Pemuji 17: Bayangan Joko Mengganggu

*Perjanjian Muara Jerit (Pemuji)*

Meski belum waktunya tidur, tetapi Putri Ani Saraswani sulit tidur. Pasalnya, pikirannya tidak henti-hentinya membayangkan sosok, wajah, bibir merah Joko Tenang, terutama senyum bibir merahnya.

Bayangan itu bukan hanya mewujudkan apa yang tadi sore terlihat, tetapi sudah bisa mewujudkan Joko Tenang dengan berbagai gaya, seperti membayangkan Joko Tenang tertawa terbahak-bahak versi imajinasi sang putri. Bukan hanya itu, bahkan imajinasi jika seandainya Joko Tenang adalah kekasihnya, maka apa yang akan terjadi.

Tadi sore, Putri Ani Saraswani harus menunggu Joko Tenang pulang seorang diri. Dia ingin bertanya kepada Menteri Badaragi atau Ronda Galo yang lebih akrab dengan Joko Tenang.

“Apakah Joko itu ingin membeli kopi, Paman?” tanya Putri Ani Saraswani kepada Badaragi.

“Benar. Tapi niat utamanya adalah ingin menawarkan kayunya kepada Kerajaan. Dia penguasa kayu dari Hutan Malam Abadi. Karena menilai Badarkopi bagus, dia pun tertarik,” jawab Badaragi.

“Oooh. Berarti dia akan tinggal di Ibu Kota untuk sementara?” tanya Putri Ani Saraswani.

“Joko menyewa rumah milik Nangita, teman dari kakakku, Gusti,” kata Ronda Galo.

“Tidak perlu kau beri tahu, karena aku tidak akan ke rumahnya,” kata Putri Ani, membuat Ronda Galo menelan ludah sendiri.

“Joko Tenang juga aku beri tahu tentang ikan perut emas. Jika menguntungkan, mungkin dia juga akan mencoba untuk membelinya. Namun, dia ingin merasakan lebih dulu kelezatan telur ikan perut emas,” ujar Badaragi.

“Asalkan menguntungkan, aku pun tidak akan menolak tawaran pembelian,” kata Putri Ani. “Tapi aneh, kenapa lelaki memakai gincu?”

“Itu warna bibir alaminya, Gusti. Itu bukan gincu. Bibir Joko Tenang memang merah seperti gincu,” jawab Ronda Galo. Kali ini jawabannya pasti tidak ditolak oleh sang putri.

Terkejut Putri Ani Saraswani, Badira dan Rincing Kila mendengar fakta unik tersebut. Terlihat dari ekspresinya.

Kini, bayangan tentang Joko Tenang yang tampan dan terlihat gagah, tenang, bahkan berkharisma tinggi, terus bermain dan menari-nari di dalam benak sang putri. Otomatis dia akan membandingkan mendiang kekasihnya dengan Joko Tenang. Jelas-jelas kekasihnya kalah telak.

Bagaimana tidak kalah jika Agi Lodya sudah almarhum, sedangkan Joko Tenang masih hidup sesegar kuda perang? Ditambah dari segi fisik dan ketampanan.

Saat ini, Putri Ani Saraswani sedang duduk di pinggiran kolam dalam kamarnya. Di bawah penerangan sepuluh obor, sang putri memerhatikan sepasang ikan hias air tawar jenis peri yang lebih besar dari lebar telapak tangan. Hanya ada sepasang, jantan dan betina. Yang jantan berwarna biru-perak dan yang betina warna jingga perak. Pada umumnya ikan peri memiliki area ekor berwarna perak dengan kepala dan badan warnanya bervariasi.

Jangan salah, kedua ikan itu sudah berusia delapan tahun karena memang ikan peri tergolong ikan purba yang berusia panjang.

Sepasang ikan itu adalah simbol cinta Putri Ani Saraswani dengan Agi Lodya. Setiap melihat ikan itu, sang putri selalu bersedih, mengenang kebahagiaan cintanya yang dihancurkan oleh ayahnya.

“Kakang Agi Logya, apakah kau tidak sakit hati jika aku jatuh hati kepada lelaki lain?” tanya Putri Ani Saraswani, bukan di dalam hati, tetapi dia bertanya kepada ikan jantan di dalam kolam kecil itu.

Hanya orang bodoh yang menunggu ikan menjawab pertanyaan manusia.

