STCL 06. Pilihan Hati

Seminggu berlalu, keadaan Ameer membaik bahkan ia terlihat membantu relawan di dapur umum. Satu hal yang menarik, Ameer pandai memasak. Terlihat pria itu begitu cekatan meracik bumbu dan menggunakan peralatan dapur. Ia juga terlihat mudah beradaptasi dengan relawan yang lain.

Dita yang hendak mengambil minum sore itu sedikit terkejut melihat Ameer disana. Satu hal kelemahan wanita itu yakni memasak, jadi saat melihat pria itu memasak membuat ia sedikit iri. Dita bisa menggunakan semua senjata, banyak ilmu bela diri, lari berkilo-kilo meter atau mengendari motor balap dia bisa. Tapi memasak, Dita sungguh angkat tangan. Sedikit merasa minder dengan sang mama, mama nya begitu pandai dalam memasak.

" Apa kau memasak?"

" Waah Letnan Dita, Anda di sini. Ya saya memasak. Saya lahir di keluarga sederhana dan memiliki banyak adik jadi saya sering membantu ibu saat di dapur."

Dita mengerti, ia menilai Ameer adalah pribadi yang mandiri. Selama di barak militer tersebut, Ameer pun ikut memanggil Dita dengan sebutan letnan alih-alih kak atau nona. Ameer lebih suka memanggil begitu, baginya itu sangat keren.

" Baiklah kalau begitu, terimakasih sudah membantu."

Dita melenggang keluar setelah minum. Ia akan kembali memeriksa keadaan sekitar. Takut serangan dadakan diluncurkan, Dita tetap meminta seluruh anggotanya untuk waspada.

" Letnan Dita! Awas!"

Blaaaammmmm

Duaaaarrr

Bruuuk

" Letnan apa Anda baik-baik saja?"

Sebuah bom kembali dilemparkan. Baru saja Dita akan memeriksa keadaan sekitar tapi ternyata ledakan lebih dulu terjadi. Tubuhnya terpental bersama dengan seorang pria. Dita melihat wajah orang tersebut dengan seksama.

" Kau, apa yang kau lakukan ha!" teriak gadis itu di depan wajah pria yang saat ini memeluk tubuhnya.

" Maaf letnan, saya reflek."

Dita sedikit kesal. Bukannya tidak mau dilindungi tapi dia tentu ingat kalau Ameer masih dalam pemulihan. Dita langsung bangkit dan memeriksa Ameer, ia bernafas lega. Dengan sedikit menahan marah ia memperingatkan Ameer untuk tidak ikut terjun di saat situasi seperti tadi.

" Lain kali jangan melakukan hal yang membahayakan nyawa. Nyawa kalian adalah tanggung jawab kami di sini. Jadi jangan gegabah. Sebaiknya kamu kembali ke dalam."

Ameer mengangguk, Dita kemudian berlari memeriksa apa yang terjadi. Rupanya adalah serangan dadakan yang dilakukan musuh. Dita mengumpat kasar, bukan karena lelah, tapi tak habis pikir dengan orang-orang itu. Tega sekali mereka terus menyakiti warga yang lemah.

Dor

Dor

Dor

Suara tembakan saling bertautan. Suasana yang tadi tenang kini kembali mencekam. Terlihat beberapa orang mulai mencari tempat perlindungan. Anggota tim Bravo juga tampak membantu beberapa warga dan menggendong anak kecil yang kesusahan untuk berlari.

Sekitar satu jam hujan peluru di daerah itu terjadi. Korban? Tentu ada. Beberapa warga sipil dan anggota militer terkena imbasnya. Dita sangat prihatin melihat kondisi ini.

" Ya Allah, kapan penderitaan mereka ini akan berakhir. Begitu beratnya kehidupan mereka. Sama sekali tidak ada ketenangan untuk mereka."

Baru saja Dita bergumam, ia tiba-tiba dikejutkan oleh Eka yang menggendong seseorang. Gadis itu menajamkan pengelihatannya. Betapa kaget nya dia saat mengetahui sipa ayang digendong oleh Eka tersebut.

" Indra!"

Dita berlari cepat menyusul Eka yang berlari menuju doom medis. Ia bahkan langsung menerobos masuk saat Indra sudah dibaringkan ke atas brangkar.

" Ka, Indra kenapa?"

Dilihtanya Eka hanya terdiam di sana. Sepertinya pemuda itu sedikit syok. Melihat orang tertembak tentu sudah biasa. Tapi melihat temannya sendiri yang tertembak, Eka tentu baru saat ini mengalaminya. Tangan pemuda itu berlumuran darah.

" Dokter, apa ini serius?"

