Kencan pertama

Mobil yang di Kendarai Edo dan Nara melaju pelan menikmati pemandangan perjalanan terlihat sangat indah kiri kanan di balik jendela kaca mobil.

"Nara, aku sangat senang sekali memiliki kamu." Edo melirik Nara.

Nara hanya terdiam mendengar ucapan Edo dan tersenyum menatapnya.

"Nanti sore antar aku bertemu Resa ya Do?". Ucap Nara.

"Mau pergi kemana?"

"Sore nanti Resa mengajakku menemaninya ke kafe, sudah lama aku sama Resa quality time berdua."

"Ohh begitu, siap tuan putri." Jawab Edo tegas sambil tersenyum.

Mobil Edo pun akhirnya berhenti di parkiran tanda mereka sudah sampai di pantai. Mereka pun berdua turun dari mobil dan berjalan menuju sisi pantai.

Sambil bergandengan tangan mereka berjalan pantai kala itu sangat sepi tak ada satu orang pun berada di pantai itu, ternyata Edo telah menyewa satu pantai itu untuk harinya bersama Nara. Sudah ada kursi yang di pesan khusus berdua bersama Nara sangat romantis sekali Edo.

"Silahkan duduk cantik." Ajak Edo sambil mempersilahkan Nara duduk.

"Edo ini semua kamu yang siapin?" Ucap Nara merasa terkejut.

"Sudahlah cantik kita nikmati saja moment ini." Jawab Edo.

Mereka pun duduk berdua saling berhadapan di atas meja bundar di alasi kain putih dengan tambahan ornamen lilin dan satu tangkai bunga mawar serta sejuknya angin pantai.

"Ini indah sekali Edo." Ucap Nara.

Edo pun menarik tangan Nara di genggamlah tangan Nara, mata Edo terus menatap Nara begitu dalam.

"Nara aku mencintaimu janganlah kau ragu akan cintaku yang tulus kepadamu." Ucap Edo sungguh-sungguh.

"Sebenarnya aku menjadi ragu akan cintamu." Jawab Nara

"Kenapa Nara, ada apa?"

Melepaskan genggaman Edo dan Nara pun menceritakan kejadian tadi pagi ia bertemy dengan Alexa.

"Tadi pagi saat lari dengan Resa kami bertemu Alexa dan mengajak lari bersama, awalnya Resa menolak namun Alexa memaksa, terpaksa aku iyakan Alexa bilang hubungan kamu dengannya sangatlah mesra bahkan kalian sering sekali berkencan bahkan menginap bersama hingga pagi." Ucap Nara mengungkapkan apa yang pikirannya tadi.

Edo merasa kesal dengan apa yang di ceritakan Nara tentangya dengan Alexa.

"Aku berani bersumpah tidak pernah melakukan apa-apa bersama Alexa, walau dulu aku haus akan perhatian bukan berarti aku akan merusaknya. Hanya sebatas menggulum bibir saja." Edo mencoba menjelaskan pada Nara.

"Jadi Alexa berbohong padaku?"

"Iya wanita itu telah menggiring opini, agar hubungan kita ini hancur. Kurang ajar Alexa akan aku kasih perhitungan padanya. Bisa-bisanya menganggu bidadariku." Edo merasa kesal dan marah.

"Sudahlah Do, jika sudah ku utarakan padamu aku sangat lega, karena jujur dari tadi sangat kepikiran."

"Nara aku bersumpah hanya kamu yang mengisi relungku. Sungguh kau harus percaya?" Berusaha meyakinkan Nara.

Nara hanya mengangguk saja dan tidak memperpanjang masalah ini.

Edo pun menggeserkan kursinya dan mereka duduk bersebalahan ditariknya punggung Nara untuk ia dekap dan kepala Nara bersender di dada Edo, tangannya menyelinap pada sela-sela helai rambut Nara yang sangat lembut di elusnya secara halus dan romantis.

"Dekatmu terasa nyaman sekali aku ingin terus bersamamu Nara." Ucap Edo

"Tapi sepertinya bukan aku yang membuatmu nyaman." Nara sedikit menurunkan dahinya.

"Kenapa kau berpikir seperti itu?"

Nara pun duduk tegak dan menatap Edo.

