Tentang Anggun

Ini kisah sekitar sebulan yang lalu. Sebelum kejadian nahas itu terjadi.

BRAKK!!

“Nggun...”

“Aku kan udah bilang dari awal, aku mau yang limited edition! Limited Edition! Bagian mana otak kamu yang nggak loading aku ngomong apa? Atau kurang jelas kata-kata dari Limited Edition, Ikhsan? Jangan-jangan kamu nggak ngerti bahasa inggris? Edisi Terbatas!!” seru Anggun kesal.

Kemudian gadis itu duduk di kursinya kembali sambil menyilangkan kakinya dan memainkan ponselnya.

“Yang kamu buang itu lebih mahal dari-“

“Aku nggak peduli,” potong Anggun, “Tas yang kamu belikan barusan itu bisa aku beli sendiri,” kata Anggun

“Tas yang baru saja kamu buang itu harganya semilyar, gaji bapak kamu juga nggak bakalan bisa beli ginian,”

“Perjanjian tetap perjanjian, aku nggak tergiur harta dunia,”

Fine!” Ikhsan maju dan mengambil kotak tas dari tempat sampah, “Jadi apa mau kamu?”

“Aku tetap akan masuk menjadi kandidat nomor satu, perjanjiannya begitu kan?”

“Aku akan cari orang yang punya tas limited-“

“Waktunya sudah habis,”

“Apa?”

“Aku juga sudah bilang, hanya ada satu kesempatan. Besok sudah hari H, mau sampai kapan?”

“Aku akan usahakan sore ini-“

“Kalau kamu bisa usahakan sore ini dapat, kenapa tidak dari kemarin? Kamu kira aku bisa disogok untuk sebuah harga diri? No!”

“Anggun...”

“Nggak ada injury time, sertifikat itu milikku,”

“Aku bisa batal kuliah di Harvard kalau aku nggak rank 1! Posisi CEO akan direbut kakakku! Aku juga nggak akan bisa menempati posisi apa pun setelah itu! Ini berkaitan dengan masa depanku, Anggun. Kalau kamu kan tidak ditekan orang tuamu seperti aku!”

“Aku menimbang masalah CEO itu, keuntungannya bisa sejuta kali lipat dibandingkan tas limited editionku, jadi seharusnya mencari benda se-receh itu hal mudah untuk kamu kan? Tapi kamu bahkan tidak berusaha. Ya jadi kuanggap kamu juga tidak terlalu menginginkan posisi itu,”

“Hm, kamu yakin memperlakukan aku kayak gini?”

“Memang kamu siapa ku?” Anggun balik bertanya, “Kamu bukan siapa-siapaku. Untuk apa aku mengalah menyerahkan posisi rank atas untuk orang seperti kamu?”

“Oke, kalau kamu bersikeras. Semoga hari-hari kamu setelah ini baik-baik saja yaaa,” desis Ikhsan dengan senyum sinis dan berbalik keluar dari kelas itu.

“Bisanya menggertak,” gerutu Anggun sambil kembali fokus ke ponselnya.

“Nggun, kenapa sih lo nggak kasih aja posisinya?” tanya salah satu teman Anggun sambil takut-takut.

“Huh!” dengus Anggun sambil meletakkan ponsel di atas mejanya dan memeriksa kuku palsu panjangnya yang dihiasi permata. Di SMA Bhakti Putra, asalkan bisa mencapai prestasi dan nilai tertentu, diperbolehkan untuk berdandan lebih bebas daripada murid lain.

Namun ada juga anak-anak pemberontak yang bergaya asal-asalan padahal nilainya jeblok semua. Tetap saja ijazah yang akan keluar disertai keterangan ‘tidak memuaskan’ sehingga akan sulit mendapatkan rekomendasi ke universitas bergengsi.

“Dari sini kalian semua harus belajar dari aku ya,” dengan congkaknya Anggun berkata ke teman-temannya. “Pertama, tag harga dan sertifikat di tas yang dia bawa, talinya sudah dilepas dan dimasukkan ke kantong. Itu berarti tas itu milik seseorang, bukan dia beli langsung dari konter. Bisa jadi dia mengambil tas itu dari lemari seseorang, bukan beli sendiri. Dia bahkan rela ambil lagi tas itu dari tong sampah, jadi jelas tas itu dia curi dari orang lain. Kemungkinan sih punya ibunya. Ada lagi, tas seharga satu milyar, tidak pas dengan kotaknya. Terasa kopong saat ku angkat. Fix itu sih dia main asal ambil tanpa mikir,”

“Ooooh, gitu?”

“Yang kedua, anak kayak dia jadi CEO di perusahaan multinasional? Bisa hancur itu perusahaan. Kenapa dia tidak berikan saja sih ke kakaknya yang jelas-jelas punya pengalaman kerja lebih banyak? “

“Tapi kan itu bukan urusan lo Nggun,”

“Harusnya bokapnya berterima kasih ke aku,” Anggun tak mau kalah, “Yang ketiga, dia kemarin kasih tas limited edition yang kuminta ke Sasa,”

“Hah? Sasa kelas 11B?”

