Markas gangster Vugel Celio sedikit agak ramai karena sebuah berita yang mereka dapat. Jasper kali ini yang terlihat sangat marah stelah mendengar kabar tersebut.
" Khaleed sepertinya berhasil ditumbangkan oleh Cerpa. Terbukti sinyal Khaleed tidak ditemukan sama sekali dibagian dunia manapun. Terakhir signal Khaleed berada di wilayah daerah konflik. Kemungkian besar dia terjebak di sana atau mungkin saja dia mati di sana."
Jasper langsung melempar tablet yang ia pegang setelah selesai membaca hal tersebut. Odion yang baru saja datang tentu terkejut. Tidak biasanya Jasper berbuat seperti itu.
" Ada pa Jas?"
" Khaleed dikabarkan menghilang dan mati?"
Odion mencengkeram erat rambutnya sendiri sambil berjalan kesana-kemari. Berulang kali ia mengucapkan kata tidak. Ia tentu tidak akan mudah percaya dengan apa yang diucapkan oleh Jasper tersebut.
" Dari mana kau mendapatkan berita itu Jas."
" Dari mata-mata kita Dion."
" Tidak, aku tidak percaya. Kapan terakhir kali mata-mata kita mengetahui keberadaan Khaleed."
Jasper kemudian mengatakan dimana terkahir kali sinyal ponsel Khaleed berada. Odion kemudian bergegas. Ia memerintahkan beberapa orang untuk ikut dengannya. Malam itu juga ia akan terbang ke tempat yang dikatakan Jasper,
" Odion, bagaimana kita bisa masuk ke negara itu. Negara itu sedang konflik?"
" Dengan ini."
" Tapi kau tidak bisa membawa banyak orang, akan ketahuan dengan cepat. Konflik negara tersebut sangat sensitif. Bahkan saat ini hal tersebut mendapat perhatian dari dunia. Jika kita masuk menggunakan atribut militer negara kita itu akan membuat goncangan."
Odion terdiam, apa yang dikatakan oleh Jasper tentu benar adanya. berhubungan degan negara adalah hal yang sangat sensitif. Ia terlalu gegabah tadi. Pikirannya yang kalut mengenai Khaleed membuatnya menjadi sedikit linglung.
" Odion, kita harus berpikir dengan matang. Kita tidak boleh gegabah. Banyak hal yang harus kita pertimbangkan."
Tring
Sebuah pesan surat eletronik masuk ke ponsel Odion. Pria itu langsung membuka dan membacanya. Terlihat ia mengerutkan keningnya namun sesaat kemudian pria itu tersenyum.
" Ada apa Dion? Siapa yang mengirimi mu pesan."
Odion memberikan ponselnya agar Jasper membacanya sendiri. Jasper pun membaca dengan seksama, pria itu kemudian juga tersenyum lebar. Keduanya lantas menghembuskan nafasnya dengan penuh kelegaan.
" See, dia tidak apa-apakan. Aku yakin dia akan baik-baik saja."
" Ya kau benar jas. Aku sungguh tidka tahu apa yang harus ku lakukan jika berita hoax tadi adalah benar adanya."
Ya, orang yang mengirimi pesan melalui surel tadi adalah Khaleed. Dalam pesannya mengatakan bahwa ia dalam kondisi baik dan meminta mereka jangan khawatir. Khaleed juga mengatakan bahwa mereka tidak perlu membalas pesan tersebut karena akan menjadi bahaya.
" Lalu, sekarang apa yang harus kita lakukan?'
" Apa lagi. Melanjutkan pekerjaan kita
sambil terus mengawasi klan gangster lain. jangan sampai mereka tahu bahwa Khaleed tidak ada di tempat saat ini."
Jasper mengangguk mengerti. Sudah jadi hal yang lumnrah ketika pemimpin suatu organisasi tidak ada maka akan menjadi hal yang mengkhawatirkan. Maka dari itu, mereka harus hati-hati menyembunyikan fakta tersebut. Jika tidak, serangan tiba-tiba pasti akan terjadi. Perebutan kekuasaan di dunia gangster tak ubahnya seperti perebutan wilayah. Semakin banyak wilayah yang dikuasai maka pendapatan mereka akan semakin banyak.
Dan saat ini itulah yang sedang dilakukan Khaleed. Ia sedang berusaha kuat untuk menguasai gangster yang berada di timur tengah. baginya wilayah timur tenagh yang luas itu bagaikan sebuah oase di gurun pasir. Jika ia bisa mendapatkan oase tersebut maka ia yakin akan bisa menguasai daerah sekitarnya.
