Seperti yang dikatakan oleh Silvya, wanita paruh baya itu langsung menghubungi saudara kembarnya Arduino. Mereka melakukan zoom meeting untuk membahas apa yang akan dilakukan Dita.
" Jadi ini misi penyelamatan? Di salah satu negara di benua biru? Baiklah uncle akan mengirimkan 10 orang terlatih untuk membantu keponakan uncle. Sebenarnya siapa orang-orang ini Ta"
" Mereka adalah ilmuan uncle. Mereka menahannya untuk menciptakan senjata biologis guna melawan musuh bebuyutan mereka. Namun senjata biologis tersebut tentu sangat membahayakan umat manusia. Bukan hanya negara musuh yang akan menerima akibatnya namun negara-negara yang lain pasti akan berimbas. Bisa-bisa perang dunia kembali tercetus jika seperti ini."
Arduino mengerti apa yang dijelaskan oleh Dita. Ia tentu paham, bagaimana sang teman dokter psyco nya itu dalam membuat senjata.
" Ar, apa bisa meminta senjata dari Jason?"
" Tentu saja bisa Si, setelah ini aku kan menghubungi Jason untuk mengirimkan senjata itu ke rumah mu sekarang juga. Oh iya Ta, ada berapa ilmuan yang akan diselamatkan?"
" Total ada 5 orang uncle. Dan aku akan berangkat nanti malam."
Semua pembicaraan tersebut menggunakan jalur yang aman. Ini adalah misi yang sangat-sangat rahasia dan tidak boleh bocor untuk meminimalisasi kegagalan.
Silvya pun menghubungi Mr. Sun dan menjelaskan situasi nya. Mr Sun yang paham pun langsung bergerak saat itu juga. Hanya dengan hitungan menit Silvya sudah mendapatkan data lengkap mengenai lokasi dan akses yang bisa dilalui.
" Katakan pada Dita, jika dia hendak bergerak suruh memberi kode. Aku akan membantunya dari sini."
" Thanks Sun."
Dita tentu tidak menyangka ini akan jadi lebih mudah dari yang ia pikirkan. Jika keadaannya begini tentu dia akan berani membawa Tim nya. Namun satu hal yang pasti, anggota tim nya tidak boleh tahu mengenai organisasi mama dan uncle nya. Maka dari itu sudah paling benar Dita bergerak sendiri.
Sedangkan Silvya, entah mengapa dia malah merasa tidak khawatir jika Dita pergi dengan anak buahnya dan anak buah Ar. Ibu dua anak tersebut merasa tenang melepaskan putrinya kali ini dari pada saat Dita sedang di kirim ke daerah konflik.
" Gila, ini benar-benar gila. Gimana ceritanya gue jalanin misi sama mantan organisasi mafia dan hacker. Bisa di kick gue kalau ketahuan. But don't care. Lagi pula ini misi bayangan, misi abu-abu yang tidak peduli bagaimana caranya pokoknya para ilmuan itu harus selamat."
Dita memilih untuk tidak over thinking. Saat ini goal yang harus dicapai yakni membebaskan para ilmuan tersebut dan tidak membahayakan anggota tim nya.
adzan subuh berkumandang, Dika mengajak istri dan putrinya itu untuk melaksanakan kewajiban 2 rakaat. Mereka bertiga menjalankan ibadah mereka dengan khusyu. Terselip doa dari ketiganya agar apa yang akan dijalani berjalan lancar tanpa adanya hambatan yang berarti.
" Baiklah pa, ma, aku akan menemui tim ku dulu untuk memberi tahu mereka."
" Ya, pergilah."
" Hati-hati nak."
Dita bergegas untuk memberi tahu anggota tim nya agar mereka tidak terlalu banyak berpikir. Dita yakin semuanya saat ini sedang penasaran dan mencoba bertanya-tanya mengenai apa yang diperintahkan oleh atasan.
" Sorry guys, kali ini aku akan berangkat dengan tim lain. Nyawa kalian, aku sungguh tidak bisa bertaruh dengan semua ini."
Di rumah, Dika sedang duduk berdua bersama sang istri. Banyak hal yang ingin pria itu sampaikan, hal itu tergambar jelas di wajahnya. Rupanya sedari awal Dita mengatakan mendapatkan misi rahasia ini Dika sudah merasa tidak nyaman dan khawatir. Bagaimanapun misi tersebut bukanlah misi yang mudah.
