"Kak Mei, tumben banget mau ikut?" tanya Ita
Mereka berenam sedang ada di dalam mall, berkeliling mencari apa yang akan di bawa lusa. Syahid dan Sahin sudah bergabung, mereka pulang sejak sebelum adzan Dhuhur.
'Bosan saja di rumah, siapa tau di sini dapet cogan kan?' jawab Mei-Mei menaik turunkan alisnya.
"Kak Mei genit ihh" ucap Kira
'Sekali-kali Ra, lagian ini kalian sejak tadi berkeliling. Ko, kakak ga lihat kalian beli sesuatu. Apa yang kalian cari?' tanya Mei-Mei heran
"Ga tau kak, kalo di pikir-pikir semuanya udah ada. Kalo pun semisalnya kurang, tinggal beli di sana, jadi kita cuma keliling aja." jawab Maya
"Nonton yuk" ajak Kira
"Mang ada film apa yang baru?" tanya Sahin
"Ada transformers nih" jawab Kira seraya men scroll layar ponselnya
"Boleh juga tuh" jawab Maya, yang lain hanya mengangguk setuju.
Syahid mengantri tiket, sedang Sahin mengantri pop corn dan minuman.
"Perlu bantuan ga?" tanya Maya pada Sahin
"Boleh" mereka pun pergi ke area penjualan pop corn
BRUGH
Saat Syahid tengah mengantri, ia di kejutkan dengan seseorang yang menabrak dirinya dari belakang. Dia berbalik dan menatap dingin orang yang menabraknya, seorang gadis se usianya. Namun, bila di lihat dari penampilan. Sudah pasti bukan gadis baik, karena dia menggunakan rok mini dan juga atasan kaos yang ketat.
Bukannya terpana, Syahid malah terlihat risih.
'Njir, emang ganteng banget. Keliatan banget kalo tajir, boleh juga nih gue bungkus.' ucap gadis yang menabrak Syahid
"Hai" ucap gadis itu dengan suara yang di buat lembut.
Tanpa menjawab, Syahid kembali membalikan tubuhnya. Ternyata kini sudah giliran ia membeli tiket, ia pun memesan 5 kursi di tengah. Syahid mengetikkan sesuatu di ponselnya dan ia perlihatkan pada kasir.
'Jangan beritahukan dimana aku duduk pada gadis di belakangku, tunjukkan saja di tempat lain. Di tempat yang jauh dari tempatku, paham?'
Kasir itu mengangguk paham, lalu ia pun memberikan lima tiket tersebut pada Syahid.
Setelah selesai membayar, tak lupa ia memberikan uang lebih pada kasir tersebut. Tentu saja, kasir itu tersenyum lebar. Walau hanya 1 lembar berwarna merah, ia sangat bersyukur. Setidaknya, untuk 3 hari ke depan ia bisa makan dengan benar. Syahid pun langsung pergi tanpa menghiraukan panggilan gadis tersebut.
"Di kursi mana pria itu duduk?" tanya gadis itu
"Kakaknya mau nonton apa?" tanya sang kasir
"Samain sama dia, bangkunya juga deketin ya" jawab gadis itu, kasir itu mengangkat salah satu sudut bibirnya.
'Ternyata benar apa yang di ucapkan pria itu, semoga aku di jauhkan dari orang-orang seperti gadis ini. Sepertinya ia seusia denganku, tapi...' gumam Kasir itu dalam hati, seraya melihat pakaian yang di kenakan olehgadia itu.
Kasir itu memberikan tiket pada gadis itu, tentunya jauh dari tempat Syahid dan yang lain duduk. Gadis itu menerima dengan senyum mengembang, setelah membayar tiket. Ia pun segera meninggalkan tempat penjualan tiket tersebut, dengan hati bahagia.
"Jam berapa?" tanya Ita
"15.50" jawab Syahid
"Masih lama, sekarang baru jam setengah 2. Jadi kemana dulu?" Maya seraya menyeruput minumannya
"Ke mana ya?" tanya Kira
'Ke arena permainan aja' jawab Mei-Mei, ia menunjuk ke area permainan yang berada satu lantai di bawah.
"Boleh boleh, yuk gas keun" ucap Maya, sedangkan Mei-mei yang kegirangan sudah berlalu lebih dulu.
Mereka pun berjalan ke arah time zone, mereka turun menggunakan eskalator. Para wanita berdiri di depan, sedangkan 2 pria tampan berada di belakang.
"Hai, ketemu lagi kita. Jangan-jangan kita jodoh." ucap gadis yang bertemu Syahid tadi, kini ia berdiri di belakang Syahid dan Sahin.
Syahid dan Sahin sedikit membalikkan tubuhnya, mereka hanya menatap dingin gadis itu. Lalu saling tatap dan kembali melihat ke depan.