" Jika dilihat dari USG, peluru mengenai organ vital. Kita butuh banyak darah untuk mencegah terjadinya pendarahan."

Tiiiiit

Monitor tersebut berbunyi panjang. Semua orang terkejut. Pun dengan Eka. Ia bahkan memundurkan langkahnya dan terjatuh ke lantai.

Dokter langsung mengambil tindakan. Indra mengalami henti jantung. Keadaan sama seperti Dita waktu itu. Tapi kali ini Indra jelas terkena tembakan.

" Bangun! Lo harus bangun. Bukannya lo mau tunangan. Aisyah pasti nunggu lo. Bangun gue kata. Bangun Indra. Bangsat lo, bangun nggak!"

Eka berteriak memaki temannya yang sedang diberi penanganan oleh dokter. Dita tentu paham bagaimana dekatnya indra dan Eka. Ia pun langsung memeluk tubuh Eka dan membawanya keluar membiarkan dokter fokus untuk menangani Indra.

Eka menangis di pelukan Dita. Anggota Tim Bravo pun mulai berdatangan. Mereka baru tahu apa yang terjadi setelah memastikan serangan tersebut berakhir.

Tidak banyak pertanyaan, melihat Eka yang menangis sudah membuat mereka tahu kalau keadaan Indra pasti buruk.

" Kak, dia mau nikah lo kak. Gimana ini kak. Gimana kalau dia nggak bangun."

" Sttt, doakan yang terbaik. Indra kuat kok. Dia pasti bisa bertahan."

Dita terus menenangkan Eka. Sebenarnya bukan hanya Eka saja yang sedih. Semua anggota tim merasakan hal yang sama.

Ceklek

Dokter keluar dari ruangan tersebut dan menanyakan siapa yang memiliki golongan darah A. Adyaksa dan Alsaki mengangkat tangan. Keduanya langsung masuk untuk pengambilan darah mereka.

Kini giliran Brahma yang menenangkan Eka. Dia bekali-kali mengusap punggung Eka dengan lembut. Dalam keadaan bertugas seperti ini terkena peluru bukan perihal yang mengejutkan. Namun meskipun begitu tetap saja mereka akan merasa sedih saat salah satu dari mereka terkena oleh timah panas tersebut.

Beberapa waktu kemudian Alsaki dan Adyaksa keluar. Tapi mereka juga tidak bisa mengatakan apapun karena tidak diperbolehkan untuk melihat. Setelah darah keduanya diambil, baik Alsaki maupun Adyaksa langsung diminta keluar.

Di dalam ruang operasi tim medis masih berusaha untuk menghentikan pendarahan akibat peluru yang mengenai salah satu organ vital milik Indra. Sekitar 3 jam operasi dilakukan. Mereka pun bernafas lega karena operasi berhasil dilakukan.

" Bagaimana dokter?"

" Semuanya berjalan lancar. Kita tinggal menunggu Letda Indra sadar."

Eka menjatuhkan tubuhnya ke lantai. Haru bercampur lega dirasakan oleh pria itu. Brahma langsung menepuk bahu Eka pun dengan yang lainnya.

" Aku yakin dia tidak akan kenapa-napa," ucap Adyaksa kepada Eka. Eka pun mengangguk paham.

Dita melihat satu demi satu anggotanya. Menjadi abdi negara adalah pilihan hati dan keteguhan jiwa. Saat seperti ini memanglah akan hadir di kehidupan mereka. Akan tetapi semuanya sudah melekat ke dalam diri.

Setiap pergi bertugas, mereka sudah menyampaikan kepada keluarga mereka mengenai kemungkinan terburuk yakni pulang hanya tinggal nama. Satu hal yang tentu juga sudah dipahami oleh setiap keluarga yang ditinggalkan.

Namun doa selalu teriring untuk mereka agar selamat hingga kembali pulang. Dan tugas mereka adalah tetap menjaga keselamatan diri, meskipun terkadang nyawa berada di ujung tanduk

