Odio dan Jasper mengantarkan sang pimpinan Khaleed atau Ameer ke bandara. Mereka berdua sebenarnya sangat berat melepas bocah itu. Khaleed masih suka gegabah dalam mengambil keputusan. Jiwa muda yang masih menggebu-gebu itu kadang merusak pola pikir dewasa yang terkadang muncul dalam diri Khaleed.
" Be carefull boy," ucap Odion sambil memeluk Khaleed.
" Oh c'mon i'm not boy anymore. I'm man now."
Jawaban Khaleed membuat Odion dan Jasper tertawa terbahak. Mereka tahu kalau Khaleed tidak mau dipanggil boy. Pemuda itu merasa sudah dewasa tapi kelakuannya masih sering seperti anak kecil.
Khaleed kembali berpamitan, mengatakan kepada kedua orang itu bahwa dirinya pasti akan baik-baik saja. Dan juga mengatakan bahwa untuk tidak perlu khawatir.
Baik Odion maupun Jasper hanya mengiyakan setiap ucapan Khaleed. Tanpa pemuda itu tahu beberapa orang sudah Odion kirim untuk terus mengawasi dan menjaga Khaleed.
Khaleed pun melakukan boarding pass dan mulai masuk ke dalam. Saat itu juga Odion langsung melakukan panggilan internasional.
" Kalian sudah sampai di sana?
" Siap sudah tuan."
" Dia akan datang melalui bandara Soeta jadi tunggulah nanti di sana. ingat usahakan senatural mungkin, jangan sampai kalian diketahui. Haaaah."
Odion membuang nafasnya kasar. Pikirannya berkecamuk saat ini. Sebenanrya apa yang sedang di cari oleh Khaleed. Mengatakan ingin liburan, ia yakin Khaleed tidak akan senaif itu tiba-tiba memutuskan liburan di tengah badai gangster yang sedang memperluas wilayah.
Saat ini para gangster sedang mencba mengukuhkan nama mereka dengan semakin menambah sasaran bisnis gelap mereka di semua sektor. Jika yang biasanya hanya mengedarkan obat-obatan terlarang, kini mereka merambah ke perdagangan senjata dan perdagangan manusia. Dimana semua itu sudah dilakukan oleh Vugel Ceilo dari sejak lama.
Ditengah banyak persaingan tersebut, keputusan Khaleed untuk berlibur sungguh diluar akal. Biasanya dia akan gencar menghalau mereka-mereka yang ingin menyamai Vugel Ceilo namun ini dia sangat acuh.
" Di, bukannya kita sama saja mengirim dia ke sarang harimau ya? Aku merasa begitu Di," ucap Jasper tiba-tiba. Jasper malah mengkhawatirkan bagaimana jika nanti Khaleed berbuat ulah dan tiba-tiba terciduk oleh Wild Eagle dan Black Wolf. Sekelas kartel narkoba dan klan mafia besar saja tidak bisa menembus negara itu. Bahkan mereka bisa tunduk, lha ini sekelas Khaleed yang masih bocah kemarin sore. Meskipun di daerah mereka nama Vugel Ceilo ditakuti tapi untuk ke benua kuning itu nama mereka belum terlalu di dengar.
" Haaah, entahlah Jas. Asli aku pusing memikirkan anak itu. Ayolah kita kembai ke markas. Banyak hal yang harus dikerjakan. Salah satunya menjaga rahasia mengenai kepergian Khaleed."
Jasper menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Memiliki pemimpin yang masih labil tentu membuat mereka sedikit kerpotan sendiri dengan tingkah Khaleed.
Peswat yang dtumpangi oleh Khaleed akhirnya landing juga. Pria bermata biru itu tersenyum lebar saat melihat lautan awan melalui jendela disampingnya.
" Kita akan bertemu kembali kapten Dita," gumam Khaled. Namun sedetik kemudian dia menepuk pelan keningnya. Ia sungguh tidak tahu dimana lokasi Dita berada. Bocah itu benar-benar pergi tanpa adanya persiapan sama sekali. Namun seketika dia ingat percakapannya dengan Kapten Alsaki bahwa mereka tinggal di ibu kota negara tersebut.
" Aku pasti akan menemukan mu Letnan."
*
*
*
Alsaki dan teman satu tim nya kini sudah berada di sebuah pusat perbelanjaan. Mereka memutuskan untuk menonton film di bioskop. Tapi sayang, sampai di sana isinya film horor semua.