“Tapi, sepertinya dia sudah beristri,” ucap Putri Ani lagi berubah ragu. “Tidak mungkin aku jatuh hati kepada suami orang. Jika dia suami orang, untuk apa aku memikirkannya segelisah ini?”

Rincing Kila muncul bersama seorang pemuda berpakaian pendekar di depan kamar. Kamar Putri Ani Saraswani memang menghadap ke luar dan tidak sepenuhnya tertutup. Bisa disebut kamar itu menyatu dengan alam. Ada dupa pengusir nyamuk yang harum baunya. Bukan nyamuknya yang harum, tapi dupanya. Semoga tidak salah paham.

Meski kamarnya berdinding terbuka, tetapi Putri Ani Saraswani tetap memiliki ruang privasi yang tinggi.

Rincing Kila dan pemuda yang dibawanya masuk lalu menjura hormat.

Pemuda itu berambut pendek berhidung pesek, tapi beralis tebal. Ada satu giwang emas di telinga kanannya. Ia mengenakan pakaian hijau gelap yang terlihat hitam karena malam. Di perutnya terselip sebatang bambu kecil, mirip suling bambu. Dia bernama Kalawit, salah satu pendekar yang mengabdi kepada sang putri.

“Kalawit, di rumah sewa milik Nangita, teman kakak dari Ronda Galo, ada seorang pendekar lelaki yang menginap di sana. Kau awasi selama satu malam penuh!” perintah Putri Ani Saraswani.

“Hanya mengawasi, Gusti?” tanya Kalawit untuk memperjelas tugasnya.

“Hanya mengawasinya. Besok pagi laporkan apa yang kau lihat!” tandas Putri Ani.

“Baik,” ucap Kalawit patuh. “Hamba izin pamit, Gusti!”

Setelah menjura hormat, Kalawit segera berbalik pergi.

“Aku pikir Gusti Putri tidak tertarik kepada tukang kayu itu,” kata Rincing Kila.

“Aku tidak tertarik, tapi hanya curiga,” sangkal Putri Ani Saraswani.

Rincing Kila tidak mau mendebat junjungannya, meski antara mereka sudah seperti dua orang sahabat. Namun, pengawal pribadi itu paham dengan karakter junjungannya. Jika Putri Ani tidak tertarik kepada Joko, dia tidak akan peduli, terlebih dia setia kepada kekasihnya yang sudah menjadi tulang belulang tanpa kepala. Namun buktinya, Kalawit diutus untuk mengintai gerak gerik Joko Tenang.

“Apakah Gusti Putri memiliki rencana untuk melupakan Agi Lodya?” tanya Rincing Kila.

“Jika aku melupakan Agi Lodya, itu sama saja aku melupakan dendamku kepada Ayahanda,” jawab Putri Ani Saraswani.

“Gusti Putri adalah pewaris Gusti Prabu, jika dendam itu masih Gusti Putri pelihara, bisa-bisa tahta diwariskan kepada Pangeran Tirta Gambang. Dia sangat giat berlatih, kesaktiannya terus meningkat dan akan semakin menjadi kebanggaan Gusti Prabu,” ujar Rincing Kila.

“Aku akan benar-benar memberontak jika hakku diberikan kepada orang lain!” tandas Putri Ani.

“Jangan sampai Gusti Putri melakukan itu, itu sama saja bunuh diri,” kata Rincing Kila dengan berbisik, padahal tempat itu sudah dijamin steril dari penguping.

“Kau berhasil membuyarkan pikiranku dari pemuda bibir merah itu,” kata Putri Ani Saraswani.

“Tapi Gusti Putri jadi teringat kembali,” kata Rincing Kila sembari tersenyum lebar menggoda majikannya.

Singkat cerita.

Kalawit yang diutus oleh Putri Ani sudah tiba di pinggir jalan yang gelap, tidak jauh dari rumah sewa Joko Tenang.

Kalawit bersembunyi di bawah pohon, tepatnya di balik batang pohon. Tempat itu gelap gulita. Dari situ, Kalawit bisa memantau depan dan satu sisi samping rumah sewa tersebut. Dian di dalam rumah masih menyala.

Namun, Kalawit tidak tahu bahwa orang yang sedang dia awasi adalah pendekar sakti mandraguna. Jika jarak Kalawit hanya sejauh itu dari rumah sewa, yaitu lima tombak, Joko Tenang masih bisa merasakan kehadirannya selama dia punya napas dan detak jantung.

