Mendengar itu, buru-buru Kevin membalikan tubuhnya. "Siapa kamu? Mengapa kamu memanggilku tuan muda?"
"Karena kamu memang adalah tuan muda kami, tuan muda Kevin. Aku adalah Lukas. Apa kamu tidak mengingatku, tuan muda?" tanya seorang pria berkacamata dengan setelan Georgio Armani keluaran terbaru.
Kevin menggeleng-gelengkan kepalanya. "Aku tidak pernah melihatmu seumur hidupku. Eh ... maksudku, setahun terakhir ini aku tidak pernah melihatmu karena masa laluku sudah aku lupakan."
"Berarti inilah masalahnya, kenapa tuan muda tidak pernah lagi muncul selama setahun ini dan kenapa tuan muda tidak pernah menghubungi kami dan sekarang melupakan aku yang merupakan pengawalmu sejak kamu masih berusia 18 tahun. Ternyata ini yang terjadi, karena kamu mengalami amnesia, tuan muda."
"Aku memang amnesia, tapi yang aku tahu, aku hanyalah seorang gembel yang ditemukan di sebuah panti asuhan oleh Nenek Ruth yang membawaku ke keluarga Winsted dan jadi menantu di keluarga Winstead itu.
"Bukan, tuan muda. Kamu adalah tuan muda kami. Tuan muda dari Keluarga Randall, keluarga pemilik Gregorius Group, perusahaan terbesar di dunia."
"Perusahaan terbesar di dunia? Apa kamu sedang bercanda denganku? Tidak mungkin aku berasal dari keluarga itu. Itu omong kosong."
"Tidak, tuan muda. Itulah yang terjadi. Tuan muda adalah pewaris utama dari keluarga terkaya di dunia. Tolong ikut aku ke sana." Lukas berjalan menuju ke arah kolam renang.
"Apa yang kamu inginkan?" Tapi sekalipun berkata seperti itu, Kevin masih tetap mengikuti langkah Lukas menuju ke dekat kolam renang.
Setelah berada di kolam renang dimana terlihat banyak gedung di sekitar hotel ini, Lukas berkata, "lihatlah kita berada di pusat bisnis dari kota Austin ini."
"So what?"
"Dari sini, tuan muda tinggal asal tunjuk ke gedung-gedung yang ada di tempat ini dan hampir pasti kalau gedung itu adalah milik dari keluarga Keluarga Randall ataupun milik dari anak perusahaan Gregorius Group milik keluarga tuan muda."
Kevin masih menggeleng-gelengkan kepalanya. Tapi dia masih ingin mengikuti permainan yang dia pikir sedang dirancangkan oleh orang bernama Lucas ini.
Karena itu, dengan sembarangan Kevin menunjuk ke arah sebuah gedung tinggi sekitar 50 meter dari tempat dia berada ini. "Bagaimana dengan gedung itu? Apa gedung itu adalah milik keluargaku?"
Lukas mengikuti arah yang ditunjuk oleh Kevin. "Evergrande Hotel? Tentu saja, tuan muda. Tentu saja itu adalah milik tuan muda karena hotel itu adalah milik dari Evergrande Enterprise yang merupakan salah satu anak perusahaan dari Gregorius Group."
"Huh, benarkah?"
"Kalau tidak percaya, aku bisa mengantar tuan muda ke sana untuk menemui pimpinan hotel di sana dan mengungkapkan identitas tuan muda sebagai anggota Keluarga Randall pada pimpinan di situ."
"No no. Aku tidak ingin mengikuti permainanmu aku harus kembali masuk ke dalam hotel Five Season, istriku hendak dilamar orang, aku harus menyelamatkan pernikahanku." Kevin bergegas untuk kembali menuju ke arah ballroom.
"Tunggu, tuan muda."
"Kalau kamu bilang kalau aku adalah tuan muda, maka katakan soal aku kepada semua orang biar semua orang tahu siapa aku."
"No. Tuan muda belum bisa mengumumkan tentang diri tuan muda kepada banyak orang karena ada suatu alasan."
"Apa alasannya?"
"Ada pihak-pihak pemilik saham Gregorius Group yang terlibat dalam pembunuhan orang tua tuan muda dan juga percobaan pembunuhan kepada kakek tuan muda, juga percobaan pembunuhan kepada tuan muda di masa lalu yang pasti akan terancam dengan ditemukannya tuan muda ini. Karena itu, untuk sementara tuhan muda belum bisa mengungkapkan identitas tuan muda."
"Jadi orang tuaku sudah ..."
"Iya, tuan muda. Tuan muda tinggal memiliki seorang kakek dan juga beberapa paman dan bibi."
"Hmmm."
"Jangan khawatir, tuan muda. Kakekmu sangat mencintaimu."
