Dita menghentikan langkahnya untuk masuk ke dalam pesawat saat mendengar namanya di panggil. Meski malam, Dita tentu bisa mengenali siapa pemilik suara tersebut. Sudah bersama selama beberapa tahun, Dita paham setiap suara anggotanya meski dalam kondisi mata tertutup.
" kapten Alssaki, apa yang Anda lakukan di sini?"
Ya orang itu adalah Alsaki. Rupanya saat berada di markas Alsaki menemui atasan mereka dan menanyakan tentang misi yang dijalankan oleh Dita. Tentu Alsaki terkejut saat Dita memilih untuk melaksanakan misi tersebut sendiri. Dalam pikiran Alsaki, siapa yang akan membantu gadis itu untuk menyelesaikan misi yang lumayan berbahaya tersebut.
Dita kemudian kembali turun dari pesawat. Sedikit membuat kode kepada kedua orang tuanya dan kedua uncle nya untuk pergi menjauh.
" Kenapa tidak memberitahu kami mengenai misi ini?"
Alsaki berbicara degan penuh penekanan. Ada rasa kecewa dan khawatir dalam nada bicara pria tersebut. Buka kecewa kepada Dita, ia lebih kecewa kepada diri sendiri yang tidak tahu menahu mengenai misi ini.
" Ini sudah jadi keputusan saya Kapten Alsaki. Sebaiknya Anda kembali ke markas, dan saya harap Anda tidak mengatakan hal ini kepada anggota yang lain. Selamat malam Kapten Alasaki."
" Tapi Let~"
Sepertinya protes pun percuma. Jika Dita sudah mode atasan, tidak ada yang berani melawannya.
Alsaki hanya berdiri mematung saat Dita berbicara dengan tegas lalu membalikkan tubuhnya dan kembali masuk ke dalam pesawat. Jika sudah begitu maka Alsaki tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Dita sudah berbicara menggunakan bahasa yang lugas sebagai atasan maka Alsaki hanya bisa patuh menuruti perintah.
Jika di sisi itu sedang terasa aura keseriusan, maka di sisi lain terasa aura kegesrekan. Siapa lagi biang keroknya kalau bukan Arduino. Sejak pertama Alsaki datang memanggil Dita Arduino terus saja mengompori Dika.
" Pip pip pip, calon mantu tuh kayaknya kakak ipar."
Sontak Dika langsung memicingkan satu matanya ke arah Alsaki. Dika tentu sering melihat anggota tim Dita dan pria yang tadi berbicara dengan putrinya memang salah satu yang paling dekat.
" Jangan di dengerin omongan Ar mas, kayak nggak tahu aja dia kayak gimana."
" Oh ayolah Si, apa kamu tidak bisa lihat tatapan mata pemuda itu dan nada bicaranya. Itu bukan sikap seorang bawahan kepada atasan, itu lebih sebuah perhatian dari seorng pria kepada wanita."
Tampaknya Ar senang sekali mengompori kakak iparnya tersebut. Silvya tentu hanya berdecak kesal kepada Ar. Saudara kembarnya itu tidak pernah berubah. Wanita paruh baya tersebut berjalan menghampiri Alsaki. Tentu Alsaki sedikit terkejut. Saking fokusnya dengan Dita ia lupa bahwa di sana ada ibu dari letnannya.
" Dia sudah mengambil keputusan, jadi jangan khawatir."
" Maaf bu, saya tidak melihat Anda."
" Tidak apa-apa nak. Pulanglah, dan doakan Dita bisa menjalankan misi ini dengan baik dan selamat saat kembali pulang nanti."
Pesawat yang dinaiki Dita dan tim akhirnya lepas landas. Alsaki hanya bisa menatap nanar kepergian gadis yang begitu dicintainya itu sendiri tanpa anggota Tim Bravo. Sivya bisa menangkap kesedihan dan kekhawatiran pemuda di sampingnya itu.
Alsaki membuang nafasnya dengan begitu erat. Ia kemudian berpamitan kepada Silvya. Silvya hanya mengangguk.
" Pemuda yang tulus dan baik," ucap Silvya lirih.
Di Dalam pesawat Dita masih sempat melihat Alsaki yang berdiri di sana. Smith seketika menghampiri Dita dan ikut melihat dari jendela pesawat.
" Kekasihmu?"
" Woaaah, bukan ya bang."
" Tapi kok melow gitu."
