Kejadian Mengenaskan

Dan begitulah...

Saat ini Rio dalam kondisi menyusup ke salah satu gedung apartemen di depannya.

Ya, inilah yang dimaksud tumbal oleh Bang Rasno.

Bang Rasno sebagai tukang parkir area sana, pastilah mengetahui mobil apa saja yang parkir, termasuk keanehan yang terjadi di sana. Dan mobil yang sedang Bang Rasno amati cukup aneh.

Mobil itu parkir di Jam 9 malam, dan dengan warna cat tidak biasa. Normalnya Hiace, sebagai mobil travel, umumnya berwarna putih. Namun yang ini berwarna hitam. Kacanya gelap, dan pintunya bisa digeser. Khas mobil penculik atau penyergap. Apalagi, Bang Rasno mengenali orang-orang yang keluar dari mobil itu, yang mana adalah anggota sindikat perdagangan manusia yang markasnya di salah satu apartemen di dekat sana.

Mereka biasa menculik gadis-gadis atau anak-anak, lalu entahlah setelah itu mereka apakan.

Dan kali ini, Bang Rasno melihat ada anak perempuan, masih memakai seragam abu-abu, dibawa keluar dari mobil itu. Cewek itu tampak pingsan dan dibopong oleh salah satu anggota. Dan motif seragamnya tampak sama dengan yang dikenakan oleh Rio.

Sementara, di Jakarta, motif seragam putih abu dengan corak dan emblem besar di bagian punggung  yang khas itu hanya dimiliki oleh SMA Bhakti Putra.

Kampung mereka baru saja di’sisir’ oleh Densus 88 karena ada dugaan terorojing bertempat tinggal di sana. Alhasil semua ‘simpanan haram’ warga sana ketahuan dan diusut tuntas. Dari yang tukang maling celdam, sampai yang simpan miras, semua berurusan dengan pihak berwajib. Dan hampir semua rumah di Kampung Indah memiliki benda-benda semacam itu. Padahal sang Terorojing malah tidak tinggal di sana tapi di kampung sebelah.

Bang Rasno tidak ingin hal seperti itu terjadi lagi.

Jadi, segala bentuk ‘kejahatan’ yang diprediksi akan berdampak ke kampungnya, kalau bisa tidak terjadi.

Dan karena si gadis yang diduga diculik itu adalah teman Rio, jadi Rio-lah yang ‘ditugaskan’ untuk mencari ke dalam markas sindikat, lalu mencegah hal buruk terjadi.

Rio mengenakan earphone dengan kondisi menelpon Bang Rasno melalui aplikasi Whatsap. Ia masuk ke dalam apartemen menyamar sebagai Office Boy.

“Dapet bajunya?” tanya Bang Rasno.

“Lo nyuruh gue masuk ke dalam, tapi nggak nyediain baju OB. Hebat bener lu Bang!” gerutu Rio sambil mengenakan pakaian penyamarannya dan masker.

“Ada lagi kendala Yo,”

‘Apa’an?”

“Kita nggak tahu unitnya,”

“Buset dah!” dengus Rio sambil berdiri berkacak pinggang, “Di sini itu ada kali 1000 unit Baaaaang, tower A sampai D! Lu kira-kira doooong!” seru Rio kesal.

“Lah, gue kan cuma liat itu orang-orang masuk ke dalam apartemen, bukannya ngebuntutin sampe atas!”

“Bentar dah gue mikir dulu gimana,” gumam Rio sambil jongkok. Dalam hatinya ia penasaran juga siapa temannya yang dibawa sindikat itu? Dalam keadaan pingsan pula!

Saat dia berjongkok, ada beberapa Office Boy yang masuk sambil membawa-bawa perlengkapan bersih-bersih.

“Pak Juheri bilang tadi malem ada yang bawa anak SMA masuk ke tower B,”

“Ah mereka udah biasa begitu,”

“Itu nggak papa tuh begitu?”

“Bukannya tidak apa-apa, tapi kalau tidak ada tetangga yang melaporkan ya kita karyawan harus menjaga privasi penghuni,”

“Walau pun kegiatannya illegal? Berbahaya dan mengancam nyawa orang lain?”

“Kubilangin saja ya, aku sudah 5 tahun kerja di sini, kemarin itu ada rekanku yang prinsipnya ya seperti kamu ini. Ada suara teriakan dari salah satu unit dan rekanku sebagai OB melaporkannya langsung ke polisi. Polisi itu tak bisa langsung nggrebek ke dalam, mereka butuh surat izin penggeledahan buat masuk lobby, belum masuk ke unitnya. Dan setelah semua diselesaikan, rekanku itu meninggal ditabrak mobil, dan keluarganya diancam. Kalau ada yang rese lagi, semua dihabisi,”

“Waduh...”

