Pemuji 4: Lima Pendekar Utusan

*Perjanjian Muara Jerit (Pemuji)*

 

Lima orang berperawakan pendekar sudah tiba di Pantai Segadis. Mereka menghentikan kuda-kuda tunggangannya di tanah tinggi yang jenis tanahnya sudah termasuk pasir pantai.

Dari atas itu mereka bisa melihat suasana pantai dan keramaiannya. Selain tempat para nelayan menurunkan hasil tangkapan lautnya di beberapa dermaga kayu atau langsung di pasir yang dibelai ombak, pantai itu juga menjadi pusat kuliner laut berhawa sejuk. Agak jauh lebih ke darat, ada sejumlah kedai makanan yang memang bertujuan sebagai tempat makan.

Pantai Segadis memang spot wisata yang paling ternama di wilayah Kerajaan Pasir Langit, terkenal keindahannya dengan hamparan pantai pasir yang memanjang jauh. Selain itu, ada banyak pendekar yang datang karena keberadaan Arena Tarung Pantai, yaitu arena tarung bagi para pendekar yang mau pamer kesaktian atau memang mau cari uang dari pertarungan itu.

Kembali kepada kelima pendekar yang datang dari jauh, yaitu dari Kerajaan Sanggana Kecil. Mereka diutus langsung oleh Prabu Dira Pratakarsa Diwana ke wilayah pantai tersebut.

Orang pertama adalah seorang lelaki gagah dan tampan, seusia Prabu Dira, yakni kepala tiga lebih satu tahun. Kulitnya sawo matang ditutup oleh pakaian biru gelap berlapis jubah hitam tanpa lengan. Pinggang jubanya masuk dalam sabuk hitamnya yang lebar. Rambut gondrongnya diikat sederhana di belakang kepala. Wajahnya dingin dengan sorot mata yang tajam. Dia bernama Reksa Dipa yang berjuluk Pendekar Serat Darah.

Reksa Dipa sebenarnya menjabat sebagai Ketua Pendekar Pengawal Dewi Bunga dan merupakan Pengawal Dewi Bunga Satu, yaitu Ratu Tirana. Dia ditugaskan memimpin keempat rekannya dalam sebuah misi. Adapun tugasnya sebagai Ketua Pendekar Pengawal Dewi Bunga di Kerajaan dilaksanakan oleh wakilnya.

Orang kedua adalah lelaki besar berkulit hitam. Nyaris senada dengan gelap malam warna kulitnya. Jelas dia gampang menarik perhatian, baik sesama jenis atau lawan jenis. Dia berbekal senjata sebuah celurit di punggung dan toya pendek melintang di pinggang kiri. Dia adalah Legam Pora, salah satu Pengawal Bunga dari Permaisuri Kerling Sukma.

Orang ketiga seorang perempuan. Dia satu-satunya perempuan. Pendekar wanita berpakaian kuning itu memiliki tubuh yang sekal dan langsing, meski dia sudah beranak tiga. Sepertinya dia memerhatikan perawatan raganya setelah melahirkan. Ia berkulit hitam manis, semanis parasnya yang dihiasi tahi lalat kecil di atas sudut kiri bibirnya. Gaya rambutnya sudah seperti emak-emak. Ia menyandang sebuah kail bagus. Dia bernama Garis Merak, Komandan Pasukan Penjaga Telaga di Kerajaan Sanggana Kecil. Dia juga berstatus sebagai istri Reksa Dipa.

Lelaki berkuda keempat adalah seorang pemuda berusia kepala empat. Disebut pemuda karena dia masih lajang alias jomblo. Ia terbilang tampan berhidung mancung, meski kulitnya hitam dan tidak semanis Garis Merak. Rambut pendeknya keriting. Pemuda berpakaian merah gelap itu menyandang dua besi panjang berbentuk pengait di punggungnya. Dia adalah Kurna Sagepa, Wakil Komanda Pasukan Penguasa Telaga.

