Selesai baca, jangan lupa kasi like, sesajen dan komentar ya, biar author semakin semangat untuk update 😊
🌸🌸🌸
"Hei, siapa kamu!" teriak Shakila saat melihat seorang menaiki motornya seketika.
Chris menoleh ke samping, Ricki tengah menyalakan kembali motor ninja milik Shakila. Dia memberi kode pada Ricki untuk mengurus motor Shakila.
Ricki mengangguk paham.
"Tenanglah Shakila, dia temanku, sudah ayo berpegangan!" Chris menekan pedal gigi kemudian.
Shakila tak langsung menjawab, bibirnya kelu, bingung harus berkata apa. Tanpa mendengarkan tanggapan Shakila, Chris mulai mengendarai motor besarnya. Meninggalkan Ricki di belakang, yang sedang berusaha menyalakan motor Shakila.
Lima menit kemudian, Chris dan Shakila sudah aman dan jauh dari jangkauan para polisi. Chris melirik Shakila di kaca spion, wanita itu nampak termenung, memandang ke samping jalan raya.
"Pak kita mau kemana?" Shakila bertanya tiba-tiba.
Chris enggan menjawab. Dia malah melajukan motor Shakila, alhasil Shakila reflek memeluk Chris.
Deg, deg, deg.
Jantung Shakila berdebar-debar tak karuan saat dadanya menempel di punggung Chris.
Sementara Chris, mengulas senyum tipis.
Beberapa menit kemudian, Chris menepikan motornya di jalanan yang di bawahnya disinari lampu penerangan. Suasana di sekitar nampak sunyi dan senyap, hanya terdengar semilir angin malam.
"Kok berhenti di sini Pak?" tanya Shakila, sambil membuka helm.
"Turun!" Bukannya menjawab pertanyaan Shakika, Chris malah menyuruhnya untuk turun.
Tanpa banyak Shakila turun dari motor, diikuti Chris setelahnya.
"Apa kamu selalu seperti ini Shakila?" Chris menatap tajam Shakila. Bayangan Shakila dan Baron tadi saling berbicara melintas cepat dibenaknya seketika. Dadanya seakan terbakar membara, Chris tak mengerti dengan perasaannya sekarang.
Shakila mengerutkan dahi sedikit. "Maksudnya Pak?"
"Apa kamu selalu ikut balapan liar Shakila? Kamu ini perempuan Shakila, keluyuran malam-malam seperti ini sangatlah berbahaya!"
"Iya, memangnya kenapa? Apa bedanya sama Bapak, malam-malam juga keluyuran! Lagian jika ada yang mau berbuat jahat padaku, akan aku patahkan kakinya!" Shakila mengangkat dagunya dengan angkuh seraya berkacak pinggang.
"Oh ya?" Raut wajah Chris yang semula dingin, berubah jadi aneh. Dia mendekat lalu berdiri tepat di hadapan Shakila dengan jarak satu jengkal.
Sekali lagi Shakila merasakan dadanya berdetak kencang. Dia bingung sendiri jadinya. Apalagi saat melihat sorot mata Chris membuat dirinya mati kutu. Shakila memalingkan mukanya ke samping karena tak mampu menatap Chris lama-lama.
"Kalau aku menganggumu, apa kamu akan mematahkan tanganku juga?" Chris berbisik pelan di telinga Shakila.
Shakila menoleh seketika, secara bersamaan pula ingatan tentang kejadian di lift melintas seketika, suara Chris seakan tak asing menurutnya, namun Shakila menepis pemikirannya. Sebab hasil foto ia dan orang asing beberapa hari lalu tak jelas sama sekali. Sebab Rika tak benar-benar memotret malam itu. Shakila merutuki dirinya sendiri karena mengiyakan tantangan temannya dan ia berharap pria yang ia cium tidak memiliki pasangan.
"Tentu saja aku akan mematahkan tangannya," balas Shakila cepat, namun sorot matanya menyiratkan ketakutan. Kemudian ia mengalihkan pandangan ke samping lagi.
Sudut bibir Chris terangkat sedikit, Shakila tak melihat senyuman itu, sebuah senyuman yang begitu manis.
Hening, tak ada lagi pembicaraan setelahnya.
Shakila heran, mengapa Chris membawanya kemari dan lebih bingung lagi mengapa Chris mengetahui dirinya ikut balapan liar, apa dosennya itu seorang penguntit.
Shakila memberanikan diri menatap Chris
walau jantungnya semakin berdebar-debar tak jelas saat ini. "Pak, mengapa Bapak malam-malam keluar dan ikut balap liar?" katanya, mengira Chris juga memiliki hobi yang sama dengannya.
"Siapa yang bilang aku ikut balap liar?"
Dengan muka polosnya Shakila berkata,"Tidak ada sih, itu hanya asumsiku, habisnya Bapak menolongku tadi."
"Iya, tadi aku berjalan-jalan malam bersama temanku lalu mendengar ada balap liar di jalan XXX, jadi kami pun ingin menonton sebentar dan mahasiswi ku ini ternyata ikut balap juga!" kilah Chris sambil menyentil hidung Shakila seketika.
"Awh! Sakit Pak!" sungut Shakila dengan bibir mengerucut tajam.
"Mulai dari sekarang, kamu di larang keluar malam-malam dan jangan ikut balapan liar lagi!"
Shakila sampai melongo mendengar perkataan dosennya itu. Memangnya dia siapa? Berani-beraninya mengatur dirinya, pacar atau mantan pacarnya saja tak ada yang berani mengaturnya selama ini. Ya, lagipula ia pacaran hanya untuk bermain-main saja.