“Kecuali kalau ada tetangga yang melaporkan, jatuhnya mengganggu ketertiban lingkungan karena sama-sama penghuni dan pengguna fasilitas. Yang bisa beli apartemen kan sama-sama orang kaya, sama-sama ngerti hukum, sama-sama bisa mbayar pengacara. Kita ini Cuma rakyat kecil, diam sajalaaaah,”

Dan akhirnya si rekan hanya bisa diam saja.

“Kamu diam-diam saja kalau naik ke Lantai 20. Ada yang ribut-ribut atau ada yang berkerumun, sopan-sopan saja. Urusi kerjaan masing-masing aja,” kata si senior OB lagi sambil membuka pintu Pantry dan masuk ke dalam.

Saat mereka ke dalam pantry, Rio pun menyelinap keluar dari ruang janitor.

Lalu naik ke lift barang.

Tujuannya, Tower B lantai 20.

**

Suasana di lantai 20 berbeda dengan lantai lainnya. Ramai dan banyak orang dengan wajah mengerikan berlalu-lalang.

“Misi ya Paaaak,” desis Rio sambil memosisikan ember dan tongkat pelnya.

“Perasaan tadi pagi udah di pel, ini kok lagi?!” protes salah satu pria sangar.

“Ada permintaan dari penghuni Pak,”

“Si xx kali yang minta, dia kan OCD kebersihan,” kata salah satu preman.

“Jadi eksekutor kok OCD, payah ah Hahahaha!”

Rio pun diam saja sambil mengepel koridor.

Ia memfokuskan pendengarannya.

Sayup-sayup ia mendengar suara tangisan histeris perempuan.

Asalnya dari dalam unit di ujung.

Rio berpikir, satu saja ada suara ‘tolong’ ia akan bergerak maju.

Ia bukan penghuni, bukan juga karyawan. Dia juga yatim piatu, jadi menurutnya tidak akan ada yang akan terancam selain dirinya. Bang Rasno sudah ia kabari mengenai posisinya. Rio juga minta tolong untuk menghubungi IPTU Rasya kalau situasi berjalan semakin memburuk.

Saat dia hampir sampai di depan pintu unit yang dimaksud, pintunya terbuka tiba-tiba. “Udah ada yang hubungi orangtua nih cewek belum?!”

Dan saat itu Rio berada tepat di depan pintu, bersama alat pelnya.

Yang ia lihat di depannya...

Adalah Anggun Rejoprastowo, si gadis populer di sekolahnya... sedang di rudapaksa dalam keadaan terikat oleh beberapa orang pria.

Mulutnya yang dilakban dan kondisinya yang mengenaskan, dengan linangan air mata.

Mata mereka sempat bertemu.

Pemandangan yang membuat jantung Rio sesaat berhenti berdetak saking shocknya.

“Anggun?” desisnya otomatis.

Semua langsung diam.

Lalu pria besar di depan pintu menarik kerah bajunya, “Lu siapa heh? Kenapa lu tahu namanya?” tanya si pria sangar.

“Hem... saya OB di sini Bang,” desis Rio.

“Mana ada Jam 11 gini OB masih berkeliaran? Udah gitu lo barusan sebut namanya! Lo nih siapa, Bang sat?!”

DUAGG!!

Pria itu menonjok pipi Rio sampai cowok itu terpental membentur tembok di belakangnya.

Tapi... inilah yang ia tunggu-tunggu, diserang duluan! Dengan demikian ia akan senantiasa membela diri. Dikenai pasal mana pun tetap saja judulnya membela diri.

“Gimana sih yang jagain pintu?! Ada cepu nih!!” seru si pria sangar.

Reflek, Rio mencabut pisau kecil dari dalam lengannya, dan ia sabet ke leher si penjaga pintu.

“Bang! Panggil semua orang ke atas!” seru Rio memanggil Bang Rasno.

“OTW Yo! Polisi dalam perjalanan!!” seru Bang Rasno dari earphone.

Hebatnya Rio,

Saking seringnya ia berantem, pukulan demi pukulan yang diterimanya bagaikan tak berasa.

Kalau dibaca ulang dari episode pertama, ia ini sering mengharumkan nama sekolahnya di ajang beladiri, terutama taekwondo dan tinju. Hampir saja direkrut jadi paskibra tapi sayang sekali sifat semprulnya belum bisa hilang, jadi gagal di babak kualifikasi.