Anggota berkuda yang terakhir seorang lelaki berperut gendut dan berwajah bulat hitam. Rambutnya gondrong berwarna merah. Usianya baru setengah abad minus lima tahun. Ia mengenakan baju cokelat yang cukup longgar. Pada kedua pergelangan tangannya ada melilit senar tebal yang nyaris memenuhi batang tangannya. Pada ujung senar itu, masing-masing ada besi kecil yang menggantung berbentuk kerucut kecil. Itu adalah senjatanya. Dia bernama Swara Sesat, seorang pendekar yang memiliki pendengaran tidak normal. Ia menjabat sebagai Wakil Komandan Pasukan Penguasa Telaga, sama dengan Kurna Sagepa.

Garis Merak, Kurna Sagepa dan Swara Sesat tersenyum lebar sambil menghirup udara sebanyak-banyaknya, seolah-olah sedang menikmati angin sejuk yang mengibarkan rambut, pakaian dan ekor kuda mereka.

“Seperti pulang ke rumah,” kata Garis Merak.

“Ayo kita mandi air asin, Sesat!” ajak Kurna Sagepa sambil menoleh kepada rekan gendutnya itu.

“Tidak, aku tidak bersin,” sangkal Swara Sesat sambil menggeleng kepala.

“Hahaha!” tawa Legam Pora dengan suara yang nge-bass.

Bagi Garis Merak dan Kurna Sagepa tidak heran lagi mendengar Swara Sesat salah menjawab atau membalas perkataan orang, karena mereka tahu bahwa sahabat mereka telinganya memang tersesat.

Reksa Dipa juga sudah terbiasa, terlebih dia jarang berbicara. Berbeda dengan Legam Pora yang jarang bergabung dengan mereka.

Garis Merak, Kurna Sagepa dan Swara Sesat adalah seorang anggota bajak laut sebelum bergabung dan mengabdi kepada Prabu Dira. Selama satu dasawarsa di Kerajaan Sanggana menjadi prajurit penjaga telaga, mereka belum pernah ke laut lagi. Maka wajarlah jika ketiganya begitu menikmati suasana pantai dan aroma laut yang kembali mereka rasakan.

Reksa Dipa juga sebenarnya anak laut, tepatnya anak pantai, tapi dia bukan mantan anggota bajak laut. Jika istri dan dua rekannya rindu suasana laut sejak lama, Reksa Dipa rindunya muncul setelah merasakan lagi suasana pantai.

“Legam Pora, kau bisa berenang?” tanya Swara Sesat kepad lelaki hitam.

Mendelik Legam Pora ditanya tentang itu.

“Sembarangan! Kau pikir hanya Penjaga Telaga yang bisa berenang?” sentak Legam Pora sewot.

“Hahaha!” tawa Swara Sesat tiba-tiba. Dia benar-benar tertawa tanpa dibuat-buat atau diadon. “Benar dugaanku. Pantas saja kau tidak pernah aku lihat pergi ke telaga. Buang kue basah pun tidak pernah aku lihat. Hahaha!”

“Hahaha...!” tawa kencang Garis Merak dan Kurna Sagepa mendengar perkataan Swara Sesat. Sementara Reksa Dipa hanya tersenyum.

Menghitam wajah Legam Pora yang memang hitam. Panas hati dan telinganya mendengar perkataan dan tawaan Swara Sesat. Satu tangannya bahkan pergi menggenggam gagang celuritnya, seolah-olah ingin mencabutnya.

“Tenang, Sahabat. Jangan marah seperti itu. Justru aku mau menawarkan mengajarimu berenang di sana,” kata Swara Sesat lalu menunjuk laut.

“Hei! Dengarkan aku, Tuli! Aku bisa berenang. Aku bisa berenang!” teriak Legam Pora kepada Swara Sesat.

“Di sana tidak ada karang. Lihat hamparan pantainya, nyaris tidak ada karang. Jika kau belajar berenang di sana, akan aman. Ini selagi kau bersamaku, perenang handal di tiga air. Air telaga, air sungai, dan air lautan,” cerocos Swara Sesat.

“Ditambah air hujan, air mata dan air kencing,” celetuk Kurna Sagepa.

“Hahaha!” tawa mereka semua, kecuali Swara Sesat.

“Apanya yang lucu? Kalian meragukan aku bisa mengajar memancing?” tanya Swara Sesat. Lalu katanya kepada Legam Pora, “Ayo, Legam, kita ke laut!”

Legam Pora tidak menyahut, dia justru menjalankan kudanya agak kencang.