“Iya,”

“Waaah kasus!!”

“Aku sih tahu dia ada hubungan dekat dengan Sasa, aku cuma ngetes aja, seberapa besar ia butuh posisi ini yang katanya untuk kepentingan masa depannya, kalau dibandingkan dengan si Sasa itu. Ternyata tetap lebih tinggi posisi Sasa. Buat apa aku relakan, worth it nggak kalau aku bantuin dia? Nggak kan?!” Anggun dengan berapi-api menyampaikan argumennya.

“Bukannya lo cuma iri aja sama Sasa?” pancing temannya.

“Aku bisa dapetin cowok mana pun yang Aku suka, Aku cewek sempurna.”

“Takabur lo,” kekeh temannya.

Anggun hanya mengibaskan tangannya, tidak peduli, dan kembali sibuk dengan ponselnya. Ia tetap dengan jadwalnya semula, menjadi Peringkat 1 Nasional Semester Ganjil Tingkat Sekolah Menengah Atas. Biar saja si Ikhsan tetap jadi juara 3.

“Eh! Eh! Eh! Rio tuh Rio!!” seru temannya sambil setengah berlari ke arah jendela.

“Oemjiiiii !! Rio Tyaga gantengnya dirimuuuu ih gue pelet juga ni cowok!!”

“Dia kayaknya baru dibebasin lagi, kemarin ikutan tawuran kan ya? Menang katanya,”

“Iya itu tangannya diperban, udah pasti kena sabet cakram itu sih! Gilaaaak manly beneeer!”

“Lu liat nggak sih urat-urat di lengannya wuihhh machooooo! Duh panas euy!!”

Selagi teman-temannya sibuk mengelu-elukan objek di luar jendela, Anggun hanya kalem duduk di kursinya.

Namun diam-diam dia mengintip dari sela jendela.

Ya, dia setuju dengan teman-temannya, tapi dia gengsi mengakuinya.

Dia bisa mendapatkan cowok mana pun yang dia suka, kecuali Rio Tyaga. Si jawara sekolah.

Mau se-ngamuk apa ayahnya kalau sampai ia berhubungan dengan sampah masyarakat pecinta kriminal seperti Rio? Bisa-bisa diblacklist dari Kartu Keluarga dia.

Lagi pula, sepertinya Rio tidak tertarik dengan dirinya.

Masih teringat saat Anggun memenangkan kompetisi debat dengan lawan dari universitas negeri. Semua anak mengelu-elukannya, semua guru bangga padanya, sampai Guru Besar dari Universitas lawannya pun bertepuk tangan. Anak SMA bisa menang debat dengan anak kuliahan.

Tapi saat itu dari kejauhan, Anggun melihat Rio lewat.

Seakan tak peduli, Rio bahkan hanya menatap sekilas ke arah Anggun, lalu dengan cueknya berbelok ke kantin di tengah acara.

Ini acara bergengsi yang mengharumkan nama sekolah, bagaimana bisa ada anak yang tidak tertarik dan terlihat bosan?

Saat itu karena penasaran, Anggun nekat menemui Rio keesokan harinya, niatnya ingin bertanya apa yang salah dengan acaranya kemarin.

Belum sampai Anggun mendekat ke kelas Rio, ia sudah mendengar perbincangan cowok-cowok di dalam.

“Tetaplah yang nomer satu Anggun!”

“Itu sih No Debat! Lo liat dadanya! Montok gitu!”

“Udah feminin, kaya pula! Pinter lagi!”

“Yo! Kok lu nggak respon sih? Lo suka cewek yang gimana?!”

Anggun deg-degan menunggu jawaban dari Rio.

“Cewek kayak gitu, yang ada berantem mulu kalo pacaran. Keras kepala. Dia cantik, kaya, pinter... apa dia butuh cowok? Kayaknya nggak deh. Pas dia ulang tahun lo mau ngasih apa? Nyawa lo aje nggak berharga di matanya. Skip lah buat gue!”

Langsung jleb dijantung Anggun.

Dengan gemetaran dia langsung meninggalkan kelas Rio, lalu terisak di kamar mandi.

Rasanya hatinya terasa perih.

Namun tetap... seperti teman-temannya, sudah lama ia memendam perasaan terhadap Rio.

Terpopuler

Comments

efvi ulyaniek

efvi ulyaniek

ya rio ga ada bayangan lah buat deketin anggun...dah minder duluan dia..orang anak kaya...lha dia....