Cowok manis berhidung mancung berusia 17 tahun itu jarang sekali tanpa luka di tubuhnya, pasti ada saja yang memar atau tersayat.

Jadi dengan mudah ia bisa membalikkan keadaan, walaupun-

DZING!!

Peluru bertengger di area pinggangnya. Telat mengelak sedikit, dada kirinya sudah akan kena, bisa-bisa melayang hidupnya.

DZINGG!!

Sekali lagi laras pendek berperedam itu meleset menggores pipinya. Peluru itu bersarang di tembok belakangnya.

Rio menunduk dan secepat kilat ia melesat ke arah si penembak, ia raih lengan pria itu, ia berbalik arah dan ia banting ke lantai.

Pisau kecilnya ia gunakan untuk menyayat leher si pria yang tersungkur.

Rio tidak mengenal belas kasihan kalau urusan dengan sebenar-benarnya penjahat. Mereka ini bukan kaum yang tertindas, bukan pula rakyat yang terpaksa menculik demi memberi makan dirinya dan keluarga.

Mereka ini sudah penjahat kelas kakap.

Dan pasti ada backingan orang penting di baliknya.

Sayup ia dengar Bang Rasno berujar, “Yo!! Polisi ke atas Yo!!”

Saat itu reflek ia melihat ke arah Anggun.

Gadis itu dalam keadaan tak berdaya di lantai, hanya bisa terisak tanpa suara karena sekujur tubuhnya dilakban, yang terpampang jelas hanya bagian kecil tubuhnya yang kini dalam kondisi membengkak dan berdarah-darah.

Rio tidak sampai hati melihatnya. Biarlah kondisi ini hanya ia dan Anggun yang tahu. Rio pun membebaskan lakban yang mengikat tubuh Anggun dengan pisau kecilnya. Pertama yang ia tarik adalah lakban di mulut Anggun. Setelah itu lakban yang mengikat kedua paha anggun sedemikian rupa sampai tertekuk.

Terus terang saja, sangat sulit. Anggun sampai menjerit kesakitan karena lem-nya merekat kuat. Tapi paling tidak, lipatan lakban di paha Anggun bisa ia iris agar gadis itu bisa merapatkan kakinya untuk menutupi tubuhnya.

Sekujur badan Anggun gemetaran.

“Ja-ja-jangan ti-tinggal-“ Anggun masih sulit berbicara karena ia masih gemetaran.

“Jangan ngomong dulu, Nggun, Gue cari panty lo bentar...”

“U-u-u-dah dibuang-huk huk-“ Anggun hanya bisa menangis sambil bersujud.

Akhirnya Rio membuka seragam OBnya dan ia lingkarkan ke pinggang Anggun.

Bagaimana kondisi di sekeliling mereka?

Semua kalang kabut kabur sambil mengangkut barang-barang mereka.

Tapi Rio bisa mendengar, di area tangga darurat, di area lift, bahkan di lantai atas, semua dikepung polisi. Rio bisa mendengar teguran, umpatan, makian, suara minta ampun, suara tembakan... macam-macam.

Namun yang bisa ia lakukan hanya memeluk Anggun yang saat ini mencengkeram erat lengannya.

Terpopuler

Comments

Ita Xiaomi

Ita Xiaomi

Beda ya klo cerdas.

