Sekitar 13 jam perjalanan melalui udara mereka tempuh dari negara P ke tanah air. Indra yang masih belum sadar pun langsung dibawa ke Rumah Sakit Mitra Harapan. Mengapa bukannya ke rumah sakit militer, Dita lah yang meminta izin tersebut kepada atasannya agar Indra di rawat di RSMH. Lagi pula ini tidak akan masuk berita acara.
Dita akan mengatakan bahwa Indra sakit bukannya terkena lesatan peluru. Meskipun ia alan membuat laporan yang begitu banyak, hal tersebut tidak akan menjadi masalah.
" Apakah akan langsung melapor ke pusat?"
Alsaki yang melihat Dita keluar dari ruangan sang ayah langsung berjalan mendekat. Masih menggunakan seragam mereka, keduanya malah tampak serasi.
" Iya, aku harus segera membuat laporan."
" Mau ditemani?"
Dita mengangguk yang membuat Pria itu tersenyum lebar. Baru kali ini Dita mau menerima tawaran Alsaki untuk menemaninya. Biasanya Dita akan mengatakan bahwa ia bisa sendiri.
Sepanjang perjalanan menuju kantor Dita merasa ada sesuatu yang terlupa. Ia seperti meninggalkan sesuatu di negara tersebut hingga ia mengingat sebuah nama.
" Ameer. Astaga aku lupa. Dia belum kutemui saat pulang."
" Ameer yang mahasiswa itu? Jangan khawatir, kau sudah menyerahkan urusan tersebut. Aku tahu banyak yang kamu urus. Maka dari itu sebelum kita pulang ke sini aku sudah mengantarkan dia ke kedutaan."
Dita bernafas lega. Alssaki selalu bisa diandalakan. Ia merasa Alsaki selalu bisa mengerti apa yang ia pikirkan.
" Terimaksaih."
Alsai mengangguk, ia tentu senang bisa melakukan hal yang membuat Dita tersenyum seperti itu. Alsaki yang bertekad untuk mengubur perasaannya kini hanya ingin melihat wanita yang mengisi hatinya itu selalu tersenyum.
Di negara seberang, Ameer yang waktu itu diantar ke kedutaan rupanya tidak masuk. Ia menyuruh Alsaki untuk segera kembali agar bisa bersiap untuk pulang.
Ketika Al mengendarai mobilnya kembali dan pergi menjauh, Ameer pun ikut segera pergi. Rupanya ads sebua mobil yang menunggunya. Setelah mengetahui kalau Dita akan pulang, ia kembali meminjam ponsel dari seorang relawan dan meminta anak buahnya untuk menjemput. Akhirnya Odion mencari anak buah Vugel Ceilo yang berada paling dekat dengan daerah tersebut. Dengan menyamar sebagai seorang pelancong, anak buah Ameer berhasil membawa Ameer keluar dari negara tersebut.
" Persiapkan visa dan pasport ku dengan identitas Ameer Jones."
" Kau mau kemana lagi Khaleed."
" Aku ingin sejenak berlibur ke negara tropis. Aku tidak akan membuat ulah di sana."
Satu perintah diucapkan oleh Khaleed kepada Odion. Pria itu mendengus kesal. Belum juga Khaleed sampai di rumah sudah mau pergi kembali.Akan tetapi setidaknya Odion lega karena Khaleed tidak kenapa-napa.
*
*
*
Odion dan Jasper yang melihat kedatangan Khaleed tersenyum lebar. keduanya langsung memeluk Khaleed bergantian. Setelah melakukan perjalanan yang lumayan jauh bukannya beristirahat Khaleed malah buru-buru meminta pasport dan visa yang sudah dia pesan sebelumnya.
" Kau serius mau ke negara tersebut?" tanya Odion.
" Tentu saja serius. Negara tersebut terkenal dengan destinasi wisatanya. Sepertinya aku harus merefresh pikiranku. Siapa tahu aku bisa megepakkan sayap di sana. Bukankah itu namanya satu dayung dua sampai tiga pulau terlampaui."
" Jangan gegabah, di sana masih ada klan mafia besar. Wild Eagle dan Black Wolf. Dua klan mafia yang namanya melegenda."