Khaleed yang saat ini meminjam ponsel milik salah satu relawan yang ada di negara itu langsung buru-buru menghapusnya. Ia tentu tidak mau membuat orang curiga. Ia tidak akan meninggalkan jejak sekecil apapun.
" Terimakasih tuan."
" Sama-sama Ameer."
Khaleed Hossein Jones a.k.a Ameer Jones adalah orang yang sama dengan dua identitas yang berbeda. Mengapa saat Alsaki mencari data Ameer tidak menemukan apapun karena di negara I ia memang tercatat sebagai seorang mahasiswa meskipun dengan identitas yang berbeda. Khaleed bukanlah seorang ketua gangster yang berprofesi sebagi mahasiswa. Ia lebih tepat dikatakan sebagai mahasiswa yang berprofesi sebagai gangster.
Selain kehidupan gangster nya, Khaleed atau Ameer di kampusnya lebih dikenal dengan nama Ameer itu memiliki kehdupan yang normal pada umumnya. Hanya mereka tidak tahu identitas lain yang pemuda itu miliki.
" Baiklah, semua sudah beres.Waktunya untuk mengejar wanita itu. Haish, aku sungguh gila. Bagaimana bisa akujatuh cinta secepat ini. Pada seorang tentara pula. Aku seperti membunuh diriku sendiri. Tapi Letnan Dita sudah punya kekasih belum. Aaah persetan dengan itu semua. Aku tidak peduli, bagaimanapun caranya aku harus mendapatkan hati wanita itu."
Tampaknya tekad Khaleed/Amaar tersebut sudah sangat bulat. Apa yang dirasakan oleh hatinya mengalahkan tujuannya semula. Ia bahkan berusaha mengesampingkan apa yang sedang musuhnya lakukan saat ini.
Khaleed kembali ke barak untuk tidur. Sepertinya ia akan bisa tidur nyenyak malam ini. Ia akan menyusun rencana untuk mulai mengejar Dita. Namun satu hal memuatnya kembali bingung. ia tidak sengaja mendengarkan pembicraan Dita dengan anak buanya.
" Aku sudah melaprkan keadaan Indra yang memang kurang bagus. Tim dokter memberiku rekam medis Indra dan mengatakan bahwa Indra harus mendapat perawatan yang intensif dan di sini tentu tidak bisa dilakukan?"
" Lalu apa yang mejadi keputusan pusat."
" Kita ditarik mundur. Kebetulan ada tim lain yang akan dikirim ke sini besok."
Brahma, Alsaki, dan Adyaksa terlihat terdiam dengan apa yang dikatakan oleh Dita. Bukannya senang tugas mereka berakhir tapi mereka malah sangat berat meninggalkanku negara ini. Masih banyak hal yang ingin mereka lakukan untuk membantu warga di sini.
Akan tetapi apa yang akan jadi keputusan pusat tentu harus mereka laksanakan. Seorang prajurit harus selalu patuh dengan perintah yang diberikan. Dan saat ini mereka harus patuh dengan perintah yang mana mereka harus menarik diri dari negara ini.
Sial, mereka akan kembali ke negara mereka. Lalu bagaimana aku akan mengejar wanita itu. Tidak aku harus memikirkan cara untuk bisa ke sana. Sepertinya aku pun harus kembali ke negara ku dulu.
Ameer yang saat ini mencuri dengar berusaha untuk segera pergi dari tempat itu. Sepertinya ia pun harus segera pergi agar bisa menyusul wanita yang sudah berhasil merebut hatinya. Ameer tidak mau menyiakan kesempatan tersebut.
Kembali lagi ke pembicaraan Tim Bravo. Dita meminta semuanya membereskan barang-barang mereka. Seperti inilah tugas, mereka harus siap dalam kondisi apapun. Dikirim dadakan dan ditarik dadakan pula. Akan tetapi semuanya menikmati momen-momen tersebut.
" Baiklah, kita akan pulang. Semuanya mari bersiap untuk kepulangan kita. Aku akan menyampaikan ini kepada Eka. Semoga Indra bisa ditangani lebih baik lagi di tanah air nanti.
" Siap Laksanakan Letnan."
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
Nur Bahagia
kayak Silvya dong.. CEO yg nyambi gangster 🤭
2024-10-27
0
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
apa Q atau Silvya th tentang Khaleed ya 🤔🤔🤔
2023-12-02
0
nandayue
pulang kampung juga meer
2023-06-23
1