Pesawat yang ditumpangi Dita dan rombongan mendarat di sebuah negara tak jauh dari negara tujuan. seperti rencana sebelumnya bahwa mereka dari sana akan menggunakan transportasi darat.
Seseorang pria datang menghampiri Dita dan memberi hormat. Ia menunjukkan lambang Wild Eagle yang ada di salah satu bawah telinganya.
" Welcome princess, the queen told us you are coming, ( Queen memberitahu kami bahwa Anda akan datang) kami sudah mempersiapkan semuanya. Akankah kita berangkat sekarang?"
Dita menoleh ke arah Smith meminta sebuah pendapat. Smith pun mengangguk, tak perlu banyak bicara diantara keduanya. Mereka seperti bisa bicara lewat mata mereka.
" Baiklah, mari kita berangkat sekarang juga."
Dita memberi kabar kepada Drake dan sang mama bahwa mereka sudah sampai dan bersiap untuk berangkat ke negara tujuan.
" Baiklah take care baby, mama akan mengawasi dari sini. Nanti Mr. Sun akan memberi tahu mu jika sudah mematikan sistem yang ada disana."
Sungguh kolaborasi yang lama tidak terjalin. Biasanya jika ada misi Silvya hanya menggunakan Drake, tapi misi luar negara ini tentu belum bisa dilakukan oleh Drake. Kemampuan Drake belum bisa menembus luar negeri, hanya Mr. Sun yang bisa.
" Apakah suilit Sun?'
" Lumayan, keamanan mereka berlapis. Tapi tenang saja aku akan bisa membobolnya dengan rapi tanpa terdeteksi."
Silvya lega, jika Mr. Sun mengatakan bahwa semuanya mandali alias aman terkendali maka semua benar-benar bisa dikendalikan.
Dita, Smith dan rombongan terus bergerak maju. Mereka akan menempuh sekitar 5 jam perjalanan menuju negara tujuan. Negara dimana para ilmuan itu di tahan untuk membuat senjata biologis.
" Ta, apa gugup?"
Smith membuka percakapan. Dilihatnya dari tadi Dita tidak berhenti memainkan ponselnya. Tampak Dita sedang memikirkan sesuatu. setidaknya itulah yang Smith rasakan.
" Nggak sih bang. Aku hanya tidak biasa pergi tanpa tim ku. Beberapa tahun menjalankan tugas bersama, seperti ada yang kurang saja."
Smith tersenyum simpul, ia mengusap rambut Dita dengan lembut. Pria itu kemudian meyakinkan bahwa semuanya akan baik-baik saja. Ia akan menjadi partner Dita yang baik sehingga Dita tidak perlu merasa khawatir.
" Terimakasih bang."
Dita mengambil nafasnya dalam-dalam dan membuangnya perlahan. Ia tentu harus bersikap tenang saat ini dan berpikir untuk menyelesaikan misi dengan baik dan tentunya harus berhasil. Dirinya sudah membuat keputusan untuk menjalankan ini 'sendiri', jadi dia harus menjalankannya dengan sebaik mungkin.
Dari kejauhan tampak sebuah bangunan yang terlihat begitu sepi. Mereka mulai memasuki kota yang tidak berpenghuni. Kota tersebut tampaknya adalah kota yang ditinggalkan. Suasananya jelas mencekam, bisa dipastikan tidak ada orang yang akan singgah di sana.
Sebenarnya banyak kota yang ditinggalkan, entah karena bencana alam atau akibat dari perang senjata biologis yang terjadi puluhan atau ratusan tahun silam. Tapi yang jelas, kota yang saat ini Dita tuju benar-benar tidak tampak satu pun orang di sana.
" Apakah ini benar tempatnya?" ucap Dita entah pada siapa. Namun tiba-tiba ponsel Dita bergetar, ia kemudian langsung mengangkatnya. panggilan internasional rupanya.
" Benar itu adalah tempatnya. kata Mr. Sun di bangunan tersebut terdapat bangunan bawah tanah dan di dalamnya ada sebuah laboratorium. Di sana lah para ilmuan itu di culik untuk dipekerjakan."
Dita mengangguk paham. Ia pun mulai memberikan komando ke semua anak buahnya melalui earphone. Mereka akan bersiap untuk menyerang. Selain senjata api, setiap orang akan medapatkan senjata rakitan jason yang berisi peluru racun.
" Are you ready guys!"
Dita melompat turun dari mobil diikuti oleh Smith. Mereka membuat 3 tim, Tim depan, tengan dan belakang. Dita besama smith berada di tim tengah. Memang itu lah rencana Dita. Melalui earphone nya Dita juga mendapat arahan dari Mr. Sun. Setelah berkutat beberapa jam Mr. Sun akhirnya berhasil membobol kemanan gedung tersebut. Ia mengarahkan Dita untuk melewati pintu belakang gedung. Di sanya rupanya ada jalan rahasia yang jaman dulu digunakan oleh para pekerja untuk membolos jika mereka merasa kelelahan.