'Gila dingin banget, tapi gue suka. Dua-duanya ganteng, kembar kek nya. Minimal bisa taklukin salah satu, syukur-syukur kalo dua-duanya bisa gue dapetin.' gumam gadis itu dalam hati
Sahin menoleh pada Syahid, seraya mengerutkan dahinya.
'Siapa?' tanya Sahin
'Entah, wanita gila sepertinya.' jawab Syahid, seraya mengangkat kedua bahunya
'Jangan-jangan kabur dari rumah sakit jiwa.' balas Sahin
'Bisa jadi, liat aja pakaiannya. Kayanya di rumah sakit jiwa, ga ada yang tau di pergi. Makanya dia ambil kain lap yang ada di dapur.' Syahid tersenyum tipis, karena ucapannya sendiri.
Sahin menahan tawanya.
"Gue Ashila" ucap gadis itu lagi, namun prince twin mengabaikannya.
Setelah sampai bawah, mereka pun berjalan beriringan dengan ketiga wanita yang bersamanya.
Tentunya, hal itu membuat gadis yang menyebut namanya Ashila kesal. Ia menghentakkan kakinya ke lantai, namun tetap mengikuti Syahid dan Sahin.
"Hei lima sekawan" sapa Dena, ternyata ia juga sedang bermain ke mall sendirian. Mencari keperluan untuk ikut Darmawisata, akhirnya setelah di bantu Ita. Orangtua Dena pun, mengijinkan Dena untuk ikut. Asal dengan catatan, tak boleh jauh-jauh dari Ita dan yang lainnya. Tentu saja persyaratan itu, di setujui oleh Dena.
"Hai Den, sama siapa lo?" tanya Kira
"Cundilian" jawab Dena, dengan menaruh punggung tangan di dagu dengan menggerakkan jemarinya.
"Mau pada kemana, gabung dong." lanjutnya bertanya
"Boleh, kita mau ke area permainan. Sekalian nunggu film mulai." jawab Ita lembut, Dena tersenyum senang, ia pun kini mensejajarkan langkahnya dengan Syahid dan Sahin. Karena tidak mungkin mereka berjalan berjajar, bisa kena amuk pengunjung lain.
Sedangkan Syahid dan Sahin biasa saja, karena ia tau bagaimana Dena.
"Twin, ngawal nih ceritanya." ucap Dena, dan di angguki twin
"Susah emang kalo ngomong sama musim hujan." celetuk Dena, sehingga membuat ketiga gadis di depannya menoleh bingung dengan ucapan Dena.
"DINGIN" ucap Dena tertawa, mereka bertiga pun ikut tertawa. Sedangkan Syahid dan Sahin tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
Sedangkan gadis yang sejak tadi mengikuti mereka, menahan geram di belakang.
'Siapa lagi ni cewek, datang-datang asal mepet aja' gumamnya kesal dalam hati, Syahid dan Sahin yang mendengarnya, hanya saling tatap.
Kini mereka telah sampai di area permainan, mereka berpasangan. Karena mendengar Maya dan Kira yang berebut Ita, akhirnya dengan senang hati Dena menyarankan dirinya untuk bersama Ita.
Tentu saja mendapatkan tatapan sinis dari Kira dan Maya, namun Dena tak peduli. Ia hanya tersenyum bangga dan membusungkan dadanya lalu menaik turunkan alisnya.
Syahid bersama Maya, sedangkan Sahin bersama Kira.
Mereka bermain mesin capit boneka, siapa yang bisa mendapatkan boneka. Maka ia yang menang dan yang kalah, harus mentraktir mereka. Permainan semakin seru, saat Syahid hendak mengambil boneka yang sedang. Namun lagi-lagi gagal, begitu juga dengan Sahin. Sebenarnya mudah bagi mereka, namun tidak seru bila bermain menggunakan kekuatannya.
Sedangkan Dena, ia terlihat santai dan tersenyum.
"Teteh mau yang mana?" tanya Dena sombong, Ita menoleh dan menatap Dena. Dena pun mengangguk yakin, Ita menunjuk pada sebuah boneka berwarna putih berbentuk kucing. Terlihat lembut, dan ukurannya pun sama dengan kucig yang sebenarnya.
"Serahkan pada Dena" ucapnya seraya menepuk dadanya
...****************...
......Happy Reading
all💞💞......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 245 Episodes
Comments
Land19
turun temurun di pertemukan dg 1 orang yg tingkahnya absurd
2024-12-29
1
Pisces97
Sri,Fitri,iren sekarang dena the next 🤭😂😂
2024-05-12
1
🍃🦂 Nurliana 🦂🍃
Nokomen lah sama ceritamu mak, teralu asiik 😊🥰🥰
2024-01-26
1