Kalawit bisa bertahan di tempatnya berdiri sampai pagi. Mengintai dalam senyap adalah keahliannya. Namun, dia tidak menyadari bahwa ada seseorang yang berdiri di atas pohon dan sedang memerhatikannya.

Sosok di atas pohon yang juga tidak terlihat karena gelap gulita, bukanlah kuntilanak penunggu pohon, tetapi itu adalah Joko Tenang. Meski gelap, Joko Tenang bisa membaca sosok dan wajah Kalawit yang sedang serius memerhatikan rumah sewa, padahal rumah itu tidak terlihat apa-apa.

Joko Tenang tidak melakukan apa-apa terhadap Kalawit. Dia hanya melihat lalu menghilang tanpa suara senapas pun. Dia sendiri tidak tahu siapa orang tersebut.

Krek!

Tiba-tiba pintu rumah sewa rumah Joko Tenang dibuka dari dalam. Sosok Joko Tenang keluar. Dia turun ke samping rumah.

Kalawit memfokuskan pandangannya memperhatikan tindak tanduk Joko Tenang. Pemuda berambut panjang lurus seperti perempuan itu hanya mengenakan rompi merahnya, tentu saja dengan bercelana. Joko Tenang berpose layaknya seorang lelaki yang sedang kencing di semak-semak sisi rumah sewanya, tapi membelakangi posisi Kalawit. Padahal, itu hanya pura-pura. (RH)