Sebagian orang oleh Dita ditinggalkan di mobil yang sewaktu-waktu bisa mereka panggil.
Dor
Sebuah tembakan dilesatkan oleh salah seorang anggota tim Dita yang berada di depannya. Tembakan dengan peredam tersebut benar-benar ampuh untuk tidak menarik perhatian lawan.
Dor
Bruk
Bruk
Beberapa penjaga yang berada di sebuah pintu yang mereka yakini adalah pintu masuk ke bawah tanah itu berhasil di lumpuhkan. Cctv tentu sudah dimatikan oleh Mr. Sun.
" Letnan Dita kamu hanya punya waktu 15 menit. Aku tidak bisa menahan ini lebih lama. Jika lebih dari itu pasti kita akan ketahuan."
" 15 menit? aku rasa sangat cukup. Thanks Mr. Sun. Bang Smith ayo selesaikan dengan cepat."
Smith mengangguk, dengan tetap waspada mereka berjalan menuju pintu bawah tanah. Tanpa bersusah payah mereka berhasil masuk ke dalam ruangan yang berpintu besi. Setelah itu pemindai retina mata dan sidik jari pun tak lagi berlaku.
" Ini terlihat sangat mudah. Kita harus waspada Ta."
" Kau benar bang."
Dita tentu merasa sedikit aneh. Tidak mungkin semuanya semudah ini. Mereka yang menahan pata ilmuwan ini bukan hanya sekelas gangster atau mafia. Lebih dari hal tersebut, yakni mereka memiliki kekuasaan. Tidak mungkin hanya begini saja.
" Ta, keluar dalam waktu kurang 1 menit. Sekarang!"
Suara lantang nan keras terdengar dari earphone Dita. Semua tim yang masuk ke dalam ruangan tersebut diminta Dita keluar.
" SEMUANYA KELUAAAR!!!"
Blaaaam
Sebuah ledakan berhasil mereka hindari. Tidak besar memang tapi ledakan tersebut rupanya adalah ledakan gas beracun.
" Tahan napas kalian sambil berlari keluar. Mereka tidak ada di sini rupanya."
Dita memerintahkan semua tim nya yang ada dalam ruang bahwa tanah itu untuk keluar. Rupanya di sana dipasang sebuah jebakan yang terkoneksi dengan pendeteksi panas tubuh. Jika bukan orang yang biasanya masuk maka bom akan aktif lalu meledak. Dita tentu tidak terkejut dengan hal tersebut. Bagaimanapun ini bukanlah milik organisasi biasa, mereka pasti menempatkan sesuatu yang istimewa untuk menjaga tempa mereka.
" lalu, apakah kita akan kembali masuk Ta," tanya Smith dengan wajah yang sedikit pucat karena menahan nafas agar tidak menghirup gas beracun.
" Sepertinya ini bukan satu-satu nya lokasi deh. Sebentar sebaiknya kita menormalkan nafas kita dulu. Aku akan menghubungi mama."
Dita mengambil ponselnya dan menghubungi sang mama. Tapi rupanya sang mama sudah menghubunginya terlebih dahulu. Silvya menanyakan kondisi Dita dan Smith beserta tim nya.
" Kami oke mah, bagaimana apakah lokasi yang sebenarnya ada di tempat itu juga atau di tempat lain. Sialan, hanya itu informasi yang ku dapat."
" Masih satu tempat itu juga sayang, Lokasinya hanya beberapa meter dari tempat tadi. Rupanya itu adalah ruangan kosong yang sudah tidak terpakai, namun jebakan yang ada di dalam nya masih aktif."
Dita mengangguk mengerti, ia pun mengatakan kepada tim nya untuk kembali bersiap masuk. Lokasi sudah dikirimkan oleh sang mama, dan juga semua sudah kembali diperiksa oleh Mr. Sun. Tidak ada lagi jebakan atau rintangan. Hanya saja di sana begitu banyak terdapat penjaga, mungkin mereka benar-benar akan berduel di depan ruangan
" Baiklah mari kita kembali masuk ke dalam. Lokasi sudah aku share. Semua harus hati-hati."
Dita memberi perintah, semua pun kembali ke posisi dan mulai masuk ke dalam gedung. Apa yang terjadi pada mereka tadi mungkin belum disadari oleh si tuan rumah, mereka benar-benar harus lebih hati-hati dan jeli saat ini. Namun baru beberapa langkah suara tembakan terdengar. mereka pun terkejut terkejut saat melihat ke belakang.
Dor
Dor
" Arrrgghhh!"
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
Miss Typo
jangan sampai Dita atau Smith yg terkena tembakan
2024-02-20
0
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
siapa yg kena tembak 🤔🤔🤔
2023-12-02
0
nandayue
jebakan
2023-07-04
1