"Lalu mengapa tadi kamu bilang aku bisa mengungkapkan identitasku kepada pemimpin di Evergrande Hotel itu?"
"Karena orang itu bisa dipercaya. Orang itu adalah salah satu bawahan langsung ayah anda tuan muda. Jadi, dia bisa dipercaya untuk menjaga rahasia tentang kembalinya tuan muda ini tapi tuan muda belum bisa mengungkapkan identitas tuan muda kepada keluarga Winstead, termasuk kepada istrimu, tuan muda."
"Baiklah. Kalau memang aku belum bisa mengungkapkan identitasku, maka aku akan menolong istriku dengan caraku sendiri." Setelah berkata seperti itu, Kevin kembali menuju ke arah ballroom.
"Tunggu, tuan muda. Aku punya caranya."
"Apa maksudmu?"
"Walaupun tuan muda belum bisa mengungkapkan identitas tuan muda tapi aku bisa membantu tuan muda dengan caraku sendiri. Ingat, sebelum ini tuan muda dikeroyok oleh mereka, karena itu izinkan aku memakai caraku supaya tuan muda bisa masuk ke sana dengan leluasa."
"Baiklah. Lakukan apa yang kamu bilang itu."
"Tuan muda bisa menunggu sebentar disini. Setelah aku memakai kode seperti ini." Lukas menjentikkan tangannya. "Kepada tuan muda, maka tuan muda boleh masuk ke dalam ballroom."
Kevin menganggukkan kepalanya. "Oke aku mengerti."
Setelah itu, Lukas mendekati pintu utama ballroom di mana di pintu utama itu sudah ada beberapa satpam yang berjaga-jaga. Mata mereka nyalang menatap kejauhan.
Para satpam ini sudah diwanti-wanti untuk menghalangi Kevin kalau Kevin berani masuk kembali ke dalam ballroom.
Lukas mendekati mereka dan dari tasnya dia mengeluarkan uang tunai yang cukup banyak.
Kemudian Lukas berkata kepada para satpam, "aku sedang menyelenggarakan acara tantangan di tiktok-ku. Kalian masing-masing akan mendapatkan uang sejumlah 20 juta kalau kalian sampai ke Mega Mall dengan berjalan kaki dalam waktu 10 menit.
Mendengar kata-kata Lukas itu, para satpam itu nampak berpandangan. Mereka bingung dengan tantangan yang disebut Lukas ini.
Lukas membuka tasnya memberikan masing-masing uang 3 juta untuk setiap satpam. "Ini uang jalan kalian. Masing-masing akan mendapatkan 3 juta. Setelah kalian pergi ke Mega Mall dan kembali lagi kemari, aku akan memberikan uang sisanya kepada kalian lewat transfer ke rekening kalian. Mengerti?"
Mendengar itu, para satpam mulai goyah. Mereka yang seharusnya berjaga di sini nampaknya goyah oleh godaan yang disebutkan Lukas itu
"Pergilah cepat siapa yang tidak pergi setelah aku hitung sampai 3 maka berarti dia tidak mau ikut perlombaan ini dan kehilangan kemungkinan mendapatkan uang 20 juta
Mendengar itu para satpam langsung berlari ke arah lift. Mereka ingin menuju ke Mega Mall seperti yang disebutkan oleh Lucas tadi.
Setelah para satpam itu pergi, barulah Lukas memberikan kode kepada Kevin untuk masuk ke dalam ballroom.
Tanpa kesulitan berarti, Kevin langsung masuk ke dalam ruangan ballroom dan saat dia masuk ke dalam, dia melihat sebuah pemandangan tersaji di atas panggung sana.
Kevin melihat istrinya Bianca, sedang berdiri di atas panggung dengan di tengah-tengah ada Robert, sementara di depan Bianca, ada Benjamin yang nampak berlutut dan mengangkat sebuah kotak kecil yang nampaknya merupakan kotak cincin.
"Terima dia, Bianca. Terima dia menjadi suamimu. Lupakan suami gembelmu itu," tandas Lisa.
"Terima dia jadi suamimu, Bianca dan kamu akan hidup enak, tidak seperti sekarang ini harus hidup bersama suami tidak berguna itu," timpal Alfons.
"Ayo terima, Bianca. Kamu akan menjadi istri dari anak orang terkaya di kota Bravo, ingat itu," timpal Benson.
Kevin segera maju ke depan, dia ingin menunjukkan dirinya di depan Bianca, agar supaya Bianca tidak mengikuti arus dukungan kepada Bianca untuk menerima Benjamin sebagai suami baru Bianca.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 193 Episodes
Comments
Nuri Maulidia
seprtny bgs awlny
2023-09-21
0
WAKANDA NO MORE
👣👣👣👣👣
2023-08-03
2
Imam Sutoto Suro
lanjutkan thor seruuuu
2023-06-30
0