Semua tampak lega dan terharu saat ibu dan anak itu berhasil di selamatkan. Tim medis langsung membawa keduanya ke doom medis. Terlihat sang anak tidak menangis sama sekali. Dita yang baru sebulan lebih sedikit di sana tentu membuktikan sendiri bahwa anak-anak di negara ini sungguh kuat dan berani.
Melihat mereka tersenyum malah membuat hati teriris. Masa kanak-kanak yamg seharusnya diisi dengan bermain dan belajar mereka harus selalu menghadapi peluru dan bom. Satu hal yang Dita salut, anak-anak itu, bukan hanya anak-anak tapi semua warga di negara tersebut tidak pernah meninggalkan kewajiban ibadah mereka.
" Apakah masih banyak yang belum diselamatkan?"
" Siap letnan, sejauh ini sudah berhasil dievakuasi semuanya. Hanya saja beberapa ada yang terluka parah."
Dita menghela nafasnya dengan begitu berat, dalam perang pasti terjadi hal-hal seperti itu. Jawaban Adi tersebut sedikit membuat Dita lesu. Tapi mereka harus tetap berusaha melakukan yang terbaik untuk melindungi warga yang ada di sini. Setidaknya sampai masa tugas mereka selesai.
" Baiklah Lettu Adi dan Lettu Brahma kalian bisa istirahat dulu. Patroli selanjutnya biar dilanjutkan oleh Letda Indra dan Letda Eka."
" Siap Letnan, laksanakan!!"
Brahma dan Adi memberi hormat lalu berbalik kanan dan pergi dari hadapan Dita. Sedangkan Indra dan Eka mengekor Dita yang mulai berjalan dengan menenteng senjata laras panjang yang ia ambil sebelum mulai berpatroli.
" Letnan Dita, setelah kita selesai di negara ini apakah sudah akan ada tugas yang lain?"
" Sejauh ini belum ada Letda Indra."
" Yes!"
Dita langsung menghentikan langkahnya dan menoleh ke samping. Terlihat Indra begitu senang dan senyumnya merekah. Dita mengernyitkan alisnya melihat mimik wajah Indra.
" Ka, kenpaa tuh soulmate mu senyum-senyum gitu."
" Doi mau tunangan kak sama ceweknya."
Pluk
Dita langsung mengeplak kepala Indra dengan senjata laras panjangnya. Tenang saja, Indra tidak akan kesakitan karena ia mengenakan helm khas milik tentara.
" Heh, kenapa nggak ngasih tahu bebek!"
" Hehehe maap kak, tadine mau bilang pas kita udah balik ke tanah air. Eh malah si Eka bocor duluan."
Indra menatap tajam pada Eka, yang ditatap hanya mengalihkan pandangannya melihat ke sekitaran tempat tersebut. Namun tak berselang lama Eka memeluk Indra, mellow. Ia sedikit merasa kehilangan saat Indra bercerita tentang dirinya yang mau menikah. Dita hanya tersenyum melihat kelakuan duo bebek itu. Ya itulah sebutan sayang Dita kepada dua juniornya yang sudah ia anggap seperti adiknya.
Dita benar-benar berbeda ketika di rumah dan di kesatuannya. Di rumah manja nya ampun deh kelewatan tapi kalau di kesatuan beuuuh wibawa Dita tak jauh beda dari seorang pria.
" Lalu wanita mana yang berhasil meluluhkan hati Indra ini Ka?"
" Dia seorang perawat kak."
" Wah kayak bang Brahma dong, istrinya perawat."
Mereka kembali melanjutkan patrolinya sambil terus bercerita mengenai Indra dna calon istrinya. Dimana mereka bertemu, siapa yang suka duluan, kapan nembaknya dan bagaimana merek amemutuskan untuk menikah. Seru? Pasti, mereka selalu seru saat bercerita mengenai hal-hal diluar tugas negara mereka.
Seorang abdi negara juga memiliki kehidupan pribadi yang tak kalah menyenangkan dari warga sipil. Mereka juga suka menonton film, nongkrong di cafe kekinian dan lain sebagainya. Setidaknya itulah yang dilakukan oleh Tim Bravo saat mereka sedang tidak bertugas atau saat mereka mendapatkan cuti.