TBC

Terpopuler

Comments

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

saya mohon Thor kl Dita jngn sampe berjodoh dngn Ameer 🙏🙏🙏

2023-12-02

2

Yurniati

Yurniati

update terus thorr

2023-06-21

1

Yurniati

Yurniati

tetap semangat terus thorr

2023-06-21

1

lihat semua
Episodes
1 STCL 01. Rasa Terpendam
2 STCL 02. Sangat Jauh
3 STCL 03. Orang Asing
4 STCL 04. Terimakasih Ma
5 STCL 05. Cantik dan Gagah
6 STCL 06. Pilihan Hati
7 STCL 7. Mundur Alon-Alon
8 STCL 8. Pulang
9 STCL 9. Bocah Labil
10 STCL 10. Berasa Ditodong
11 STCL 11. Neraka Dunia
12 STCL 12. Sebenarnya Absurd
13 STCL 13. Kok Jadi Kepo
14 STCL 14. Real Beban Keluarga
15 STCL 15. Panggilan Tengah Malam
16 STCL 16. Saya Sangat Yakin
17 STCL 17. Bagaimana Kabarmu?
18 STCL 18. Letnan, Tunggu!!!
19 STCL 19. Siapa Dia?
20 STCL 20. Pasti Tidak Mudah
21 STCL 21. Mission complete
22 STCL 22. Ada Konspirasi Lain?
23 STCL 23. Tatapan Mata
24 STCL 24. Semoga Hanya Kebetulan
25 STCL 25. Jangan Ada Apa-Apa
26 STCL 26. Apa Ini Selingkuh?
27 STCL 27. Berperang Mendapatkanmu
28 STCL 28. I Got You
29 STCL 29. Jangan Macam-Macam
30 STCL 30. Pemuda Yang Baik
31 STCL 31. Suara Langkah Kaki
32 STCL 32. Beruntung dan Tidak Beruntung
33 CTCL 33. Harus Terima Akibatnya
34 STCL 34. In Action
35 STCL 35. Mencintai Anda
36 STCL 36. Celaka Membawa Berkah
37 STCL 37. Ayo Menikah!
38 STCL 38. Wellcome Mr. Robertho
39 STCL 39. Pilihan Sulit
40 STCL 40. Meminta Menjadi Istri
41 STCL 41. Aku Yang Keluar
42 STCL 42. Cerita Lalu
43 STCL 43. Tidak Akan Melepasmu
44 STCL 44. Bagian Dari Strategi
45 STCL 45. Akan Ku Balas
46 STCL 46. Sendiri Lagi
47 STCL 47. Gagalnya Indra
48 STCL 48. Drama Sesungguhnya
49 STCL 49. Permintaan Queen
50 STCL 50. Kepergian
51 STCL 51. Tidak Ada Yang Namanya Selesai Untuk Tugas Negara (END)
Episodes

Updated 51 Episodes

1
STCL 01. Rasa Terpendam
2
STCL 02. Sangat Jauh
3
STCL 03. Orang Asing
4
STCL 04. Terimakasih Ma
5
STCL 05. Cantik dan Gagah
6
STCL 06. Pilihan Hati
7
STCL 7. Mundur Alon-Alon
8
STCL 8. Pulang
9
STCL 9. Bocah Labil
10
STCL 10. Berasa Ditodong
11
STCL 11. Neraka Dunia
12
STCL 12. Sebenarnya Absurd
13
STCL 13. Kok Jadi Kepo
14
STCL 14. Real Beban Keluarga
15
STCL 15. Panggilan Tengah Malam
16
STCL 16. Saya Sangat Yakin
17
STCL 17. Bagaimana Kabarmu?
18
STCL 18. Letnan, Tunggu!!!
19
STCL 19. Siapa Dia?
20
STCL 20. Pasti Tidak Mudah
21
STCL 21. Mission complete
22
STCL 22. Ada Konspirasi Lain?
23
STCL 23. Tatapan Mata
24
STCL 24. Semoga Hanya Kebetulan
25
STCL 25. Jangan Ada Apa-Apa
26
STCL 26. Apa Ini Selingkuh?
27
STCL 27. Berperang Mendapatkanmu
28
STCL 28. I Got You
29
STCL 29. Jangan Macam-Macam
30
STCL 30. Pemuda Yang Baik
31
STCL 31. Suara Langkah Kaki
32
STCL 32. Beruntung dan Tidak Beruntung
33
CTCL 33. Harus Terima Akibatnya
34
STCL 34. In Action
35
STCL 35. Mencintai Anda
36
STCL 36. Celaka Membawa Berkah
37
STCL 37. Ayo Menikah!
38
STCL 38. Wellcome Mr. Robertho
39
STCL 39. Pilihan Sulit
40
STCL 40. Meminta Menjadi Istri
41
STCL 41. Aku Yang Keluar
42
STCL 42. Cerita Lalu
43
STCL 43. Tidak Akan Melepasmu
44
STCL 44. Bagian Dari Strategi
45
STCL 45. Akan Ku Balas
46
STCL 46. Sendiri Lagi
47
STCL 47. Gagalnya Indra
48
STCL 48. Drama Sesungguhnya
49
STCL 49. Permintaan Queen
50
STCL 50. Kepergian
51
STCL 51. Tidak Ada Yang Namanya Selesai Untuk Tugas Negara (END)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!