2024-05-30

0

⸙ᵍᵏTitian 𝐙⃝🦜pirman🦈

⸙ᵍᵏTitian 𝐙⃝🦜pirman🦈

ternyata anggun sombong mentang2 cantik, pintar , kaya bahasanya pedes kalau ngomong. bener kata Rio yang ada pria macam Rio pasti cuma di rendahin aja mending gak usah berharap lebih

2023-10-12

0

cha

cha

anggun udah patah hati Ama Rio dari awal

2023-09-15

0

lihat semua
Episodes
1 Flash Back
2 Awal Mula
3 Kejadian Mengenaskan
4 Tolong Anak Saya
5 Hancur
6 Tetaplah Hidup
7 Jangan Pergi
8 Kekuatan Dari Rio
9 Tentang Anggun
10 Kronologi
11 Skenario Tuhan
12 Rio Diserang
13 Belajar, Besok Masih Ujian
14 Pacaran?
15 Past Tense
16 Kesakitan Anggun
17 Kekeluargaan?!
18 Gosip Sekolah
19 Apa Adanya Kamu
20 Kesepakatan
21 Pengajuan Dispensasi
22 Bab Santai
23 Teman-Teman Semprul Rio
24 Pulang Sekolah
25 Kamu Dimana?
26 Sekali Lagi Tragedi
27 Adinda
28 Kamar Baru Rio
29 Cemburu
30 Cemburu Episode 2
31 Tebar Pesona
32 Persiapan Pernikahan
33 Masalah Keuangan
34 Pengalih Perhatian
35 Slay VS Savage
36 Belanja Bareng
37 Rejeki Anak
38 Lepas
39 Pelarian
40 Tidak Jauh
41 Keikhlasan
42 Aksi Adinda
43 Wisuda SMA
44 Hidup Baru
45 Mobil Abbas
46 Action Figure
47 Masalah baru lagi
48 Ospek
49 Season untuk Junot
50 Kuliah nih
51 Hari H
52 Om-Om Lagi Ngobrol
53 Hari Pertama Menjadi Ibu
54 Para Penghuni Kamar (1 of 2)
55 Para Penghuni Kamar (2 of 2)
56 Menghilang
57 Abbas Sang Penyelamat
58 Maju, Not!
59 Laki-Laki
60 Dilema
61 Jadi Benci
62 Penyelesaian
63 Ada Apa Dibalik Jenny
64 Sikap Abbas
65 Lagi-lagi Hal Buruk
66 Pengalihan Tanggung Jawab
67 Double J (1 of 3)
68 Double J (2 of 3)
69 Satu Lagi Rascal Yang Lagi 'In Love'.
70 Rencana Junot Yang langsung Gagal
71 Penculikan JJ (1 of 3)
72 Penculikan JJ (2 of 3)
73 Penculikan JJ (3 of 3)
74 Restu Pak Artha ??
75 Perusahaan Itu
76 Berakhir Baik
77 Malam Dingin
78 Pendekatan Junot
79 End Of Season (1 of 2)
80 End Of Season (2 of 2)
Episodes

Updated 80 Episodes

1
Flash Back
2
Awal Mula
3
Kejadian Mengenaskan
4
Tolong Anak Saya
5
Hancur
6
Tetaplah Hidup
7
Jangan Pergi
8
Kekuatan Dari Rio
9
Tentang Anggun
10
Kronologi
11
Skenario Tuhan
12
Rio Diserang
13
Belajar, Besok Masih Ujian
14
Pacaran?
15
Past Tense
16
Kesakitan Anggun
17
Kekeluargaan?!
18
Gosip Sekolah
19
Apa Adanya Kamu
20
Kesepakatan
21
Pengajuan Dispensasi
22
Bab Santai
23
Teman-Teman Semprul Rio
24
Pulang Sekolah
25
Kamu Dimana?
26
Sekali Lagi Tragedi
27
Adinda
28
Kamar Baru Rio
29
Cemburu
30
Cemburu Episode 2
31
Tebar Pesona
32
Persiapan Pernikahan
33
Masalah Keuangan
34
Pengalih Perhatian
35
Slay VS Savage
36
Belanja Bareng
37
Rejeki Anak
38
Lepas
39
Pelarian
40
Tidak Jauh
41
Keikhlasan
42
Aksi Adinda
43
Wisuda SMA
44
Hidup Baru
45
Mobil Abbas
46
Action Figure
47
Masalah baru lagi
48
Ospek
49
Season untuk Junot
50
Kuliah nih
51
Hari H
52
Om-Om Lagi Ngobrol
53
Hari Pertama Menjadi Ibu
54
Para Penghuni Kamar (1 of 2)
55
Para Penghuni Kamar (2 of 2)
56
Menghilang
57
Abbas Sang Penyelamat
58
Maju, Not!
59
Laki-Laki
60
Dilema
61
Jadi Benci
62
Penyelesaian
63
Ada Apa Dibalik Jenny
64
Sikap Abbas
65
Lagi-lagi Hal Buruk
66
Pengalihan Tanggung Jawab
67
Double J (1 of 3)
68
Double J (2 of 3)
69
Satu Lagi Rascal Yang Lagi 'In Love'.
70
Rencana Junot Yang langsung Gagal
71
Penculikan JJ (1 of 3)
72
Penculikan JJ (2 of 3)
73
Penculikan JJ (3 of 3)
74
Restu Pak Artha ??
75
Perusahaan Itu
76
Berakhir Baik
77
Malam Dingin
78
Pendekatan Junot
79
End Of Season (1 of 2)
80
End Of Season (2 of 2)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!