“Nah seperti itu, harus semangat belajar berenang! Hiah!” pekik Swara Sesat senang, lalu menggebah kencang kudanya menyusul Legam Pora yang kesal.

Baru saja Swara Sesat berlari kencang ke arah laut, tiba-tiba kuda Legam Pora berbelok meninggalkan kuda si gendut.

“Eh, kok belok?” pekik Swara Sesat terkejut, sambil mengerem laju kudanya. “Katanya mau belajar berenang?”

“Hahaha!” tawa Garis Merak dan Kurna Sagepa melihat kesalahpahaman itu. Mereka menggebah kudanya menyusul Legam Pora. Demikian halnya Reksa Dipa.

Setelah geleng-geleng kepala tanda prihatin, mau tidak mau, Swara Sesat berbelok arah menyusul rekan-rekannya. (RH)

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

Sambil menunggu Si Joko up, silakan baca novel Author yang lain:

Alma3 Ratu Siluman.

Rugi1 Perampok Budiman.

Rugi2 Darah Pengantin Pendekar.

Terpopuler

Comments

Sena judifa

Sena judifa

om...pantai segadis itu di mana?

2023-10-23

0

❤️⃟Wᵃf🍾⃝ʀͩᴏᷞsͧᴍᷠiͣa✰͜͡v᭄HIAT

❤️⃟Wᵃf🍾⃝ʀͩᴏᷞsͧᴍᷠiͣa✰͜͡v᭄HIAT

kesel emang ya kalau ngomong sm orang yg pendengarannya slenco.. bikin emosi😂

2023-09-28

0

@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈

@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈

susah ya ngomong sama orang budek ..orang ngomong apa dia jawab apa hhhh

2023-08-20

3

lihat semua
Episodes
1 Pemuji 1: Tamu Lancang
2 Pemuji 2: Melihat Permaisuri Nara
3 Pemuji 3: Permaisuri Paling Sakti
4 Pemuji 4: Lima Pendekar Utusan
5 Pemuji 5: Joko Tenang
6 Pemuji 6: Tiga Istri Pelaut
7 Pemuji 7: Menertawakan Pendekar Receh
8 Pemuji 8: Tamu Agung
9 Pemuji 9: Tawaran Kerja Sama
10 Pemuji 10: Bertemu Sahabat Lama
11 Pemuji 11: Mencari Joko
12 Pemuji 12: Obrolan Rujak
13 Pemuji 13: Perintah Rahasia Joko
14 Pemuji 14: Perasaan Putri Ani
15 Pemuji 15: Budidaya Ikan Perut Emas
16 Pemuji 16: Jumpa Mata Samudera
17 Pemuji 17: Bayangan Joko Mengganggu
18 Pemuji 18: Pembunuh Gelap
19 Pemuji 19: Bertemu Lagi
20 Pemuji 20: Muara Jerit
21 Pemuji 21: Tawa Putri Ani
22 Pemuji 22: Serangan Berbahaya
23 Pemuji 23: Pertolongan Joko
24 Pemuji 24: Mengobati Putri
25 Pemuji 25: Target Lain
26 Pemuji 26: Pembunuh yang Hilang
27 Pemuji 27: Kabar Mengejutkan
28 Pemuji 28: Terduga Pembunuh
29 Pemuji 29: Jasa Rompi Merah
30 Pemuji 30: Pasukan Pengaman Putri Datang
31 Pemuji 31: Pisah dan Janji
