STCL 18. Letnan, Tunggu!!!

Berada disebuah depan mini market kini Dita dan orang yang hampir ia tabrak tadi duduk bersama. Sambil menikmati kopi instan keduanya tampak saling berbicara.

" Sedang apa kamu di sini? Apakah kemarin pulang dengan selamat?"

" Ya, aku pulang dengan selamat. Aku ke sini untuk berlibur."

Dita mengerutkan kedua alis nya. Apakah yang dikatakan Ameer tidak salah. Berlibur? Bukannya kata pria itu dia berasal dari keluarga sederhana? Dita merasa aneh dengan pria yang ada di depannya tersebut.

Sial, aku salah membuat alasan. Dia gadis yang cerdas. Dia pasti akan curiga kepadaku. Aku harus segera mengubah alasanku.

Ameer merutuki dirinya sendiri. Ia sedikit ceroboh tadi. Rupanya hal-hal begini lah yang dikhawatirkan oleh Odion

" Maksudku aku mendapatkan jatah pembuatan tugas akhir di negara bagian Asia Tenggara. Dan aku memilik di sini karena keanekaragaman budaya nya. Ini tentu akan jadi nilai plus untuk tugasku bukan? Apakah Letnan Dita punya waktu untuk menjadi guide tour ku."

" Maaf sepertinya aku tidak bisa. Banyak hal yang harus ku kerjakan."

Raut wajah Ameer seketika berubah. Ia rasa kesempatannya mendekati sang letnan akan menemui jalan buntu. Tapi dia masih memiliki cara lain.

" Aaah Anda pasti sangat sibuk. Tapi bolehkan aku meminta nomor Anda?"

" Ehmmm baiklah."

Dita memberikan nomor ponsel yang satu lagi miliknya. Nomor ponsel yang tidak ada sangkut pautnya dengan pekerjaannya. Ia tentu tidak boleh memberikan nomor ponsel yang biasanya ia gunakan dalam pekerjaan kepada sembarangan orang. Meskipun ia mengenal Ameer akan tetapi mereka belum mengenal dekat.

" Baiklah, aku harus pergi."

" Oke Letnan Dita, see you next time."

Dita hanya mengangguk lalu melenggang menuju mobilnya dan pergi dari tempat tersebut. Ameer melihat mobil Dita hingga tidak terlihat lagi.

" Sepertinya tidak akan mudah aku mendapatkannya. Tidak masalah, aku tetap akan berusaha. Aku yakin bisa mendapatkan hatinya."

Khaleed tersenyum, pemuda itu jika sudah memiliki keinginan pasti sebisa mungkin akan mewujudkannya. Itu adalah prinsip yang selama ini dipegang oleh pemimpin gangster Vugel Celio tersebut.

*

*

*

Dita sudah berganti pakaian. Ia mengenakan pakaian berwarna hitam semua. Dita juga meninggalkan atribut identitas miliknya di kamar. Ia pergi benar-benar tanpa nama.

" Apakah siap sayang?"

Dika masuk ke kamar sang putri lalu memeluk anak gadis nya tersebut. Selalu ada rasa tidak rela jika putrinya bergi melaksanakan misi. Dika terkadang menyesali dirinya yang memberikan Dita izin untuk menjadi seorang militer.

" Pa, jangan mulai lagi ya."

Dita melihat wajah sang papa yang sudah tidak muda lagi itu. Kerutan mulai nampak di wajah Dika, tapi tetap saja bagi Dita papa nya adalah pria tertampan.

" Enggak sayang, papa hanya ingin kamu selalu berhati-hati dalam bertugas. Jangan tinggalkan ibadah mu. Selalu minta perlindungan-Nya."

Dita mengangguk paham. Kini ia yang memeluk pahlawan dalam hidupnya itu. Dika selalu menjadi pahlawan di hati anak-anak nya. Sosok yang lembut dan penyayang. Seketika Dita mempunyai keinginan, jika ia menikah ia ingin sosok pria itu seperti papa nya.

" Sayang, are you ready?"

" Yes Mom, i'm ready to go."

Dita dan Dika berjalan menuju ke luar kamar. Silvya sudah menunggu, tim yang dipersiapkan ole Silvya dan Arduino pun juga sudah siap dan saat ini mereka sudah ada di sebuah hangar pesawat milik Linford Transportation.

" Ma, apa ini adalah senjata milik uncle Jason?"

" Ya sayang, Uncle Ar meminta itu kepada Uncle Jas. Ada beberapa formula di sana. Salah satunya formula penghapus ingatan. Gunakan itu untuk kelima ilmuan setelah misi mu selesai. Itu akan berfungsi untuk menghapus ingatan beberpa jam sebelum kejadian jadi mereka tidak akan mengingat mu dan tim."

