STCL 10. Berasa Ditodong

Dita dan Alsaki ternyata harus terjebak di kantor untuk membuat laporan. Satu hal yang membuat mereka sungguh malas. Terlebih Dita, gadis itu sangat tidak suka jika harus berhubungan dan komputer dan kertas. Membuat laporan menurutnya lebih sulit ketimbang menggunakan senjata api.

Keinginan Dita waktu itu menjadi tentara salah satu nya adalah karena dia enggan berhubungan dengan urusan tulis menulis. Melihat mama nya sebagai CEO dimana di meja nya penuh dengan tumpukan kertas membuat Dita bergidik ngeri. Siapa sangka di kemiliteran dia juga harus berhubungan dengan benda-benda itu. Meskipun tidak sering tapi ternyata pekerjaannya tersebut tetap membutuhkan alat tulis.

" Hufttt, malas nya," gumam Dita lirih tapi Alsaki masih bisa mendengarnya. Gumaman Dita yang lebih seperti gerutuan itu membuat Alsaki terkekeh.

" Apa segitu benci nya lihat kertas dan tuts keyboard."

" Bang, Abang Al nggak tahu aja. Aku tuh dari jaman sekolah males banget nulis. Dulu tuh aku lebih milih memfotokopi catetan temen ketimbang nulis sendiri."

Alsaki seketika terbahak mendengar apa yang dikatakan Dita. Ia tentu tidak menyangka akan hal itu. Semua orang di kesatuan tahu, Dita merupakan salah satu prajurit yang terkenal cerdas dan berprestasi.

Di rumah sakit, Indra tengah diperiksa secara intensif. Awal mula semua Tim Bravo sedikit khawatir karena Indra belum sadar selepas operasi. Bahkan saat sampai ke tanah air Indra belum juga sadar. Baru beberapa saat yang lalu pemuda itu mengerjapkan matanya. Terang saja Eka tersenyum lebar saat melihat sang sohib bangun.

" Syukurlah Nyet, Alhamdulillaah lo sadar juga. Gue mikir lo bakalan koma tahu."

" Kita dimana?" tanya Indra dengan terbata.

Eka pun menjelaskan apa yang terjadi, bahwa mereka ditarik mundur dan saat ini sudah berada di tanah air. Indra mengangguk paham.

" Jangan beritahu dia dulu kalau kita sudah pulang."

Eka mengangguk mengerti, Bagaimanapun Indra pasti tidak ingin sang tunangan tahu bahwa dia tengah sakit dan dirawat.

Kabar sadarnya Indra disampaikan Eka melalui grup chat Tim Bravo. Semua tentu sangat senang. Terlebih Dita, gadis itu sungguh sangat lega mendengar berita Indra telah bangun.

" Alhamdulillah," ucap Dita disela-sela kegiatannya membuat laporan.

" Ta, apa akan melaporkan mengenai Ameer?"

" Menurutmu bagaimana bang."

Al sejenak terdiam dan berpikir tentang Ameer. Waktu itu ia sudah mengantarkan Ameer ke depan kedutaan. Jadi dia pikir urusannya akan selesai dan sepertinya tidak perlu menuliskan penemuan mengenai Ameer.

" Sepertinya tidak usah Ta. Aku pikir kita tidak perlu menuliskannya didalam laporan. Malah jadi ribet nggak sih nanti urusannya."

" Oke lah Bang kalau begitu."

Dita sebenarnya juga tidak akan menuliskan perihal Ameer dalam penemuannya. Ia merasa itu bagian dari kegiatan kemanusiaan dan tidak ada hubungannya dengan tugasnya di sana. Namun ia ingin meminta pendapat Alsaki. Siapa sangka pendapat Alsaki sama dengan dirinya.

Setelah magrib semua laporan yang dibutuhkan sudah selesai. Dita menggerakkan badannya ke kanan dan ke kiri untuk menghilangkan kaku-kaku yang dirasakan.

" Mau magriban dulu? baru pulang dan mampir cari makan."

" Boleh."

Keduanya berjalan beriringan menuju ke mushola yang ada dikawasan kantor untuk melaksanakan kewajiban 3 rakaat. Keduanya sama-sama khusyu dengan ibadahnya hingga selesai.

" Ta, mau makan apa?"

" Abang nggak pengen cepet-cepet mau pulang?"

Alsaki menggeleng pelan. Jika anggota tim lain setiap kali selesai bertugas ingin buru-buru pulang, tidak dengan Alsaki. Ia sangat malas untuk pulang. Tidak ada yang tahu, tujuan awal Alsaki bergabung di militer adalah agar tidak selalu berada di rumah. Baginya rumah bukanlah sebuah surga tapi merupakan neraka dunia.

" Kita makan nasi padang aja yuk bang, udah lama nggak makan itu. kangen juga."

