Pemuji 3: Permaisuri Paling Sakti

 *Perjanjian Muara Jerit (Pemuji)*

 

“Gusti, ayo kita kembali,” kata Jago Jantan yang melihat majikannya agak lama memandangi pintu Perpustakaan Alam Semesta, sepertinya sangat berat meninggalkan tempat itu.

“Sepertinya aku tidak mau pergi sebelum berbicara dengan Permaisuri Mata Hati,” kata Santra Buna.

Sementara itu di dalam ruang Perpustakaan Alam Semesta.

Riskaya menjura hormat kepada Permaisuri Nara yang kemudian hanya mengangguk. Permaisuri Nara pun menjura hormat kepada suaminya.

“Siapa ketiga lelaki itu, Kakang Prabu?” tanya Permaisuri Nara.

Jangan ditanya bagaimana Permaisuri Nara yang buta total bisa tahu ada tiga orang asing yang baru keluar dari perpustakaan itu, tahu pula jenis kelaminnya.

“Santra Buna dan kedua pengawalnya. Dia syahbandar kota pelabuhan Bandakawen. Dia jatuh hati kepada para Permaisuri Dewi Bunga sejak bertahun-tahun lamanya. Dia sudah pernah bertemu dengan Permaisuri Dewi Ara dan mengizinkannya datang ke mari untuk mengungkapkan perasaannya yang dia pendam. Dia meminta aku untuk menceraikan salah satu Permaisuri Dewi Bunga dan menikahkan dengan dirinya,” jelas Prabu Dira.

“Sudah tidak sayang nyawa!” desis Permaisuri Nara. Meski wajahnya datar-datar saja, tapi nada suaranya menunjukkan kemarahan.

Orang paling sakti di Kerajaan Sanggana Kecil itu lalu berbalik arah menghadap ke pintu. Prabu Dira dan Riskaya menduga pasti bahwa Permaisuri Mata Hati akan melakukan sesuatu kepada Santra Buna.

“Hekk!”

Di luar perpustakaan, tiba-tiba Santra Buna, Jago Jantan dan Jampang Kawe memekik dan mendelik berjemaah. Mereka sontak memegangi lehernya masing-masing, bukan leher rekannya. Itu karena leher mereka tiba-tiba tercekik oleh satu kekuatan yang tidak terlihat.

Santra Buna dan kedua pengawalnya berusaha melawan dengan mengerahkan tenaga sakti mereka, tetapi upaya itu sia-sia. Santra Buna adalah sosok berkesaktian tinggi, tetapi tetap saja tidak sanggup melawan kekuatan yang mencekiknya.

Para prajurit yang hendak mengawal ketiga tamu itu hanya bisa terkejut dan bingung harus berbuat apa.

Sut sut sut!

Tidak berapa lama, ketiga lelaki gagah itu melesat lurus ke langit seperti roket menuju bulan. Bukan mereka yang mau terbang, tetapi kekuatan Permaisuri Nara yang menerbangkan mereka. Pada akhirnya, ketiga lelaki itu terdiam melayang di udara tinggi, pada ketinggian yang membuat mereka terlihat kecil.

Setelah melihat ketiga tamu itu digantung di langit tanpa tali dan gantungan, para prajurit pun tidak ambil peduli. Mereka sudah pernah mendengar seseorang digantung di langit seperti itu. Mereka juga sudah tahu bahwa hanya Permisuri Mata Hati yang bisa menggantung orang di langit tanpa perlu dijaga atau ditunggui.

Setelah menggantung Santra Buna dan kedua pengawalnya di langit, Permaisuri Nara kembali berbalik menghadap kepada Prabu Dira yang juga tahu apa yang diperbuat oleh istri tuanya.

“Bagaimana rencana Kakang Prabu di pesisir selatan?” tanya Permaisuri Nara tanpa membahas perbuatannya kepada Santra Buna dan dua pengawalnya.

“Aku sudah bersepakat dengan Ratu Tirana. Komandan Pasukan Penjaga Telaga sudah berangkat menuju Kerajaan Pasir Langit. Besok Mahapatih Batik Mida akan berangkat ke Balilitan. Dari sana dia akan berangkat bersama Ratu Lembayung Mekar untuk bertemu dengan Prabu Galang Digdaya,” jawab Prabu Dira.

“Prabu Galang Digdaya adalah raja sakti yang pongah dan keras. Pasukan Kaki Gunung mereka terkenal tidak terkalahkan oleh kerajaan mana pun. Tidak akan mudah jika tanpa tawaran yang menggiurkan,” kata Permaisuri Nara.

