Selepas kepergian Sinta, suasana di sekitar Shakila mendadak awkard. Kedua matanya bergerak segala arah, sedang menghindar dari pandangan Chris saat ini.
Aku harus kabur dan berpura-pura tidak ingat!
Shakila berkata di dalam hatinya sambil mengambil ancang-ancang untuk pergi dari sini. Kaki jenjangnya itu bergerak perlahan ke belakang seketika. Akan tetapi, gerakannya dapat dibaca oleh Chris. Pria itu langsung menarik tangan Shakila hingga tubuh munggil Shakila membentur dada bidangnya.
"Ahk! Bapak mau apa!?" Shakila lantas terkejut dan panik. Dengan susah payah ia menelan air ludahnya kala Chris menatapnya dengan tatapan yang tak bisa ia artikan sama sekali sekarang. Namun, tatapan itu membuat Shakila bergedik ngeri sesaat. Dia berusaha memberontak namun kedua tangannya di belakang, di kunci dengan sangat kuat oleh Chris.
Seringai tipis terpatri di wajah Chris kemudian. Saat melihat wajah panik Shakila, ia tak mampu menahan diri untuk tidak menyentuh Shakila, yang semakin terlihat lucu dan menggemaskan dimatanya kini.
"Menurutmu aku mau apa?" tanya Chris sembari menarik pinggang Shakila hingga tak ada celah lagi di antara mereka.
Shakila tampak gelagapan ketika mata mereka bertemu. Secepat kilat dia membuang muka ke samping saat merasakan jantungnya semakin berdetak amat kencang. "Pak, lepaskan Shakila, jangan mesum Pak, ini kampus loh," katanya.
"Mesum? Apa aku tidak salah mendengar? Apa kamu sudah mengingat kejadian di saat kita di dalam lift dan kamar?" Chris berbisik pelan di telinga Shakila.
Bayangan di dalam lift dan kamar, melintas cepat di benak Shakila.
Deg, deg, deg.
Jantung Shakila semakin berdebar-debar tak karuan.
"Bapak ngomong apa sih? Shakila nggak ngerti tahu," Shakila berkata tanpa menatap lawan bicara. Sedari tadi ia masih berusaha terlepas dari jeratan Chris.
Melihat raut wajah Shakila yang semakin panik. Chris merekahkan senyuman lebarnya. Dia dapat merasakan degup jantung Shakila saat ini. "Nggak ngerti? Terus kenapa detak jantung kamu cepat, kamu sudah ingat kan?" tanyanya kemudian.
"Ish, Shakila lagi ketakutan tahu, makanya detak jantung Shakila cepat, siapa tahu saja Bapak mau macam-macam kayak di hotel waktu itu!" cerocos Shakila singkat. Kedua matanya langsung melebar karena secara tidak langsung mengiyakan perkataan dosennya itu.
Suara tawa bergema seketika di telinga Shakila.
Chris tertawa pelan.
"Berarti kamu sudah ingat kan?" tanyanya sambil memegang dagu Shakila tiba-tiba. Lantas keduanya saling memandang satu sama lain saat ini.
"Ti-dak," sahut Shakila terbata-bata.
Chris semakin memajukan wajahnya hingga pangkal hidung mereka hampir saja bersentuhan. "Yakin, apa mau aku ulangi lagi, kejadian malam itu?"
"Ulangi apa Pak?" Dengan wajah gugupnya, Shakila bertanya.
Chris menatap lekat-lekat bola mata bulat itu. "Take me to heaven," desisnya pelan. Lalu tersenyum smirk.
"Apa itu, Sha-kila tidak men-gerti, su-dahlah Pak, lepas-kan Shakila, nanti Bu Sinta atau mahasiswa lainnya melihat kita, mereka salah tanggap," kilah Shakila meski sedikit terbata-bata.
"Bapak tidak akan melepaskanmu, sebelum kamu ingat."
"Ish Pak, emang ingat apa, toh cuma ciuman aja kan, lagian Shakila juga lagi mabuk malam itu!" cerocos Shakila, reflek. Dia membulatkan matanya kala menerangkan apa yang terjadi malam itu.
"Hm." Chris berdeham rendah sambil melengkungkan senyum penuh arti pada Shakila. "Baiklah, kalau begitu, mari kita ulangi lagi ciuman kita malam itu," sahutnya cepat sambil memegang kedua pipi Shakila.
Shakila reflek menutup kedua matanya.
Cekrek!
Tanpa mereka sadari, dengan jarak beberapa meter, seseorang di balik pilar memotret interaksi mereka saat ini. Setelah mendapatkan foto tersebut, ia berjalan cepat menuju koridor lain.