"Ngg–"
"Nggak ada tapi-tapi Shakila, kalau kamu tidak mau menuruti perkataanku, aku akan mengadu sama Mommy kamu, kalau kamu malam ini pergi keluar!" Chris tersenyum smirk setelahnya.
Saat mendengar gertakan itu, Shakila bungkam seketika. Dengan muka tertekuk sempurna Shakila memakai kembali helmnya hendak pulang ke rumah, sebelum Mommynya tahu kalau dia ada di luar sekarang.
"Mau kemana?" tanya Chris, saat melihat Shakila menaiki motornya.
"Tentu saja pulang!" jawab Shakila ketus.
"Apa aku tidak salah mendengar?" Chris mendekat lalu memegang pinggang Shakila dan mengangkatnya seperti boneka, setelah itu mendudukkan Shakila di atas motor.
Shakila menjerit histeris sambil berusaha memberontak. "Ahk! Bapak mau apa! Jangan Pak, aku masih kecil!"
"Diam Shakila, aku hanya mau memindahkan kamu ke belakang, kalau kamu mau pulang, pulanglah bersamaku, apa kamu lupa, ini motorku," ucap Chris sambil memegang kedua pipi Shakila seketika.
Deg.
Shakila terpaku di tempat. Lidahnya mendadak kaku. Benar juga kata Chris pikirnya sejenak.
"Ma-af Pak, hehe, aku lu-pa," sahut Shakila sedikit terbata-bata. Lalu mengalihkan pandangan ke arah jalan raya.
Saat ini Shakila merasa jantungnya akan meledak. Dia tak dapat menjelaskan perasaannya ini, sebuah perasaan yang tak pernah ia rasakan sebelum-belumnya.
"Dimaafkan, tapi ingat mulai dari sekarang, kegiatan mu di luar kampus ataupun di kampus akan aku pantau."
Shakila menoleh. "Tapi–"
"Shftt!" Chris langsung meletakkan jari telunjuknya di depan bibir Shakila. "Dengar, Mommymu sudah menitip pesan padaku tadi, apa kamu lupa, jika kamu membuat ulah, aku diperbolehkan menghukummu?" sahutnya, dengan seringai tipis terpatri diwajahnya itu.
Untuk sesaat Shakila bergedik ngeri ketika melihat senyuman Chris. Lidahnya sangat sulit digerakan sekarang. Sepenggal memori kejadian beberapa hari lalu melintas lagi dibenaknya.
"Kamu mau ke surga?"
Shakila melebarkan mata saat suara itu begitu mirip dengan Chris namun ia menggelengkan cepat kepalanya. Sebab wajah pria itu sangatlah buram, di penglihatannya. Jadi pria itu tidak mungkin Chris.
"Jadi kamu tidak mau menuruti perkataanku, baiklah, kalau begitu aku akan mengadu pada Mommymu." Gelengan kepala Shakila barusan disalah artikan Chris.
"Jangan! Iya, iya aku akan menuruti perkataan Bapak!" Shakila terlonjak kaget karena dirinya tanpa sadar mengiyakan ucapan Chris. Secepat kilat ia membekap mulut sendiri.
Argh! Habis sudah kebebasanku ini!
Mendengar hal itu, Chris tersenyum penuh kemenangan.
"Ayo sekarang kita pulang, besok kamu harus masuk kuliah, aku tak mau kamu datang terlambat ke kelasku!" sahut Chris kemudian. Lalu menaiki motornya seketika.
*
*
*
Keesokan harinya.
Shakila terpaksa bangun pagi saat bunyi ponselnya terus berdering. Ya, semua itu adalah ulah Chris, penghuni baru kostan Mommynya. Semalam, sebelum masuk ke rumah melalui jendela, Chris meminta ponselnya. Semula Shakila tak mau memberikan nomor ponselnya, namun karena gertakan Chris, ia terpaksa memberitahu nomornya.
Dan pagi ini malapetaka pun datang, Shakila yang biasanya bangun agak kesiangan, pagi-pagi di telepon Chris untuk datang lebih awal ke kampus, menyuruhnya untuk menyiapkan ruangan laboratorium. Yaps, kemarin Shakila di angkat Chris menjadi asisten dosennya.
Setelah sampai kampus, dengan langkah tergesa-gesa Shakila berjalan menuju ruang laboratorium. Namun, langkah kakinya terhenti saat melihat Baron dan Donna berciuman di balik pilar kampus.
Shakila meradang, sebenarnya dia tidak cemburu dengan hubungan pacarnya itu, namun dia marah, teringat ulah Baron semalam. Ya, berdasarkan informasi yang dia dapatkan dari Merry dan Rika. Baronlah yang membuat ban motornya bocor. Dia pun sudah mengira kalau Baron dan Donna memiliki affair di belakangnya. Tanpa banyak kata dia melangkah cepat dan menjambak rambut Baron seketika.
"Argh! Sakit! Lepaskan aku!" teriak Baron sambil melirik ke belakang siapa pelakunya. "Sayang!"
Donna pun terkejut.
"Sayang ndasmu ha!" teriak Shakila sambil melayankan pukulan di rahang Baron berkali-kali.
Bugh!
Bugh!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments
Yunerty Blessa
ajar si Baron tu Shakilla....
2024-08-19
0
Yunerty Blessa
seperti nya Chris sudah cemburu... ada kemungkinan Chris sudah jatuh cinta dengan Shakilla....
2024-08-19
0
Dian Isnu
😂😂😂 sayang endas mu 😅😅😅 keren la...👏👏👏
2023-07-14
1