" Ini seriusan nggak ada film action," keluh Eka. Pemuda itu paling tidak suka jika harus nonton film horor. Yang ada dia hanya akan menutup mata sepanjang film itu berlangsung. Ya, Eka adalah anggota paling ciut nyalinya jika harus berhadapan dengan genre film seperti itu.
" Tapi ini film seru kok. Film ini remake film tahun 90 an. Pemainnya dulu terkenal banget sebagai bintang horor. Eh rumah aslinya di Magelang lho," jelas Dita kepada Eka. Namun semuanya tentu ikut mendengarkan. Dan akhirnya mengalir lah cerita mengenai film-film yang dibintangi oleh beliau ini yang mana mereka dulu juga sudah pernah melihat karena sering di putar di televisi.
" Jadi gimana mau jadi nonton nggak nih."
Pertanyaan Adyaksa langsung diikuti anggukan kepala oleh semuanya. Dita tersenyum lalu menuju ke arah pembelian tiket, namun langkah Dita dihalau oleh Alsaki.
" Hari ini jadilah gadis biasa dan bukannya Letnan yang harus menaungi kami para anggota mu. Jadi biarkan aku yang membayar untuk anak-anak ini."
Dita tersenyum, tiba-tiba hatinya merasa hangat. Tapi ia tahu kenapa itu, Alsaki memang selalu bersikap seperti itu. Jika tidak dalam kegiatan dinas, Alsaki menganggap Dita sebagai seorang gadis biasa dan Dita suka seperti itu.
Brahma yang melihat interaksi Dita dan Alsaki tersenyum simpul. Harapan Brahma besar untuk Alsaki bisa bersama Dita. Ia yakin Alsaki akan menemukan sebuah keluarga yang bisa mengobati rasa kesedihan dan kesendiriannya.
Alsaki tidak sekuat kelihatannya. Sebenarnya pria itu adalah sosok yang begitu kurang perhatian. Kondisi keluarganya yang begitu kacau membuat pria itu benar-benar merasa sendiri. Meskipun dia memiliki kakek nenek yang begitu menyayanginya. Namun meski bagaimanapun ia tetap membutuhkan sosok orang tua yang menyayanginya. Dan itu yang tidak pernah ia dapatkan selama ini.
Alsaki kecil seperti dibuang oleh ayahnya dan hingga besar tetap keberadaannya tidak diinginkan. Bahkan dengan tega anak itu disumpahi oleh ayahnya sendiri agar mati saat bertugas. Sungguh orang tua durjana.
Merkea berlima minus Indra akhirnya masuk ke dalma bioskop. Film pun mulai di putar, dna benar saja sepajang menonton film tersebut Eka terus memejamkan matanya. Pemuda itu menggerutu pelan, " Ini lebih serem dari yang terkahir kita tonton."
Semuanya ingin meledakkan tawa namun mereka harus menahannya jika tidak ingin diusir dari dalam bioskop.
Pandangan mata Dita menoleh ke arah Alsaki. Mata pria itu menatap ke layar bioskop tapi Dita yakin pikiran Alsaki tidak ada di sana. Wajah nya sama sekali tidka ada ekspresi, tatapan matanya Dita tahu begitu kosong.
" Bang, apa ada yang sedang dipikirkan?" bisik Dita tepat ditelinga Alsaki yang membuat pria itu sedikit terkejut karena Dita begitu dekat.
" A-aku tidak apa-apa Ta. Hanya sedikit berpikir tentang masa depan."
Dita mengerutkan keningnya. Masa depan apa yang sedang dipikirkan oleh Alsaki. Dita menjadi penasaran, apakah Alsaki akan menikah? Apakah pria di sampingnya itu sudah memiliki kekasih dan sedang merencanakan pernikahan? Pertanyaan itu berputar di kepala Dita tanpa berani Dita mengatakan langsung kepada Alsaki.
" Kok kau jadi kepo sih, iiiishhh."
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
semoga Dita ngeh kl Alsaki itu suka sama Dita
2023-12-02
0
Dyah Oktina
kapten itu lebih tinggi dari letnan thor... hanya koreksi ja...
2023-09-21
0
marie_shitie💤💤
jng minder Al,km pantas kok dapetin hati Dita meski ad embel embel kapten letnan jng minder ok
2023-07-01
1