Pemuji 2: Melihat Permaisuri Nara

 *Perjanjian Muara Jerit (Pemuji)*

 

“Aku sangat mengimpi-impikan ingin menikahi salah satu permaisuri dari Delapan Dewi Bunga,” ujar Santra Buna.

Melebar sepasang mata Prabu Dira, tapi senyum tetap mekar di bibirnya.

“Terlalu lancang kau, Kisanak!” bentak keras Riskaya tiba-tiba.

Sing!

Dia lalu meloloskan pedangnya, yang ketika dicabut dari sarungnya langsung memendarkan sinar hijau.

“Tahan, Riskaya,” ucap Prabu Dira sambil menengok sedikit ke kiri, kepada Riskaya.

Riskaya pun menahan gerakannya yang ingin maju menyerang Santra Buna. Dia kembali menyarungkan pedangnya dengan mata yang tajam menatap pemuda itu.

“Lanjutkan penumpahan isi hatimu, Syahbandar. Jika tidak segera diungkapkan semua, aku khawatir ada yang membunuhmu sebelum itu diungkapkan semua,” kata Prabu Dira tenang kepada Santra Buna.

Santra Buna hanya tersenyum mendengar kekhawatiran Prabu Dira.

“Demi cinta, aku berani menempuh langkah yang sangat berisiko ini, Gusti Prabu,” kata Santra Buna. Lalu dia melanjutkan ungkapan isi hatinya, “Karena niatan itulah, aku memohon kepada Gusti Prabu untuk menceraikan salah satu permaisuri dan menikahkannya dengan diriku.”

“Benar-benar kurang ajar!” bentak Riskaya sambil kembali hendak mencabut pedangnya.

Lagi-lagi Prabu Dira memberi isarat tangan kepada Riskaya untuk menahan diri.

Melihat reaksi Riskaya, Santra Buna hanya tersenyum secukupnya.

“Lanjutkan, Santra!” perintah Prabu Dira.

“Aku juga ingin bertemu dengan semua Permaisuri Dewi Bunga, Gusti,” kata Santra Buna.

“Apalagi?” tanya Prabu Dira.

“Hanya itu, Gusti,” jawab Santra Buna.

“Benar, semua yang kau pendam sudah kau ungkapkan?” tanya Prabu Dira untuk memastikan.

“Sudah, Gusti,” jawab Santra Buna.

“Kau tidak penasaran lagi?” tanya Prabu Dira lagi.

“Sudah tidak lagi, Gusti,” jawab Santra Buna.

“Jika demikian, kalian boleh meninggalkan tempat ini dan kerajaan ini,” kata Prabu Dira tetap tenang.

Terkejut Santra Buna dan kedua pengawalnya mendengar perkataan Prabu Dira. Mereka langsung menyimpulkan itu adalah pengusiran secara halus karena Prabu Dira belum memenuhi permintaan Santra Buna.

Sejenak Santra Buna terdiam terpaku. Perasaannya begitu kecewa.

“Kisanak! Apakah kau tidak mendengar perkataan Gusti Prabu?!” bentak Riskaya yang sejak tadi ingin membunuh Santra Buna. Dia sedikit pun tidak kepincut oleh ketampanan tamu itu.

“Lebih baik kita kembali, Gusti,” bisik Jago Jantan yang didengar juga oleh Prabu Dira dan Riskaya.

Santra Buna tidak menyahut. Dia tercenung sambil manggut-manggut kecil.

“Jika kau meminta kepeng satu peti, mungkin aku akan mengabulkan. Namun, istri-istriku tidak bisa dinilai dengan kepeng dan permata. Aku dan istri-istriku adalah satu kesatuan, tidak bisa ada satu pun yang boleh terpisah dari ikatan yang telah kami ciptakan. Meski aku nilai apa yang telah kau sampaikan adalah perkara yang sangat lancang, tetapi aku telah berjanji tidak akan marah. Jadi, urusan kalian sudah tertunaikan,” kata Prabu Dira.

“Baiklah, Gusti Prabu. Tapi aku ingin tahu nama permaisuri yang bersama Gusti Prabu,” kata Santra Buna.

“Dia bukan salah satu permaisuriku, tapi dia adalah Kepala Pengawal Prabu,” kata Prabu Dira.