Terpopuler

Comments

@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈

@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈

andai kau tau kalawit klu Joko sdh tau semuanya pasti kau akan malu 😅

2023-09-06

2

ᴄᷤʜͦɪͮᴄͥʜͣɪᷡᴋͣ

ᴄᷤʜͦɪͮᴄͥʜͣɪᷡᴋͣ

santai ae Putri Joko Tenang banyak Bininya🤣🤣

2023-09-02

1

◌ᷟ⑅⃝ͩ● °°~°°Dita Feryza🌺

◌ᷟ⑅⃝ͩ● °°~°°Dita Feryza🌺

yg akan terjadi ya paling nanti sibuk bikin anak kali ya🤣

2023-08-30

1

lihat semua
Episodes
1 Pemuji 1: Tamu Lancang
2 Pemuji 2: Melihat Permaisuri Nara
3 Pemuji 3: Permaisuri Paling Sakti
4 Pemuji 4: Lima Pendekar Utusan
5 Pemuji 5: Joko Tenang
6 Pemuji 6: Tiga Istri Pelaut
7 Pemuji 7: Menertawakan Pendekar Receh
8 Pemuji 8: Tamu Agung
9 Pemuji 9: Tawaran Kerja Sama
10 Pemuji 10: Bertemu Sahabat Lama
11 Pemuji 11: Mencari Joko
12 Pemuji 12: Obrolan Rujak
13 Pemuji 13: Perintah Rahasia Joko
14 Pemuji 14: Perasaan Putri Ani
15 Pemuji 15: Budidaya Ikan Perut Emas
16 Pemuji 16: Jumpa Mata Samudera
17 Pemuji 17: Bayangan Joko Mengganggu
18 Pemuji 18: Pembunuh Gelap
19 Pemuji 19: Bertemu Lagi
20 Pemuji 20: Muara Jerit
21 Pemuji 21: Tawa Putri Ani
22 Pemuji 22: Serangan Berbahaya
23 Pemuji 23: Pertolongan Joko
24 Pemuji 24: Mengobati Putri
25 Pemuji 25: Target Lain
26 Pemuji 26: Pembunuh yang Hilang
27 Pemuji 27: Kabar Mengejutkan
28 Pemuji 28: Terduga Pembunuh
29 Pemuji 29: Jasa Rompi Merah
30 Pemuji 30: Pasukan Pengaman Putri Datang
31 Pemuji 31: Pisah dan Janji
32 Pemuji 32: Seteru Ayah Anak
33 Pemuji 33: Pengirim Lintas Dunia
34 Pemuji 34: Peringatan Dari Menteri
35 Pemuji 35: Selamat Jalan Agi Lodya
36 Pemuji 36: Serangan Manusia Kalong
37 Pemuji 37: Amarah Prabu
38 Pemuji 38: Kekasih Putri Ani
39 Pemuji 39: Menyergap Joko
40 Pemuji 40: Pelajaran dari Joko
41 Pemuji 41: Kisah Putri Ani
42 Pemuji 42: Jawaban Jujur Joko
43 Pemuji 43: Nyai Bale
44 Pemuji 44: Gusti Raja
45 Pemuji 45: Putri Ani Cinta Joko
46 Pemuji 46: Kehilangan
47 Pemuji 47: Reksa Dipa Rusuh
48 Pemuji 48: Amukan Reksa Dipa
49 Pemuji 49: Putri Ani "Diperkosa"
50 Pemuji 50: Istana Ratu Serigala
51 Pemuji 51: Keterkejutan Para Istri
52 Pemuji 52: Perguruan Tunas Mahkota
53 Pemuji 53: Pangeran Tirta Gambang
54 Pemuji 54: Hutan Malam Abadi
55 Pemuji 55: Rayuan Joko
56 Pemuji 56: Cerita Menyakitkan
57 Pemuji 57: Rincing Masuk Istana
58 Pemuji 58: Interogasi Sang Prabu
59 Pemuji 59: Putri Mahapatih
60 Pemuji 60: Sejajar dengan Ratu
61 Pemuji 61: Curiga Prabu Galang
62 Pemuji 62: Pergerakan Pasukan Kerajaan
63 Pemuji 63: Nyaris Gila
64 Pemuji 64: Joko Tenang, Prabu Dira
65 Pemuji 65: Putri Ani Tunduk
66 Pemuji 66: Pasukan Gajah Besi
67 Pemuji 67: Pertemuan Dua Pasukan
68 Pemuji 68: Perang Perbatasan Timur
69 Pemuji 69: Mendobrak Pasukan Kaki Gunung
70 Pemuji 70: Melawan Panglima Untut
71 Pemuji 71: Pengakuan Putri Ani
72 Pemuji 72: Tipuan Teluk Busung
73 Pemuji 73: Sepakat dengan Adipati
74 Pemuji 74: Perjanjian Muara Jerit
75 Pemuji 75: Isi Perjanjian
76 Pemuji 76: Penyergapan di Pinggir Sungai
77 Pemuji 77: Serangan Hantu
78 Pemuji 78: Anak Halus
79 Pemuji 79: Menghadang Rayu Pelangi
80 Pemuji 80: Menculik Mahapatih
81 Pemuji 81: Rencana Serangan
82 Pemuji 82: Jebakan Pinggir Sungai
83 Pemuji 83: Menangkap Sahabat Joko
84 Pemuji 84: Nasib Mahapatih
85 Pemuji 85: Menaklukkan Pasukan Selatan
86 Pemuji 86: Kedatangan Pasukan
87 Pemuji 87: Hukuman dari Joko
88 Pemuji 88: Laporan untuk Prabu Galang
89 Pemuji 89: Memasuki Ibu Kota
90 Pemuji 90: Dua Prabu Bertemu
91 Pemuji 91: Perang
92 Pemuji 92: Pertempuran Pasukan Pendekar
93 Pemuji 93: Satu Lawan Dua
94 Pengumuman Duka
95 Pemuji 94: Perintah Putri Mahkota
96 Pemuji 95: Pertarungan Langit
97 Pemuji 96: Prabu Menang Kalah
98 Pemuji 97: Penguasa Baru (Tamat)
99 Pengumuman Sanggana7
Episodes

