Pagi pun tiba, matahari keluar juga dari tempat persembunyiannya. Sinar mentari mulai masuk ke jendela kaca hotel. Shakila melenguh sejenak kala cahaya matahari menerpa wajahnya.
Secepat kilat ia membuka matanya dan berkedip-kedip cepat saat melihat langit-langit kamar tampak asing. Shakila memutar kepala ke kanan dan ke kiri. Mata bulat itu terbelalak sempurna. Karena ruangan yang dia tempati sekarang, bukanlah kamarnya. Duduk dengan cepat, dia melirik ke segala arah. Rasa sakit kepala akibat mabuk semalam masih amat terasa di kepalanya saat ini.
"Oh my God! Aku di mana?!" Shakila panik bukan main. Dia menelisik ruangan hotel tersebut dan mencoba mengingat-ingat apa yang terjadi tadi malam.
Dan si4lnya!
Shakila tak ingat sama sekali. Dia melihat tubuhnya seketika, masih memakai dress mininya dengan lengkap.
"Aduh! Bagaimana ini! Pasti aku akan dikeluarkan dari kartu keluarga! Mommy pasti marah besar! Tidak!" Shakila bangkit berdiri lalu melangkah cepat menuju pintu kamar dan menutup pintu kamar dengan sangat kuat.
Saat mendengar suara kegaduhan dari luar, pria asing yang sedang membersihkan diri di kamar mandi, mematikan keran air. Dengan keadaan tubuh setengah basah, dia melangkah cepat menuju kamarnya.
Kedua mata pria pemilik mata coklat itu bergerak ke segala arah, menelisik wanita aneh yang semalam ia temui.
"Kemana dia?" tanyanya, heran.
Tok, tok, tok!
"Mister?"
Terdengar ketukan pelan dari balik pintu. Sang pria melirik sekilas lalu berkata,"Masuk!"
Pintu terbuka seketika, menampakkan dua orang pria berkepala plontos dan bertato di sekujur tubuhnya melangkah masuk ke dalam ruangan.
"Maaf menganggu waktunya Mister, para musuh saat ini sudah terkecoh, mereka mengira Mister pergi ke Moskow," sahut Ricko, tangan kanannya.
Tak ada tanggapan, pria itu malah melangkah pelan mendekati kulkas dan menyambar minuman bir di dalamnya.
"Mister?" Ricki, kembaran Ricko, mencoba menegur bos mereka.
"Lakukan tugas kalian dengan benar, jangan sampai mereka tahu keberadaan kita, kalian tahu sendiri, saat ini kita tidak tahu mana teman mana lawan."
Chris Costello menggeram rendah sejenak kala mengingat kejadian kemarin malam. Masih teringat dengan jelas saat Calvin memberinya minuman beracun mengakibatkan tubuh bagian bawahnya lumpuh sejenak.
Chris Costello, ketua mafia di Italia dijebak oleh abang kandungnya sendiri. Dia tak mengira saudara sedarahnya itu begitu tega mengkhianatinya dan membeberkan tempat ladang bisnisnya kepada musuhnya dan aparat keamanan di sana. Alhasil senjata ilegal, bisnis narkoba dan lain-lainnya disita semua oleh para penyidik.
Sebagai putra kedua dari klan Costello, Chris Costello memang akan diwariskan harta dan jabatan oleh ayahnya, jika ayahnya wafat. Dan seminggu yang lalu, ayah kandungnya telah berpulang. Namun, karena kedengkian abangnya. Dia pun lenggah dan sebagian anak buahnya sudah berpindah kehaluan karena ulah Calvin. Oleh karena itu sekarang dia harus bersikap waspada dan tengah mengumpulkan orang-orang yang mau bergabung dengannya. Jika kekuatannya sudah terkumpul, Chris akan membalaskan dendamnya dan merebut kembali tahtanya.
Beruntung sekali, kemarin Ricko dan Ricki membantunya kabur dari mansion. Mereka berdualah yang masih setia berdiri di sampingnya. Mereka pun membuat tak tik agar Chris dapat kabur dari mansion dengan selamat. Ricko dan Ricki memberi usulan untuk memilih negara Indonesia, sebagai tempat persembunyian mereka. Tempat asing yang tak pernah Chris datangi sama sekali.
"Ricko, Ricki," panggil Chris seketika sambil meneguk minuman berwarna coklat itu dengan cepat.
"Iya Mister?" Ricko melirik Ricki sekilas.
"Apa kalian melihat wanita yang keluar dari kamarku tadi?" Chris meletakkan benda berbentuk bulat itu di atas meja seketika.
Ricko dan Ricki tak langsung menjawab, nampak mengingat-ingat siapakah wanita yang di maksud bosnya.
"Oh ya, aku melihatnya Mister, wanita seksi yang pakai dress putih itu kan!" sahut Ricki, tersenyum sumringah.
Chris menatap tajam Ricki seketika.
Ricko langsung menyenggol lengan Ricki sambil melototkan mata, memberi kode agar tak memuji wanita tersebut.
Ricki gelagapan. Dia langsung menundukkan muka."Maaf Mister, aku tidak bermaksud," ucapnya sambil menggaruk kepala botaknya yang tidak gatal.