Shakila mengernyitkan dahi saat tak dapat lagi merasakan dekapan Chris. Dia heran, bukankah seharusnya Chris mencium bibirnya sekarang. Tak mau menerka-nerka Shakila membuka cepat matanya, melihat Chris masih di hadapannya dengan menatapnya begitu dalam.
"Akhirnya kamu ingat juga," Chris berkata sambil melabuhkan kecupan di kening Shakila seketika.
Blush.
Kedua pipi Shakila langsung merah merona jadinya. Chris benar-benar pria aneh, pikirnya sejenak. "Ish, Bapak mesum!" celetuk Shakila sambil menepuk kuat dada bidang Chris kemudian melangkah pergi dari situ, sebelum mendapatkan serangan mendadak lagi nantinya.
Chris hanya mengulas senyum tipis karena Shakila pada akhirnya telah mengingat kejadian beberapa hari yang lalu. Sedari tadi matanya tak beralih dari punggung Shakila, sekarang wanita itu sedang berjalan cepat menuju koridor yang mengarah ke kelas.
Sementara itu, seorang wanita berambut panjang sedang tersenyum sinis, melihat hasil potretannya tadi. Dialah yang melihat interaksi antara Shakila dan Chris. Saat ingin pergi ke toilet, ia tak sengaja melihat keduanya di dekat taman belakang kampus. Tentu saja ia sangatlah kepo, dan betapa terkejutnya dia melihat Shakila dan Chris bermesraan selayaknya pasangan kekasih.
Tak mau membuang-buang kesempatan, dia mengambil gambar keduanya yang sedang berpelukan. Apalagi ia menaruh dendam pada Shakila. Dia pun berencana akan menyebarkan foto tersebut ke grup kampus dan mengatakan kalau Shakila adalah sugar baby.
Setelah berhasil masuk ke akun palsunya, dia mulai menuliskan sesuatu di foto itu. Tak lupa ia memburamkan sedikit wajah Chris, walau bagaimanapun dia juga menaruh hati pada dosen barunya itu.
"Rasakan ini Shakila!" ucapnya sambil mengetik cepat di ponselnya. Setelah itu mengirim foto ke grup whatsapp.
Dalam sepersekian detik, di sudut-sudut ruang kampus, ponsel para mahasiswa bergetar, mereka pun penasaran, ada informasi apa. Betapa syoknya mereka saat membaca sebuah pesan dan melihat foto Shakila sedang berpelukan bersama seorang pria yang wajahnya tak nampak.
"Oh my god, siapa lagi yang membuat ulah sama Shakila!" Rika mengumpat kesal karena dia yakin ada seseorang yang sengaja menjelekkan nama temannya itu. Kini dia dan Merry berada di depan kelas. Mereka baru saja keluar dari ruang laboratorium.
"Ini benaran Shakila? Jahat banget sih! Nggak mungkin Shakila jadi sugar baby, ada-ada aja deh, yang nyebarin siapa sih?" Merry melemparkan pandangan ke arah Rika.
Rika menggedikkan bahunya sedikit, menandakan ia pun tidak tahu. "Nggak tahu Mer, mending kita cari Shakila yuk sekarang."
Merry mengangguk cepat lalu merangkul tangan Rika dengan begitu gemulai.
*
*
Shakila kebingungan, melihat temannya yang berjenis kelamin perempuan melayangkan tatapan sinis padanya. Namun, berbeda sekali dengan temannya yang bergender laki-laki, malah menatapnya lapar dan penuh nafsu.
"Ada yang salah apa sama aku?" desis Shakila pelan sambil menyelipkan anak rambutnya ke telinga sejenak. Shakila semakin risih kala mendengar suara bisik-bisik di sekitarnya sekarang.
"Ish dasar wanita murah4n, pantasan aja motornya mahal, makanya dia jual tubuhnya."
"Iya benar, lihat aja pakaian sama tasnya mahal."
"Eh tapi aku dengar-dengar Shakila anak orang kaya tahu, Bapaknya pengacara terkenal di Indo, kayaknya nggak mungkin deh."
"Ah, itu kan belum tentu benar, sugar babby om-om, dasar murah4n..."
"Heh! Ngomong apa kalian barusan!!!" teriak Shakila mulai meradang karena perkataan yang mereka lontarkan barusan tak beralasan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments
Yunerty Blessa
apakah si Donna pelaku nya
2024-08-19
0
lily
eh Sinta kah yg nyebarin atau donna
2024-05-19
0
Dian Isnu
lanjut
2023-07-14
0