Updated 99 Episodes

1
Pemuji 1: Tamu Lancang
2
Pemuji 2: Melihat Permaisuri Nara
3
Pemuji 3: Permaisuri Paling Sakti
4
Pemuji 4: Lima Pendekar Utusan
5
Pemuji 5: Joko Tenang
6
Pemuji 6: Tiga Istri Pelaut
7
Pemuji 7: Menertawakan Pendekar Receh
8
Pemuji 8: Tamu Agung
9
Pemuji 9: Tawaran Kerja Sama
10
Pemuji 10: Bertemu Sahabat Lama
11
Pemuji 11: Mencari Joko
12
Pemuji 12: Obrolan Rujak
13
Pemuji 13: Perintah Rahasia Joko
14
Pemuji 14: Perasaan Putri Ani
15
Pemuji 15: Budidaya Ikan Perut Emas
16
Pemuji 16: Jumpa Mata Samudera
17
Pemuji 17: Bayangan Joko Mengganggu
18
Pemuji 18: Pembunuh Gelap
19
Pemuji 19: Bertemu Lagi
20
Pemuji 20: Muara Jerit
21
Pemuji 21: Tawa Putri Ani
22
Pemuji 22: Serangan Berbahaya
23
Pemuji 23: Pertolongan Joko
24
Pemuji 24: Mengobati Putri
25
Pemuji 25: Target Lain
26
Pemuji 26: Pembunuh yang Hilang
27
Pemuji 27: Kabar Mengejutkan
28
Pemuji 28: Terduga Pembunuh
29
Pemuji 29: Jasa Rompi Merah
30
Pemuji 30: Pasukan Pengaman Putri Datang
31
Pemuji 31: Pisah dan Janji
32
Pemuji 32: Seteru Ayah Anak
33
Pemuji 33: Pengirim Lintas Dunia
34
Pemuji 34: Peringatan Dari Menteri
35
Pemuji 35: Selamat Jalan Agi Lodya
36
Pemuji 36: Serangan Manusia Kalong
37
Pemuji 37: Amarah Prabu
38
Pemuji 38: Kekasih Putri Ani
39
Pemuji 39: Menyergap Joko
40
Pemuji 40: Pelajaran dari Joko
41
Pemuji 41: Kisah Putri Ani
42
Pemuji 42: Jawaban Jujur Joko
43
Pemuji 43: Nyai Bale
44
Pemuji 44: Gusti Raja
45
Pemuji 45: Putri Ani Cinta Joko
46
Pemuji 46: Kehilangan
47
Pemuji 47: Reksa Dipa Rusuh
48
Pemuji 48: Amukan Reksa Dipa
49
Pemuji 49: Putri Ani "Diperkosa"
50
Pemuji 50: Istana Ratu Serigala
51
Pemuji 51: Keterkejutan Para Istri
52
Pemuji 52: Perguruan Tunas Mahkota
53
Pemuji 53: Pangeran Tirta Gambang
54
Pemuji 54: Hutan Malam Abadi
55
Pemuji 55: Rayuan Joko
56
Pemuji 56: Cerita Menyakitkan
57
Pemuji 57: Rincing Masuk Istana
58
Pemuji 58: Interogasi Sang Prabu
59
Pemuji 59: Putri Mahapatih
60
Pemuji 60: Sejajar dengan Ratu
61
Pemuji 61: Curiga Prabu Galang
62
Pemuji 62: Pergerakan Pasukan Kerajaan
63
Pemuji 63: Nyaris Gila
64
Pemuji 64: Joko Tenang, Prabu Dira
65
Pemuji 65: Putri Ani Tunduk
66
Pemuji 66: Pasukan Gajah Besi
67
Pemuji 67: Pertemuan Dua Pasukan
68
Pemuji 68: Perang Perbatasan Timur
69
Pemuji 69: Mendobrak Pasukan Kaki Gunung
70
Pemuji 70: Melawan Panglima Untut
71
Pemuji 71: Pengakuan Putri Ani
72
Pemuji 72: Tipuan Teluk Busung
73
Pemuji 73: Sepakat dengan Adipati
74
Pemuji 74: Perjanjian Muara Jerit
75
Pemuji 75: Isi Perjanjian
76
Pemuji 76: Penyergapan di Pinggir Sungai
77
Pemuji 77: Serangan Hantu
78
Pemuji 78: Anak Halus
79
Pemuji 79: Menghadang Rayu Pelangi
80
Pemuji 80: Menculik Mahapatih
81
Pemuji 81: Rencana Serangan
82
Pemuji 82: Jebakan Pinggir Sungai
83
Pemuji 83: Menangkap Sahabat Joko
84
Pemuji 84: Nasib Mahapatih
85
Pemuji 85: Menaklukkan Pasukan Selatan
86
Pemuji 86: Kedatangan Pasukan
87
Pemuji 87: Hukuman dari Joko
88
Pemuji 88: Laporan untuk Prabu Galang
89
Pemuji 89: Memasuki Ibu Kota
90
Pemuji 90: Dua Prabu Bertemu
91
Pemuji 91: Perang
92
Pemuji 92: Pertempuran Pasukan Pendekar
93
Pemuji 93: Satu Lawan Dua
94
Pengumuman Duka
95
Pemuji 94: Perintah Putri Mahkota
96
Pemuji 95: Pertarungan Langit
97
Pemuji 96: Prabu Menang Kalah
98
Pemuji 97: Penguasa Baru (Tamat)
99
Pengumuman Sanggana7

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!