" Ok, deal."

Hal ini lah yang disukai Dita dari Alsaki. Pria itu akan mengikuti apapun yang diinginkan Dita. Sebenarnbya Alsaki adalah orang yang paling sering bersama Dita. Jadi kebiasaan Dita, Alsaki sangat paham.

Warung nasi padang yang di datangi oleh Dita dan Alsaki sedikit ramai. Semua mata tertuju kepada keduanya saat mereka masuk ke dalam dan memesan makanan.

Cantik dan tampan, mereka semua mengatakan hal tersebut. Terlebih Dita dan Alsaki masih mengenakan seragam mereka. Sungguh sebuah pemandangan yang menyejukkan mata. Beberapa wanita memandang takjub degan ketampanan dan kegagahan Alsaki. Beberapa juga memuji kecantikan Dita yang terlihat sungguh natural.

Sepertinya hal tersebut sudah biasa didengar oleh keduanya. Buktinya mereka sama sekali tidak terganggu dengan pandangan orang-orang tesebut. Makanan datang dan mereka menikmatinya dengan hikmad.

" Kita dilihatin Ta."

" Bodo amat bang, laper, makan aja udah."

Alsaki tersenyum simpul, Dita adalah wanita tercuek yang pernah ia temui. jika kebanyakan seorang wanita akan makan dengan jaim saat ditempat umum tapi tidak dengan Dita. ia akan makan dengan apa adanya, tapi tetap sopan.

Dita dan Alsaki makan dengan cepat, kebiasaan mereka saat berada di lapangan membuat hal tersebut terbawa ke kehidupan sehari-hari. Keduanya sudah berada di mobil saat ini dan siap kembali ke rumah.

" Abang mau langsung pulang?"

" Iya, tapi pulang ke rumahku sendiri."

Dita mengerutkan keningnya. Diantara Anggotanya hanya Alsaki yang tidak pernah bercerita mengenai kehidupan pribadinya terlebih keluarganya. Dita tentu sedikit penasaran tapi dia ragu untuk bertanya.

Akhirnya Dita pun memilih diam. Ia tahu kemana harus menanyakan hal tersebut. Satu nama langsung terbesit dalam otakknya, Brahma. Ia tahu Brahma dekat dengan semua anggota Tim Bravo. Brahma pasti tahu apa yang terjadi antara Alsaki dan keluarganya.

" Aku tidak mampir ya Ta, salam sama mama dan papa mu."

" Nggak ingin ketemu mereka bang."

Glek, Alsaki kesusahan menelan Saliva nya sendiri. Tiba-tiba jantungnya berdegup kencang saat Dita mengatakan hal tersebut. padahal ia tahu maksud Dita untuk mengajaknya bersilaturahmi saja. Tapi tetap saja Alsaki merasa tidak siap bertemu mama dan papa nya Dita.

Kamprett, berasa ditodong buat ngawinin anaknya. Heeeh pikiran apa ini.

Alsaki menggelengkan kepalanya dengan pelan. Ia mengusir pikiran-pikiranan kacaunya yang muncul tiba-tiba itu.

" Nggak enak Ta, ini badan nggak enak banget udah baunya. Nanti malah di suruh mandi di rumah mu kan repot hahaha."

Dita hanya tersenyum simpul mendengar alasan Alsaki yang menurutnya asal itu. Dita bisa melihat Alsaki sangat segan setiap bertemu dengan kedua orang tuanya.

" Ya udah bang hati-hati. Terimakasih untuk hari ini."

Alsaki mengangguk lalu melajukan kembali mobilnya dan menjauh dari rumah Dita.

" Assalamu'alaikum mama, i'm home!"

" Waalaikumsalam, Alhamdulillah kamu baik-baik saja. Katanya teman kamu ada yang di rawat. Oh iya sama siapa pulangnya."

" Sama bang Al."

Silvya mengangguk paham, tapi satu tanya dalam diri Silvya. Anggota tim Dita yang bernama Alsaki itu selalu canggung jika berhadapan dengannya ataupun Dika. Hal yang sama jika ia bertemu dengan Nataya juga. Intinya pria itu selalu lain jika berhadapan dengan keluarga Dita.

TBC

Terpopuler

Comments

Miss Typo

Miss Typo

keluarga Alsaki knpa ya???