Dita paham dengan penjelasan sang mama. Saat ini Dika dan Silvya mengantarkan Dita menuju lokasi dimana semua orang sudah menunggu di sana. Berkali-kali Dika melihat wajah sang putri dan ditangkap oleh mata Silvya.

" Mas."

" Iya sayang aku tahu."

Silvya tidak ingin Dika melow nanti saat melepaskan Dita. Pria paruh baya itu kemudian menyalakan radio. Sebuah lagu lawas di putar di sana malah semakin menambah suasana hati Dika semakin tidak karuan.

All my bags are packed

I'm ready to go

I'm standin' here outside your door

I hate to wake you up to say goodbye

Lagu milik Chantal Kreviazuk yang menjadi salah satu original soundtrack sebuah film dengan misi perjalanan pengeboran asteroid itu merupakan lagu perpisahan saat pemeran utamanya akan pergi. Dan, saat ini momennya begitu pas. Dika bahkan sudah meneteskan air matanya.

Silvya menggelengkan kepalanya pelan lalu mematikan radio tersebut. Jika kemarin dia yang tidak rela Dita pergi kini giliran sang suami. Seperti yang pernah dia katakan bahwa melepaskan Fita kali ini malah lebih tenang ketimbang misi kemarin. Bagaimanapun Silvya tentu lebih mengenal kekuatan tim nya.

Bukannya dia meremehkan tim milik Dita, akan tetapi bergerak tanpa ada komando legal tentu lebih leluasa. Itulah yang dipikirkan mantan queen mafia tersebut.

" Pa di film tu yang meninggal banyak kan ya pa."

" Dita!"

Satu suara dengan nada seikit naik satu oktaf dikeluarkan oleh Silvya. Ibu dua anak itu sedikit kesal kepada sang putri yang sengaja meledek papa nya.

" Pa, I will be ok. Apa papa meragukan mama dan uncle Ar serta uncle Jas?"

" No baby. I don't worry about them. But i'm still worry about you."

Dita mengambil nafasnya dalam-dalam dan membuangnya perlahan. Dari sejak dulu papa nya tidak pernah berubah sedikit pun. Gadis itu kemudian mengatakan banyak hal agar sang papa merasa lebih tenang.

Mobil yang dikemudikan Dika langsung menuju ke lapangan udara dan ke hangar tempat tim berkumpul. Setidaknya ada sekita 30 orang yang di sediakan Silvya dan Ar. Tampaknya Ar juga berada di sana untuk ikut mengantar kan sang keponakan. Dita berlari lalu memeluk Ar.

" Oh astaga, keponakan uncle kenapa sudah begitu besar hmmm."

" Aku seorang letnan bukan lagi seorang bayi."

Tawa Ar meledak di sana. Dita juga memeluk Ian, rupanya uncle nya tersebut juga mengantar Dita.

" Abang Smith akan ikut bersama mu," ucap Ian sambil mengusap kepala Dita.

" Benarkah?" Dita terlonjak senang karena putra dari Ian itu akan menemaninya. Smith yang berdiri di sebelah Ian pun mengangguk. Seperti sang papa, Smith tidak hanya mumpuni di bidang pekerjaan kantor. Akan tetapi kemampuannya di lapangan tentu tidak perlu diragukan lagi. Silvya tersenyum senang, paling tidak ada seseorang yang akan dijadikan partner diskusi oleh putrinya.

" Apa Rika tahu,"

" Woo ya tentu tidak tante. Kalo mami tahu bisa berabe," jawab Smith sambil terkekeh kecil. Pemuda 30 tahun itu tentu tahu mami nya akan mencak-mencak jika mengetahui apa yang dia lakukan.

Dita kemudian memberikan arahan kepada semua orang di sana mengenai apa misi kalia ini. Tentu sebelumnya semua nya sudah dijelaskan oleh Silvya dan Ar akan tetapi Dita tetap mengulangnya kembali.

Semuanya kemudian mulai berjalan keluar hangar lengkap dengan membawa senjata mereka dan masuk satu per satu ke dalam pesawat. Dita masuk terakhir, tapi sebelumnya ia kembali pamit kepada kedua orang tuanya dan kedua uncle nya tersebut. Lambaian tangan mengiringi gadis itu masuk ke pesawat. Namun sebuah teriakan seseorang menghentikan Dita yang akan menghilang dari balik pintu.

" Letnan Dita, tunggu !!!"

