STCL 02. Sangat Jauh

Dita bersama Tim Bravo yang beranggotakan 5 orang dikirim ke negara P tepat sebulan lalu. Dita menjadi Letkol termuda. Diusianya yang baru 27 tahun segudang prestasi ditorehkan oleh gadis itu. Saat ini dia memiliki tim sendiri yang dinamakan Tim Bravo, tim ini secara khusus dibuat untuk menangani misi-misi rahasia.

Tim Bravo yang diketuai Dita sudah sering menjalankan misi rahasia. Pembebasan sandera oleh geng mafia terbesar di dunia. Pengagalan penyelendupan senjata api, dan lain sebagainya. Mereka juga selalu mendapat misi kemanusiaan di negara-negara yang tengah berkonfilk.

Dita sebagai seorang perempuan namun kekuatannya tidak perlu diragukan. Kecerdasan dalam memimpin tim dan taktik perang yang mumpuni mendapat pengakuan sendiri di kesatuannya. Ilmu bela diri yang dimiliki juga tidak main-main. Hal tersebut tidak lepas dari pelatihan sang ibu. Dita sudah berlatih ilmu bela diri dari usia 5 tahun.

" Let, apakah Anda baik-baik saja!"

" Tck, jangan terlalu formal jika kita sedang tidak dalam suasana dinas. Hei, kalian sedikit melupakan fakta bahwa aku ini termuda di sini. Kecuali dengan 2 orang itu."

Dita menunjuk Letda Ekadanta dan Letda Indrajaya. Eka dan Indra berusia 25 tahun, 2 tahun dibawah Dita. Semua nya tertawa mendengar celotehan sang letnan. Suasana di luar sudah kondusif pagi itu dan Dita masih terbaring lemah diatas brankar dengan infus ditangannya.

Kapten Alsaki Gyan Kalingga, Lettu Brahma Putra, Lettu Adyaksa Harsa, Letda Ekadanta dan Letda Indrajaya adalah anggota tim Dita. Mereka adalah tim yang solid. Indra yang sedikit sensitif sudah hampir menangis saat melihat kondisi Dita.

" Kan si bontot udah mellow aja. Hei, kalian bukannya pertama kali melihatku begini."

" Kaaak."

Semua terkekeh geli melihat Indra yang memanyunkan bibirnya. Tidak ada yang tahu, dibalik sikap garang mereka di medan perang sebenarnya mereka juga memiliki sikap humoris dan lembut. Kebersamaan mereka selama 4 tahun ini membuat ke-enam orang itu dekat lebih seperti saudara. Meskipun ada satu hati yang merasa lebih dari itu.

Akan tetapi terlepas dari itu mereka selalu bercanda bersama. menghadapi kesulitan bersama membuat tim Bravo menjadi lebih solid dan saling menjaga.

" Apakah perlu pergi ke rumah sakit besar Ta."

" Nggak perlu Bang Brahma. Aku sudah oke kok. Ntar sore ge baikkan. Jangan laporkan ini pada pusat. Aku nggak mau jadi heboh nantinya, yang ada kita ditarik mundur sebelum masa tugas kita selesai. Aku nggak mau begitu, itu namanya kita ngak berdedikasi terhadap tugas yang diberikan."

Semua mengangguk mengerti. ini lah yang disuka dari Dita, ia selalu menomorsatukan tugas yang diberikan. Gadis itu mungkin memang masih muda dari segi usia tapi pola pikirnya sangat dewasa sekali. Maka dari itu dia bisa menjadi ketua Tim Bravo saat ini.

" Oke kalau gitu, istirahat dulu aja. Kita mau keliling dulu ya."

Dita mengangguk, dan keenam pria itu pergi dari dalam tenda barak yang ditempati Dita. Wanita itu lalu mengambil ponselnya, ia ingin menghubungi kedua orang tuanya tapi urung. Dita kembali menaruh ponselnya di samping bantalnya. Pandanganya lurus ke atas menatap langit-langit tenda.

Haaah

Dita menghembuskan nafasnya dengan perlahan. Ia mencoba mereview setiap momen dalam hidupnya. Seketika ia terkekeh geli saat mengingat momen dimana dia mengatakan ingin mengikuti jejak sang mama. Tapi bukan sebagai mafia melainkan menjadi tentara. Bahkan saat itu ia masih duduk di kelas 11 SMA.

Siapa sangka jalannya menuju seleksi sebagai taruna terbilang lancar. Pada seleksi tahap pengecekan awal bahkan Dita mendapat nilai tinggi untuk bagian jasmani, yang meliputi lari 12 menit, pull up, renang 50 meter dan pemeriksaan postur tubuh. Postur tubuh Dita tentu bagus. Dengan tinggi 168 cm dan berat 50 kg terlihat ideal. Jangan lupa fisik yang sangat baik. Bagaimana tidak sejak kecil Dita sudah berlatih olah tubuh bersama sang kakak dan mama nya.