2024-12-24

0

ℑ𝔟𝔲𝔫𝔶𝔞 𝔞𝔫𝔞𝔨-𝔞𝔫𝔞💞

ℑ𝔟𝔲𝔫𝔶𝔞 𝔞𝔫𝔞𝔨-𝔞𝔫𝔞💞

Ya Allah ...
😭😭😭😭

2024-08-31

0

Naftali Hanania

Naftali Hanania

se7 org² begitu babat habis aja....😡😎✌️

2024-02-28

1

lihat semua
Episodes
1 Flash Back
2 Awal Mula
3 Kejadian Mengenaskan
4 Tolong Anak Saya
5 Hancur
6 Tetaplah Hidup
7 Jangan Pergi
8 Kekuatan Dari Rio
9 Tentang Anggun
10 Kronologi
11 Skenario Tuhan
12 Rio Diserang
13 Belajar, Besok Masih Ujian
14 Pacaran?
15 Past Tense
16 Kesakitan Anggun
17 Kekeluargaan?!
18 Gosip Sekolah
19 Apa Adanya Kamu
20 Kesepakatan
21 Pengajuan Dispensasi
22 Bab Santai
23 Teman-Teman Semprul Rio
24 Pulang Sekolah
25 Kamu Dimana?
26 Sekali Lagi Tragedi
27 Adinda
28 Kamar Baru Rio
29 Cemburu
30 Cemburu Episode 2
31 Tebar Pesona
32 Persiapan Pernikahan
33 Masalah Keuangan
34 Pengalih Perhatian
35 Slay VS Savage
36 Belanja Bareng
37 Rejeki Anak
38 Lepas
39 Pelarian
40 Tidak Jauh
41 Keikhlasan
42 Aksi Adinda
43 Wisuda SMA
44 Hidup Baru
45 Mobil Abbas
46 Action Figure
47 Masalah baru lagi
48 Ospek
49 Season untuk Junot
50 Kuliah nih
51 Hari H
52 Om-Om Lagi Ngobrol
53 Hari Pertama Menjadi Ibu
54 Para Penghuni Kamar (1 of 2)
55 Para Penghuni Kamar (2 of 2)
56 Menghilang
57 Abbas Sang Penyelamat
58 Maju, Not!
59 Laki-Laki
60 Dilema
61 Jadi Benci
62 Penyelesaian
63 Ada Apa Dibalik Jenny
64 Sikap Abbas
65 Lagi-lagi Hal Buruk
66 Pengalihan Tanggung Jawab
67 Double J (1 of 3)
68 Double J (2 of 3)
69 Satu Lagi Rascal Yang Lagi 'In Love'.
70 Rencana Junot Yang langsung Gagal
71 Penculikan JJ (1 of 3)
72 Penculikan JJ (2 of 3)
73 Penculikan JJ (3 of 3)
74 Restu Pak Artha ??
75 Perusahaan Itu
76 Berakhir Baik
77 Malam Dingin
78 Pendekatan Junot
79 End Of Season (1 of 2)
80 End Of Season (2 of 2)
Episodes

Updated 80 Episodes

1
Flash Back
2
Awal Mula
3
Kejadian Mengenaskan
4
Tolong Anak Saya
5
Hancur
6
Tetaplah Hidup
7
Jangan Pergi
8
Kekuatan Dari Rio
9
Tentang Anggun
10
Kronologi
11
Skenario Tuhan
12
Rio Diserang
13
Belajar, Besok Masih Ujian
14
Pacaran?
15
Past Tense
16
Kesakitan Anggun
17
Kekeluargaan?!
18
Gosip Sekolah
19
Apa Adanya Kamu
20
Kesepakatan
21
Pengajuan Dispensasi
22
Bab Santai
23
Teman-Teman Semprul Rio
24
Pulang Sekolah
25
Kamu Dimana?
26
Sekali Lagi Tragedi
27
Adinda
28
Kamar Baru Rio
29
Cemburu
30
Cemburu Episode 2
31
Tebar Pesona
32
Persiapan Pernikahan
33
Masalah Keuangan
34
Pengalih Perhatian
35
Slay VS Savage
36
Belanja Bareng
37
Rejeki Anak
38
Lepas
39
Pelarian
40
Tidak Jauh
41
Keikhlasan
42
Aksi Adinda
43
Wisuda SMA
44
Hidup Baru
45
Mobil Abbas
46
Action Figure
47
Masalah baru lagi
48
Ospek
49
Season untuk Junot
50
Kuliah nih
51
Hari H
52
Om-Om Lagi Ngobrol
53
Hari Pertama Menjadi Ibu
54
Para Penghuni Kamar (1 of 2)
55
Para Penghuni Kamar (2 of 2)
56
Menghilang
57
Abbas Sang Penyelamat
58
Maju, Not!
59
Laki-Laki
60
Dilema
61
Jadi Benci
62
Penyelesaian
63
Ada Apa Dibalik Jenny
64
Sikap Abbas
65
Lagi-lagi Hal Buruk
66
Pengalihan Tanggung Jawab
67
Double J (1 of 3)
68
Double J (2 of 3)
69
Satu Lagi Rascal Yang Lagi 'In Love'.
70
Rencana Junot Yang langsung Gagal
71
Penculikan JJ (1 of 3)
72
Penculikan JJ (2 of 3)
73
Penculikan JJ (3 of 3)
74
Restu Pak Artha ??
75
Perusahaan Itu
76
Berakhir Baik
77
Malam Dingin
78
Pendekatan Junot
79
End Of Season (1 of 2)
80
End Of Season (2 of 2)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!