TBC

Terpopuler

Comments

Miss Typo

Miss Typo

Ameer atau Alsaki

2024-02-20

1

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

pasti bang Alsaki nih yg manggil Dita

2023-12-02

0

nandayue

nandayue

mas al ikut

2023-07-02

1

lihat semua
Episodes
1 STCL 01. Rasa Terpendam
2 STCL 02. Sangat Jauh
3 STCL 03. Orang Asing
4 STCL 04. Terimakasih Ma
5 STCL 05. Cantik dan Gagah
6 STCL 06. Pilihan Hati
7 STCL 7. Mundur Alon-Alon
8 STCL 8. Pulang
9 STCL 9. Bocah Labil
10 STCL 10. Berasa Ditodong
11 STCL 11. Neraka Dunia
12 STCL 12. Sebenarnya Absurd
13 STCL 13. Kok Jadi Kepo
14 STCL 14. Real Beban Keluarga
15 STCL 15. Panggilan Tengah Malam
16 STCL 16. Saya Sangat Yakin
17 STCL 17. Bagaimana Kabarmu?
18 STCL 18. Letnan, Tunggu!!!
19 STCL 19. Siapa Dia?
20 STCL 20. Pasti Tidak Mudah
21 STCL 21. Mission complete
22 STCL 22. Ada Konspirasi Lain?
23 STCL 23. Tatapan Mata
24 STCL 24. Semoga Hanya Kebetulan
25 STCL 25. Jangan Ada Apa-Apa
26 STCL 26. Apa Ini Selingkuh?
27 STCL 27. Berperang Mendapatkanmu
28 STCL 28. I Got You
29 STCL 29. Jangan Macam-Macam
30 STCL 30. Pemuda Yang Baik
31 STCL 31. Suara Langkah Kaki
32 STCL 32. Beruntung dan Tidak Beruntung
33 CTCL 33. Harus Terima Akibatnya
34 STCL 34. In Action
35 STCL 35. Mencintai Anda
36 STCL 36. Celaka Membawa Berkah
37 STCL 37. Ayo Menikah!
38 STCL 38. Wellcome Mr. Robertho
39 STCL 39. Pilihan Sulit
40 STCL 40. Meminta Menjadi Istri
41 STCL 41. Aku Yang Keluar
42 STCL 42. Cerita Lalu
43 STCL 43. Tidak Akan Melepasmu
44 STCL 44. Bagian Dari Strategi
45 STCL 45. Akan Ku Balas
46 STCL 46. Sendiri Lagi
47 STCL 47. Gagalnya Indra
48 STCL 48. Drama Sesungguhnya
49 STCL 49. Permintaan Queen
50 STCL 50. Kepergian
51 STCL 51. Tidak Ada Yang Namanya Selesai Untuk Tugas Negara (END)
Episodes

Updated 51 Episodes

1
STCL 01. Rasa Terpendam
2
STCL 02. Sangat Jauh
3
STCL 03. Orang Asing
4
STCL 04. Terimakasih Ma
5
STCL 05. Cantik dan Gagah
6
STCL 06. Pilihan Hati
7
STCL 7. Mundur Alon-Alon
8
STCL 8. Pulang
9
STCL 9. Bocah Labil
10
STCL 10. Berasa Ditodong
11
STCL 11. Neraka Dunia
12
STCL 12. Sebenarnya Absurd
13
STCL 13. Kok Jadi Kepo
14
STCL 14. Real Beban Keluarga
15
STCL 15. Panggilan Tengah Malam
16
STCL 16. Saya Sangat Yakin
17
STCL 17. Bagaimana Kabarmu?
18
STCL 18. Letnan, Tunggu!!!
19
STCL 19. Siapa Dia?
20
STCL 20. Pasti Tidak Mudah
21
STCL 21. Mission complete
22
STCL 22. Ada Konspirasi Lain?
23
STCL 23. Tatapan Mata
24
STCL 24. Semoga Hanya Kebetulan
25
STCL 25. Jangan Ada Apa-Apa
26
STCL 26. Apa Ini Selingkuh?
27
STCL 27. Berperang Mendapatkanmu
28
STCL 28. I Got You
29
STCL 29. Jangan Macam-Macam
30
STCL 30. Pemuda Yang Baik
31
STCL 31. Suara Langkah Kaki
32
STCL 32. Beruntung dan Tidak Beruntung
33
CTCL 33. Harus Terima Akibatnya
34
STCL 34. In Action
35
STCL 35. Mencintai Anda
36
STCL 36. Celaka Membawa Berkah
37
STCL 37. Ayo Menikah!
38
STCL 38. Wellcome Mr. Robertho
39
STCL 39. Pilihan Sulit
40
STCL 40. Meminta Menjadi Istri
41
STCL 41. Aku Yang Keluar
42
STCL 42. Cerita Lalu
43
STCL 43. Tidak Akan Melepasmu
44
STCL 44. Bagian Dari Strategi
45
STCL 45. Akan Ku Balas
46
STCL 46. Sendiri Lagi
47
STCL 47. Gagalnya Indra
48
STCL 48. Drama Sesungguhnya
49
STCL 49. Permintaan Queen
50
STCL 50. Kepergian
51
STCL 51. Tidak Ada Yang Namanya Selesai Untuk Tugas Negara (END)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!