Akhirnya Edo sampai di rumah Nara, melihat Nara yang tertidur pulas menambah pesona kecantikannya tak tega Edo membangunkan Nara. Namun Edo harus tetap membangunkan Nara. Di eluslah pipi Nara yang lembut dan halus.
"Nara sayang, bangun." Kata Edo dengan suara lembut
"Emmm.. aku dimana Edo." Jawab Nara yang terbangun dari tidurnya.
"Di depan rumah kamu cantik." Sahut Edo
"Hah aku di depan rumah, kamu gak apa-apain aku kan Do." Nara merasa kaget tiba-tiba sudah ada di rumah
"Gak lah sayang, tapi dikit sih." Kata Edo sambil bercanda.
Edo pun di cubit manja oleh Nara.
"Kenapa aku bisa di rumah." Masih heran
"Tadi kamu tertidur di pelukanku sepertinya kamu sangat kelelahan cantik." Jawab Edo menceritakan hal terjadi pada Nara.
"Pantas saja aku tak ingat apa-apa." Nara merasa malu sudah tertidur di pelukan Edo.
"Yaudah kamu pulang yaa aku anterin sampai rumah."
Nara hanya mengangguk saja. Nara dan Edo turun dari mobil dengan wajah ceria. Ketika mereka memasuki rumah Nara di sambut oleh ayah dan ibunya.
"Dari mana saja kalian?" Tanya ayah
"Tadi saya mengajak Nara untuk pergi ke taman om tante." Jawab Edo
"Ya sudah terimakasih ya Edo, telah mengantarkan Nara pulang." Ucap ibunya
"Iyaa bu sama-sama."
"Yasudah ayah ibu masuk dulu."
Ayah dan ibu Nara meninggalkan mereka berdua di depan pintu rumah.
"Ya sudah Edo aku masuk dulu ya." Ucap Nara
"Iyah Nara, aku pamit pulang." Jawab Edo sambil pamit meninggalkan rumah Nara.
"Iyah kabari kalau sudah sampai."
"Daahh."
"Daahh."
Pria itu masuk ke dalam mobilnya Nara yang masih memperhatikannya sampai mobil itu pergi meninggalkan pekarangan rumahnya. Barulah Nara pun pergi masuk ke dalam rumah bersih-bersih berganti pakaian. Sungguh malam yang indah bagi Nara ternyata cintanya bersama Edo kini bersemi."
Nara yang telah selesai bersih-bersih lalu merebahkan badannya di tempat tidur kepalanya di tempelkan di bantal yang empuk menggunakn daster tipis pendek Nara berbaring. Bayang-bayang Edo terngiang di pikirannya.
Alih-alih sedang membayangkan Edo handphone Nara berdering ada panggilan masuk dari Resa.
"Hallo." Jawab Nara.
"Lo aman kan?" Tanya Resa yang khawatir dengan Nara.
"Aman." Jawab Nara singkat.
"Terus gimana lo sama Edo?"
"Gua udah nyatain perasaan gua ke Edo, kita udah resmi jadian." Ucap Nara yang kala ini sedang sangat bahagia.
"Wahh serius lo, gua gak nyangka akhirnya kalian jadian juga tapi lo harus tetap hati-hati Nar, masih ada Alexa yang ngejar-ngejar Edo." Resa pun sangat bahagia mendengar sahabatnya telah resmi jadian bersama Edo.
"Iyah Res, gua ngerti hal itu bakal gua selesain satu per satu sama Edo."
"Jangan gegabah Nar, lo harus tetap hati-hati."
"Iyaa Resa bawel." Meledek Resa yang sedang berbicara serius.
Resa memang sahabat yang baik untuk Nara yang selalu ada dalam situasi apapun. Nara sangat menyayangi Resa seperti saudaranya sendiri, begitupun sebaliknya Resa pun amat sayang dengan Nara.Persahabatan mereka tidak akan pernah terpisahkan.
"Iii rese ya lo." Resa kesal
"Haha gak usah bawa perasaan gitulah Res. Bagaimana hubunganmu dengan Dika? Tanya Resa mengalihkan pembicaraan.
"Begitulah masih aman dan semakin mesra haha."
Mendengar perkataan sahabatnya Nara merasa geli sekaligus senang, karena dia pun sekarang mengerti apa yang pernah di rasakan sahabatnya kini ia rasakan pula.