Terbeliak Santra Buna mendengar itu. Ternyata dia telah salah paham. Jika Kepala Pengawal Prabu saja secantik itu, pasti para permaisuri memiliki kecantikan yang sama seperti Permaisuri Geger Jagad. Itu pikir Santra Buna. Itu berarti, dia baru bertemu dengan satu Permaisuri Dewi Bunga, yaitu Permaisuri Geger Jagad.

Pertemuan Santra Buna dan Permaisuri Dewi Ara terkisah di dalam novel “Putra Mahkota Sanggana”.

“Meski aku sangat kecewa, kami memohon izin undur diri, Gusti,” ucap Santra Buna legowo.

Dia lalu turun berlutut yang diikuti oleh kedua pengawalnya.

“Paksalah hatimu untuk mencintai gadis cantik lain yang bukan milik orang. Jika cintamu tumbuh, maka kau akan bahagia bersamanya. Namun, jika cintamu berakhir perpisahan, maka rasa sakitnya tidak akan seperti ini,” kata Prabu Dira memberi sedikit wejangan.

“Terima kasih, Gusti Prabu,” ucap Santra Buna.

Dia lalu beringsut mundur atau berjalan mundur sambil berjongkok. Itu dilakukan sampai mendekati pintu perpustakaan. Demikian hal yang dilakukan oleh kedua pengawalnya. Setelah itu mereka bangkit berdiri dan berbalik pergi ke luar.

“Apakah menurutmu syahbandar itu tertarik dengan kecantikanmu, Riskaya? Karena dia menyangka kau adalah salah satu permaisuri,” tanya Prabu Dira kepada Riskaya.

“Jika Gusti Prabu memberikan aku kepadanya, aku tidak akan patuh. Gusti Prabu telah tahu cintaku untuk siapa,” kata Riskaya.

“Hahaha!” tawa santai Prabu Dira. “Setelah urusanku di wilayah pesisir selesai, kau akan disahkan oleh Gusti Ratu sebagi selir pertamaku.”

“Terima kasih, Gusti,” ucap Riskya. Sembari tersenyum malu merona, dia menjura hormat penuh takzim.

Prabu Dira sedikit mencondongkan badannya ke samping dan meletakkan telapak tangan kanannya pada pipi kiri Riskaya, sembari tersenyum menunjukkan kasih sayangnya kepad pengawalnya itu.

Nyesss!

Seperti ada bongkahan es yang disentuhkan ke hati Riskaya. Rasa bahagia itu seoalah-olah membekukan darah di hatinya, sampai-sampai sulit berteriak girang. Sentuhan yang hanya satu detik itu sudah membuat Riskaya puas merasakan bahagia.

Sementara itu di luar Perpustakan Alam Semesta, Santra Buna melihat seorang gadis cantik jelita berambut pendek seperti lelaki, tetapi bentuk tubuhnya menunjukkan bahwa dia adalah seorang perempuan, terlebih dia mengenakan tiara berhias permata kuning berkilau.

Wanita berjubah kuning itu dikawal oleh sepuluh dayang berseragam putih-putih.

Wanita jelita yang kedua matanya berwarna hitam total dan berkilau itu, memiliki bentuk hidung dan bibir yang bisa disebut sempurna. Jika mata lelaki fokus memandang hidung dan bibirnya saja, akan membuat betah dan seolah-olah tidak ingin beralih ke merek lain.

Sama seperti yang dialami oleh Santra Buna. Dia tidak beralih dari memandang wajah jelita itu, terlebih dia yakin bahwa itu adalah salah satu Permaisuri Dewi Bunga.

Wanita itu adalah Permaisuri Nara yang dijuluki dengn nama Permaisuri Mata Hati dan biasa disebut Permaisuri Guru. Di dunia persilatan ia sangat masyhur dengan julukan Dewi Mata Hati. Kedua mata hitam Permaisuri Nara adalah mata palsu. Sebenarnya dia buta total.

Hakikatnya Dewi Mata Hati wanita yang berusia lebih dari seratus sepuluh tahun. Ia merupakan orang tersakti di Kerajaan Sanggana Kecil itu. Meski matanya buta, tetapi dia berjalan lancar seperti orang yang melihat normal. Ketika berbelok, dia pun lancar.

Santra Buna tidak berpapasan dengan Permaisuri Nara karena rombongan itu berjalan di koridor lain menuju ke Perpustakaan Alam Semesta. Santra Buna hanya terus memandangi Permaisuri Nara dari jarak sepuluh tombak. Dia berharap Permaisuri Nara memandang kepadanya.