32 Pemuji 32: Seteru Ayah Anak
33 Pemuji 33: Pengirim Lintas Dunia
34 Pemuji 34: Peringatan Dari Menteri
35 Pemuji 35: Selamat Jalan Agi Lodya
36 Pemuji 36: Serangan Manusia Kalong
37 Pemuji 37: Amarah Prabu
38 Pemuji 38: Kekasih Putri Ani
39 Pemuji 39: Menyergap Joko
40 Pemuji 40: Pelajaran dari Joko
41 Pemuji 41: Kisah Putri Ani
42 Pemuji 42: Jawaban Jujur Joko
43 Pemuji 43: Nyai Bale
44 Pemuji 44: Gusti Raja
45 Pemuji 45: Putri Ani Cinta Joko
46 Pemuji 46: Kehilangan
47 Pemuji 47: Reksa Dipa Rusuh
48 Pemuji 48: Amukan Reksa Dipa
49 Pemuji 49: Putri Ani "Diperkosa"
50 Pemuji 50: Istana Ratu Serigala
51 Pemuji 51: Keterkejutan Para Istri
52 Pemuji 52: Perguruan Tunas Mahkota
53 Pemuji 53: Pangeran Tirta Gambang
54 Pemuji 54: Hutan Malam Abadi
55 Pemuji 55: Rayuan Joko
56 Pemuji 56: Cerita Menyakitkan
57 Pemuji 57: Rincing Masuk Istana
58 Pemuji 58: Interogasi Sang Prabu
59 Pemuji 59: Putri Mahapatih
60 Pemuji 60: Sejajar dengan Ratu
61 Pemuji 61: Curiga Prabu Galang
62 Pemuji 62: Pergerakan Pasukan Kerajaan
63 Pemuji 63: Nyaris Gila
64 Pemuji 64: Joko Tenang, Prabu Dira
65 Pemuji 65: Putri Ani Tunduk
66 Pemuji 66: Pasukan Gajah Besi
67 Pemuji 67: Pertemuan Dua Pasukan
68 Pemuji 68: Perang Perbatasan Timur
69 Pemuji 69: Mendobrak Pasukan Kaki Gunung
70 Pemuji 70: Melawan Panglima Untut
71 Pemuji 71: Pengakuan Putri Ani
72 Pemuji 72: Tipuan Teluk Busung
73 Pemuji 73: Sepakat dengan Adipati
74 Pemuji 74: Perjanjian Muara Jerit
75 Pemuji 75: Isi Perjanjian
76 Pemuji 76: Penyergapan di Pinggir Sungai
77 Pemuji 77: Serangan Hantu
78 Pemuji 78: Anak Halus
79 Pemuji 79: Menghadang Rayu Pelangi
80 Pemuji 80: Menculik Mahapatih
81 Pemuji 81: Rencana Serangan
82 Pemuji 82: Jebakan Pinggir Sungai
83 Pemuji 83: Menangkap Sahabat Joko
84 Pemuji 84: Nasib Mahapatih
85 Pemuji 85: Menaklukkan Pasukan Selatan
86 Pemuji 86: Kedatangan Pasukan
87 Pemuji 87: Hukuman dari Joko
88 Pemuji 88: Laporan untuk Prabu Galang
89 Pemuji 89: Memasuki Ibu Kota
90 Pemuji 90: Dua Prabu Bertemu
91 Pemuji 91: Perang
92 Pemuji 92: Pertempuran Pasukan Pendekar
93 Pemuji 93: Satu Lawan Dua
94 Pengumuman Duka
95 Pemuji 94: Perintah Putri Mahkota
96 Pemuji 95: Pertarungan Langit
97 Pemuji 96: Prabu Menang Kalah
98 Pemuji 97: Penguasa Baru (Tamat)
99 Pengumuman Sanggana7
Episodes