Saat mulai pendidikan di AKMIL kemampuan menggunakan senjatanya juga mendapat banyak pujian. Banyak yang mengatakan bahwa Dita terlihat sudah sangat profesional dalam menggunakan senjata. Mereka tidak tahu saja sang ibu yang mantan mafia itu sudah mengajari anak-anak nya menggunakan berbagai macam jenis senjata api. Jadi Dita benar-benar terampil menggunakannya.

" Kamu hebat banget Dit, emang pernah belajar sebelumnya?"

" Eh enggak kok aku juga baru megang senjata saat di sini."

Dita merutuki dirinya sendiri saat itu karena banyak berbohong kepada teman-temannya selama belajar di Akademi Militer.

" Hahaha maaf ya teman-teman. Waktu itu aku banyak bohong sama kalian. Aku nggak mungkin dong mengatakan bahwa senjata api adalah makanan sehari-hari ku karena ibuku adalah mantan mafia."

Dita terkekeh geli mengingat masa-masa itu. Pendidikan selama 4 tahun bahkan tidak begitu terasa untuknya.

*

*

*

Alsaki memutari wilayah tersebut dengan menenteng senjata. Pemandangan yang tidak asing bagi warga setempat bahkan anak-anak pun seakan terbiasa dengan kehadiran tembakan, ledakan bom, dan serangan dadakan.

Satu hal yang membuat Alsaki terenyuh, anak-anak itu masih bisa tersenyum. Tidak ada takut sedikitpun dalam raut wajah mereka.

" Huuuft, rasanya pengen ku bawa mereka semua ke tanah air," ucap Alsaki lirih.

Namun tentu hal tersebut tidak bisa dia lakukan. Tidak semudah itu bisa membawa orang dari luar ke dalam negri. Urusan diplomatik menjadi hal yang sulit.

" Al,"

" Eh bang Brahma, ada apa? Apa ada sesuatu."

Brahma menggeleng pelan. Meskipun Alsaki memiliki jabatan lebih tinggi dari pada Brahma, pria berusia 28 tahun itu selalu memanggil Brahma dengan sebutan abang. Brahma menjadi paling tua disana. Usianya 30 tahun. Brahma sendiri sudah menikah dan memiliki satu putri.

" Tidak ada apa-apa Al. Baru saja keliling dan semua dalan kondisi aman terkendali. Tidak ada tanda musuh mau menyerang."

" Lalu? Ada apa? Sepertinya ada yang mau abang sampaikan ke aku."

" Sampai kapan kamu mau mendem perasaanmu ke Dita."

Deg

Seketika Alsaki menghentikan langkahnya dan menatap Brahma dengan tajam. Tatapan tersebut menyiratkan sebuah tanya, kapan abang nya itu tahu dengan apa yang ia rasakan.

" Jangan melihatku begitu. Aku sudah tahu lama kau menyukai Di~"

Belum selesai Brahma dengan kata-katanya, tangan Alsaki sudah landing di mulut Brahma meminta pria itu untuk diam. Brahma pun mengangguk, dia tidak akan bicara lagi.

" Sudah lama kan?" Alsaki hanya mengangguk mendengar pertanyaan Brahma. Pria dengan tinggi 178cm itu hanya mendengus. Ia lalu melanjutkan acara kontrolnya. Brahma pun mengejar Alsaki yang jalan terlebih dahulu.

" Jangan tanya kapan aku akan mengatakannya. Ini sangat tidak mudah. Aku begitu jauh dengannya. Dari segi pangkat maupun keluarga. Apa abang tidak lihat, keluarganya bukan berasal dari orang biasa. Ayah dan kakanya dokter spesialis terkenal. Ibu nya pemilik perusahaan transportasi terbaik di dalam negeri, bahkan kakak iparnya juga. Sedangkan aku? Haish, jauuuh. Abang tahu sendiri bagaimana keluargaku kan."

Brahma membuang nafasnya kasar. Alsaki rupanya sedang dalam mode minder luar biasa. Dan tentang keluarga pemuda itu, Brahma tidak mau banyak komentar. Brahma hanya merasa sedikit iba dengan Alsaki yang memendam rasa itu lumayan lama.

" Kalau nggak segera ngomong, keburu diambil orang itu cewek."