“Baik, akan aku pikirkan, tawaran mahal apa yang akan kita suguhkan kepada Prabu Galang Digdaya,” kata Prabu Dira.

“Lalu bagaimana dengan Kerajaan Werang?”

“Kerajaan Werang lebih kecil dan sahabat erat Kerajaan Pasir Langit. Jika Pasir Langit sudah bersahabat dengan kita, Kerajaan Werang akan lebih mudah diajak bersahabat,” jawab sang suami.

“Aku dengar-dengar, Prabu Galang memiliki seorang putri yang sangat cantik. Aku hanya berpesan kepada Kakang Prabu, jangan jatuh hati lagi,” ujar Permaisuri Nara.

“Hahaha!” tawa Prabu Dira mendengar pesan itu.

Prabu Dira lalu bangkit dari kursinya. Dia berjalan keluar dari balik meja dan menghampiri Permaisuri Nara.

Sambil tersenyum, Prabu Dira lalu merangkul pinggang Permaisuri Nara dari samping. Sebelum sang prabu melakukan sesuatu terhadap Permaisuri Guru, semua dayang segera menunduk memandang ke lantai.

Berbeda dengan Riskaya. Tiba-tiba sepasang kelopak matanya tertutup secara paksa tanpa dikehendaki olehnya. Siapa lagi yang melakukan itu jika bukan Permaisuri Nara.

Memang, setelah merangkul pinggang Permaisuri Nara, Prabu Dira melakukan penciuman pada pipi istrinya tersebut, lalu beralih ke bibir. Permaisuri Nara tidak menolak, tapi balas memagut bibir merah suaminya.

Cup!

Meski tidak melihat, tetapi Riskaya dan para dayang itu bisa mendengar jelas ketika kedua bibir saling lepas, seperti lepas dari sesuatu yang saling menyedot.

“Tidak, Sayang. Cukup Riskaya yang aku jadikan selir. Aku berjanji tidak akan menambah lagi. Kau bisa menggantungku di langit jika aku sampai jatuh hati kepada wanita lain lagi,” kata Prabu Dira berjanji. Dia sudah melepaskan tubuh istrinya.

Sepasang mata Riskaya kembali terbuka. Para pelayan pun kembali mengangkat sedikit wajahnya.

“Gusti Ratu tibaaa!” teriak prajurit penjaga di luar pintu.

Para dayang segera turun bersujud sebelum ratu yang diumumkan melangkah masuk.

Sebentar kemudian, sesosok wanita muda berbusana warna perak melangkah masuk dengan senyum kecil yang begitu manis dan menyejukkan mata yang melihatnya. Wanita cantik jelita bertiara emas permata di kepalanya itu memang memiliki nilai plus di wajahnya, yaitu raut yang sejuk dan selalu tersenyum. Tahun ini, giliran dia yang menjadi ratu. Dialah Ratu Tirana.

Ratu Tirana terkenal sebagai istri Prabu Dira yang memiliki hati paling lembut. Untuk urusan kesaktian, tidak perlu ditanya karena tidak ada yang perlu dipertanyakan.

Ratu Tirana masuk bersama sepuluh dayangnya, sehingga ruangan besar itu lebih ramai oleh dayang. Mungkin jika datang separuh dari semua istri Prabu Dira, ruangan itu bisa penuh oleh para dayang.

“Sembah hormatku, Permaisuri Guru,” ucap Ratu Tirana sebelum Permaisuri Nara melakukan penghormatan.

“Kau selalu mendahuluiku menghormat, Gusti Ratu,” ucap Permaisuri Nara datar. Memang, kerendahan hati Ratu Tirana membuat Permaisuri Guru sangat menyenangi madunya itu.

“Ini buah dari pengajaran Permaisuri Guru yang diajarkan kepada kami,” kata Ratu Tirana seraya tersenyum. Dia sudah tegak kembali.

Sekedar bocoran dari sesuatu yang sudah terbuka, Prabu Dira saat ini memiliki sebelas istri dengan komposisi dua ratu dan sembilan permaisuri. Ratu Lembayung Mekar adalah Ratu Kerajaan Balilitan yang akan selalu menjadi ratu di kerajaannya. Adapun satu ratu lainnya setiap tahun akan berganti karena Delapan Dewi Bunga punya hak untuk berposisi sebagai Ratu Kerajaan Sanggana Kecil.

Delapan Dewi Bunga antara lain: Permaisuri Yuo Kai, Permaisuri Getara Cinta, Permaisuri Tirana, Permaisuri Nara, Permaisuri Kerling Sukma, Permaisuri Sandaria, Permaisuri Sri Rahayu, dan Permaisuri Dewi Ara. Setiap tahun salah satu dari Dewi Bunga itu akan menjadi ratu, kecuali Permaisuri Nara.

