Rencana Alexa

Nara dan Resa pun saling bertatap mengisyaratkan tidak ingin lari bareng bersama Alexa.

"Kita udah selesai Lex." Ucap Resa ketus.

"Loh kok cepat banget?". Jawab Alexa

"Soalnya kita acara penting. Yakan Nar?" Ucap Resa.

Sambil mengenggam tangan Nara mengisyaratkan untuk cepat-cepat pergi, Nara pun mengangguk saja.

"Ayolah Res Nar, sebentar saja kita lari bersama." Alexa pun memaksa dan tetap ingin lari bersama.

Nara pun akhirnya mau di ajak lari oleh Alexa, toh itu hanya sebentar tidak akan lama, setelah itu baru kita pulang. Karena tidak ingin terjadi keributan Nara pun bersedia di ajak lari Alexa. Sedangkan Resa sangat tidak ingin dan merasa malas, namun apa boleh buat jika sahabatnya Nara setuju untuk lari pagi bersama Alexa. Mau tak mau ia harus ikut karena takut terjadi apa-apa dengan sahabatnya.

"Sebentar saja yaa, soalnya kita harus cepat pulang." Ucap Nara pada Alexa yang dari tadi memaksanya.

"Okeyy, Nar."

Mereka pun berlari bertiga menyusuri taman, Resa yang masih kesal enggan memasang muka males dan tak bersemangat. Namun Nara tetap menampakkan senyumnya seolah-olah ini baik-baik saja. Padahal pasti Alexa sedang merencanakan sesuatu untuknya tapi tetap Nara berusaha untuk berpikir positif.

Setelah berlari memutari taman mereka pun akhirnya istirahat duduk berhenti di bangku taman, sambil mengatur nafas setelah berlari cukup menguras keringat.

"Kalian capek yaa, gua beliin kalian minuman yaa?" Ucap Alexa menawarkan dirinya untuk membelikan Resa dan Nara air minum.

"Gak usah Lex, gua bisa beli sendiri biar gua aja yang beliin buat kalian." Jawab Resa sambil pergi untuk membelikan Nara dan Alexa minum. Resa pun meninggalkan mereka berdua. Suasana menjadi tegang dan canggung Nara yang harus waspada terhadap Alexa.

"Nar lo udah jadian sama Edo?" Tanya Alexa.

"Lo tau dari mana gua udah jadian sama Edo?." Membalikan pertanyaan Alexa.

"Nebak aja." Jawab Alexa tegas.

"Emang lo kenal sama Edo?" Nara pun pura-pura menanyakkan perihal kedekatan mereka dengan Edo.

"Emang Edo gak pernah cerita sama lo?" Tanya Alexa.

"Enggak." Padahal Nara sudah tau jika Alexa pernah berhubungan dengan Edo.

"Lo harus hati-hati sama Edo Nar." Ucap Alexa kepadanya.

"Kenapa?" Merasa heran

"Gua emang belum pernah cerita ini sama lo, gua mantan pacar Edo sebelum sama lo, dulu gue sama Edo saling cinta dua remaja yang di mabuk asmara kesepian. Sampai menggulum bibir pun sering kami lakukan, bahkan Edo sering mengajak gua untuk sekedar berkencan sampai kami lupa waktu berdua hingga pagi." Ucap Alexa pada Nara menjelaskan bahwa mereka sudah berhubungan sejauh itu, agar Nara putus dengan Edo.

Nara pun kaget tak menyangka bahwa apa benar yang di katakan Alexa tentang Edo dengan dirinya sudah sejauh itu. Sungguh sulit di percaya tapi jika di pikir sepertinya perkataan Alexa ada benarnya mengingat Edo sering bergonta-ganti pasangan.

"Nar lo kok ngelamun?" Mencoba menyadarkan Nara.

"Ehh iya Lex , Gak kok." Jawab Nara.

Tiba-tiba datanglah Resa membawa minuman.

"Nih buat lo Nar ini buat Lex." Ucap Resa sambil menyodorkan minuman.

"Thanks Res."

Mereka pun meminum seteguk air yang mengalir masuk ke dalam tenggorokan terasa menyegarkan. Sedangkan Nara masih kepikiran dengan omongan Alexa.

"Eh iya gua kayaknya harus cabut duluan, kalian juga buru-buru kan ada acara, thanks udah mau gua ajak lari bareng. Gua pergi dulu yaa bye." Alexa pun pergi meninggalkan Nara dan Resa.