Anadita Jyotika Lagford

Alsaki Gyan Kalingga

All pict by. pinterest

TBC

Terpopuler

Comments

Kios Flio

Kios Flio

visual di DOTS malah udah jd kekasih itu dita ama al 🤭🤭🤭

2024-12-04

0

Sita Sit

Sita Sit

alsaky Dita

2024-12-22

0

Sweet Girl

Sweet Girl

Ganteng

2024-05-20

0

lihat semua
Episodes
1 STCL 01. Rasa Terpendam
2 STCL 02. Sangat Jauh
3 STCL 03. Orang Asing
4 STCL 04. Terimakasih Ma
5 STCL 05. Cantik dan Gagah
6 STCL 06. Pilihan Hati
7 STCL 7. Mundur Alon-Alon
8 STCL 8. Pulang
9 STCL 9. Bocah Labil
10 STCL 10. Berasa Ditodong
11 STCL 11. Neraka Dunia
12 STCL 12. Sebenarnya Absurd
13 STCL 13. Kok Jadi Kepo
14 STCL 14. Real Beban Keluarga
15 STCL 15. Panggilan Tengah Malam
16 STCL 16. Saya Sangat Yakin
17 STCL 17. Bagaimana Kabarmu?
18 STCL 18. Letnan, Tunggu!!!
19 STCL 19. Siapa Dia?
20 STCL 20. Pasti Tidak Mudah
21 STCL 21. Mission complete
22 STCL 22. Ada Konspirasi Lain?
23 STCL 23. Tatapan Mata
24 STCL 24. Semoga Hanya Kebetulan
25 STCL 25. Jangan Ada Apa-Apa
26 STCL 26. Apa Ini Selingkuh?
27 STCL 27. Berperang Mendapatkanmu
28 STCL 28. I Got You
29 STCL 29. Jangan Macam-Macam
30 STCL 30. Pemuda Yang Baik
31 STCL 31. Suara Langkah Kaki
32 STCL 32. Beruntung dan Tidak Beruntung
33 CTCL 33. Harus Terima Akibatnya
34 STCL 34. In Action
35 STCL 35. Mencintai Anda
36 STCL 36. Celaka Membawa Berkah
37 STCL 37. Ayo Menikah!
38 STCL 38. Wellcome Mr. Robertho
39 STCL 39. Pilihan Sulit
40 STCL 40. Meminta Menjadi Istri
41 STCL 41. Aku Yang Keluar
42 STCL 42. Cerita Lalu
43 STCL 43. Tidak Akan Melepasmu
44 STCL 44. Bagian Dari Strategi
45 STCL 45. Akan Ku Balas
46 STCL 46. Sendiri Lagi
47 STCL 47. Gagalnya Indra
48 STCL 48. Drama Sesungguhnya
49 STCL 49. Permintaan Queen
50 STCL 50. Kepergian
51 STCL 51. Tidak Ada Yang Namanya Selesai Untuk Tugas Negara (END)
Episodes

Updated 51 Episodes

1
STCL 01. Rasa Terpendam
2
STCL 02. Sangat Jauh
3
STCL 03. Orang Asing
4
STCL 04. Terimakasih Ma
5
STCL 05. Cantik dan Gagah
6
STCL 06. Pilihan Hati
7
STCL 7. Mundur Alon-Alon
8
STCL 8. Pulang
9
STCL 9. Bocah Labil
10
STCL 10. Berasa Ditodong
11
STCL 11. Neraka Dunia
12
STCL 12. Sebenarnya Absurd
13
STCL 13. Kok Jadi Kepo
14
STCL 14. Real Beban Keluarga
15
STCL 15. Panggilan Tengah Malam
16
STCL 16. Saya Sangat Yakin
17
STCL 17. Bagaimana Kabarmu?
18
STCL 18. Letnan, Tunggu!!!
19
STCL 19. Siapa Dia?
20
STCL 20. Pasti Tidak Mudah
21
STCL 21. Mission complete
22
STCL 22. Ada Konspirasi Lain?
23
STCL 23. Tatapan Mata
24
STCL 24. Semoga Hanya Kebetulan
25
STCL 25. Jangan Ada Apa-Apa
26
STCL 26. Apa Ini Selingkuh?
27
STCL 27. Berperang Mendapatkanmu
28
STCL 28. I Got You
29
STCL 29. Jangan Macam-Macam
30
STCL 30. Pemuda Yang Baik
31
STCL 31. Suara Langkah Kaki
32
STCL 32. Beruntung dan Tidak Beruntung
33
CTCL 33. Harus Terima Akibatnya
34
STCL 34. In Action
35
STCL 35. Mencintai Anda
36
STCL 36. Celaka Membawa Berkah
37
STCL 37. Ayo Menikah!
38
STCL 38. Wellcome Mr. Robertho
39
STCL 39. Pilihan Sulit
40
STCL 40. Meminta Menjadi Istri
41
STCL 41. Aku Yang Keluar
42
STCL 42. Cerita Lalu
43
STCL 43. Tidak Akan Melepasmu
44
STCL 44. Bagian Dari Strategi
45
STCL 45. Akan Ku Balas
46
STCL 46. Sendiri Lagi
47
STCL 47. Gagalnya Indra
48
STCL 48. Drama Sesungguhnya
49
STCL 49. Permintaan Queen
50
STCL 50. Kepergian
51
STCL 51. Tidak Ada Yang Namanya Selesai Untuk Tugas Negara (END)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!