Kali ini Jasper yang memperingati Khaleed. Pemuda seusia Khaleed ini benar-benar masih labil. Masih menggebu-gebu dalam melakukan sesuatu. Ia tentu tidak mau Khaleed berbuat hal yan merugikan diri sendiri.
" Oh ayolah, itu sudah puluhan tahun silam. Aku tidak yakin mereka masih ada sekarang. Legenda itu hanya sebatas nama dan cerita, mereka tidak akan tetap eksis hingga hari ini bukan. Lagian mereka tidak lagi terdengar namanya. Ini adalah era baru, dimana akan ada regenerasi."
Jasper membuang nafasnya kasar. Menjadi pimpinan gangster yang ditakuti rupanya kurang membuka mata Khaleed dari dunia luar. Bagaimana bisa dia begitu acuh akan klan mafia besar di negara yang akan dia kunjungi itu. Meskipun nama King dan Queen tidak pernah terdengar lagi, namun hingga saat ini tidak ada yang berani masuk pasar negara itu.
Pernah Jasper mendengar hal belum lama ini. Mengenai perdagangan gelap yang kapal mereka tiba-tiba lenyap tak berbekas se isi-isinya. Namun para korban selamat. Bukankah itu aneh.
"Khaleed, terserah kamu mau liburan atau apalah namanya. Tapi satu hal yang pasti. Jangan berani-berani nya kamu membuat ulah di negara tersebut. Ingat kamu saat ini pun jadi sasaran kemanan internasional karena ulahmu kemarin. Meskipun mereka tidak pernah melihat wajahmu, aku khawatir mereka lambat laun akan mendapatkan mu."
Khaleed mengangguk mengerti. Ia tentu tidak akan lupa tentang itu. Tapi detik berikutnya ia tersenyum. Satu hal yang menjadikan ia sebagai orang yang paling di cari adalah, ia dengan gamblangnya menjual obat-obatan terlarang di toko online. Bukan hanya itu saja bahkan senjata dan wanita pun ia tawarkan di sana. Terang saja dunia menjadi ramai akan hal itu. Namanya pun masuk daftar hitam yang saat ini terus diburu.
" Aku akan istirahat sejenak. Besok aku akan berangkat."
Khaleed melenggang masuk ke kamar nya meninggalkan Odion dan Jasper yang tampak lelah. Bukan lelah karena bekerja berat, akan tetapi lelah karena menghadapi pemuda yang masih labil itu.
" Odion, apa kau yakin membiarkan dia pergi sendiri. Gilaa di sana kalau dia berbuat ulah bisa habis oleh dua klan mafia itu. Kau tahu kan sejarah mereka. Meskipun nama mereka tak lagi terdengar aku yakin mereka masih ada hingga saat ini."
Odion mengangguk, siapa yang tidak tahu mengenai sepak terjang ketua Mafia kembar tersebut. Wild Eagle dan Black Wolf yang ternyata dipimpin oleh orang kembar. Bahkan semua orang tahu bagaimana kedua orang itu bisa menghalau kartel narkoba besar yang hendak masuk ke negara mereka.
Jangan lupakan tentang salah satu klan mafia pada salah satu negara di benua biru yang pemimpinnya berakhir menjadi tikus percobaan anak buah Black Wolf.
Mengingat semua itu membuat Odion bergidik ngeri. Sepak terjangnya di dunia gangster tentu belum seberapa dibanding cerita-cerita yang mereka dengar itu.
" Sepertinya aku harus mengirim satu atau dua orang untuk mengikuti bocah tersebut. Bagaimana menurutmu Jas?"
" Aku rasa begitu, aku tidak bisa membayangkan bocah itu berlaku sesuka hati di sana jika kita tidak bisa mengawasi."
Akhirnya Jasper dan Odion sepakat untuk mengirim beberapa orang ke negara tersebut untuk mengawal Khaleed secara sembunyi-sembunyi. Mereka tidak mau ambil resiko mengingat sikap Khaleed yang bertindak tapi tanpa dipikirkan terlebih dulu.
TBV
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
Nur Bahagia
wes kamu jangan mengepakkan sayap di sini.. ntar di dor sama Silvya dan Arduino lhoo 🤭
2024-10-27
0
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
semoga Dita enggak jatuh cinta sama Ameer/Khaleed ya
2023-12-02
1
marie_shitie💤💤
biasanya TBC ka klo TBV apa artinya
2023-06-24
0