*Perjanjian Muara Jerit (Pemuji)*
Meski belum waktunya tidur, tetapi Putri Ani Saraswani sulit tidur. Pasalnya, pikirannya tidak henti-hentinya membayangkan sosok, wajah, bibir merah Joko Tenang, terutama senyum bibir merahnya.
Bayangan itu bukan hanya mewujudkan apa yang tadi sore terlihat, tetapi sudah bisa mewujudkan Joko Tenang dengan berbagai gaya, seperti membayangkan Joko Tenang tertawa terbahak-bahak versi imajinasi sang putri. Bukan hanya itu, bahkan imajinasi jika seandainya Joko Tenang adalah kekasihnya, maka apa yang akan terjadi.
Tadi sore, Putri Ani Saraswani harus menunggu Joko Tenang pulang seorang diri. Dia ingin bertanya kepada Menteri Badaragi atau Ronda Galo yang lebih akrab dengan Joko Tenang.
“Apakah Joko itu ingin membeli kopi, Paman?” tanya Putri Ani Saraswani kepada Badaragi.
“Benar. Tapi niat utamanya adalah ingin menawarkan kayunya kepada Kerajaan. Dia penguasa kayu dari Hutan Malam Abadi. Karena menilai Badarkopi bagus, dia pun tertarik,” jawab Badaragi.
“Oooh. Berarti dia akan tinggal di Ibu Kota untuk sementara?” tanya Putri Ani Saraswani.
“Joko menyewa rumah milik Nangita, teman dari kakakku, Gusti,” kata Ronda Galo.
“Tidak perlu kau beri tahu, karena aku tidak akan ke rumahnya,” kata Putri Ani, membuat Ronda Galo menelan ludah sendiri.
“Joko Tenang juga aku beri tahu tentang ikan perut emas. Jika menguntungkan, mungkin dia juga akan mencoba untuk membelinya. Namun, dia ingin merasakan lebih dulu kelezatan telur ikan perut emas,” ujar Badaragi.
“Asalkan menguntungkan, aku pun tidak akan menolak tawaran pembelian,” kata Putri Ani. “Tapi aneh, kenapa lelaki memakai gincu?”
“Itu warna bibir alaminya, Gusti. Itu bukan gincu. Bibir Joko Tenang memang merah seperti gincu,” jawab Ronda Galo. Kali ini jawabannya pasti tidak ditolak oleh sang putri.
Terkejut Putri Ani Saraswani, Badira dan Rincing Kila mendengar fakta unik tersebut. Terlihat dari ekspresinya.
Kini, bayangan tentang Joko Tenang yang tampan dan terlihat gagah, tenang, bahkan berkharisma tinggi, terus bermain dan menari-nari di dalam benak sang putri. Otomatis dia akan membandingkan mendiang kekasihnya dengan Joko Tenang. Jelas-jelas kekasihnya kalah telak.
Bagaimana tidak kalah jika Agi Lodya sudah almarhum, sedangkan Joko Tenang masih hidup sesegar kuda perang? Ditambah dari segi fisik dan ketampanan.
Saat ini, Putri Ani Saraswani sedang duduk di pinggiran kolam dalam kamarnya. Di bawah penerangan sepuluh obor, sang putri memerhatikan sepasang ikan hias air tawar jenis peri yang lebih besar dari lebar telapak tangan. Hanya ada sepasang, jantan dan betina. Yang jantan berwarna biru-perak dan yang betina warna jingga perak. Pada umumnya ikan peri memiliki area ekor berwarna perak dengan kepala dan badan warnanya bervariasi.
Jangan salah, kedua ikan itu sudah berusia delapan tahun karena memang ikan peri tergolong ikan purba yang berusia panjang.
Sepasang ikan itu adalah simbol cinta Putri Ani Saraswani dengan Agi Lodya. Setiap melihat ikan itu, sang putri selalu bersedih, mengenang kebahagiaan cintanya yang dihancurkan oleh ayahnya.
“Kakang Agi Logya, apakah kau tidak sakit hati jika aku jatuh hati kepada lelaki lain?” tanya Putri Ani Saraswani, bukan di dalam hati, tetapi dia bertanya kepada ikan jantan di dalam kolam kecil itu.
Hanya orang bodoh yang menunggu ikan menjawab pertanyaan manusia.
“Tapi, sepertinya dia sudah beristri,” ucap Putri Ani lagi berubah ragu. “Tidak mungkin aku jatuh hati kepada suami orang. Jika dia suami orang, untuk apa aku memikirkannya segelisah ini?”
Rincing Kila muncul bersama seorang pemuda berpakaian pendekar di depan kamar. Kamar Putri Ani Saraswani memang menghadap ke luar dan tidak sepenuhnya tertutup. Bisa disebut kamar itu menyatu dengan alam. Ada dupa pengusir nyamuk yang harum baunya. Bukan nyamuknya yang harum, tapi dupanya. Semoga tidak salah paham.
Meski kamarnya berdinding terbuka, tetapi Putri Ani Saraswani tetap memiliki ruang privasi yang tinggi.
Rincing Kila dan pemuda yang dibawanya masuk lalu menjura hormat.