" Aishhh, au ah. Abang tuh selalu sibuk, jadi kita jarang ketemu. Sekalinya ketemu ngledek mulu."
Smith terkekeh pelan, Ia lalu mengacak rambut Dita. Gadis itu tampak kesal. Tentu Smith sudah mengenal lama Dita. Hubungan mereka sudah seperti saudara.
" Kalau aunty tau abang ikut misi ini gimana?"
" Habis dirajam aku sama mami. Tapi tenang aja, nggak akan tahu kok."
" Maaf ya, jadi melibatkan abang."
Ada rasa tidak enak dari dalam hati Dita karena harus melibatkan putra dari ian tersebut. meskipun Dita tahu kemampuan Smith, tapi ia sedikit merasa bersalah kepada Rika. Dita tahu, Rika tidak menyukai jika Smith mengikuti jejak Ian. Bahkan Smith belajar ilmu bela diri dan menggunakan senjata pun tanpa sepengetahuan Rika.
" Tck, kayak sama siapa aja sih Ta. ini maunya aku Ta. Jadi jangan merasa terbebani oke. Lagian papi udah ngasih izin juga kok. Jadi tenang aja."
" Oke baiklah, Tapi abang nanti harus selalu ada di dekatku ya."
" Iya bawel."
Smith benar-benar menyayangi Dita seperti adik kandungnya. Kehilangan adik perempuannya saat masih kecil dulu membuat Smith begitu merasa sedih. Adannya Dita menjadikan pria itu sangat senang. Ia sudah menargetkan Dita untuk jadi adiknya. Saat kecil Smith dan Nataya sering berebut Dita. Sungguh momen yang sangat lucu jika diingat.
" Andaikan Aile masih ada mungkin dia sudah sebesar kamu dan kalian pasti akan senang main bersama."
*
*
*
Di negara lain tampak Gangster Vugel Ceilo masih masih menyelidiki kasus kebakaran gudang senjata dan obat terlarang milik mereka. Namun sebuah kabar membuat mereka menghentikan apa yang kedu orang itu lakukan.
" Apa? Apa aku tidak salah dengar? Mereka akan menggunakan senjata biologis. Bahkan mereka menculik ilmuan hebat dunia. Gila, mereka benar-benar gila!"
" Apa kita akan mengambil salah satu dari ilmuan itu tuan."
" Tck, jangan aneh-aneh. Kasus Khaleed kemarin saja sudah membuat ku pusing. Jangan menambah pekerjaan rumah kita semakin banyak. Hal itu akan jadi urusan keamanan internasional. Kita tidak usah ikut campur. Kita bukannya tokoh penjahat yang ingin menguasai dunia. Seperti ini saat sudah cukup jangan menjadi serakah."
Odion tersenyum mendengar setiap perkataan Jasper. Pria itu memang menikmati kehidupan gangster ini, tapi dia tidak pernah mengharap lebih atau menjadikan Vugel Celio menjadi gangster nomer satu. Hanya khaleed yang menginginkan hal tersebut, maka dari itu Jasper tidak setuju dengan ide Khaleed merambah usaha mereka ke benua kuning.
" Jadi apakah begini saja sudah cukup Jas?"
" Ya, tentu saja. Jika mau mejadi raja Gangsters cukup di benua biru saja dan jangan berurusan dengan keamanan internasional. Tapi bocah itu mengacau. Mana ada jualan senjata dan obat terlarang di toko online. Bocah itu kadang membuat ku pusing setengahh mati dengan kelakuannya. Mana sekarang gudang terbakar. Di, apakah kamu tidak mencurigai seseorang?"
Odion terdiam sejenak, sebenarnya ada seseorang yang dia curigai. Tapi Odion masih ragu. Ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan untuk menjadikannya tersangka dalam kasus pembakaran gudang kali ini. Tapi Odion yakin bahwa kejadian kebakaran gudangnya kemarin dilakukan dengan sengaja.
" Ada, aku punya satu nama. Saat ini sedang ku selidiki."
Jasper langsung mengalihkan perhatiannya dari laptop miliknya dan menatap ke arah Odion. Pria itu mengerutkan alisnya. Tanda tanya besar seketika memenuhi pikiran Jasper.
" Siapa dia Di?"
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
saya harap bang Alsaki mengikuti Dita ya 🤭🤭🤭
2023-12-02
0
Elizabeth Zulfa
trnyata alsaki zg ngikutin dita
2023-07-03
0
nandayue
masih hidup kali smith, ya gak bun
2023-07-02
1