"Ternyata bukan aku saja yang pernah menggulum bibir mu." Jelas Nara sedikit ngambek pada Edo. Edo hanya tersenyum kecil mendengar ucapan Nara yang terasa lucu di dengarnya.

"Heii.. Kamu cemburu?"Ucap Edo.

"Tidak."

"Menggulum bibirmu lebih indah dari pada yang lain sayang." Ucap Edo mesra.

Tangan Edo memegang pipi Nara di dekatkan wajahnya dan Edo langsung Sergap menggulum bibir Nara yang merah merona. Nara hanya pasrah dengan ciuman Edo rasanya begitu nikmat bak sedang di landa mabuk asmara begitu lama Edo menggulum bibirnya sampai suasana sunyi di iringi angin laut yang sangat damai.

"Bagaimana sayang?" Tanya Edo.

"Apa sih Edo?" Nara tersipu malu.

"Sudah ya jangan ada keraguan lagi padaku, aku sangat mencintaimu." Ucap Edo.

"Iyaa Edo." Jawab Nara ia pun menyenderkan kembali pada pelukan Edo.

Mereka menghabiskan waktu di pantai bersama melihat keindahan lautan yang begitu luas.

Tiba-tiba ponsel Nara pun berdering ternyata dari Resa.

"Hallo." Ucap Nara

"Lo jadikan temenin gua?"

"Jadi, aku di antar Edo."

"Lo lagi sama Edo?" Tanya Resa.

"Iyaa, ada di sebelah gua."

"Coba lo kasih hpnya ke Edo." Nara memberikan hp nya ke pada Edo.

"Eh Resa ada apa lo, mau ngobrol sama gua?"

"Tadi Betran ke rumah gua."

Edo pun kaget mendengar ucapan Resa bahwa Betran ke rumah Resa. Untuk apa, apa yang dia rencanakan.

"Ngapain?"

"Dia nitip surat ke gua, buat lo?" Timbal Resa.

"Surat apa?"

"Gua gak tau surat apaan, nanti lo baca sendiri aja. Udah kasih lagi hpnya ke Nara."

Memberikan kembali ponselnya kepada Nara.

"Nar nanti jam empat sore, gua shareloc ke lo ya."

"Okeyy Res."

"Yaudah lo nikmatin bucinnya."

"Apasih Res." Tertawa malu.

"Yaudah sampai ketemu nanti sore. Byee."

"Oke byee." Mematikan ponsel.

Edo pun menjadi terdiam setelah Resa memberitahukannya bahwa Betran menitipkan surat padanya. Edo penasaran surat apa yang di berikan Betran kepada Resa. Pokoknya setelah ini ia harus mengantar Nara bertemu Resa sekalian ia mengambil surat itu.

"Do.. kok diem?" ucap Nara.

"Gak apa-apa, kita makan yuk." Ajak Edo

Nara hanya mengangguk dan mereka menyantap makanan yang sudah di pesan sebelum kedatangan Nara bersamanya.

"Kamu kok tau aku suka salmon?" Tanya Nara.

"Kamu lupa ya, aku akan melakukan berbagai macam cara untuk membahagiakanmu Nara."

"Iiii serius Do."

"Aku tau dari Resa dia yang memberitahuku makanan kesukaan kamu." Berusaha menjelaskan

"Resa mulutnya ember yaa." Ucap Nara jenaka

"Biasa aku sogok dia pake cemilan, jadi dia mau kasih tau padaku." Jawab Edo sambil tertawa.

"Wahh bisa-bisanya kamu Do."

"Sudahlah Nara, nanti telinga Resa panas jika tau dia sedang di bicarakan."

"Benar juga Do." Nara tertawa pelan.

"Yasudah kita makan, setelah selesai makan aku akan antarkan kamu bertemu Resa."

"Oke sayang." Jawab Nara mesra.

Merasa terkejut mendengar perkataan Nara yang tak menyangka memanggil dirinya dengan sebutan sayang. Sungguh bahagia hati Edo ternyata wanita yang ia cintai memang tepat di takdirkan untuknya. Hari-harinya akan terus di hiasi oleh Nara senyumannya yang manis seolah menusuk relung kalbu, rambutnya yang terurai sangat indah dan lembut jika di belai sungguh sempurna Nara di mata Edo gadis baik hati nan cantik benar-benar menjadi kekasihnya. Mereka pun melanjutkan makan bersama di iringi hamparan lautan yang indah.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!