2024-02-20

0

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

ada apa dngn keluarga Alsaki ya 🤔🤔🤔

2023-12-02

0

nandayue

nandayue

boleh tu

2023-06-25

1

lihat semua
Episodes
1 STCL 01. Rasa Terpendam
2 STCL 02. Sangat Jauh
3 STCL 03. Orang Asing
4 STCL 04. Terimakasih Ma
5 STCL 05. Cantik dan Gagah
6 STCL 06. Pilihan Hati
7 STCL 7. Mundur Alon-Alon
8 STCL 8. Pulang
9 STCL 9. Bocah Labil
10 STCL 10. Berasa Ditodong
11 STCL 11. Neraka Dunia
12 STCL 12. Sebenarnya Absurd
13 STCL 13. Kok Jadi Kepo
14 STCL 14. Real Beban Keluarga
15 STCL 15. Panggilan Tengah Malam
16 STCL 16. Saya Sangat Yakin
17 STCL 17. Bagaimana Kabarmu?
18 STCL 18. Letnan, Tunggu!!!
19 STCL 19. Siapa Dia?
20 STCL 20. Pasti Tidak Mudah
21 STCL 21. Mission complete
22 STCL 22. Ada Konspirasi Lain?
23 STCL 23. Tatapan Mata
24 STCL 24. Semoga Hanya Kebetulan
25 STCL 25. Jangan Ada Apa-Apa
26 STCL 26. Apa Ini Selingkuh?
27 STCL 27. Berperang Mendapatkanmu
28 STCL 28. I Got You
29 STCL 29. Jangan Macam-Macam
30 STCL 30. Pemuda Yang Baik
31 STCL 31. Suara Langkah Kaki
32 STCL 32. Beruntung dan Tidak Beruntung
33 CTCL 33. Harus Terima Akibatnya
34 STCL 34. In Action
35 STCL 35. Mencintai Anda
36 STCL 36. Celaka Membawa Berkah
37 STCL 37. Ayo Menikah!
38 STCL 38. Wellcome Mr. Robertho
39 STCL 39. Pilihan Sulit
40 STCL 40. Meminta Menjadi Istri
41 STCL 41. Aku Yang Keluar
42 STCL 42. Cerita Lalu
43 STCL 43. Tidak Akan Melepasmu
44 STCL 44. Bagian Dari Strategi
45 STCL 45. Akan Ku Balas
46 STCL 46. Sendiri Lagi
47 STCL 47. Gagalnya Indra
48 STCL 48. Drama Sesungguhnya
49 STCL 49. Permintaan Queen
50 STCL 50. Kepergian
51 STCL 51. Tidak Ada Yang Namanya Selesai Untuk Tugas Negara (END)
Episodes

Updated 51 Episodes

1
STCL 01. Rasa Terpendam
2
STCL 02. Sangat Jauh
3
STCL 03. Orang Asing
4
STCL 04. Terimakasih Ma
5
STCL 05. Cantik dan Gagah
6
STCL 06. Pilihan Hati
7
STCL 7. Mundur Alon-Alon
8
STCL 8. Pulang
9
STCL 9. Bocah Labil
10
STCL 10. Berasa Ditodong
11
STCL 11. Neraka Dunia
12
STCL 12. Sebenarnya Absurd
13
STCL 13. Kok Jadi Kepo
14
STCL 14. Real Beban Keluarga
15
STCL 15. Panggilan Tengah Malam
16
STCL 16. Saya Sangat Yakin
17
STCL 17. Bagaimana Kabarmu?
18
STCL 18. Letnan, Tunggu!!!
19
STCL 19. Siapa Dia?
20
STCL 20. Pasti Tidak Mudah
21
STCL 21. Mission complete
22
STCL 22. Ada Konspirasi Lain?
23
STCL 23. Tatapan Mata
24
STCL 24. Semoga Hanya Kebetulan
25
STCL 25. Jangan Ada Apa-Apa
26
STCL 26. Apa Ini Selingkuh?
27
STCL 27. Berperang Mendapatkanmu
28
STCL 28. I Got You
29
STCL 29. Jangan Macam-Macam
30
STCL 30. Pemuda Yang Baik
31
STCL 31. Suara Langkah Kaki
32
STCL 32. Beruntung dan Tidak Beruntung
33
CTCL 33. Harus Terima Akibatnya
34
STCL 34. In Action
35
STCL 35. Mencintai Anda
36
STCL 36. Celaka Membawa Berkah
37
STCL 37. Ayo Menikah!
38
STCL 38. Wellcome Mr. Robertho
39
STCL 39. Pilihan Sulit
40
STCL 40. Meminta Menjadi Istri
41
STCL 41. Aku Yang Keluar
42
STCL 42. Cerita Lalu
43
STCL 43. Tidak Akan Melepasmu
44
STCL 44. Bagian Dari Strategi
45
STCL 45. Akan Ku Balas
46
STCL 46. Sendiri Lagi
47
STCL 47. Gagalnya Indra
48
STCL 48. Drama Sesungguhnya
49
STCL 49. Permintaan Queen
50
STCL 50. Kepergian
51
STCL 51. Tidak Ada Yang Namanya Selesai Untuk Tugas Negara (END)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!