Tanpa menatap lawan bicara, Chris berkata,"Cari identitas wanita itu dan segera laporkan padaku!" Kemudian menyambar sepuntung rokok di atas nakas.
"Baik Mister!" sahut Ricko dan Ricki serempak.
Selepas kepergian kedua anak buahnya. Chris menyalakan pemantik dan menghisap rokoknya. Dalam hitungan detik ruangan sudah dipenuhi kepulan asap, Chris melirik sekilas tempat tidur wanita aneh itu semalam. Raut wajah Chris terlihat datar dan tanpa ekspresi sama sekali. Dia melangkah pelan, mendekati ranjang seketika lalu duduk di tepi ranjang.
Bau alkohol bercampur aroma lembut basil dan thyme menyeruak ke indera penciumannya seketika. Meski Shakila tak berada di dalam ruangan ini, namun jejak wangi tubuhnya masih melekat di kamar. Chris melirik topeng kupu-kupu milik Shakila di atas nakas sekilas lalu beranjak dari tempat tidur tiba-tiba, dan menyambar kemeja putihnya kemudian memakainya.
*
*
*
Menjelang siang, sambil menunggu Ricko dan Ricki mendapatkan informasi mengenai Shakila, Chris duduk termenung di sofa sambil menatap keluar jendela hotel.
"Mister Chris?"
Bunyi ketukan pintu, diikuti panggilan namanya, membuat perhatian Chris teralihkan. Dia menoleh ke daun pintu dan berkata,"Masuk!"
"Mister, kami sudah mendapatkan identitas wanita itu," sahut Ricko seketika sambil menekan-nekan layar i-pad.
Chris mengubah posisi duduknya dan menselonjorkan kedua kakinya ke depan lalu meletakkan kedua tangannya ke belakang sebagai alas kepalanya. "Hm, jelaskan!"
"Namanya Shakila Luivton, putri pertama dari Tuan Michael Luivton berasal dari Belanda, yang sekarang sudah menikah dengan wanita Indonesia, namanya Sekar."
Mendengar nama Luivton disebut, sudut bibir Chris terangkat sedikit. "Luivton..." desisnya pelan.
"Michael Luivton adalah pengacara terkenal di Indonesia sekaligus pengusaha di negeri as–"
"Langsung saja ke intinya!" potong Chris cepat.
Ricko melirik Chris sekilas lalu menatap layar i-padnya kembali. "Saat ini Shakila baru saja mendaftar kuliah di Universitas XXX, jurusan teknik nuklir, dia terkenal suka berkelahi dan selalu membuat onar, jadi dia sering berpindah-pindah kampus dan–"
"Apa dia punya pacar?" Sekali lagi Chris menyela perkataan Ricko.
Ricko dan Ricki melirik satu sama lain sejenak. Sangat penasaran dengan isi pikiran Chris saat ini.
"Menurut informasi yang kami dapatkan sudah Mister, tapi kenapa pacarnya banyak ya?" Ricko bergumam pelan.
Tak ada tanggapan, Ricko dan Ricki menatap Chris seketika, dahi mereka berkerut samar. Sementara Chris masih bergeming di tempat tanpa ekspresi sama sekali. Mata tajamnya bak tatapan elang, menatap lurus ke depan.
Keheningan tercipta sesaat di ruangan.
Ricko dan Ricki masih berdiri tegap menghadap ke arah Chris. Keduanya melempar pandangan satu sama lain sejenak.
"Hari ini aku mau kalian mendaftarkan aku sebagai dosen jurusan teknik nuklir, di Universitas Shakila!" Chris bersuara seketika sambil beranjak cepat dari sofa.
"Apa?!" sahut keduanya serempak.
Saat mendengar permintaan Chris, Ricko dan Ricki terlonjak kaget di tempat. Tak mengira bosnya mau menjadi dosen.
Membayangkan saja sudah membuat mereka panik, bagaimana bisa seorang mafia kejam dan terkenal akan kebengisannya ini akan mengajar. Belum sehari mengajar, mungkin saja kelas sudah meledak. Ricko dan Ricki benar-benar tak bisa menebak jalan pikiran Chris saat ini. Apalagi Chris sekarang sedang diburu oleh para musuhnya.
"Apa kalian tuli? Cepat keluar, hari ini semuanya harus selesai, pergi sekarang dari kamarku! Jangan lupa belikan aku kacamata dan pakaian untuk mengajar!" titah Chris tak ingin di bantah, sorot mata yang terpancar dari kedua matanya begitu setajam hingga menembus ke jantung Ricko dan Ricki seketika.
Bergedik ngeri, Ricko dan Ricki mengangguk cepat lalu melangkah pergi.
"Shakila...." desis Chris kemudian sambil menyeringai tipis.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments
Yunerty Blessa
apakah Chris sudah jatuh cinta dengan Shakilla.., sanggup menjadi dosen lagi.....
2024-08-19
0
lily
pepetttt truuuuus
2024-05-19
0
Kenzi Kenzi
lawan musuhmu dg nuklir....
juniormu waake up berkat eneng....kejer si eneng
2023-07-04
0