Updated 99 Episodes

1
Pemuji 1: Tamu Lancang
2
Pemuji 2: Melihat Permaisuri Nara
3
Pemuji 3: Permaisuri Paling Sakti
4
Pemuji 4: Lima Pendekar Utusan
5
Pemuji 5: Joko Tenang
6
Pemuji 6: Tiga Istri Pelaut
7
Pemuji 7: Menertawakan Pendekar Receh
8
Pemuji 8: Tamu Agung
9
Pemuji 9: Tawaran Kerja Sama
10
Pemuji 10: Bertemu Sahabat Lama
11
Pemuji 11: Mencari Joko
12
Pemuji 12: Obrolan Rujak
13
Pemuji 13: Perintah Rahasia Joko
14
Pemuji 14: Perasaan Putri Ani
15
Pemuji 15: Budidaya Ikan Perut Emas
16
Pemuji 16: Jumpa Mata Samudera
17
Pemuji 17: Bayangan Joko Mengganggu
18
Pemuji 18: Pembunuh Gelap
19
Pemuji 19: Bertemu Lagi
20
Pemuji 20: Muara Jerit
21
Pemuji 21: Tawa Putri Ani
22
Pemuji 22: Serangan Berbahaya
23
Pemuji 23: Pertolongan Joko
24
Pemuji 24: Mengobati Putri
25
Pemuji 25: Target Lain
26
Pemuji 26: Pembunuh yang Hilang
27
Pemuji 27: Kabar Mengejutkan
28
Pemuji 28: Terduga Pembunuh
29
Pemuji 29: Jasa Rompi Merah
30
Pemuji 30: Pasukan Pengaman Putri Datang
31
Pemuji 31: Pisah dan Janji
32
Pemuji 32: Seteru Ayah Anak
33
Pemuji 33: Pengirim Lintas Dunia
34
Pemuji 34: Peringatan Dari Menteri
35
Pemuji 35: Selamat Jalan Agi Lodya
36
Pemuji 36: Serangan Manusia Kalong
37
Pemuji 37: Amarah Prabu
38
Pemuji 38: Kekasih Putri Ani
39
Pemuji 39: Menyergap Joko
40
Pemuji 40: Pelajaran dari Joko
41
Pemuji 41: Kisah Putri Ani
42
Pemuji 42: Jawaban Jujur Joko
43
Pemuji 43: Nyai Bale
44
Pemuji 44: Gusti Raja
45
Pemuji 45: Putri Ani Cinta Joko
46
Pemuji 46: Kehilangan
47
Pemuji 47: Reksa Dipa Rusuh
48
Pemuji 48: Amukan Reksa Dipa
49
Pemuji 49: Putri Ani "Diperkosa"
50
Pemuji 50: Istana Ratu Serigala
51
Pemuji 51: Keterkejutan Para Istri
52
Pemuji 52: Perguruan Tunas Mahkota
53
Pemuji 53: Pangeran Tirta Gambang
54
Pemuji 54: Hutan Malam Abadi
55
Pemuji 55: Rayuan Joko
56
Pemuji 56: Cerita Menyakitkan
57
Pemuji 57: Rincing Masuk Istana
58
Pemuji 58: Interogasi Sang Prabu
59
Pemuji 59: Putri Mahapatih
60
Pemuji 60: Sejajar dengan Ratu
61
Pemuji 61: Curiga Prabu Galang
62
Pemuji 62: Pergerakan Pasukan Kerajaan
63
Pemuji 63: Nyaris Gila
64
Pemuji 64: Joko Tenang, Prabu Dira
65
Pemuji 65: Putri Ani Tunduk
66
Pemuji 66: Pasukan Gajah Besi
67
Pemuji 67: Pertemuan Dua Pasukan
68
Pemuji 68: Perang Perbatasan Timur
69
Pemuji 69: Mendobrak Pasukan Kaki Gunung
70
Pemuji 70: Melawan Panglima Untut
71
Pemuji 71: Pengakuan Putri Ani
72
Pemuji 72: Tipuan Teluk Busung
73
Pemuji 73: Sepakat dengan Adipati
74
Pemuji 74: Perjanjian Muara Jerit
75
Pemuji 75: Isi Perjanjian
76
Pemuji 76: Penyergapan di Pinggir Sungai
77
Pemuji 77: Serangan Hantu
78
Pemuji 78: Anak Halus
79
Pemuji 79: Menghadang Rayu Pelangi
80
Pemuji 80: Menculik Mahapatih
81
Pemuji 81: Rencana Serangan
82
Pemuji 82: Jebakan Pinggir Sungai
83
Pemuji 83: Menangkap Sahabat Joko
84
Pemuji 84: Nasib Mahapatih
85
Pemuji 85: Menaklukkan Pasukan Selatan
86
Pemuji 86: Kedatangan Pasukan
87
Pemuji 87: Hukuman dari Joko
88
Pemuji 88: Laporan untuk Prabu Galang
89
Pemuji 89: Memasuki Ibu Kota
90
Pemuji 90: Dua Prabu Bertemu
91
Pemuji 91: Perang
92
Pemuji 92: Pertempuran Pasukan Pendekar
93
Pemuji 93: Satu Lawan Dua
94
Pengumuman Duka
95
Pemuji 94: Perintah Putri Mahkota
96
Pemuji 95: Pertarungan Langit
97
Pemuji 96: Prabu Menang Kalah
98
Pemuji 97: Penguasa Baru (Tamat)
99
Pengumuman Sanggana7

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!