Sentra Buna tidak tahu bahwa wanita jelita yang dipndanginya buta. Itu karena dia melihat sang permisuri berjalan normal.

“Permaisuri Mata Hati tibaaa!” teriak prajurit penjaga pintu.

Terkejut Santra Buna mendengar bahwa wanita yang sejak tadi dipandangnya adalah Permaisuri Nara.

“Bukankah Permisuri Mata Hati buta? Tapi itu tidak,” pikir Santra Buna. Namun, dia jadi begitu jatuh hati kepada Permaisuri Mata Hati.

Ingin sekali Sentra Buna memanggil atau pergi menemuinya, tetapi sang permaisuri sudah berjalan masuk ke dalam Perpustakaan Alam Semesta. (RH)

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

Sambil menunggu Si Joko up, silakan baca novel Author yang lain:

Alma3 Ratu Siluman.

Rugi1 Perampok Budiman.

Rugi2 Darah Pengantin Pendekar.

Terpopuler

Comments

❤️⃟Wᵃf🍾⃝ʀͩᴏᷞsͧᴍᷠiͣa✰͜͡v᭄HIAT

❤️⃟Wᵃf🍾⃝ʀͩᴏᷞsͧᴍᷠiͣa✰͜͡v᭄HIAT

ternyata riskaya mengharapkan peabu dira

2023-09-28

0

❤️⃟Wᵃf🍾⃝ʀͩᴏᷞsͧᴍᷠiͣa✰͜͡v᭄HIAT

❤️⃟Wᵃf🍾⃝ʀͩᴏᷞsͧᴍᷠiͣa✰͜͡v᭄HIAT

sebenarnya permaisuri yg mana yg sdng sentra buna harapkan

2023-09-28

1

🔥⃞⃟ˢᶠᶻsᥲᥒ𝗍іE𝆯⃟🚀🦚⃝⃟ˢᴴ

🔥⃞⃟ˢᶠᶻsᥲᥒ𝗍іE𝆯⃟🚀🦚⃝⃟ˢᴴ

kata prabu bener banget ini

2023-08-19

1

lihat semua
Episodes
1 Pemuji 1: Tamu Lancang
2 Pemuji 2: Melihat Permaisuri Nara
3 Pemuji 3: Permaisuri Paling Sakti
4 Pemuji 4: Lima Pendekar Utusan
5 Pemuji 5: Joko Tenang
6 Pemuji 6: Tiga Istri Pelaut
7 Pemuji 7: Menertawakan Pendekar Receh
8 Pemuji 8: Tamu Agung
9 Pemuji 9: Tawaran Kerja Sama
10 Pemuji 10: Bertemu Sahabat Lama
11 Pemuji 11: Mencari Joko
12 Pemuji 12: Obrolan Rujak
13 Pemuji 13: Perintah Rahasia Joko
14 Pemuji 14: Perasaan Putri Ani
15 Pemuji 15: Budidaya Ikan Perut Emas
16 Pemuji 16: Jumpa Mata Samudera
17 Pemuji 17: Bayangan Joko Mengganggu
18 Pemuji 18: Pembunuh Gelap
19 Pemuji 19: Bertemu Lagi
20 Pemuji 20: Muara Jerit
21 Pemuji 21: Tawa Putri Ani
22 Pemuji 22: Serangan Berbahaya
23 Pemuji 23: Pertolongan Joko
24 Pemuji 24: Mengobati Putri
25 Pemuji 25: Target Lain
26 Pemuji 26: Pembunuh yang Hilang
27 Pemuji 27: Kabar Mengejutkan
28 Pemuji 28: Terduga Pembunuh
29 Pemuji 29: Jasa Rompi Merah
30 Pemuji 30: Pasukan Pengaman Putri Datang
31 Pemuji 31: Pisah dan Janji
32 Pemuji 32: Seteru Ayah Anak
33 Pemuji 33: Pengirim Lintas Dunia