" Sayang, apa semuanya akan baik-baik saja?"
" Aku yakin semuanya akan baik-baik saja. Ada orang ku yang ada di negara itu juga, pun dengan orang Arduino. Bahkan mulai dari sekarang mereka sudah bergerak untuk menyelidiki dan mengawasi tempat itu."
" Baiklah aku percaya padamu, apa akan menggunakan pesawat pribadi."
" Tentu, semua akan menjadi lebih mudah. Dari sini kita Dita dan tim akan menggunakan pesawat pribadi hingga negara tetangga dari negara tujuan. Setelahnya mereka akan menggunakan kendaraan biasa, bisa mobil atau truck, atau apalah."
Dika mengangguk paham. Rupanya sang istri sudah bergerak lebih dulu, ia menjadi tenang sekarang. Sungguh jika sang putri berangkat menjalankan tugas, Dika selalu merasa separuh nyawanya ikut pergi bersama Dita.
**
Dita akhirnya sampai di rumah Alsaki, nampak keempat anggotanya tersebut sedang melakukan olah raga pagi. Rutinitas yang biasa mereka lakukan pastinya. Entah hanya sekedar lari atau melakukan olah tubuh lainnya. Masing-masing dari mereka juga memiliki keahlian bela diri yang mumpuni. Terkadang mereka saling beradu. Bukan untuk bertarung tapi untuk mengasah kemampuan.
" Selamat pagi!"
Semuanya langsung menghentikan kegiatan mereka saat melihat Dita yang turun dari mobil menggenakan pakaian dinas lengkap. Keempatnya langsung berdiri tegak lalu memberi hormat kepada Dita yang juga dibalas Dita dengan hormat juga
" Selamat pagi Letnan!" jawab kempat orang tersebut bersamaan.
" Pagi inisaya akan menyampaiakn sesuatu. Tapi perlu diingat apa yang akan saya sampaikan adalah mutlak. Tidak ada yang boleh mengatakan penolakan. Kalian berempat kembali bertugas di kantor pusat. Semua itu adalah perintah atasan langsung. Sedangkan saya, saya ada hal yang saya harus lakukan secara pribadi. Sekian. Saya harap kalian bisa segera menjalankannya."
" Siap mengerti!"
Dita mengangguk lalu kembali ke mobil. Alsaki hendak mengejar dan menanyakan apa yang terjadi namun di hadang oleh Brahma.
" Al, jika dia sudah dalam mode atasan kita tidak bisa lagi berkutik. Aku yakin dia punya banyak pertimbangan untuk melakukan itu."
Semua saling pandang. Dalam hati mereka tentu banyak sekali hal yang ingin ditanyakan. Bahkan sebuah kekhawatiran menelusup ke relung terdalam masing-masing dari mereka.
Letnan mereka tampak berbeda pagi itu. Tidak ada sebuah senyum dan tiak ada sapaan hangat sebagai teman. Dita benar-benar dalam mode seorang atasan dimana para anggotanya hanya akan bisa menuruti setiap apa yang dikatakan dan diperintahkan olehnya.
" Mfaf teman-teman jika aku tidak membawa kalian, maka aku juga tidak bisa menceritakan misi ini kepada kalian semua. Untuk kali ini cukup aku saja yang menyelesaikannya."
Ciiiiit
" Astagfirullaah. Hampir saja. Aishhh kenapa sih nggak hati-hati."
Dita sedikit hilang fokus dengan kemudi mobilnya. Hampir saja dia menyenggol mobil yang baru saja keluar dari sebuah gang. Dita segera keluar dari mobilnya dan memastikan mobil yang ada di depannya tidak lecet.
" Maaf, maafkan saya. Saya kurang berhati-hati."
" Tidak masalah nona."
Dita seperti mengenal suara orang tersebut. Ia pun menengadahkan kepalanya dan menatap pria yang juga keluar dari mobilnya.
" Kamu? Kamu kenapa bisa di sini?
" Halo Letnan Dita, bagaimana kabarmu?"
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
Manda Azzahra
jadi keingat film Bollywood "ek tha tiger" yg misinya nyelametin perawat yg jadi sandera itu. pemainnya Salman Khan sama Katrina Kaif itu🤭🤭😅😅
2024-03-28
0
Miss Typo
wah si Ameer tuh
2024-02-20
0
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
jngn sampe Ameer ikut sama Dita saya gak rela
2023-12-02
0