Pemuda itu berambut pendek berhidung pesek, tapi beralis tebal. Ada satu giwang emas di telinga kanannya. Ia mengenakan pakaian hijau gelap yang terlihat hitam karena malam. Di perutnya terselip sebatang bambu kecil, mirip suling bambu. Dia bernama Kalawit, salah satu pendekar yang mengabdi kepada sang putri.
“Kalawit, di rumah sewa milik Nangita, teman kakak dari Ronda Galo, ada seorang pendekar lelaki yang menginap di sana. Kau awasi selama satu malam penuh!” perintah Putri Ani Saraswani.
“Hanya mengawasi, Gusti?” tanya Kalawit untuk memperjelas tugasnya.
“Hanya mengawasinya. Besok pagi laporkan apa yang kau lihat!” tandas Putri Ani.
“Baik,” ucap Kalawit patuh. “Hamba izin pamit, Gusti!”
Setelah menjura hormat, Kalawit segera berbalik pergi.
“Aku pikir Gusti Putri tidak tertarik kepada tukang kayu itu,” kata Rincing Kila.
“Aku tidak tertarik, tapi hanya curiga,” sangkal Putri Ani Saraswani.
Rincing Kila tidak mau mendebat junjungannya, meski antara mereka sudah seperti dua orang sahabat. Namun, pengawal pribadi itu paham dengan karakter junjungannya. Jika Putri Ani tidak tertarik kepada Joko, dia tidak akan peduli, terlebih dia setia kepada kekasihnya yang sudah menjadi tulang belulang tanpa kepala. Namun buktinya, Kalawit diutus untuk mengintai gerak gerik Joko Tenang.
“Apakah Gusti Putri memiliki rencana untuk melupakan Agi Lodya?” tanya Rincing Kila.
“Jika aku melupakan Agi Lodya, itu sama saja aku melupakan dendamku kepada Ayahanda,” jawab Putri Ani Saraswani.
“Gusti Putri adalah pewaris Gusti Prabu, jika dendam itu masih Gusti Putri pelihara, bisa-bisa tahta diwariskan kepada Pangeran Tirta Gambang. Dia sangat giat berlatih, kesaktiannya terus meningkat dan akan semakin menjadi kebanggaan Gusti Prabu,” ujar Rincing Kila.
“Aku akan benar-benar memberontak jika hakku diberikan kepada orang lain!” tandas Putri Ani.
“Jangan sampai Gusti Putri melakukan itu, itu sama saja bunuh diri,” kata Rincing Kila dengan berbisik, padahal tempat itu sudah dijamin steril dari penguping.
“Kau berhasil membuyarkan pikiranku dari pemuda bibir merah itu,” kata Putri Ani Saraswani.
“Tapi Gusti Putri jadi teringat kembali,” kata Rincing Kila sembari tersenyum lebar menggoda majikannya.
Singkat cerita.
Kalawit yang diutus oleh Putri Ani sudah tiba di pinggir jalan yang gelap, tidak jauh dari rumah sewa Joko Tenang.
Kalawit bersembunyi di bawah pohon, tepatnya di balik batang pohon. Tempat itu gelap gulita. Dari situ, Kalawit bisa memantau depan dan satu sisi samping rumah sewa tersebut. Dian di dalam rumah masih menyala.
Namun, Kalawit tidak tahu bahwa orang yang sedang dia awasi adalah pendekar sakti mandraguna. Jika jarak Kalawit hanya sejauh itu dari rumah sewa, yaitu lima tombak, Joko Tenang masih bisa merasakan kehadirannya selama dia punya napas dan detak jantung.
Kalawit bisa bertahan di tempatnya berdiri sampai pagi. Mengintai dalam senyap adalah keahliannya. Namun, dia tidak menyadari bahwa ada seseorang yang berdiri di atas pohon dan sedang memerhatikannya.
Sosok di atas pohon yang juga tidak terlihat karena gelap gulita, bukanlah kuntilanak penunggu pohon, tetapi itu adalah Joko Tenang. Meski gelap, Joko Tenang bisa membaca sosok dan wajah Kalawit yang sedang serius memerhatikan rumah sewa, padahal rumah itu tidak terlihat apa-apa.
Joko Tenang tidak melakukan apa-apa terhadap Kalawit. Dia hanya melihat lalu menghilang tanpa suara senapas pun. Dia sendiri tidak tahu siapa orang tersebut.
Krek!
Tiba-tiba pintu rumah sewa rumah Joko Tenang dibuka dari dalam. Sosok Joko Tenang keluar. Dia turun ke samping rumah.
Kalawit memfokuskan pandangannya memperhatikan tindak tanduk Joko Tenang. Pemuda berambut panjang lurus seperti perempuan itu hanya mengenakan rompi merahnya, tentu saja dengan bercelana. Joko Tenang berpose layaknya seorang lelaki yang sedang kencing di semak-semak sisi rumah sewanya, tapi membelakangi posisi Kalawit. Padahal, itu hanya pura-pura. (RH)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 99 Episodes
Comments
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
andai kau tau kalawit klu Joko sdh tau semuanya pasti kau akan malu 😅
2023-09-06
2
ᴄᷤʜͦɪͮᴄͥʜͣɪᷡᴋͣ
santai ae Putri Joko Tenang banyak Bininya🤣🤣
2023-09-02
1
◌ᷟ⑅⃝ͩ● °°~°°Dita Feryza🌺
yg akan terjadi ya paling nanti sibuk bikin anak kali ya🤣
2023-08-30
1