Permaisuri Nara melimpahkan hak ratunya kepada Permaisuri Kusuma Dewi, meski dia bukan bagian dari Dewi Bunga.

Untuk menghindari adanya selir, maka mereka sepakati semua bergelar permaisuri, termasuk Permaisuri Ginari, wanita terakhir yang Prabu Dira nikahi.

Jika Riskaya dinikahi oleh Prabu Dira di kemudian hari, maka dia akan menjadi selir pertama, yang tentu saja haknya sangat berbeda dari seorang permaisuri.

“Sembah hormatku, Kakang Prabu,” ucap Ratu Tirana sembari menghormat kepada suaminya.

“Bangunlah,” ucap Prabu Dira.

“Aku datang hanya ingin mengingatkan Kakang Prabu untuk pergi melihat keadaan Putra Mahkota dan Permaisuri Geger Jagad,” ujar Ratu Tirana setelah tegak kembali. “Mereka sudah cukup lama pergi ke Negeri Pulau Kabut.”

“Baik, Ratuku,” ucap Prabu Dira.

“Apakah ketiga orang di atas sana adalah tamu dari Bandakawen, Kakang Prabu?” tanya Tirana.

“Benar.”

“Seburuk apa pun dosanya, alangkah baiknya jika mereka diampuni. Mereka adalah tamu. Kematian mereka akan menghancurkan nama baik Sanggana Kecil,” kata Ratu Tirana.

“Aku tidak akan membunuhnya. Aku hanya memberi sedikit hadiah dari kekurangajaran mereka,” kata Permaisuri Nara. (RH)

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

Sambil menunggu Si Joko up, silakan baca novel Author yang lain:

Alma3 Ratu Siluman.

Rugi1 Perampok Budiman.

Rugi2 Darah Pengantin Pendekar.

Terpopuler

Comments

Idrus Salam

Idrus Salam

Kelancangan memang tidak baik untuk dibiarkan karena akibat lainnya akan datang jika kurang mendapat suatu tindakan yang membuat jera pelakunya. Siapa sangka hal ihwal kurang ajar sering berlalu dalam sendi penyelewengan buat akibat yang mungkin terabaikan.