"Nar! Alexa ngomong apa aja sama lo?" Tanya Resa cemas

Sebaiknya Resa tidak usah tau jika tadi Alexa berbicara tentang hubungannya bersama Edo, Nara takut sahabatnya khawatir karena ia bisa menyelesaikannya sendiri.

"Aman gak ada apa-apa." Jawab Nara tegas.

"Syukur deh gua takut tau dia ngomong macem-macem sama lo atau ngejailin lo." Kata Resa merasa cemas.

"Yuk pulang." Ajak Nara.

"Ayok, nanti sore kita ke kafe yuk udah lama kita gak quality time bareng." Ajak Resa pada Nara.

"Boleh, tapi gua bilang dulu sama ibu." Jawab Nara.

"Siapp."

Mereka pun akhirnya berjalan pergi meninggalkan taman dengan berkucur keringat. Berjalan beriringan bersama.

Sesampainya di rumah Nara.

"Yaudah Nar, gua balik yaa." Ucap Resa berpamitan.

"Okey Res lo hati-hati ya." Kata Nara

"Okey, Daa."

"Daa."

Nara pun pergi masuk ke dalam rumah, Nara pun kaget melihat ada Edo duduk di ruang tamu rumahnya.

"Edo kok gak bilang mau kesini?" Tanya Nara merasa heran, lalu ikut duduk dan menatap Edo.

"Biar suprise emang gak boleh ya, kekasihnya main kerumah pacarnya?"

"Hemm boleh aja sih."

"Aku mau ngajak kamu jalan, tenang ayah dan ibu sudah membolehkan kamu untuk jalan bersama ku."

"Yasudah aku mandi dulu dan berganti pakaian."

"Okey Nar, aku tunggu sini."

Nara pun pergi ke kamar untuk mandi dan bersiap-siap. Sedangkan Edo menunggunya sambil memainkan ponselnya. Setiba di kamar Nara masih kepikiran dengan ucapan Alexa apa itu benar terjadi, sepertinya Nara harus menanyakan langsung pada Edo perihal hal itu. Karena jika benar apa yang di ucapkan Alexa benar-benar terjadi, Nara akan kecewa sekali dan tak menyangka cinta pertamanya menyakiti begitu dalam.

Setelah itu akhirnya Nara selesai berganti pakaian dan keluar menghampiri Edo. Edo pun mendengar suara langkah kaki Nara dan menggelengkan kepalanya ke belakang. Edo pun terkaget melihat Nara begitu sangat cantik anggun dan menawan rambut yang di gerai dengan sepasang jepitan di pinggirnya menambah aura kecantikan pada Nara. Edo tak berkedip melihat kecantikan Nara.

"Edo." Panggil Nara.

"Ehh iyaa." Kaget

"Ayo kita pergi?" Ucap Nara.

"Kamu sangat cantik Nara dengan dress coklat sebawah lutut, aku makin cinta sama kamu." Ucap Edo yang lagi-lagi berucpa cinta.

"Apasih Do, biasa saja." Tersipu malu

"Mau jalan sekarang tuan putri." Ajak Edo mesra.

"Iyaa Edo, aku pamit sama ibu dan ayah dulu."

Nara pun pergi ke ruang tengah untuk berpamitan kepada ayah dan ibu.

"Ayah ibu Nara izin pergi sama Edo ya, setelah pergi jalan dengan Edo sorenya Nara langsung pergi ke kafe dengan Resa, Nara tadi sudah berjanji akan menemani Resa."

"Iya Nara ,tapi ingat pesan ayah kamu harus hati-hati." Jawab ayah tegas.

"Siap ayah, kalau gitu Nara pergi dulu."

Nara pun pergi menemui Edo, dan bergegas berjalan ke depan rumahnya bersama Edo. Tiba-tiba di gandenglah tangan Nara oleh Edo . Dan genggaman itu sangat nyaman sekali mereka pun bergegas masuk mobil dan melaju pergi meninggalkan rumah Nara.

"Kita mau kemana Do?" Tanya Nara.

"Kita ke tempat dimana pertama kali aku mengajakmu."

"Pantai?".

"Iyaah."

Sepertinya saat tiba nanti di pantai Nara harus menanyakan hal itu kepada Edo, agar perasaannya tidak bimbang. Karena ini menyangkut tentang kelangsungan hubungan mereka.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!