Lain Dita dan duo bebek, lain pula Alsaki. Pria itu tampak membuka laptop nya dan mencari orang yang asing yang ditemukan oleh Dita tadi. Saat mengantar ibu dan anak ke doom medis, Alsaki sesaat menghampiri Ameer dan bertanya beberapa hal. Ameer terlihat ramah saat menjawab pertanyaan Alsaki. Tapi meskipun begitu ia tetap harus waspada terhadap orang asing yang meteka temui. Terlebih mereka berada di daerah konflik. Jangan sampai mereka menimbulkan masalah baik bagi warga setempat maupun relawan yang lain.
" Ameer Jones, mahasiswa di sebuah universitas nagara I. Tidak ada yang mencurigakan dari orang ini. Dia bersih, tapi mengapa perasaanku mengatakan hal yang lain."
Alsaki bermonolog saat membaca detail dari informasi milik Ameer, orang asing yang dibawa Dita ke barak. Data diri Ameer memang tidak ada masalah, semuanya normal. Tapi hati kecil Alsaki meragukan itu. Meskipun demikian Alsaki tetap mencetak semua informasi yang ia dapatkan tersebut untuk diberikan kepada Dita.
Dita yang telah usia berpatroli langsung menuju ke doom medis. Ia akan menanyai kronologis Ameer mendapatkan luka tersebut.
" Apa kamu sudah merasa baikan?"
" Ya, jauh lebih baik sekarang."
" Kalau begitu ceritakan bagaimana kamu mendapatkan luka tersebut."
Ameer memulai ceritanya. Semua berawal dari saat ia ingin berangkat ke negara P. Namun di tengah jalan tiba-tiba ia di tangkap oleh sekelompok orang. Saat itu ia pingsan dan sudah terbangun setelah beberapa saat. Jika dia tidak salah, mungkin ia di bius.
" Apa yang kau lihat di sana?"
" Banyak orang, tapi rata-rata adalah anak muda dan anak-anak."
" Perdagangan manusia."
Dita bergumam pelan. Jika benar apa yang dikatakan oleh Ameer, mungkin dia adalah korban penculikan saat itu. Ini tidak bisa dibiarkan,Dita harus melapor.
" Aku akan melaporkan ini ke pusat."
" Don't do that."
" Mengapa?"
Ameer menunjukkan ekspresi takut, badannya tiba-tiba gemetar. Dita bisa melihat hal tersebut. Mungkin pemuda di depannya itu trauma dengan apa yang telah dia alami.
" Oke, aku tidak akan melaporkannya. Pasti kau takut diminta bersaksi bukan. Baiklah, setelah kau sembuh sebaiknya kau segera kembali. Ke negaramu. Untuk visa dan paspor mu bilang saja hilang, pasti perwakilan kedutaan negara mu di negara ini akan membantu mu. Oh iya nama ku Dita, semoga kau lekas sembuh."
" Terimakasih Dita, jika bukan karena kau aku pasti sudah mati."
Dita tersenyum, senyum yang membuat Ameer merasa ada kupu-kupu terbang di perutnya. Cantik dan gagah, dua kata itu yang ada di pikiran Ameer mengenai wanita yang duduk di samping brankar nya.
" Letnan Dita, bisa bicara sebentar."
Dita mengangguk ke arah Alsaki yang memanggilnya. Ia pun berpamitan kepada Ameer dan segera keluar dari Doom medis untuk menemui Alsaki.
" Letnan? Pantas saja aura kepemimpinannya begitu kuat. Wanita yang tangguh. Aku benar-benar tertarik dengan wanita itu. Aku akan mendapatkannya. Tidak ada salahnya juga berada di sarang militer. Lumayan untukku bersembunyi sementara waktu dari kejaran orang-orang itu."
Ameer tersenyum, ia berbicara dalam hatinya. Tampaknya kini ia punya tujuan lain di sini yakni mendapatkan hati sang Letnan. Wanita yang baru saja ditemui itu sudah berhasil memikat hatinya hanya dalam waktu singkat.
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
Miss Typo
kalau sampe Ameer punya niat gk baik ke Dita, Mama Sisi gk bakakan diem saja 😁
2024-02-20
1
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
semoga Dita gak terjebak sama Ameer ya 😔😔
2023-12-02
0
Elizabeth Zulfa
ameer jones ini nama samaran za Thor...
2023-06-21
1