lam

2024-10-14

1

Sena judifa

Sena judifa

like, fav dan rate mendarat thor, salam dari muara cinta kita thor

2023-10-11

1

❤️⃟Wᵃf🍾⃝ʀͩᴏᷞsͧᴍᷠiͣa✰͜͡v᭄HIAT

❤️⃟Wᵃf🍾⃝ʀͩᴏᷞsͧᴍᷠiͣa✰͜͡v᭄HIAT

permaisuri nara galak juga ya

2023-09-28

1

lihat semua
Episodes
1 Pemuji 1: Tamu Lancang
2 Pemuji 2: Melihat Permaisuri Nara
3 Pemuji 3: Permaisuri Paling Sakti
4 Pemuji 4: Lima Pendekar Utusan
5 Pemuji 5: Joko Tenang
6 Pemuji 6: Tiga Istri Pelaut
7 Pemuji 7: Menertawakan Pendekar Receh
8 Pemuji 8: Tamu Agung
9 Pemuji 9: Tawaran Kerja Sama
10 Pemuji 10: Bertemu Sahabat Lama
11 Pemuji 11: Mencari Joko
12 Pemuji 12: Obrolan Rujak
13 Pemuji 13: Perintah Rahasia Joko
14 Pemuji 14: Perasaan Putri Ani
15 Pemuji 15: Budidaya Ikan Perut Emas
16 Pemuji 16: Jumpa Mata Samudera
17 Pemuji 17: Bayangan Joko Mengganggu
18 Pemuji 18: Pembunuh Gelap
19 Pemuji 19: Bertemu Lagi
20 Pemuji 20: Muara Jerit
21 Pemuji 21: Tawa Putri Ani
22 Pemuji 22: Serangan Berbahaya
23 Pemuji 23: Pertolongan Joko
24 Pemuji 24: Mengobati Putri
25 Pemuji 25: Target Lain
26 Pemuji 26: Pembunuh yang Hilang
27 Pemuji 27: Kabar Mengejutkan
28 Pemuji 28: Terduga Pembunuh
29 Pemuji 29: Jasa Rompi Merah
30 Pemuji 30: Pasukan Pengaman Putri Datang
31 Pemuji 31: Pisah dan Janji
32 Pemuji 32: Seteru Ayah Anak
33 Pemuji 33: Pengirim Lintas Dunia
34 Pemuji 34: Peringatan Dari Menteri
35 Pemuji 35: Selamat Jalan Agi Lodya
36 Pemuji 36: Serangan Manusia Kalong
37 Pemuji 37: Amarah Prabu
38 Pemuji 38: Kekasih Putri Ani
39 Pemuji 39: Menyergap Joko
40 Pemuji 40: Pelajaran dari Joko
41 Pemuji 41: Kisah Putri Ani
42 Pemuji 42: Jawaban Jujur Joko
43 Pemuji 43: Nyai Bale
44 Pemuji 44: Gusti Raja
45 Pemuji 45: Putri Ani Cinta Joko
46 Pemuji 46: Kehilangan
47 Pemuji 47: Reksa Dipa Rusuh
48 Pemuji 48: Amukan Reksa Dipa
49 Pemuji 49: Putri Ani "Diperkosa"
50 Pemuji 50: Istana Ratu Serigala
51 Pemuji 51: Keterkejutan Para Istri
52 Pemuji 52: Perguruan Tunas Mahkota
53 Pemuji 53: Pangeran Tirta Gambang
54 Pemuji 54: Hutan Malam Abadi
55 Pemuji 55: Rayuan Joko
56 Pemuji 56: Cerita Menyakitkan
57 Pemuji 57: Rincing Masuk Istana
58 Pemuji 58: Interogasi Sang Prabu
59 Pemuji 59: Putri Mahapatih
60 Pemuji 60: Sejajar dengan Ratu
61 Pemuji 61: Curiga Prabu Galang
62 Pemuji 62: Pergerakan Pasukan Kerajaan
63 Pemuji 63: Nyaris Gila
64 Pemuji 64: Joko Tenang, Prabu Dira
65 Pemuji 65: Putri Ani Tunduk
66 Pemuji 66: Pasukan Gajah Besi
67 Pemuji 67: Pertemuan Dua Pasukan
68 Pemuji 68: Perang Perbatasan Timur
69 Pemuji 69: Mendobrak Pasukan Kaki Gunung
70 Pemuji 70: Melawan Panglima Untut
71 Pemuji 71: Pengakuan Putri Ani
72 Pemuji 72: Tipuan Teluk Busung
73 Pemuji 73: Sepakat dengan Adipati
74 Pemuji 74: Perjanjian Muara Jerit
75 Pemuji 75: Isi Perjanjian
76 Pemuji 76: Penyergapan di Pinggir Sungai
77 Pemuji 77: Serangan Hantu
78 Pemuji 78: Anak Halus
79 Pemuji 79: Menghadang Rayu Pelangi
80 Pemuji 80: Menculik Mahapatih
81 Pemuji 81: Rencana Serangan
82 Pemuji 82: Jebakan Pinggir Sungai
83 Pemuji 83: Menangkap Sahabat Joko
84 Pemuji 84: Nasib Mahapatih
85 Pemuji 85: Menaklukkan Pasukan Selatan
86 Pemuji 86: Kedatangan Pasukan
87 Pemuji 87: Hukuman dari Joko
88 Pemuji 88: Laporan untuk Prabu Galang
89 Pemuji 89: Memasuki Ibu Kota
90 Pemuji 90: Dua Prabu Bertemu
91 Pemuji 91: Perang
92 Pemuji 92: Pertempuran Pasukan Pendekar
93 Pemuji 93: Satu Lawan Dua
94 Pengumuman Duka
95 Pemuji 94: Perintah Putri Mahkota
96 Pemuji 95: Pertarungan Langit
97 Pemuji 96: Prabu Menang Kalah
98 Pemuji 97: Penguasa Baru (Tamat)
99 Pengumuman Sanggana7
Episodes