34 Pemuji 34: Peringatan Dari Menteri
35 Pemuji 35: Selamat Jalan Agi Lodya
36 Pemuji 36: Serangan Manusia Kalong
37 Pemuji 37: Amarah Prabu
38 Pemuji 38: Kekasih Putri Ani
39 Pemuji 39: Menyergap Joko
40 Pemuji 40: Pelajaran dari Joko
41 Pemuji 41: Kisah Putri Ani
42 Pemuji 42: Jawaban Jujur Joko
43 Pemuji 43: Nyai Bale
44 Pemuji 44: Gusti Raja
45 Pemuji 45: Putri Ani Cinta Joko
46 Pemuji 46: Kehilangan
47 Pemuji 47: Reksa Dipa Rusuh
48 Pemuji 48: Amukan Reksa Dipa
49 Pemuji 49: Putri Ani "Diperkosa"
50 Pemuji 50: Istana Ratu Serigala
51 Pemuji 51: Keterkejutan Para Istri
52 Pemuji 52: Perguruan Tunas Mahkota
53 Pemuji 53: Pangeran Tirta Gambang
54 Pemuji 54: Hutan Malam Abadi
55 Pemuji 55: Rayuan Joko
56 Pemuji 56: Cerita Menyakitkan
57 Pemuji 57: Rincing Masuk Istana
58 Pemuji 58: Interogasi Sang Prabu
59 Pemuji 59: Putri Mahapatih
60 Pemuji 60: Sejajar dengan Ratu
61 Pemuji 61: Curiga Prabu Galang
62 Pemuji 62: Pergerakan Pasukan Kerajaan
63 Pemuji 63: Nyaris Gila
64 Pemuji 64: Joko Tenang, Prabu Dira
65 Pemuji 65: Putri Ani Tunduk
66 Pemuji 66: Pasukan Gajah Besi
67 Pemuji 67: Pertemuan Dua Pasukan
68 Pemuji 68: Perang Perbatasan Timur
69 Pemuji 69: Mendobrak Pasukan Kaki Gunung
70 Pemuji 70: Melawan Panglima Untut
71 Pemuji 71: Pengakuan Putri Ani
72 Pemuji 72: Tipuan Teluk Busung
73 Pemuji 73: Sepakat dengan Adipati
74 Pemuji 74: Perjanjian Muara Jerit
75 Pemuji 75: Isi Perjanjian
76 Pemuji 76: Penyergapan di Pinggir Sungai
77 Pemuji 77: Serangan Hantu
78 Pemuji 78: Anak Halus
79 Pemuji 79: Menghadang Rayu Pelangi
80 Pemuji 80: Menculik Mahapatih
81 Pemuji 81: Rencana Serangan
82 Pemuji 82: Jebakan Pinggir Sungai
83 Pemuji 83: Menangkap Sahabat Joko
84 Pemuji 84: Nasib Mahapatih
85 Pemuji 85: Menaklukkan Pasukan Selatan
86 Pemuji 86: Kedatangan Pasukan
87 Pemuji 87: Hukuman dari Joko
88 Pemuji 88: Laporan untuk Prabu Galang
89 Pemuji 89: Memasuki Ibu Kota
90 Pemuji 90: Dua Prabu Bertemu
91 Pemuji 91: Perang
92 Pemuji 92: Pertempuran Pasukan Pendekar
93 Pemuji 93: Satu Lawan Dua
94 Pengumuman Duka
95 Pemuji 94: Perintah Putri Mahkota
96 Pemuji 95: Pertarungan Langit
97 Pemuji 96: Prabu Menang Kalah
98 Pemuji 97: Penguasa Baru (Tamat)
99 Pengumuman Sanggana7
Episodes