"Wah syukurlah, kalau Dika sakitin lo lapor ke gua ya Res, gua tumbuk jadi beras."
"Haha siap ibu Nara. Yaudah deh gua mau tidur dulu, oh iya besok kita lari pagi yok, gau entar ke rumah lo."
"Okey, gua tunggu."
Nara pun mematikan telponnya dan bersiap untuk tidur karena esok ia akan lari bersama sahabatnya. Tiba-tiba pas Nara ingin menyimpan handphone ada satu notifikasi pesan masuk, tak lain itu adalah kekasihnya Edo.
"Hai cantik kekasihmu ini sudah sampai rumah, pasti kamu sudah tertidur lelap yaa, aku hanya ingin memberitahumu aku sangat bahagia sekali, bahkan kini aku rindu, istirahat yaa cantik love you."
Membaca pesan dari Edo Nara tersenyum-senyum bagaikan melayang tak ia balas pesan Edo biarkan esok ia akan membalasnya. Nara pun akhirnya tidur berharap bermimpi membayangkan Edo.
...****************...
Pagi yang cerah diselimuti senyum yang merekah hirup udara yang sejuk menambah suasana pagi menjadi sangat indah. Pagi itu Nara sudah siap menunggu sahabatnya datang, karena telah berjanji alan lari pagi bersama.
"Mau kemana Nara?" Tanya ibu.
"Nara ingin lari pagi bersama Resa bu, bolehkan?" Jawab Nara sambil meminta izin.
"Tentu boleh sayang." Jawab ibunya
"Terimakasih bu." Nara pun memeluk ibunya.
"Pagi tante." Tiba-tiba Resa telah datang dan mengagetkan mereka.
"Pagi Resa." Jawab ibu Nara.
"Tante aku sama Nara mau pergi lari dulu yaa." Resa pun meminta izin pada ibunya Nara.
"Boleh dong Resa, tapi harus tetap hati-hati."
"Siap tante." Sahut Resa dengan tegas
Nara dan Resa pun pergi berlari pagi di taman namun kali ini mereka tidak berlari hanya berjalan santai sambil menikmati suasana pagi hari yang masih sejuk, sebelum semakin siang udara sudah bercampur polusi. Mereka pun berjalan beriringan saat sedang berjalan santai ada panggilan masuk dari Edo.
"Bentar Res, aku angkat telphone dulu." Nara pun mengangkat telphonennya duduk di bangku taman bersama Resa.
"Hallo." Jawab Nara kepada Edo.
"Hallo cantik gimana tidurnya semalem nyenyak?" Jawab Edo.
"Apasih kamu Do." Tersipu malu.
Tiba-tiba Resa pun menyambung obrolan mereka.
"Hallo Edo, bisa kali teraktir gua." Sahut Resa.
Edo pun kaget mendengar suara Resa karena ia tidak tahu jika Nara ternyata sedang bersama Resa.
"Oh iya Do, maaf aku lupa memberitahumu, aku sedang lari pagi bersama Resa di taman, dan pesanmu semalam aku lupa untuk balas." Nara pun menjelaskan apa yang sedang ia lakukan.
"Ohh begitu yaudah kamu lanjutin dulu lari nya dengan Resa, kabari jika sudah sampai rumah."
"Iyaah Edo."
"Resa jagain cewek gua jangan sampai lecet." Sahut Edo kepada Resa.
"Amann broo." Jawab Resa tegas.
Akhirnya Nara pun menutup telphonennya dan melanjutkan lari pagi bersama Resa. Alih-alih sedang berlari tiba-tiba tanpa di sengaja ia berpapasan dengan Alexa yang kala itu sedang berlari pagi juga.
Mereka pun kaget Alexa tiba-tiba ada di sini menghampiri mereka.
"Hai Res... Nar." Sapa Alexa dengan senyumnya yang terlihat terpaksa.
"Hai Lex." Jawab Resa sedangkan Nara hanya terdiam.
"Lo berdua lari pagi disini juga?" Tanya Alexa.
"Iyah kebetulan kita lari pagi disini." Jawab Nara ramah.
"Kalau gitu gimana kita bareng saja." Ajak Alexa yang sepertinya ada niatan buruk kepada Nara.
Nara dan Resa pun saling bertatapan mengisyaratkan seperti tak ingin lari bersama Alexa, karena mereka pun sudah curiga pasti Alexa akan berbuat tidak baik padanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments