bodoh dan tdk pnya harga diri, dibilang sampah, tdk berguana, dihina dan bahkan ditampar dll...
Knp gk bikin cerita yg sedikit masuk akal gitu lho broo....
2023-08-23
0
Imam Sutoto Suro
good job thor lanjutkan
2023-06-30
0
Fatkhur Kevin
pergi saja bianca
2023-06-22
0