Updated 99 Episodes

1
Pemuji 1: Tamu Lancang
2
Pemuji 2: Melihat Permaisuri Nara
3
Pemuji 3: Permaisuri Paling Sakti
4
Pemuji 4: Lima Pendekar Utusan
5
Pemuji 5: Joko Tenang
6
Pemuji 6: Tiga Istri Pelaut
7
Pemuji 7: Menertawakan Pendekar Receh
8
Pemuji 8: Tamu Agung
9
Pemuji 9: Tawaran Kerja Sama
10
Pemuji 10: Bertemu Sahabat Lama
11
Pemuji 11: Mencari Joko
12
Pemuji 12: Obrolan Rujak
13
Pemuji 13: Perintah Rahasia Joko
14
Pemuji 14: Perasaan Putri Ani
15
Pemuji 15: Budidaya Ikan Perut Emas
16
Pemuji 16: Jumpa Mata Samudera
17
Pemuji 17: Bayangan Joko Mengganggu
18
Pemuji 18: Pembunuh Gelap
19
Pemuji 19: Bertemu Lagi
20
Pemuji 20: Muara Jerit
21
Pemuji 21: Tawa Putri Ani
22
Pemuji 22: Serangan Berbahaya
23
Pemuji 23: Pertolongan Joko
24
Pemuji 24: Mengobati Putri
25
Pemuji 25: Target Lain
26
Pemuji 26: Pembunuh yang Hilang
27
Pemuji 27: Kabar Mengejutkan
28
Pemuji 28: Terduga Pembunuh
29
Pemuji 29: Jasa Rompi Merah
30
Pemuji 30: Pasukan Pengaman Putri Datang
31
Pemuji 31: Pisah dan Janji
32
Pemuji 32: Seteru Ayah Anak
33
Pemuji 33: Pengirim Lintas Dunia
34
Pemuji 34: Peringatan Dari Menteri
35
Pemuji 35: Selamat Jalan Agi Lodya
36
Pemuji 36: Serangan Manusia Kalong
37
Pemuji 37: Amarah Prabu
38
Pemuji 38: Kekasih Putri Ani
39
Pemuji 39: Menyergap Joko
40
Pemuji 40: Pelajaran dari Joko
41
Pemuji 41: Kisah Putri Ani
42
Pemuji 42: Jawaban Jujur Joko
43
Pemuji 43: Nyai Bale
44
Pemuji 44: Gusti Raja
45
Pemuji 45: Putri Ani Cinta Joko
46
Pemuji 46: Kehilangan
47
Pemuji 47: Reksa Dipa Rusuh
48
Pemuji 48: Amukan Reksa Dipa
49
Pemuji 49: Putri Ani "Diperkosa"
50
Pemuji 50: Istana Ratu Serigala
51
Pemuji 51: Keterkejutan Para Istri
52
Pemuji 52: Perguruan Tunas Mahkota
53
Pemuji 53: Pangeran Tirta Gambang
54
Pemuji 54: Hutan Malam Abadi
55
Pemuji 55: Rayuan Joko
56
Pemuji 56: Cerita Menyakitkan
57
Pemuji 57: Rincing Masuk Istana
58
Pemuji 58: Interogasi Sang Prabu
59
Pemuji 59: Putri Mahapatih
60
Pemuji 60: Sejajar dengan Ratu
61
Pemuji 61: Curiga Prabu Galang
62
Pemuji 62: Pergerakan Pasukan Kerajaan
63
Pemuji 63: Nyaris Gila
64
Pemuji 64: Joko Tenang, Prabu Dira
65
Pemuji 65: Putri Ani Tunduk
66
Pemuji 66: Pasukan Gajah Besi
67
Pemuji 67: Pertemuan Dua Pasukan
68
Pemuji 68: Perang Perbatasan Timur
69
Pemuji 69: Mendobrak Pasukan Kaki Gunung
70
Pemuji 70: Melawan Panglima Untut
71
Pemuji 71: Pengakuan Putri Ani
72
Pemuji 72: Tipuan Teluk Busung
73
Pemuji 73: Sepakat dengan Adipati
74
Pemuji 74: Perjanjian Muara Jerit
75
Pemuji 75: Isi Perjanjian
76
Pemuji 76: Penyergapan di Pinggir Sungai
77
Pemuji 77: Serangan Hantu
78
Pemuji 78: Anak Halus
79
Pemuji 79: Menghadang Rayu Pelangi
80
Pemuji 80: Menculik Mahapatih
81
Pemuji 81: Rencana Serangan
82
Pemuji 82: Jebakan Pinggir Sungai
83
Pemuji 83: Menangkap Sahabat Joko
84
Pemuji 84: Nasib Mahapatih
85
Pemuji 85: Menaklukkan Pasukan Selatan
86
Pemuji 86: Kedatangan Pasukan
87
Pemuji 87: Hukuman dari Joko
88
Pemuji 88: Laporan untuk Prabu Galang
89
Pemuji 89: Memasuki Ibu Kota
90
Pemuji 90: Dua Prabu Bertemu
91
Pemuji 91: Perang
92
Pemuji 92: Pertempuran Pasukan Pendekar
93
Pemuji 93: Satu Lawan Dua
94
Pengumuman Duka
95
Pemuji 94: Perintah Putri Mahkota
96
Pemuji 95: Pertarungan Langit
97
Pemuji 96: Prabu Menang Kalah
98
Pemuji 97: Penguasa Baru (Tamat)
99
Pengumuman Sanggana7

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!