Updated 99 Episodes

1
Pemuji 1: Tamu Lancang
2
Pemuji 2: Melihat Permaisuri Nara
3
Pemuji 3: Permaisuri Paling Sakti
4
Pemuji 4: Lima Pendekar Utusan
5
Pemuji 5: Joko Tenang
6
Pemuji 6: Tiga Istri Pelaut
7
Pemuji 7: Menertawakan Pendekar Receh
8
Pemuji 8: Tamu Agung
9
Pemuji 9: Tawaran Kerja Sama
10
Pemuji 10: Bertemu Sahabat Lama
11
Pemuji 11: Mencari Joko
12
Pemuji 12: Obrolan Rujak
13
Pemuji 13: Perintah Rahasia Joko
14
Pemuji 14: Perasaan Putri Ani
15
Pemuji 15: Budidaya Ikan Perut Emas
16
Pemuji 16: Jumpa Mata Samudera
17
Pemuji 17: Bayangan Joko Mengganggu
18
Pemuji 18: Pembunuh Gelap
19
Pemuji 19: Bertemu Lagi
20
Pemuji 20: Muara Jerit
21
Pemuji 21: Tawa Putri Ani
22
Pemuji 22: Serangan Berbahaya
23
Pemuji 23: Pertolongan Joko
24
Pemuji 24: Mengobati Putri
25
Pemuji 25: Target Lain
26
Pemuji 26: Pembunuh yang Hilang
27
Pemuji 27: Kabar Mengejutkan
28
Pemuji 28: Terduga Pembunuh
29
Pemuji 29: Jasa Rompi Merah
30
Pemuji 30: Pasukan Pengaman Putri Datang
31
Pemuji 31: Pisah dan Janji
32
Pemuji 32: Seteru Ayah Anak
33
Pemuji 33: Pengirim Lintas Dunia
34
Pemuji 34: Peringatan Dari Menteri
35
Pemuji 35: Selamat Jalan Agi Lodya
36
Pemuji 36: Serangan Manusia Kalong
37
Pemuji 37: Amarah Prabu
38
Pemuji 38: Kekasih Putri Ani
39
Pemuji 39: Menyergap Joko
40
Pemuji 40: Pelajaran dari Joko
41
Pemuji 41: Kisah Putri Ani
42
Pemuji 42: Jawaban Jujur Joko
43
Pemuji 43: Nyai Bale
44
Pemuji 44: Gusti Raja
45
Pemuji 45: Putri Ani Cinta Joko
46
Pemuji 46: Kehilangan
47
Pemuji 47: Reksa Dipa Rusuh
48
Pemuji 48: Amukan Reksa Dipa
49
Pemuji 49: Putri Ani "Diperkosa"
50
Pemuji 50: Istana Ratu Serigala
51
Pemuji 51: Keterkejutan Para Istri
52
Pemuji 52: Perguruan Tunas Mahkota
53
Pemuji 53: Pangeran Tirta Gambang
54
Pemuji 54: Hutan Malam Abadi
55
Pemuji 55: Rayuan Joko
56
Pemuji 56: Cerita Menyakitkan
57
Pemuji 57: Rincing Masuk Istana
58
Pemuji 58: Interogasi Sang Prabu
59
Pemuji 59: Putri Mahapatih
60
Pemuji 60: Sejajar dengan Ratu
61
Pemuji 61: Curiga Prabu Galang
62
Pemuji 62: Pergerakan Pasukan Kerajaan
63
Pemuji 63: Nyaris Gila
64
Pemuji 64: Joko Tenang, Prabu Dira
65
Pemuji 65: Putri Ani Tunduk
66
Pemuji 66: Pasukan Gajah Besi
67
Pemuji 67: Pertemuan Dua Pasukan
68
Pemuji 68: Perang Perbatasan Timur
69
Pemuji 69: Mendobrak Pasukan Kaki Gunung
70
Pemuji 70: Melawan Panglima Untut
71
Pemuji 71: Pengakuan Putri Ani
72
Pemuji 72: Tipuan Teluk Busung
73
Pemuji 73: Sepakat dengan Adipati
74
Pemuji 74: Perjanjian Muara Jerit
75
Pemuji 75: Isi Perjanjian
76
Pemuji 76: Penyergapan di Pinggir Sungai
77
Pemuji 77: Serangan Hantu
78
Pemuji 78: Anak Halus
79
Pemuji 79: Menghadang Rayu Pelangi
80
Pemuji 80: Menculik Mahapatih
81
Pemuji 81: Rencana Serangan
82
Pemuji 82: Jebakan Pinggir Sungai
83
Pemuji 83: Menangkap Sahabat Joko
84
Pemuji 84: Nasib Mahapatih
85
Pemuji 85: Menaklukkan Pasukan Selatan
86
Pemuji 86: Kedatangan Pasukan
87
Pemuji 87: Hukuman dari Joko
88
Pemuji 88: Laporan untuk Prabu Galang
89
Pemuji 89: Memasuki Ibu Kota
90
Pemuji 90: Dua Prabu Bertemu
91
Pemuji 91: Perang
92
Pemuji 92: Pertempuran Pasukan Pendekar
93
Pemuji 93: Satu Lawan Dua
94
Pengumuman Duka
95
Pemuji 94: Perintah Putri Mahkota
96
Pemuji 95: Pertarungan Langit
97
Pemuji 96: Prabu Menang Kalah
98
Pemuji 97: Penguasa Baru (Tamat)
99
Pengumuman Sanggana7

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!